
Sebelum Carla menjawab, Myro lanjut berkata "Tapi tidak mudah mempercayai orang lain hanya melalui perkataannya bukan? Kalau begitu aku tidak keberatan, bagaimanapun kau harus tinggal di Kota Loth sehingga kita bisa memiliki lebih banyak waktu untuk saling mengenal. Sekarang, Nona Carla, Loir, apa keputusan kalian? Menyerah dan mengikuti semua persyaratan yang aku katakan atau melawan sampai akhir?".
Loir tidak menjawab melainkan hanya menatap Carla, ia akan bertindak sesuai keputusan Carla.
Carla kembali tersenyum normal, wajahnya yang tidak pernah berubah telah kembali "Earl Myro, pertanyaan anda sama sekali tidak diperlukan karena kami tidak mempunyai pilihan lain. Jika kami menolak, anda pasti membuat ayahku menjadi seperti pemberontak lalu membiarkan raja memberinya hukuman mati. Selama ayahku dianggap sebagai bagian dari pemberontak, baik aku ataupun anakku juga akan terkena sebab kami adalah anak serta cucunya. Oleh karena itu, Keluarga Grand Duke Rayde akan berakhir apabila kami tidak setuju terhadap keputusan anda".
Setelah itu Carla melangkah maju dan berlutut di depan Myro "Namaku Carla Rayde, dengan ini aku memberikan kesetiaan ku kepada Myro Aras. Aku tahu tujuan tuan pasti bukan hanya menjadi bangsawan besar di Kerajaan Azeroth, jadi Carla siap membantu tujuan tuan selama tuan dapat memberikan keluargaku kemakmuran".
"Jangan khawatir", kata Myro mengangguk "Selama kalian setia serta membantuku, aku pasti tidak melupakan semua kerja keras kalian".
Loir, Kartaz dan para prajurit Carla saling menatap sebelum ikut berlutut, Carla sebagai tuan mereka sudah menyerah sehingga tidak perlu ada pertarungan lagi.
"Kami memberikan kesetiaan kepada Tuan Myro", teriak semua orang di aula istana kecuali Rilia dan pengikut pangeran ke 7.
"Baiklah, ketika pertarungan ini selesai sepenuhnya, kau harus langsung pergi ke Kota Loth, Nona Carla. Aku akan menunggumu disana, selain itu kau bisa membantu Loir mengelola wilayah Grand Duke Rayde dulu sebelum pergi ke Kota Loth", kata Myro yang melihat ke arah Loir "Lalu untuk Loir, aku harap kau tidak menemui Carla tanpa izinku. Begitu juga Jendral Herfu nanti saat Carla berada di Kota Loth, kalian harus mendapatkan izinku dulu sebelum bertemu Carla untuk menghindari kecurigaan. Mungkin sedikit merepotkan, tapi kalian dapat yakin aku tidak akan menghentikan seorang anak yang berusaha menemui ibunya kecuali kalian mempunyai rencana buruk lain terhadapku".
"Baik, tuan!", jawab Loir dan Carla.
Myro mengangguk dan berbalik untuk pergi dari aula istana "Yorou, bunuh semua prajurit milik pangeran ke 7 yang dibawa Rilia. Sedangkan masalah Rilia, aku akan menyerahkannya kepada Loir dan Carla untuk menentukan apa hukuman yang diterima Rilia. Kalian boleh tidak membunuh Rilia, namun pastikan ia tidak bertemu pangeran ke 7 lagi sebab jika Rilia masih bertindak bodoh seperti sekarang, aku tidak akan sebaik kalian lagi yang merupakan keluarganya".
Yorou yang ada di samping Myro segera melambaikan tangannya, ratusan pengawal pendekar pedang milik Myro bergegas menebas para prajurit pangeran ke 7.
__ADS_1
Beberapa prajurit pangeran ke 7 berusaha melawan sedangkan yang lainnya melarikan diri, tapi mereka semua mati di tangan pengawal Myro.
"Ayo pergi, Ren bersama yang lainnya pasti sudah menunggu kita", kata Myro yang pergi dari sini.
Yorou segera mengikuti Myro, 100 pengawal yang lain membersihkan semua kaki tangan pangeran ke 7 dulu sebelum mengikuti Myro dan Yorou.
...----------------...
Di gerbang depan Kota Rayde, semua anggota divisi 5 berhasil dikalahkan. Sebagian besar prajurit divisi 5 dibunuh sedangkan Jendral Pube bersama beberapa petinggi divisi berhasil ditangkap.
Sebenarnya Jendral Pube melakukan perlawan gila, ia menolak ditangkap dan berusaha untuk terbunuh di medan perang layaknya prajurit.
Tetapi Falka melawannya hingga berhasil menangkap Pube, meskipun kemampuan Pube cukup tinggi tapi ia sudah kelelahan akibat perang beberapa hari ini. Belum lagi Falka lebih kuat darinya, ia dapat ditangkap dengan mudah oleh Falka.
Ketika Myro sampai di gerbang kota, ia menemukan Tarka yang berdiri disana penuh keringat, nampaknya ia sangat kelelahan memimpin perang sebelumnya.
Tarka tersenyum di wajah tuanya, ia mengamati Myro yang datang dengan mata bersinar "Nak Myro, aku sangat kagum kepadamu! Kau mampu mengatasi masalah yang ada tanpa masalah, bahkan rencana Carla dihancurkan olehmu. Tidak berhenti sampai disitu, kau juga menangkap Herfu yang kemampuannya tidak dibawah ku. Walaupun kau memakai kekuasaan kerajaan untuk menangkap Herfu, pada akhirnya kau adalah orang yang menjebaknya".
"Herfu, si rubah tua dan licik yang ahli di medan perang dan telah menjadi jendral perbatasan utara selama puluhan tahun kalah di tanganmu. Nak Myro, bolehkah aku bertanya 1 hal?".
"Jendral Tarka, kita adalah teman yang sudah melalui krisis hidup dan mati di Kota Rayde, jangan ragu untuk bertanya. Selama aku Myro dapat menjawabnya, aku akan memberitahumu", kata Myro.
__ADS_1
"Nak Myro, apa ambisi mu? Aku sebelumnya mengatakan untuk mendukungmu apabila kita berhasil tetap hidup dari masalah ini bukan? Kalau begitu beritahu aku ambisi mu, jika ambisi yang kau miliki sesuai dengan apa yang aku pikirkan, aku pasti memberimu dukungan penuh sebagai jendral perbatasan selatan. Meskipun harus mati, aku tidak keberatan! Namun kalau ambisi mu tidak cukup dari apa yang aku pikirkan, aku hanya bisa mengatakan maaf kepadamu sebab tidak memberikan dukungan penuh kepadamu seperti yang aku katakan sebelumnya", kata Tarka kepada Myro hati-hati.
Myro mengamati mata Tarka yang mempunyai jejak ketegasan, ia tahu kenapa Tarka menanyakan semua ini. Apabila tujuan Myro cuma menjadi bangsawan di Kerajaan Azeroth, Tarka akan memberikan Myro sebagian dukungannya tapi bukan dukungan penuh sebab apa yang Tarka harapkan bukan itu.
Jika pikiran Myro benar, Tarka kemungkinan besar pernah berambisi menjadi raja tapi sekarang ia sangat tua hingga tidak memiliki kesempatan lagi.
Oleh karena itu, Tarka berubah pikiran lagi. Tarka tidak berencana menjadi raja, tapi tujuannya sekarang yaitu menjadi pengikut orang yang berambisi menjadi raja serta mempunyai kekuatan.
Sekarang Myro telah menunjukkan kepada Tarka bahwa ia memiliki kekuatan menjadi raja, masalahnya sekarang adalah apakah Myro mempunyai keberanian menjadi raja?
Bagaimanapun tidak semua orang yang kuat mempunyai keberanian menjadi raja, karena ketika seseorang berambisi menjadi raja maka mereka harus siap melawan banyak sekali musuh di Kerajaan Azeroth.
Myro tersenyum, aura kuat yang ia dapatkan melalui pelatihan, kerja keras, pendidikan, dan medan perang yang telah ia lalui selama beberapa tahun ini muncul, bahkan ada jejak kehidupan Myro di bumi yang memperkaya aura miliknya.
Tarka membuka matanya penuh rasa takut sebab ia tidak menganggap Myro seperti anak-anak lagi. Sejak aura Myro muncul, Tarka merasa dirinya bertemu orang yang setingkat dengannya. Tidak, Tarka cuma pernah melihat aura ini di tubuh 1 orang yaitu Raja Azeroth V ketika muda dulu.
Tarka tidak bisa melupakannya, aura yang dimiliki Raja Azeroth V sewaktu muda dulu, karena aura yang dimiliki raja dan kecerdasannya waktu itu juga maka Tarka memutuskan menyerah terhadap ambisinya sebagai raja karena ia tahu dirinya tidak akan mampu mengalahkan Raja Azeroth V.
Masalahnya ia tidak dapat menemukan aura itu lagi di para pangeran, aura yang membuatnya takut hingga merasa tidak akan menang selama dirinya bertarung dengan pemilik aura tersebut.
Siapa yang berpikir aura yang membuatnya takut di masa lalu kembali muncul pada tubuh seorang anak dari keluarga bangsawan kecil di utara Kerajaan Azeroth, jika ia tidak melihatnya sendiri maka Tarka mungkin kesulitan untuk mempercayainya.
__ADS_1
"Bukankah sudah jelas, tujuanku adalah menjadi raja!", kata Myro penuh rasa percaya diri "Semakin hari, pemerintahan, ekonomi dan keadaan di seluruh Kerajaan Azeroth menjadi semakin kacau. Oleh karena itu, seluruh Kerajaan Azeroth harus diperbaiki sepenuhnya! Aku tidak yakin apakah ada pangeran yang mampu memperbaiki seluruh kerajaan, namun aku mempunyai cukup kepercayaan diri bahwa aku bisa melakukan hal tersebut! Aku akan menjadi raja dan mengubah kerajaan yang sekarang kembali menjadi kerajaan terkuat di Benua Utara!".