PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 85 : TUGAS UNTUK FALKA


__ADS_3

Sebagian besar jendral Myro adalah pria seperti Falka, Lopen, dan Aclan, sedangkan Ren serta Lana bukan merupakan jendral yang bertarung di medan perang melainkan seorang ahli strategi dan pemimpin organisasi mata-mata.


Tetapi di antara semua pemimpin pasukan Myro, Retya ini merupakan seorang wanita.


Retya memiliki rambut coklat pendek dengan mata yang tajam, ia memiliki perlengkapan yang sama seperti Kavaleri Mongol yang lain.


Menurut pendapat Falka, jika itu kemampuan memanah maka Retya merupakan yang terbaik. Bahkan kemampuan memanah Falka masih berada di bawahnya, oleh karena itu Retya cukup dihormati para Kavaleri Mongol hingga membuatnya menjadi wakil Falka saat ini.


Selain itu, Retya mungkin tidak memiliki wajah yang cantik seperti Lana ataupun Ren, bahkan ada beberapa tanda luka di wajahnya yang ia dapatkan dari beberapa perang yang pernah ia ikuti. Walaupun begitu, ada aura heroik di sekitar Retya yang hanya dimiliki oleh jendral hebat seperti Falka dan Aclan, jadi hal ini merupakan daya tariknya yang hampir tidak dimiliki wanita lain.


Sebuah senyuman muncul di wajah Myro "Terima kasih sudah datang kesini juga, kau sudah menjaga 300 Kavaleri Mongol yang ada dengan baik. Lalu, bagaimana perjalananmu bersama Lopen kesini? Apakah menyenangkan?".


Wajah tegas Retya langsung memerah akibat malu karena mendengar perkataan Myro, ia berkata penuh rasa panik "Tuan, apa yang anda katakan? Bisa datang untuk membantu tuan sudah menjadi tujuan utamaku, tidak ada hubungannya dengan Lopen".


Melihat wajah memerah Retya, Myro semakin tersenyum. Sejak awal Retya bertemu Lopen, Myro sudah tahu bahwa wanita heroik ini menyukai Lopen. Bagaimanapun mereka sama-sama berusia sekitar 15 tahun, Myro tidak keberatan apabila di masa depan mereka membangun keluarga selama hal itu tidak menganggu kerja mereka di masa depan.


Lagipula semua pasukan yang dipanggil dari Dunia masih merupakan manusia, mereka harus menemukan pasangan, memiliki anak serta membuat keluarga mereka sendiri, Myro tidak akan melarangnya kecuali pasangan mereka bukan orang baik seperti musuh Myro.


Lopen yang tidak menyadari perasaan Retya hanya berbicara dengan semangat "Perjalanan bersama Retya selalu menyenangkan, setidaknya Retya memiliki mata dan pendengaran yang tajam sehingga aku tidak perlu khawatir lagi terhadap serangan tiba-tiba musuh. Selain itu, kami juga sering membagi pengetahuan kami tentang medan perang, benarkan, Retya?".

__ADS_1


"Menarik, kalian nampaknya sangat dekat", kata Myro semakin tersenyum.


Hal ini tentunya membuat Retya menjadi lebih malu, ia memukul pundak Lopen "Apa yang kau katakan di depan semua orang?".


Pukulan pundak Retya membuat Lopen mundur sebanyak 5 langkah, tapi Lopen sama sekali tidak marah akibat hal tersebut, melainkan ia hanya memegang kepalanya penuh rasa bingung "Apakah ada yang salah dari perkataan ku tadi?".


Melihat Lopen yang masih belum sadar juga, baik itu Falka ataupun Ren ikut menggelengkan kepala mereka. Falka sudah tahu tentang perasaan Retya sejak lama sebab mereka adalah rekan kerja di pasukan Kavaleri Mongol, sedangkan Ren memiliki pengamatan yang tajam, jadi meskipun ia baru bertemu Retya maka Ren sudah mengetahui perasaannya tersebut.


Ren memegang pundak Retya sambil menghela nafas dengan sedih "Nampaknya kau masih harus bekerja keras, menyadarkan pria bodoh yang tidak mengerti perasaanmu setelah mendapatkan petunjuk yang jelas seperti itu sangat merepotkan".


Myro juga sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap sikap Lopen ini, padahal kakaknya yaitu Lana memiliki pengamatan yang tajam seperti Ren juga, namun hal itu sepertinya tidak dimiliki adiknya.


"Baik, tuan!", jawab semua orang tegas terhadap tugas yang Myro berikan.


...----------------...


"Silahkan tehnya, apakah kalian teman-teman baru Myro?", tanya Ibu Myro yang menyiapkan teh untuk semua orang yang sudah berkumpul di ruang tamu bangunan walikota.


Pada awalnya Lopen dan Retya sama sekali tidak tahu tentang identitas Ibu Myro, namun ketika mereka mengetahuinya maka mereka berdiri sambil memberi hormat "Nona, kami adalah pengikut Tuan!".

__ADS_1


Ibu Myro sedikit terkejut, sebagai seorang prajurit, ia bisa mengetahui bahwa Lopen dan Retya lebih kuat dari dirinya.


Padahal mendapatkan dukungan dari Ren, Falka dan Aclan sudah sangat hebat, tapi sepertinya Myro masih memiliki banyak pengikut kuat lainnya.


Ibu Myro tersenyum senang, lagipula semakin kuat anaknya maka semakin besar juga perlindungan bagi Myro. Oleh karena itu, ia tidak perlu khawatir lagi jika Myro harus pergi berperang dengan dibantu oleh orang-orang berbakat ini.


Setelah menyiapkan teh, Ibu Myro pergi sebab ia tahu bahwa Myro mengumpulkan orang-orang ini untuk membahas sesuatu yang penting, tidak baik untuk menganggu mereka, apalagi anaknya sudah menjadi seorang Baron sekarang yang memiliki banyak pekerjaan.


"Baiklah, aku rasa aku tidak perlu membuang waktu lagi", kata Myro menghadap semua orang yang ada di ruangan ini yaitu Ren, Falka, Feld, Ferbas, Lopen serta Retya "Untuk masalah perbatasan maka Aclan bersama para ksatria sudah mengatasinya, tapi kita masih memiliki masalah lain yaitu para bandit yang terus menganggu perdagangan di wilayah kita. Jadi kita harus membersihkan para bandit ini, namun masalahnya masih ada banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan di kota ini sehingga aku akan membagi tugas kalian".


"Falka, aku memberikan tugas terpenting untukmu! Aku akan membiarkan kau membawa 700 Kavaleri Mongol, apakah kau bisa membersihkan para bandit dengan waktu paling lama setahun?".


Myro tidak bisa membiarkan para bandit ini bertahan lebih lama lagi, jika mereka masih ada, perdagangan di kota Myro pasti masih terhenti yang mengakibatkan ekonomi kota tidak bisa hidup kembali. Oleh karena itu, para bandit ini harus dibersihkan secepat mungkin.


Falka berdiri tanpa ragu "Tuan, aku siap menyelesaikan tugas yang tuan berikan! Jika Falka tidak bisa membersihkan para bandit ini sesuai tugas yang tuan berikan, Falka siap menerima hukumannya!".


"Semangat yang bagus, aku yakin kau bisa melakukannya, jika ada masalah pada pembersihan bandit maka kau bisa memberitahuku. Aku akan mengirimkan bantuan lagi untuk menyelesaikan masalah tersebut", kata Myro mengangguk "Lalu untuk Lopen dan Reyta, walaupun kalian baru sampai disini tetapi aku sudah menentukan tugas yang harus kalian lakukan, apakah kalian membutuhkan waktu untuk istirahat dulu dari perjalanan ke Kota Loth ini?".


Lopen dan Retya berdiri sambil berteriak tugas "Tuan, kami siap melakukan tugas yang tuan berikan tanpa harus beristirahat lebih dulu!".

__ADS_1


__ADS_2