PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 76 : KEPUTUSAN PARGA


__ADS_3

"Tuan Baron benar-benar masih muda dan berbakat, ia tidak membuang-buang waktu lagi saat berbicara dengan orang lain", kata Parga sambil tersenyum hormat "Aku datang kesini sebab mendengar kabar dari anakku bahwa Tuan Baron sepertinya bermusuhan dengan Keluarga Noem pada pesta kemarin, apakah itu benar?".


Myro tetap tersenyum ramah di wajahnya "Tuan Parga, nampaknya ada kesalahpahaman disini. Aku dan Keluarga Noem sangat dekat di pesta kemarin, bahkan aku dan Tuan Limde cukup dekat di pesta kemarin. Mungkin Tuan Muda Zarco memiliki beberapa kesalahan saat mengamati tindakan kami kemarin, hubunganku dan Keluarga Noem sangat baik! Tapi sebelum aku datang ke kota ini, aku mendengar bahwa hubungan Keluarga Sild dan Keluarga Noem tidak terlalu baik, apakah itu benar?".


Parga sedikit tidak bisa berkata-kata, ia tahu bahwa ia tidak bisa menganggap Myro sebagai anak-anak, melainkan Myro lebih seperti seekor rubah yang licik.


Pada awalnya Parga berpikir bahwa Myro akan mengakui tentang permusuhannya dengan Keluarga Noem, dengan cara itu maka Keluarga Sild bisa memberikan persyaratan sebagai bantuan mereka bagi Myro untuk melawan Keluarga Noem.


Masalahnya Myro sekarang tidak mengakui permusuhan tersebut, hal ini berarti Parga tidak bisa membuat persyaratan dengan Myro. Bukan hanya itu, Myro juga menyudutkan mereka dengan menyebutkan bahwa Keluarga Sild yang bermusuhan dengan Keluarga Noem, oleh karena itu orang yang membutuhkan bantuan bukan Myro melainkan Keluarga Sild yang membutuhkan bantuan Myro untuk mengalahkan Keluarga Noem, itu adalah maksud perkataan Myro barusan.


"Tuan Baron, Keluarga Sild kami dan Keluarga Noem selalu sangat dekat untuk mempertahankan 3 kota ini dari Kerajaan Orc-Goblin, informasi yang anda dapatkan tentang kami yang saling bermusuhan tidak cukup tepat. Karena Tuan Baron tidak memiliki masalah apapun lagi, maka aku rasa sekarang aku bisa kembali ke barak, masih ada banyak pasukan yang harus dilatih", kata Parga yang berusaha pergi dari tempat ini, Myro berusaha bersikap sombong bahwa dirinya tidak bermusuhan dengan Keluarga Noem, jadi Parga memutuskan untuk berkata seakan-akan mereka juga tidak bermusuhan.

__ADS_1


Melihat Parga yang berencana pergi, Myro sama sekali tidak panik "Tuan Parga, menurut apa yang akan terjadi apabila informasi kedatangan mu ke bangunan walikota sampai di dengar oleh Keluarga Noem atau Tuan Limde? Walaupun kau tidak mengakui kita bekerja sama, Tuan Limde pasti tidak percaya. Menurutmu, apa yang akan dilakukan Limde saat mengetahui bahwa kau datang untuk menemui ku? Aku yakin ia pasti membunuhmu lebih dulu sebelum memiliki waktu untuk bekerja sama denganku".


Parga yang berencana pergi segera menghentikan langkah kakinya, siapa yang berpikir bahwa Myro memberikannya peringatan. Berdasarkan apa yang Myro katakan, Parga bisa mengerti bahwa Myro memberitahu dirinya akan melaporkan kedatangan Parga ke bangunan walikota. Lalu seperti yang Myro katakan, selama Limde tahu kedatangannya tersebut maka Limde pasti yakin bahwa Parga sudah bekerja sama untuk melawan mereka bersama Myro, bagaimanapun 2 keluarga mereka sudah bermusuhan sejak lama.


Setelah berpikir sebentar, Parga menghela nafas dan duduk di depan Myro lagi. Ia tidak terjadi pergi sebab Parga sudah mengerti, saat ia pergi dari tempat ini tanpa bekerja sama dengan Myro maka itu berarti ia harus menjadi musuh Myro dan Limde.


Parga yang sudah mengenal Limde selama puluhan tahun mengetahui sangat jelas mengenai sifat Limde yang akan mencurigai dirinya bekerja sama dengan Myro meskipun Parga berusaha menjelaskan bahwa mereka tidak bekerja sama.


"Tuan Baron, apa persyarat anda? Jika persyaratan anda tidak berlebihan, aku mungkin bisa menyetujuinya", Parga menjadi lebih hormat kepada Myro, ia sekarang menyadari bahwa jangan menilai orang dari usia mereka sebab Myro di depannya sudah membuktikan sangat jelas bahwa usia belum tentu menentukan kecerdasan seseorang.


Zarco yang ada di samping Parga merasa terkejut terhadap perkataan Myro, menurutnya Parga pasti tidak setuju sebab militer merupakan kekuatan penting Keluarga Sild. Walaupun Parga menjadi walikota sekalipun, selama kekuatan militer mereka hilang maka kerugiannya jauh lebih besar daripada keuntungan.

__ADS_1


Tetapi Parga sebenarnya memikirkan hal yang berbeda dari Zarco, ia tahu bahwa dirinya sekarang hanya bisa setuju dengan Myro. Sebagai bangsawan dari Kerajaan Azeroth, maka Myro mendapatkan dukungan dari seluruh kerajaan untuk menguasai 3 kota ini dibandingkan keluarga mereka. Oleh karena itu, jika mereka menolak tawaran Myro maka mereka mungkin bisa menjadi target penghapusan Myro seperti yang ia rencanakan pada Keluarga Noem.


Parga tidak segera setuju, meskipun ia tahu bahwa Myro mendapatkan dukungan dari Kerajaan Azeroth tapi ia masih memiliki keraguan apakah Myro bisa menang dari Keluarga Noem.


Jadi Parga memutuskan untuk bertanya "Tuan Baron, aku bisa setuju terhadap tawaran yang anda berikan, Keluarga Sild kami bisa melepaskan seluruh kekuatan militer di 3 kota dan memberikannya kepada anda. Namun aku memiliki 1 persyaratan, bagaimana Tuan Baron bisa meyakinkanku bahwa anda tidak akan kalah dari Keluarga Noem? Selama Tuan Baron bisa membuatku yakin bahwa anda bisa menang dari Keluarga Noem, aku serta seluruh Keluarga Sild setuju untuk memberikan kesetiaan kami kepada anda!".


"Ayah--", Zarco yang ada di samping terkejut terhadap keputusan ayahnya, namun Parga hanya mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan Zarco.


Parga terus menatap tajam ke arah Myro untuk menunggu jawabannya.


Myro tidak terkejut terhadap syarat dari Parga, lagipula apabila Myro tidak memiliki kekuatan untuk menang dari Keluarga Noem maka bagaimana mungkin Parga setuju untuk setia kepadanya?

__ADS_1


Oleh karena itu, Myro berdiri dari kursinya sambil tersenyum percaya diri "Ikut denganku, aku akan menunjukkan kepada kalian, alasan kenapa aku sangat percaya diri untuk mengalahkan Keluarga Noem. Jika kalian setuju untuk setia kepadaku, maka aku bisa mengalahkan Keluarga Noem mulai hari ini juga!".


Tanpa menunggu jawaban Parga lagi, Myro mulai berjalan pergi dari ruangan tersebut untuk menunjukkan alasan kenapa ia bisa yakin bahwa dirinya akan menang melawan Keluarga Noem.


__ADS_2