PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 330 : KEMUNCULAN PASUKAN DI KOTA LOTH


__ADS_3

"Aku rasa mereka tidak takut mengingat Kerajaan Azeroth mempunyai kekuatan untuk melawan kita dan Kerajaan Diamant secara bersamaan", kata Lopen mengingat surat yang ia baca barusan "Menurut informasi Count Horganef, Kerajaan Azeroth mengirim Duke Perang, divisi ke 3 serta 300.000 pasukan Kerajaan Azeroth untuk menyerang. Divisi ke 3 adalah pasukan elit yang terdiri dari 100.000 pasukan sedangkan Duke Perang sendiri membawa 200.000 pasukan miliknya. Jangan lupa, sebagai Duke yang menerima julukan dari raja sebelumnya seperti tuan, Duke Perang tentunya mempunyai pasukan khusus mereka sendiri".


"Aku pernah mendengar bahwa Duke Perang mempunyai Pasukan Perang yang terdiri dari 100.000 pasukan elit yang telah melalui ribuan peperangan bersama Duke Perang! Meskipun mereka tidak memiliki kemampuan bertahan yang kuat seperti Pasukan Tembok Besi ataupun pasukan yang memiliki serangan kuat layaknya Pasukan Kemenangan milik tuan, Pasukan Perang merupakan prajurit elit yang sudah melalui banyak medan perang sehingga mereka mampu menggunakan kekuatan terbaik mereka untuk mengalahkan siapapun yang menjadi lawan Duke Perang. Bahkan ketika keadaan sulit sekalipun seperti Duke Perang yang hampir kalah dari Kerajaan Azeroth, Pasukan Perang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah atau berkhianat".


"Sebagai pasukan yang telah menemani Duke Perang selama puluhan tahun, kesetiaan mereka tidak perlu diragukan".


Myro memang pernah mendengar mengenai Pasukan Perang milik Duke Perang. Berbeda dari Pasukan Kemenangan yang dulunya merupakan divisi ke 4 dan baru mengikuti Myro selama beberapa tahun, Pasukan Perang sudah mengikuti Duke Perang sejak puluhan tahun yang lalu serta melalui banyak sekali peperangan bersamanya.


Jadi kesetiaan dan semangat berperang mereka tidak perlu diragukan. Kecuali Duke Perang menyerah, Pasukan Perang tidak akan menyerah serta bertarung sampai mati melawan musuh mereka.


"Count Horganef dan bangsawan yang mendukungnya telah kehilangan setengah dari wilayah mereka akibat serangan Duke Perang, karena hal tersebut ia mencari bantuan ku supaya aku mengirim pasukan membantunya sebagai anggota aliansi. Bagaimana menurut kalian? Apakah kita harus membantunya?", tanya Myro.


Semua orang menatap ke arah Ren, bagaimanapun Ren adalah orang yang paling mengetahui tentang keuntungan dan kerugian membantu Count Horganef.


Ren membuka kipas lipatnya lagi dan tersenyum "Aku rasa kita harus memberikan bantuan! Count Horganef memang tidak setia kepada tuan, tapi selama kita membantunya kali ini, aku yakin ia akan lebih mendukung tuan di masa depan. Apalagi kita tidak boleh membiarkan pemimpin di aliansi seperti Count Horganef terbunuh, jika hal tersebut terjadi, orang-orang akan kehilangan kepercayaan mereka terhadap aliansi yang kita buat".

__ADS_1


"Di sisi lain, melawan Duke Perang memang merepotkan tapi ini juga kesempatan bagi kita. Walaupun sudah menjadi aliansi, Count Horganef tidak mengizinkan pasukan kita pergi ke wilayahnya atau wilayah bangsawan yang mendukungnya kecuali kita mencoba menyerang Kerajaan Diamant atau Kerajaan Azeroth seperti sebelumnya. Selama kita membantu mereka dari Duke Perang, bangsawan yang mendukung Count Horganef pasti mulai berubah pikiran untuk memihak kita".


"Kekuatan Count Horganef berbeda dari Kalikav, selama sebagian besar bangsawan yang mendukungnya memihak kita, ia akan kehilangan kekuatan. Tanpa dukungan bangsawan lain, Count Horganef tidak akan memiliki pilihan lain kecuali setia kepada tuan. Sekalipun ia tetap menolak setia, tanpa dukungan bangsawan lain, kita bisa membersihkannya dengan mudah".


"Jadi membantu mereka melawan Duke Perang adalah kesempatan bagi kita merebut kekuatan bangsawan di tangan Count Horganef, aku merasa kita harus membantu mereka".


Ren berhenti berbicara dan menatap Myro, lebih tepatnya semua orang melihat ke arah Myro karena mereka akan bertindak sesuai keputusan Myro.


Bagaimanapun mereka hanya jendral dan ahli strategi, mereka hanya perlu membuat rencana serta berperang sedangkan Myro adalah orang yang menentukan pergerakan mereka selanjutnya sebagai seorang pemimpin.


"Daripada menunggu Duke Perang merebut wilayah Count Horganef dan memperkuat kekuatannya, kenapa kita tidak menyerangnya sekarang? Beritahu seluruh pasukan untuk bersiap, aku tahu kita baru kembali dari perang melawan Kerajaan Diamant, namun kita harus bergerak secepat mungkin sebelum Count Horganef dikalahkan!".


"Baik, tuan!", jawab semua orang di ruangan dengan tegas.


Tetapi sebelum mereka pergi, sosok Feld muncul dari pintu ruang kerja yang terbuka.

__ADS_1


Feld berlari mendekati Myro sambil berkata sedikit khawatir "Tuan, sesuatu terjadi di Kota Loth! Puluhan ribu prajurit melewati gerbang Kota Loth dan bergegas menuju rumah tuan! Karena jumlah mereka yang terlalu banyak, kedatangan pasukan ini menarik banyak perhatian penduduk".


Mendengar perkataan Feld, wajah semua orang menjadi aneh.


Myro menatap Feld bingung "Puluhan ribu pasukan yang bukan pasukan milikku melewati Gerbang Kota Loth? Apa yang dilakukan penjaga kota? Bukankah aku sudah memberitahu bahwa pasukan yang berjumlah di atas puluhan ribu tidak boleh melewati Gerbang Kota Loth, kecuali pasukan milikku seperti Pasukan Kemenangan, ksatria dan yang lainnya. Bahkan pasukan Kalikav serta Count Horganef yang berasal dari aliansi sekalipun tidak boleh melewati Gerbang Kota Loth, mereka hanya boleh membawa sekitar 5000 pasukan. Kenapa penjaga gerbang kota membiarkan mereka lewat? Siapa yang menjaga Gerbang Kota Loth hari ini? Bukankah Retya?".


Feld ragu-ragu sebentar dan berkata "Tuan, keadaannya sedikit berbeda! Cukup sulit untuk menjelaskannya sebab membutuhkan banyak waktu, aku menyarankan agar tuan datang secara langsung menemui puluhan ribu prajurit itu untuk mengetahui apa yang terjadi! Pada awalnya mereka memang tidak mungkin melewati Gerbang Kota Loth apabila berjumlah puluhan ribu, tapi Retya memberikan izin setelah mendengar alasan mereka. Walaupun begitu, Retya menggerakkan seluruh Pasukan Kemenangan untuk menjaga pasukan yang datang ke Kota Loth supaya tidak membuat masalah".


Myro segera menjadi tertarik, ia yakin Feld dan Retya sama sekali tidak mengkhianatinya. Oleh karena itu, Myro sangat penasaran kenapa mereka mengizinkan puluhan ribu pasukan datang ke Kota Loth.


Tanpa ragu, Myro berjalan pergi dari rumahnya, ia berencana melihat sendiri puluhan ribu pasukan yang datang seperti saran Feld barusan.


Yorou yang menjaga pintu ruang kerja bergegas mengikuti Myro bersama ratusan muridnya yang berjaga di sekitar rumah Myro, Ren serta yang lainnya bergegas mengikuti sebab mereka juga penasaran.


Ketika baru pergi dari depan gerbang rumahnya, Myro menemukan sosok puluhan ribu pasukan bersenjata lengkap yang berjalan mendekati rumah Myro. Di sekitar pasukan tersebut, terdapat Pasukan Kemenangan yang menjaga mereka agar tidak membuat masalah serta ribuan penduduk yang datang untuk menonton karena penasaran mengenai siapa puluhan ribu pasukan yang tiba-tiba muncul di Kota Loth ini.

__ADS_1


__ADS_2