PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 290 : TUJUAN LANA


__ADS_3

Wajah pangeran ke 7 menjadi suram setelah mendengar jawaban Lana, ia bertanya dengan suara berat "Kenapa? Apakah jabatan ratu sama sekali tidak cocok bagimu? Kalau kau tertarik, aku tidak keberatan memilihmu menjadi perdana menteri atau jendral besar kerajaan di masa depan! Aku tidak mengerti, apa yang lebih baik dari Myro hingga kau memilihnya dibandingkan diriku? Lana, hanya aku yang mampu memberimu kekuasaan yang kau cari-cari! Orang-orang seperti kita dianggap kejam dan tidak berperasaan oleh orang lain, tapi cuma kita yang paling mengerti, tindakan yang kita lakukan bukan untuk kekejaman melainkan agar ambisi kekuasaan yang kita cari-cari bisa di dapatkan! Apakah kau belum mengerti?".


Lana sama sekali tidak mengubah wajahnya meskipun tekanan dari pangeran ke 7 sangat kuat "Jika aku yang dulu, aku pasti menolak tawaranmu sebab aku akan mendapatkan kekuasaan bagi diriku sendiri! Aku tidak tertarik menjadi ratu dari raja yang berkuasa atau perdana menteri, aku tertarik menjadi raja dan mengambil semua kekuasaan! Tetapi setelah banyak hal yang terjadi lalu bertemu Tuan Myro, aku berubah pikiran! Aku tidak tertarik lagi terhadap kekuasaan yang selama ini terus aku cari, ambisi yang aku punya sekarang yaitu membuat Tuan Myro duduk di atas tahta kekuasaan! Itu adalah tujuanku!".


"Kenapa? Padahal kita memiliki sifat yang sama, kau harusnya orang yang berambisi dan kejam sepertiku!", teriak pangeran ke 7 penuh kemarahan, ia menganggap Lana sebagai rekannya.


Tidak, bahkan pangeran ke 7 telah menganggap Lana seperti rekan terpercaya, ia tidak mengerti kenapa Lana menolak ajakannya padahal ia memberikan banyak keuntungan dibandingkan Myro.


"Aku akan menceritakan sebuah kejadian masa lalu kepadamu, anggap ini adalah cerita terakhir kita sebagai teman", kata Lana tersenyum "Dulu ada seorang yang sangat berambisi, ia memulai api peperangan di seluruh dunia dan membawa pasukannya menuju timur, barat, utara dan selatan dunia untuk menyerang semua penguasa lain lalu menguasai dunia! Tidak peduli cara apa yang harus digunakan baik pembunuhan, jebakan, pembakaran, dan semua cara kejam lainnya, ia menggunakan rencana itu tanpa ragu, tidak diketahui berapa banyak orang yang sudah mati di tangannya. Bukan hanya prajurit musuh, ia membunuh banyak sekali penduduk tidak bersalah agar ambisinya menjadi kenyataan".


"Ketika mengalahkan orang bijak dari Timur, penguasa jahat ini mendapatkan saran dari orang bijak yang hampir mati. Orang bijak memberitahu jalan yang ia pilih hanya membawa kehancuran, meskipun ia berhasil menguasai seluruh dunia, tidak ada kedamaian ataupun kemakmuran yang akan terjadi, melainkan perang serta kekacauan yang akan terus terjadi! Penguasa jahat tidak mendengar saran orang bijak dan tetap membunuhnya, setelah itu ia meneruskan jalan kejamnya supaya menjadi penguasa!".


"Suatu hari, penguasa kejam berhasil mencapai tujuannya! Ia memenangkan perang dan mengalahkan semua penguasa lain, ia berhasil menguasai seluruh dunia! Saat ia menjadi raja, ia mulai menyadari maksud perkataan orang bijak dari Timur! Kerajaan yang ia kuasai sama sekali tidak makmur, padahal ia berhasil menguasai seluruh dunia!".


"Bangsawan dan pejabat yang kaya menjadi semakin kaya, tapi mereka yang miskin terus mengalami hidup yang sulit hingga tidak sedikit orang yang mati kelaparan akibat kemiskinan. Ketika mengetahui hal tersebut, penguasa jahat berencana memperbaiki pemerintahan kerajaannya. Namun ia baru menyadari 1 hal yang penting, ia tidak mempunyai orang yang benar-benar mendukungnya!".


"Penguasa jahat menyadari akibat sifat keserakahannya terhadap kekuasaan, mereka yang sangat setia kepadanya mulai meninggalkan dirinya. Baik itu akibat mati di medan perang untuk ambisi penguasa jahat atau alasan lain, mereka yang setia tidak berada di sampingnya lagi. Orang-orang yang berada di samping penguasa jahat hanya mereka yang mencari keuntungan darinya, tanpa kesetiaan apapun. Oleh karena itu saat penguasa jahat berusaha mengambil kembali harta mereka supaya diberikan kepada penduduk yang kelaparan, mereka melakukan perlawanan".

__ADS_1


"Pemberontakan terjadi mulai dari bangsawan dan pejabat yang melawan dirinya untuk mempertahankan keuntungan mereka ataupun penduduk yang hidup kelaparan hingga tidak dapat duduk diam lagi, mereka memutuskan melawan supaya bisa mendapatkan kebebasan serta makanan. Pada akhirnya kerajaan makmur yang dicari penguasa jahat tidak pernah terjadi, ia mati di tangan para pemberontak. Apabila penguasa jahat tidak terlalu memikirkan ambisinya sendiri dan lebih memperhatikan pengikutnya yang setia, semua itu mungkin tidak terjadi".


Pangeran ke 7 melihat Lana penuh kebingungan "Apa hubungannya cerita tadi dengan masalah kita?".


"Kau belum mengerti?", kata Lana dengan mata tajam "Kau yang sekarang tidak berbeda dari penguasa jahat, kau tidak memiliki apa yang seharusnya dipunya seorang raja! Kau ataupun penguasa jahat tidak memiliki hal yang paling penting dari menjadi raja, itu adalah maksud ceritaku tadi".


Lana berdiri dari kursinya dan berencana pergi, tapi pangeran ke 7 tetap bingung sehingga ia berteriak "Lalu apa yang tidak aku miliki untuk menjadi seorang raja? Apakah Myro mempunyai hal tersebut sehingga kau setia kepadanya?".


Lana yang berjalan pergi menghentikan langkahnya, ia menutup matanya sambil mengingat waktu-waktu dirinya baru bertemu Myro dulu sebelum tersenyum "Kau benar, tuanku memang mempunyai hal terpenting dari menjadi seorang raja! Apa yang paling penting bukan kekuatan ataupun kelicikan menjebak musuh, melainkan hati manusia! Tidak seperti dirimu, tuanku sangat memahami hati manusia! Apa yang lebih menakutkan lagi, Tuan Myro menggunakan kemampuannya tanpa dirinya sendiri sadari!".


Pangeran ke 7 belum mengerti apa yang begitu hebat dari memahami hati manusia yang dikatakan Lana barusan, tapi yang paling penting sekarang adalah ia harus menghentikan Lana pergi dari sini.


"Apakah kau tidak keberatan mengikuti Myro lalu dibuang ketika kerajaannya menjadi damai? seperti yang aku katakan, Myro dan kau berbeda! Myro adalah penguasa yang baik, ia pasti tidak bisa menerima sosok yang penuh darah dan kejam sepertimu di kerajaannya! Tapi aku berbeda, aku bisa memberimu posisi sebagai ratu! Selama kau dan aku saling membantu, kita pasti mengalahkan sosok yang memahami hati manusia sekalipun", teriak pangeran ke 7.


Lana terus berjalan tanpa berbalik sedikitpun "Nampaknya kau salah paham, sejak awal aku tidak berencana tetap berada di samping Tuan Myro! Ketika Tuan Myro berhasil menguasai seluruh Kerajaan Azeroth dan membangun kerajaannya sendiri, saat waktu itu tiba maka aku akan pergi! Seperti yang kau katakan, sosok penuh darah dan kejam layaknya diriku tidak seharusnya berada di samping Tuan Myro, keberadaan ku hanya akan memperburuk nama Tuan Myro di mata penduduk! Sedangkan menjadi ratu dari Tuan Myro? Aku tidak pernah memikirkan hal tersebut, lagipula di samping Tuan Myro terdapat wanita yang lebih cocok menjadi ratu dibandingkan diriku".


"Seorang wanita yang cerdas dan cantik, ia membuat banyak rencana yang bagus bagi Tuan Myro untuk menjadi raja memakai kecerdasannya. Di sisi lain, ia berbeda dariku, tangannya tidak dipenuhi darah dan ia juga mendapatkan pengakuan dari pengikut setia, prajurit serta penduduk yang mengikuti Tuan Myro! Sosok seperti itu jauh lebih cocok berada di sisi Tuan Myro sebagai ratu dibandingkan diriku! Pangeran ke 7, ini adalah pertemuan terakhir kita sebagai teman! Jika kita bertemu lagi, kita pasti menjadi musuh, aku tidak akan ragu untuk membunuhmu di pertemuan selanjutnya".

__ADS_1


Lana telah pergi meninggalkan ruangan pangeran ke 7.


Melihat sosok Lana yang menghilang, pangeran ke 7 menjadi suram. Karena Lana menolak setia kepadanya, ia harus membunuh Lana.


Pangeran ke 7 mengerti seberapa menakutkannya kemampuan Lana, selama wanita tersebut membantu Myro, ia pasti kerepotan.


Oleh karena itu, pangeran ke 7 memukul meja dengan keras "Kalian semua, bunuh Lana! Jangan biarkan ia pergi dari sini hidup-hidup!".


"Brak!".


Ketika pangeran ke 7 berpikir puluhan Tangan Bayangan di sekitar ruangan akan mengejar Lana, ia kaget menemukan puluhan Tangan Bayangan yang seharusnya menjaga dirinya jatuh ke tanah dan kehilangan kesadarannya.


Tiba-tiba pangeran ke 7 menyadari penglihatannya semakin berkurang, ia segera mengerti Lana secara diam-diam memakai racun tidur yang kemungkinan besar menyebar melalui udara tanpa diketahui dirinya ataupun puluhan Tangan Bayangan yang jatuh ke tanah.


Menatap pintu dimana Lana barusan pergi, pangeran ke 7 bergumam sebelum kehilangan kesadarannya "Benar-benar wanita yang menakutkan--".


Pangeran ke 7 dan pilihan Tangan Bayangan jatuh ke tanah, mereka semua tertidur.

__ADS_1


Penjaga yang berada di depan pintu langsung menyadari keanehan yang terjadi di ruangan pangeran ke 7, mereka bergegas menuju ruang kerja pangeran ke 7.


Setidaknya karena para penjaga dan pelayan di sekitar terlalu sibuk terhadap keadaan pangeran ke 7, mereka sama sekali tidak menyadari Lana yang meninggalkan istana pangeran ke 7 memakai jubahnya lagi.


__ADS_2