
Perjalanan Myro menuju Ibukota Kerajaan Azeroth sama sekali tidak mengalami masalah apapun, ia bergabung bersama kelompok Jendral Herfu dan yang lainnya lalu bergegas menuju ibukota.
Sepanjang perjalanan, Myro melewati banyak sekali daerah bangsawan lain.
Di antara semua daerah bangsawan, wilayah Grand Duke Rayde yang menjadi Keluarga Loir memiliki wilayah paling luas.
Di seluruh Kerajaan Azeroth, hanya ada 4 Grand Duke yang masing-masing terletak di utara, timur, barat dan selatan wilayah kerajaan.
Grand Duke Rayde merupakan bangsawan terkuat di wilayah utara. Meskipun wilayahnya hanya terdiri dari 1 provinsi, namun pada provinsi tersebut ada ratusan kota yang berada di kekuasaannya sehingga bisa dibayangkan seberapa menakutkan kekuatan yang dimiliki Grand Duke Rayde.
Selama ia hanya mengumpulkan 1000 prajurit dari setiap kota, ia sudah bisa mempunyai ratusan ribu pasukan.
Berbeda dari provinsi baru seperti Provinsi Kavaleri yang menjadi wilayah Myro, hampir setiap provinsi lain di Kerajaan Azeroth mempunyai ratusan kota.
Alasan Provinsi Kavaleri bisa menjadi sebuah provinsi walaupun kota yang mereka miliki sangat sedikit yaitu jumlah kota di Provinsi Utara sudah terlalu banyak, jika ditambah lagi maka gubernur dan pejabat politik serta militer disana akan kerepotan. Semakin luas suatu wilayah yang mereka kuasai, maka semakin banyak juga hal yang harus dikerjakan oleh para pejabat Kerajaan Azeroth.
Jadi Raja Azeroth V memutuskan tidak menggabungkan Kerajaan Kavaleri ke Provinsi Utara melainkan membentuk provinsi sendiri.
Loir ataupun Herfu sama sekali tidak berhenti ke rumah Grand Duke Rayde, mereka memang keluarga tapi tidak baik membuat raja menunggu sehingga mereka hanya terus bergerak menuju ibukota.
1 setengah bulan kemudian, Myro dan yang lainnya sudah sangat dekat dari ibukota. Menurut Herfu yang sudah sering ke sana, mereka kemungkinan besar tiba pada malam hari dan bisa beristirahat dulu sebelum bertemu raja besok pagi.
Sepanjang perjalanan kali ini, mereka tidak menemukan bandit. Padahal Kerajaan Azeroth memang damai serta memiliki kekuatan militer besar dibandingkan kerajaan lain pada sekitar mereka, namun di sisi lain ada banyak juga bandit kuat yang terletak pada perbatasan-perbatasan wilayah bangsawan.
Oleh karena itu, cukup aneh Myro serta yang lainnya tidak didatangi bandit sedikitpun.
__ADS_1
Namun Myro segera memikirkan sebuah kemungkinan, ada ribuan pasukan yang terlihat elit mengawal mereka menuju ke ibukota kali ini. Selain itu para bandit jelas melihat bendera Herfu yang di bawa oleh para prajuritnya, mungkin semua alasan itu yang membuat para bandit tidak berani menyerang.
Lagipula bandit bukanlah orang bodoh, menyerang sosok jendral perbatasan seperti Herfu tidak akan membawa mereka keuntungan apapun melainkan hanya kerugian besar.
Ketika Myro dan Ren yang masih berada di kereta kuda sedang beristirahat,suara Yorou yang berada di depan kereta kuda sebagai kusir terdengar "Tuan, nampaknya kita sudah tiba di Ibukota Kerajaan Azeroth".
Mendengarkan pemberitahuan Yorou, Myro membuka jendela kereta kuda tanpa ragu untuk menemukan sebuah tembok besar di kejauhan.
Selama berperang, Myro sudah melihat banyak tembok besar secara langsung, terutama tembok yang menjaga Ibukota Kerajaan Kavaleri dulu.
Tetapi dibandingkan dengan tembok kota yang Myro lihat sekarang, semua tembok kota yang ia lihat sebelumnya terlihat sangat kecil.
Tembok besar itu tidak lain merupakan tembok yang menjaga Ibukota Kerajaan Azeroth, mungkin tingginya sekitar 20 meter serta dibuat oleh batu kuat.
Karena tembok kotanya masih jauh, Myro belum bisa mengetahui seberapa banyak penjaga yang ada disana.
Menghabiskan waktu 1 jam lagi sampai hari sudah hampir gelap mendekati malam, mereka akhirnya tiba di tembok kota yang akan ditutup sebentar lagi.
Myro yang berada di kereta kuda sekarang bisa menemukan banyak sekali penjaga yang mengawasi dari atas tembok kota. Para penjaga tersebut mempunyai senjata dan zirah terbaik serta aura yang hanya ditunjukkan pasukan elit, walaupun mereka tidak sekuat pasukan Kavaleri Mongol tapi Myro yakin kekuatan para penjaga tembok kota ini tidak kalah dari Kavaleri Serigala Kerajaan Orc-Goblin yang ia lawan.
Setelah para penjaga memastikan token dan surat panggilan raja secara langsung dari Jendral Herfu, mereka diizinkan melewati gerbang.
Bagaimanapun tempat ini adalah ibukota kerajaan dimana terdapat istana kerajaan yang menjadi tempat tinggal raja serta para pangeran. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa datang ke ibukota. Mereka harus mempunyai izin yang di dapatkan dari orang-orang tertentu seperti raja, Grand Duke, perdana mentri dan pejabat tinggi lainnya atau para penduduk yang sudah tinggal di ibukota sejak lama juga diizinkan tinggal disini.
Selain dari itu, mereka tidak boleh melewati gerbang kota untuk menjaga raja dari gerakan mata-mata kerajaan lain.
__ADS_1
Herfu membawa orang-orang yang mengikutinya dari Provinsi Utara menuju villa tempat tinggalnya di ibukota.
Sebagai jendral perbatasan, Herfu memiliki sebuah villa di ibukota yang merupakan hadiah pemberian dari raja.
Melihat bahwa mereka menuju villa Herfu, Myro berencana menolak dan mencari penginapan. Lagipula villa tersebut adalah tempat tinggal Herfu, keberadaan Myro mungkin mengganggunya.
Tetapi Herfu terus menerus mengajak Myro dengan alasan cucunya Loir pernah tinggal di tempat Myro, sekarang waktunya bagi Herfu membalas kebaikan itu dan membiarkan Myro tinggal di ibukotanya.
Pada awalnya Myro berencana mencari Katia yang sudah tinggal di Ibukota Kerajaan Azeroth selama beberapa tahun, tapi ia tidak bisa terus menolak tawaran Herfu yang membuat Myro tinggal di villanya.
Herfu tidak memulai pesta melainkan hanya makan malam bersama, disana Herfu memberitahu Myro dan cucunya bahwa besok ia akan menemui raja lebih dulu untuk memberitahu mereka sudah tiba di ibukota.
Raja Azeroth V pasti sibuk, ia tidak bisa meluangkan waktu secara sembarangan supaya bisa bertemu Myro dan yang lainnya.
Oleh karena itu, setelah memberitahu Raja Azeroth V tentang kedatangan mereka, saat itu juga Raja Azeroth V akan memutuskan hari upacara penghargaan mereka dilakukan.
Berdasarkan pengalaman Herfu, paling lama mereka harus menunggu waktu seminggu sedangkan paling cepat adalah 2 hari.
Selama waktu menunggu, baik itu Myro ataupun cucunya bisa pergi ke ibukota untuk melihat-lihat serta belajar kemajuan disini.
Myro tidak menolak rencana Herfu, jadi mereka segera kembali ke kamar masing-masing saat makan malam sudah selesai.
Ren, Yorou dan Falka tinggal pada kamar di samping ruangan Myro, sedangkan prajurit Kavaleri Mongol harus tidur bersama prajurit lain sebab villa Herfu tidak sebesar itu untuk mereka semua.
Myro yang baru kembali ke kamarnya berjalan menuju jendela, lokasi villa Herfu di ibukota cukup tinggi yang membuat Myro bisa melihat keadaan malam pada ibukota.
__ADS_1
Apabila itu Provinsi Kavaleri atau Provinsi Utara, kota-kota pasti sudah gelap dan sebagian besar orang tidur pada malam hari seperti ini. Tetapi jalan-jalan di ibukota masih terang, Myro juga menemukan banyak orang-orang yang masih berjalan-jalan di sekitar ibukota yang sangat berbeda dari wilayahnya sendiri.
Myro menghela nafas terhadap seberapa hidupnya orang-orang di ibukota meskipun sudah malam hari "Akhirnya aku datang kesini, di Ibukota Kerajaan Azeroth!".