
Para prajurit divisi 4 saling menatap penuh kebingungan, mereka tidak mengerti kenapa Bofer memberitahu mereka untuk menyerang pasukan kavaleri musuh. Bagaimanapun pasukan divisi 4 sama sekali tidak menyadari bahwa Falka dan kavaleri nya sedang mengulur waktu, melainkan mereka masih berpikir pasukan Falka bersama Herfu sedang menunggu divisi 4 membuka celah agar kavaleri dapat menyerang.
Walaupun bingung terhadap keputusan Bofer, prajurit divisi 4 tidak berani ragu sebab mereka setia kepada Bofer. Di mata mereka, Bofer merupakan pemimpin yang harus mereka ikuti supaya menang melawan musuh.
Jika mereka tidak percaya pada Bofer, mereka pasti tidak akan berani mengikuti Bofer memberontak melawan Kerajaan Azeroth. Lagipula untuk memberontak melawan seluruh kerajaan, seseorang harus mempunyai keberanian dan tekad yang besar.
Keberanian pasukan divisi 4 untuk memberontak adalah Bofer, selama Bofer tetap hidup maka mereka tidak akan ragu ataupun takut melawan seluruh Kerajaan Azeroth sekalipun.
Oleh karena itu, pasukan divisi 4 yang bingung terhadap keputusan Bofer tidak banyak bertanya. Mereka mengangkat senjata mereka sebelum berlari menuju kavaleri yang berputar di sekitar "Serang!".
Melihat gerakan divisi 4 yang menyerang mereka tanpa ragu, Herfu tersenyum "Divisi 4 memang tidak mudah, setidaknya Bofer telah mengetahui tentang kami yang mencoba mengulur waktu. Sebagai 5 divisi terkenal dari Kerajaan Azeroth, divisi 4 memang sangat kuat. Sekarang, apa yang akan kau lakukan, Falka?".
Herfu tidak berencana membantu Falka membuat strategi, lebih tepatnya tujuan Herfu yaitu melihat kegagalan Falka.
Meskipun ia sekarang berada di pihak Myro, bukan berarti Herfu tidak merasa marah akibat kekalahannya kepada Myro. Ia merupakan sosok seorang jendral yang telah memimpin perbatasan utara Kerajaan Azeroth selama bertahun-tahun, kekalahannya dari seorang anak baru berusia kurang dari 20 tahun pasti membuatnya marah.
Tetapi masalahnya ia dan Myro berada di pihak yang sama sekarang, apabila ia melawan Myro secara langsung maka kerja sama yang sudah dibentuk Carla dan Myro akan hancur.
Belum lagi Herfu memang marah akibat kalah dari Myro, tetapi di sisi lain ia juga merasa kagum. Jika tidak ada masalah, Myro pasti menjadi sosok besar setelah Raja Azeroth V mati.
Keluarga mereka harus bergantung pada Myro ketika Raja Azeroth V mati, sebab seluruh kerajaan pasti jatuh menuju kekacauan sebentar lagi.
Herfu yang menunggu kegagalan Falka ditakdirkan kecewa sebab Falka tidak panik sedikitpun dengan kedatangan pasukan musuh yang tiba-tiba menyerang, Falka menarik tali pada kudanya sebelum berteriak "Mundur!".
Puluhan ribu kavaleri Falka mulai mundur, Herfu yang mengetahui rencana Falka segera mengikutinya melarikan diri.
Falka mundur bukan karena ia penakut, melainkan ini merupakan strateginya.
__ADS_1
20.000 pasukan berhadapan melawan 90.000 infanteri secara langsung, meskipun pasukan Falka adalah kavaleri yang unggul melawan infanteri, jumlah musuh terlalu banyak yang mampu menenggelamkan seluruh pasukannya. Jadi, Falka memutuskan untuk mundur.
Alasannya yaitu musuh hanya infanteri tanpa kavaleri, mereka sama sekali tidak bisa mengejar pasukan Falka yang berlari menggunakan kuda.
Melihat pasukan Falka semakin jauh, Bofer berteriak "Cukup, semua orang mundur dan ambil semua barang berharga kalian secepat mungkin, kita akan pergi dari sini! Sedangkan pasukan pemanah, angkat busur kalian dan selalu berjaga! Selama kavaleri musuh berani kembali, tembak mereka sampai mati!".
Bofer merupakan seorang jendral yang mampu, ia tidak akan jatuh ke jebakan yang disiapkan Falka dengan mudah.
Apabila pasukannya terus mengejar Falka, divisi 4 mereka pasti tersebar dan terpecah yang membuat kavaleri menjadi semakin mudah mengalahkan mereka. Oleh karena itu, tujuan mereka cuma 1 yaitu melarikan diri, bukan mengalahkan kavaleri.
Melihat pasukan musuh yang bersiap mundur, Falka tersenyum tanpa rasa khawatir "Apakah kalian berpikir masih dapat mundur? Tapi kenyataannya, kalian kehabisan waktu!".
Falka memilih mundur bukan tanpa alasan, melainkan tugasnya selesai. Tujuan Falka bukan mengalahkan divisi 4, tapi tujuannya yang asli yaitu menahan divisi 4.
Ketika divisi 4 baru bersiap mundur, sebuah suara langkah kaki seragam menggema di seluruh medan perang.
Di bawah angin yang sangat kuat, bendera Kerajaan Azeroth berkibar di kejauhan.
Pada awalnya hanya ada 1 bendera, namun perlahan-lahan bendera lain bermunculan sampai mencapai ratusan bendera.
Ada banyak sekali bendera dengan lambang yang berbeda-beda, tapi bendera yang berada di posisi paling tengah mempunyai ukuran paling besar serta warna emas yang tidak lain merupakan bendera Kerajaan Azeroth sekarang.
Myro berjalan memimpin di depan ratusan ribu pasukan miliknya, ia tidak pernah memimpin pasukan sebanyak ini yang menjadi pengalaman baru bagi Myro.
Selain itu, Myro sekarang bertindak mewakili raja, mewakili Kerajaan Azeroth untuk menekan pemberontakan divisi 4 dan 5. Oleh karena itu, ia memakai bendera Kerajaan Azeroth, bukan bendera bangsawan milik Myro sendiri.
Saat pasukan musuh dan Falka yang mendekat terlihat, Myro tahu waktunya sudah tiba.
__ADS_1
Menarik nafas dan menekan rasa khawatirnya, Myro mengangkat pedangnya tinggi-tinggi sebelum menunjukkan pedang itu ke arah musuh "Seluruh prajurit Kerajaan Azeroth, tunjukkan kesetiaan kalian kepada kerajaan! Serang dan bunuh semua pemberontak, untuk Kerajaan Azeroth! Serang!".
"Untuk Kerajaan Azeroth, Serang!", teriakan ratusan ribu pasukan membuat seluruh tanah kembali bergetar.
Ratusan ribu pasukan bergegas tanpa ragu menuju pasukan divisi 4, Garwein yang memimpin 5500 ksatria berada di posisi paling tengah bagian depan yang menunjukkan para ksatria adalah inti penyerangan.
Melihat pasukan Myro akhirnya tiba, Falka ikut berteriak "Seluruh pasukan berbalik, waktunya membalas serangan musuh!".
Di bawah arahan Falka, 10.000 pasukan yang ia pimpin berbalik lagi menuju pasukan divisi 4. Bukan hanya Falka, Herfu juga memimpin pasukannya untuk berbalik.
Perang di mulai, puluhan ribu panah dari pasukan Myro terbang di langit lalu menusuk pasukan divisi 4.
Walaupun divisi 4 memakai zirah besi lengkap tapi dihadapan puluhan ribu panah, mereka mengalami korban yang tidak sedikit.
Pasukan divisi 4 langsung panik, mereka tidak memiliki persiapan apapun melawan pasukan Myro.
Meskipun mereka adalah pasukan elit, tanpa persiapan apapun, divisi 4 akan sangat melemah.
Mereka sekarang belum membentuk formasi, semua orang membawa pedang, tombak, atau perisai tanpa busur akibat serangan Falka sebelumnya yang membuat mereka tidak mempunyai waktu untuk memilih senjata busur.
Pasukan Myro akhirnya tiba, pertarungan antara pasukan Myro melawan divisi 4 di mulai yang membuat seluruh tanah menjadi merah akibat darah.
Bofer yang ada di barisan tengah melihat pasukannya terus dikalahkan oleh musuh sehingga ia berteriak "Jangan panik, jumlah musuh banyak tapi mereka cuma pasukan gabungan tanpa kerja sama! Lihat zirah mereka, pasukan musuh memakai zirah yang berbeda-beda, hal tersebut menunjukkan mereka adalah pasukan gabungan. Selama kita menunjukkan kerja sama kita, aku yakin kemenangan akan--".
Sebelum Bofer menyelesaikan perkataannya, sebuah panah menembak lurus ke arah dirinya dengan sangat cepat.
Bofer terkejut sebab panah itu hampir berada di depan wajahnya sekarang.
__ADS_1