PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 281 : MEMBUKA GERBANG IBUKOTA


__ADS_3

Sosok Raja Albert berjalan pergi dari istananya memakai zirah besi dan membawa sebuah pedang di pinggangnya, kepala penjaga istana kaget menemukan kemunculan raja.


Ia memberitahu pasukan untuk terus berjaga, pastikan tidak ada seorangpun pemberontak yang bergegas menuju istana.


Setelah itu, kepala penjaga istana berlari menuju Raja Albert "Yang mulia, harap mundur! Seluruh ibukota telah berubah menjadi medan perang, terlalu berisiko bagi anda untuk berjalan-jalan! Lebih baik tetap berada di istana sampai kami dan pasukan penjaga kota berhasil menekan pemberontakan Goblin".


Raja Albert menatap sosok kepala penjaga istana sebelum berkata "Kapten, sudah berapa lama kau mengikuti ku?".


Kepala penjaga istana bingung terhadap pertanyaan aneh raja, tetapi ia tetap menjawab sopan "Yang mulia, aku mengikuti anda selama 25 tahun! Terima kasih atas kebaikan yang mulia, tanpa bantuan anda, tidak mungkin bagiku duduk di posisi kepala penjaga istana seperti sekarang!".


Raja Albert mengangguk "Kapten, alasan aku memilih dirimu sebagai kepala penjaga istana bukan karena kau adalah prajurit paling kuat, melainkan kau mempunyai kesetiaan terbaik di antara pasukan ku yang lain! Kapten, apakah kau keberatan mengikuti pertarungan akhir bersamaku?".


Kepala penjaga istana terkejut, ia mengerti maksud perkataan Raja Albert yaitu untuk mati bersama.


Apabila itu prajurit lain, mereka mungkin tidak setuju sebab semua orang pasti mengutamakan hidup mereka sendiri.


Tetapi seperti yang dikatakan Raja Albert barusan, kepala penjaga istana tidak lain adalah prajurit setia. Kalau bukan akibat kesetiaan yang dimilikinya, ia tidak mungkin terpilih sebagai kepala penjaga istana yang selalu berada di dekat raja.


Oleh karena itu, wajah kepala penjaga istana tegas "Yang mulia, biarkan aku mengikuti anda sampai akhir!".


"Bagus, aku memang tidak salah menilai mu!", kata Raja Albert tersenyum, lalu berteriak "Beritahu seluruh pasukan penjaga istana untuk bersiap, kita akan bergerak menuju ke gerbang barat dan timur! Aku memimpin pasukan menuju gerbang timur dimana terdapat paling banyak pemberontak sedangkan kau bersama pasukan yang lain menekan pemberontakan di gerbang barat! Kapten, aku harap kau beruntung dan dapat tetap hidup!".


"Yang mulia! Aku harap anda bisa meraih kemenangan juga!", kata kepala penjaga istana memberi hormat.


Di bawah gerakan cepat mereka, 1000 pasukan penjaga istana mengikuti Raja Albert ke gerbang timur sedangkan 1000 penjaga istana yang lain pergi ke gerbang barat dipimpin oleh kepala penjaga istana.


Meskipun semua pasukan penjaga istana merupakan pasukan elit, jumlahnya terlalu sedikit.


Dihadapan puluhan ribu pemberontak, ribuan pasukan elit sama sekali bukan apa-apa. Belum lagi sebagian besar pemberontak telah dipersenjatai oleh Myro, hampir tidak ada kesempatan untuk menang.


Walaupun mengetahui kekalahan dan kematian berada di depan mata, Raja Albert tidak ragu dan memimpin pasukannya menuju gerbang timur dimana pemberontak paling banyak berada.

__ADS_1


...----------------...


Myro diam-diam bergerak menuju gerbang timur Ibukota Kerajaan Orc-Goblin dengan membawa Pasukan Kemenangan milik Retya serta pasukan dari pegunungan utara milik kakak adik Tanrou, mereka bergerak secara hati-hati di bawah gelapnya malam. Di antara semua pasukan Myro, cuma Yuki dan 2000 samurai yang tidak ada bersamanya.


Ketika sampai di gerbang timur yang masih tertutup, Myro berkata "Bagaimana keadaan di gerbang barat? Apakah Jendral Herfu telah berada disana?".


Ren yang berdiri di belakang Myro mengangguk tanpa ragu "Seharusnya mereka sudah tiba, kita siap menyerang kapanpun!".


"Kalau begitu, kita hanya tinggal menunggu sampai gerbang ibukota dibuka sebelum menyerang", kata Myro menatap gerbang besi ibukota yang terlihat sangat kuat "Aku harap para Goblin tidak akan mengecewakanku!".


Saat menatap gerbang ibukota, Muteki yang memimpin pasukan dari pegunungan utara berteriak "Tuan, asap! Asap terlihat di ibukota! Sepertinya apa yang direncanakan Nona Ren benar, pemberontakan sudah terjadi!".


Myro mengikuti ke arah dimana Muteki menunjuk, asap dan api memang terlihat dari arah tersebut.


Sekalipun Myro tidak dapat melihatnya dengan jelas akibat tertutup tembok ibukota, tapi ia tetap mampu menemukan asap serta api yang bersinar cukup terang di bawah kegelapan malam.


"Sebentar lagi!", kata Myro tersenyum, nampaknya rencana yang telah ia susun sejak beberapa tahun yang lalu berhasil.


Tidak lama kemudian, Myro dan yang lainnya menemukan kemunculan ribuan Goblin di atas tembok kota.


Mereka segera bertarung melawan pasukan Orc yang menjaga tembok sambil berusaha menggerakkan mesin pembuka gerbang kota.


Walaupun Goblin mencoba yang terbaik untuk mendekati mesin pembuka gerbang kota, Orc juga mengetahui tujuan mereka.


Oleh karena itu, banyak Orc berkumpul di dekat mesin pembuka gerbang kota sambil membangun pertahanan sebaik mungkin.


Banyak Orc berusaha menjaga agar gerbang kota tidak terbuka, tapi jumlah mereka terlalu sedikit dibandingkan Goblin yang menyerang.


Bagaimanapun sekarang adalah malam hari dan serangan Goblin terlalu tiba-tiba, jadi mereka sama sekali tidak mempunyai cukup penjaga Orc untuk membantu.


Seiring waktu, Goblin berhasil menguasai mesin pembuka gerbang kota.

__ADS_1


Mereka mulai memutar mesin tersebut yang membuat gerbang besi ibukota bergetar.


"Krak!".


Gerbang besi ibukota yang terlihat sangat kuat perlahan-lahan terbuka, namun celahnya terlalu kecil sehingga mereka harus terus menggerakkan mesin itu lagi supaya Myro dan yang lainnya dapat langsung bergegas menyerang ibukota.


Namun sebelum Goblin dapat membuka gerbang kota lebih banyak lagi, Myro menemukan sosok Raja Albert yang muncul bersama pasukan elit.


Mereka bergegas menuju mesin pembuka gerbang kota dan bertujuan menghentikan tindakan Goblin, mereka berencana menutup kembali gerbang kota.


Melihat pasukan Goblin mulai ditekan lagi oleh pasukan elit Orc milik Raja Albert, Myro berteriak tanpa ragu "Semua pasukan serang! Jangan biarkan musuh menutup gerbang kota!".


Mendengar keputusan Myro, Retya merupakan orang yang paling cepat bertindak "Semua pasukan ikuti aku! Hari ini, kita akan menghancurkan seluruh Kerajaan Orc-Goblin!"


"Serang!", teriak Pasukan Kemenangan di belakang Retya yang bergegas mengikutinya maju.


Muteki tidak tertarik kalah dari Retya, apalagi mereka sedang berada di depan Myro.


Karena hal tersebut, Muteki ikut berdiri secepat mungkin "Semua pasukan maju! Tunjukkan kekuatan dari pegunungan utara!".


"Maju!", teriak pasukan setengah hewan yang dipimpin Muteki.


Ketika puluhan ribu pasukan Myro bergegas menuju gerbang ibukota, pasukan Raja Albert akhirnya berhasil menduduki mesin pembuka gerbang kota dari tangan Goblin.


Melihat pasukan Myro yang mendekat, Raja Albert panik "Segera tutup gerbang kota! Jangan biarkan seorangpun pasukan musuh melewati gerbang kota kita!".


Pasukan penjaga istana yang merupakan pasukan elit bergerak cepat, gerbang ibukota yang terbuka sedikit mulai menutup kembali.


Retya yang berada di barisan paling depan bergumam menatap gerbang kota yang akan tertutup "Kita tidak memiliki cukup waktu! Jika terus seperti ini, gerbang ibukota pasti kembali tertutup! Seharusnya aku bergerak lebih cepat tadi!".


Bukan hanya Retya yang berpikir seperti itu, Muteki dan Pasukan Kemenangan serta pasukan dari pegunungan utara memikirkan hal yang sama. Gerbang ibukota akan menutup lebih dulu sebelum mereka dapat melewatinya, mereka bergerak terlambat.

__ADS_1


__ADS_2