
Bofer sedikit terkejut, lalu ia merasa perkataan wakilnya kemungkinan besar benar.
Pada awalnya Bofer sangat khawatir, di Provinsi Rayde ada kekuatan yang dapat mengalahkan divisi 5 sepenuhnya yang berarti kekuatan itu juga mampu mengalahkan divisi 4.
Bofer yang takut serta khawatir memutuskan untuk menarik mundur semua pasukannya yang tersebar, ia harus melarikan diri dari Provinsi Rayde secepat mungkin sebelum musuh yang mengalahkan Pube dan divisi 5 datang.
Masalahnya Bofer hanya mendapatkan informasi mengenai divisi 5 yang kalah, ia tidak tahu bahwa orang yang mengalahkannya adalah Myro bersama ratusan ribu prajurit sebab informasinya yang kurang.
Jadi mendengarkan penjelasan wakilnya, Bofer membuang rasa khawatir yang ia punya barusan "Kau benar, mungkin tidak ada musuh yang kuat hingga bisa mengalahkan divisi 5 melainkan Pube yang memutuskan untuk mengalah dari Carla. Sepertinya aku terlalu panik sampai-sampai tidak berpikir dengan benar".
Wajah suram Bofer kembali cerah, tidak ada jejak rasa takut lagi di wajahnya.
Sebelumnya ia berpikir ada musuh yang kuat di Provinsi Rayde sehingga ia harus melarikan diri secepat mungkin, sekarang ia merasa dirinya terlalu panik sebab tidak ada pasukan musuh yang kuat, kekalahan divisi 5 hanya karena kesetiaan Pube.
Karena tidak ada musuh yang kuat, Bofer tidak perlu lagi melarikan diri dari Provinsi Rayde dengan panik "Beritahu pasukan untuk membawa semua barang mereka secepat mungkin, kita harus pergi dari Provinsi Rayde. Meskipun tidak ada pasukan musuh yang kuat disini, tapi semakin lama kita disini, semakin besar pasukan Raja Azeroth V tiba! Apabila kita bertemu melawan divisi 3 ke atas, kita tidak akan memiliki kesempatan menang".
"Baik jendral!", jawab wakil Bofer yang pergi dari sini untuk memberitahu pasukan divisi 4.
Namun pasukan divisi 4 tidak bertindak panik seperti sebelumnya, mereka menjadi lebih lambat akibat Bofer yang tidak lagi khawatir terhadap serangan musuh.
Bagaimanapun tidak peduli seberapa cepat Raja Azeroth V mengirim bantuan ke Provinsi Rayde, jarak dari posisi divisi 3 ke atas jauh dari Provinsi Rayde. Paling tidak membutuhkan waktu sekitar 1 minggu hingga mereka tiba, alasan tersebut yang membuat Bofer tidak khawatir lagi.
Tidak peduli seberapa lambat pasukannya membersihkan barang mereka, semuanya pasti selesai dibersihkan kurang dari seminggu, paling lama 2 hari.
Oleh karena itu, Bofer tidak khawatir pasukannya tertangkap divisi lain.
__ADS_1
Tetapi Bofer dan divisi 4 yang menurunkan penjagaan mereka sama sekali tidak tahu, beberapa ribu meter dari posisi mereka sekarang, 20.000 kavaleri bergerak cepat ke arah mereka.
Pada awalnya tidak ada seorangpun prajurit yang menyadari kedatangan puluhan ribu kavaleri, tapi seiring waktu, suara langkah kaki kuda yang menggetarkan tanah membuat para prajurit terkejut.
Lagipula ini adalah 20.000 kavaleri, gerakan 20.000 kuda pasti membuat suara dan getaran yang kuat di tanah.
Wajah semua prajurit berubah saat menyadari getaran di tanah, Bofer yang ada di tendanya juga kehilangan senyuman di wajahnya sebab sebagai pasukan divisi 4 yang telah melewati ratusan hingga ribuan peperangan, mereka mengetahui sangat jelas mengenai suara dan getaran yang sedang terjadi.
Para prajurit mulai berlarian dengan panik, mereka kembali ke tenda masing-masing untuk mengambil senjata serta memakai zirah mereka.
Tetapi menggunakan zirah besi sepenuhnya membutuhkan waktu, pasukan musuh tidak mungkin memberi mereka kesempatan menggunakan baju besi sebelum mulai menyerang.
"Brak!".
Setiap kali ada musuh yang terlihat di sekitarnya, Falka akan menebas mereka tanpa ragu.
Di belakang Falka, puluhan ribu kavaleri bersama Jendral Herfu mengikuti, kamp divisi 4 mulai berubah menjadi kamp darah akibat mereka tidak memiliki persiapan apapun melawan serangan kavaleri.
Setelah Falka bersama kavaleri miliknya berhasil membunuh sekitar 10.000 pasukan musuh yang belum siap, akhirnya pasukan musuh perlahan-lahan membentuk formasi di pusat kamp.
Lagipula untuk membunuh 10.000 pasukan musuh, Falka dan kavaleri nya menghabiskan waktu sekitar 10 menit yang cukup bagi musuh untuk memakai zirah besi serta mengambil senjata mereka.
Walaupun musuh berhasil membentuk formasi melawan kavaleri, Falka tidak menyesal. Mereka berhasil membunuh 10.000 pasukan yang merupakan pencapaian besar, jangan lupa divisi 4 masih merupakan pasukan elit Kerajaan Azeroth yang hanya di bawah pasukan elit sebenarnya milik raja.
Jika Falka sekarang melawan pasukan bangsawan yang tidak terlatih, serangan yang ia lakukan lebih dari cukup supaya mengalahkan mereka.
__ADS_1
Divisi 4 membangun formasi segi empat, pasukan perisai dan tombak berada di barisan paling depan yang menunjukkan mereka benar-benar membentuk formasi anti kavaleri.
Di tengah formasi divisi ke 4, Bofer terus mengarahkan para prajuritnya dengan wajah tegas. Bofer mampu duduk di posisi kepala divisi 4 bukan tanpa alasan, setidaknya kemampuan ia sebagai jendral cukup kuat, jauh di atas Jerat yang pernah ditemui Myro.
Melihat musuh selesai membentuk formasi, Falka memimpin pasukannya menuju formasi secara langsung.
Namun ketika Bofer berpikir Falka adalah orang bodoh yang membawa pasukan kavaleri miliknya menuju kehancuran di bawah formasi tombak milik divisi 4, tiba-tiba kavaleri Falka mengubah arahnya.
Falka memimpin 10.000 pasukan kavaleri dan berbelok ke kiri sedangkan Herfu membawa 10.000 pasukan yang lain ke kanan, mereka berhenti cukup jauh dari formasi pasukan divisi 4 yang membuat tombak divisi ke 4 tidak dapat mengenai mereka.
Falka dan Herfu membawa pasukan mereka berputar-putar di sekitar pasukan divisi 4, tapi mereka sama sekali tidak pernah menyerang kecuali Falka dan Kavaleri Mongol yang memakai busur mereka.
Masalahnya setiap pasukan musuh memakai baju zirah besi lengkap, jumlah korban akibat busur Falka dan Kavaleri Mongol sangat sedikit yang tidak membuat divisi 4 khawatir.
Pada awalnya Bofer berpikir Falka dan Herfu sedang menunggu celah sambil berputar di sekitar pasukannya, selama divisi 4 menunjukkan celah maka kavaleri akan menyerang.
Tetapi setelah Falka dan Herfu tidak menyerang selama 30 menit, wajah Bofer berubah.
Ia tidak bodoh, Falka dan Herfu membuang-buang waktu bukan untuk menunggu celah di formasi divisi ke 4 melainkan sedang menunggu pasukan bantuan mereka tiba, kavaleri musuh berusaha menahan divisi 4 di tempat hingga pasukan utama mereka tiba.
Bofer merasakan firasat buruk, ia mulai kembali berpikir apakah kekalahan Pube benar-benar karena mengalah atau dikalahkan pasukan kuat yang saat ini sedang menyerangnya?
Bofer menggertakkan gigi, ia tahu bahwa mereka tidak boleh terus seperti ini. Meskipun menyerang kavaleri secara langsung sangat berisiko bagi pasukan infanteri, namun mereka menang jumlah. Apalagi mereka harus mengalahkan pasukan kavaleri musuh lalu melarikan diri dari tempat ini sebelum pasukan utama musuh tiba.
Dengan mata penuh tekad, Bofer berteriak "Divisi 4, tunjukkan kesetiaan kalian! Serang kavaleri musuh, jangan biarkan 1 orangpun di antara pasukan kavaleri musuh tetap hidup!".
__ADS_1