PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 204 : PEMBUNUHAN


__ADS_3

Pasukan di perkemahan Torte dan divisi 5 terkejut ketika Carla naik ke atas tembok Kota Rayde. Meskipun posisi mereka masih jauh dari tembok kota, namun tidak ada masalah untuk mengenali Carla sebab sosok Carla di atas tembok kota sangat menarik perhatian.


"Tidak mungkin!", ini adalah apa yang diteriakkan Pube dan Torte pada waktu yang sama.


Baik itu Pube ataupun Torte telah yakin sebelum datang kesini, mereka yakin Carla pasti mati atau tertangkap oleh prajurit Torte.


Tetapi Carla benar-benar berhasil tiba di tembok kota dengan keadaan hidup yang sangat mengejutkan mereka, Pube yang ada di perkemahannya berkata penuh keraguan "Apa yang harus aku lakukan sekarang?".


Setelah itu Pube menatap ke perkemahan pasukan Torte.


Menurut tugas yang diberikan pangeran ke 7, membunuh Carla adalah target terpenting. Ketika Carla mati, maka tujuan berikutnya adalah Torte bersama pasukannya.


Tetapi Carla tidak mati sesuai rencana, padahal Pube juga telah mengirim beberapa pembunuh ke Kota Rayde, nampaknya semua rencana yang ia miliki gagal.


"Apakah aku harus bekerja sama dengan Torte? Bagaimanapun kalau kami tetap bermusuhan, tidak mungkin berhasil merebut Kota Rayde", kata Pube ragu.


Ia memang diberi tugas membunuh Torte, namun Carla harus dibunuh lebih dulu yang menunjukkan pembunuhan Carla lebih penting.


Apabila ia tidak bekerja sama dengan Torte, mereka tidak akan mampu menyerang Kota Rayde. lagipula Pube tidak yakin divisi 5 dapat merebut Kota Rayde sambil melawan pasukan Torte yang jumlahnya tidak jauh berbeda.


Bukan hanya Pube yang berpikir seperti itu, melainkan Torte juga memikirkan kerja sama untuk mengalahkan Kota Rayde.


...----------------...


Di sisi lain, Myro yang berada di atas tembok kota mengamati hampir 200.000 pasukan yang berkumpul mengepung Kota Rayde.


Melihat pasukan yang sangat banyak tersebut, Myro tersenyum pahit. Walaupun menggunakan kekuatan penuh Kota Loth sekalipun, hampir tidak mungkin menang melawan pasukan sebanyak ini.


Kecuali Myro siap mempersenjatai para penduduk dan mendapatkan banyak korban di pihaknya, Myro baru memiliki kemungkinan menang yang cukup besar.

__ADS_1


Walaupun keadaannya sangat buruk, Myro sama sekali tidak khawatir melainkan terus berpikir "Aku merasa ada sesuatu yang salah disini, tapi dimana letak kesalahannya? Kenapa divisi 5 sampai digerakkan kesini? Apakah raja yang menggerakkan divisi 5 atau orang lain? Kalau begitu, apa tujuan utama mereka menggerakkan divisi ke 5. Jika hanya untuk mengalahkan Grand Duke Rayde ataupun memperlemah 5 divisi kerajaan, bukankah rencana ini keuntungannya terlalu kecil? Lalu, masih ada Carla yang sangat aneh".


Myro mengamati Carla yang sedang berbicara bersama Kartaz mengenai perlindungan Kota Rayde, mata Myro berubah menjadi curiga sebab ia mulai menyadari ada keanehan di semua peperangan ini.


Seakan-akan seseorang memainkan mereka semua layaknya sebuah pion di atas papan catur, tapi orang tersebut bukan raja ataupun pangeran, melainkan orang lain yang mempunyai tujuan menguasai Grand Duke Rayde sepenuhnya.


Kemungkinan besar divisi ke 5 dikirim untuk membunuh Carla juga karena alasan ini.


Untuk suatu alasan tertentu, selama Carla mati maka orang yang berada dibalik kejadian ini akan menjadi pengganti Carla.


Sedangkan keuntungan pangeran atau raja yang menggerakkan divisi 5 yaitu mereka memiliki sekutu Grand Duke baru, orang yang berencana menggantikan Carla pasti setuju menjadi sekutu tapi sebagai gantinya pangeran atau raja tersebut harus membantunya menjadi Grand Duke dengan cara membunuh Carla yang membuat divisi 5 dikirim.


Masalahnya siapa orang dibalik semua ini, apakah Loir?


Sebenarnya Myro paling curiga terhadap Loir sebab apabila Carla mati, ia adalah orang yang mejadi Grand Duke.


Tetapi berdasarkan pengamatan Myro, Loir benar-benar tidak sadarkan diri sekarang, bukan akting. Apakah Loir akan mengambil resiko kehilangan kesadarannya di tengah perang supaya tidak dicurigai?


Giro yang berada di belakang Carla dari tadi langsung menarik pedangnya dan menusuk Carla.


"Stab".


"Nona Carla!", teriak Kartaz panik.


Tanpa ragu sedikitpun, Kartaz melangkah maju dan menendang Giro menjauh.


Namun Giro bergerak lebih dulu, ia berbalik lalu melarikan diri dari tempat ini sebelum semua orang kembali sadar.


"Apa yang kalian lakukan? Tangkap pengkhianat itu! Cepat!", teriak Kartaz marah kepada prajurit di sekitar sebelum menahan tubuh Carla agar tidak jatuh "Nona Carla, bertahanlah! Dimana dokter! Cepat datang kesini!".

__ADS_1


Beberapa prajurit mengejar Giro yang melarikan diri sedangkan seorang prajurit mendekati Kartaz "Jendral, beberapa waktu yang lalu Giro memberitahu para dokter untuk istirahat makan siang. Oleh karena itu, semua dokter barusan pergi dari tembok kota".


Mendengar laporan itu, Kartaz meledak marah "Kalau begitu cepat panggil kembali dokter--"


"Kartaz, cukup!", kata Carla lemah "Giro menusuk tepat di jantungku, tidak ada kemungkinan bertahan hidup lagi".


"Nona Carla, jangan berkata seperti itu! Jika anda mati sekarang, Kota Rayde akan--", Kartaz panik, tapi Carla kembali menghentikannya.


"Kalian semua, mulai hari ini Loir akan menjadi pengganti ku! Aku menunjuk Loir sebagai Grand Duke Rayde yang baru, kalian semua harus membantunya agar dapat bertahan dari serangan kali ini", kata Carla yang memuntahkan seteguk darah lagi, apabila bukan karena Kartaz yang mendukungnya maka Carla pasti telah jatuh ke tanah sejak lama.


"Paman Tarka, aku tahu seharusnya aku tidak berhak mengatakan ini sebab Carla hampir mencoba membunuhmu. Tetapi aku harap, paman juga membantu Loir menjadi Grand Duke Rayde yang baru", kata Carla membungkuk lemah kepada Tarka.


Meskipun darah terus jatuh dari lukanya, Carla menggertakkan gigi sambil menahan rasa sakit tersebut.


Tarka segera melangkah maju dan membantu Carla berdiri, ada jejak kesedihan di wajahnya walaupun ia tidak menangis sedikitpun "Carla jangan khawatir! Aku dan ayahmu merupakan teman dekat, masalah sebelumnya tidak cukup menghancurkan pertemanan kami. Sekalipun aku harus kehilangan jabatan sebagai jendral perbatasan selatan, aku pasti membantu Nak Loir mendapatkan gelar Grand Duke Rayde".


"Untunglah, dengan adanya dukungan paman maka jalan Loir ke depannya tidak sulit lagi--", sebelum mampu menyelesaikan semua perkataannya, Carla menutup matanya dan jatuh lemah di bawah tangan Kartaz.


Kartaz memeriksa nafas Carla lalu menggelengkan kepalanya dengan sedih "Nona Carla sudah tidak ada! Sesuai perkataan Nona Carla barusan, Tuan Muda Loir ditunjuk sebagai Grand Duke Rayde yang baru".


Tidak ada seorangpun prajurit di sekitar yang merasa senang mendengar kabar tersebut, mereka menundukkan kepala mereka penuh rasa sedih yang menunjukkan seberapa bagus Carla memimpin hingga sangat dihormati para prajuritnya.


Bahkan ada prajurit yang memutuskan pergi mencari Giro, mereka berusaha membalaskan dendam Carla.


Yorou berjalan mendekati Myro sambil berkata dengan suara kecil agar tidak ada orang lain yang mendengar perkataannya "Tuan, apakah aku harus menangkap Giro itu? Jika tuan setuju, tidak sulit bagiku memburu tikus tersebut".


"Tidak perlu!", kata Myro menatap Loir yang tidak sadarkan diri di pundak Torner "Sekarang aku mengerti, apa yang sebenarnya terjadi disini dan orang yang menggerakkan semuanya dibalik layar. Pada akhirnya, orang yang mampu menjadi Grand Duke Rayde memang tidak boleh diremehkan".


Tanpa disadari semua orang di sekitar, Loir yang seharusnya tidak sadarkan diri sedikit tersenyum secara diam-diam.

__ADS_1


Apabila itu orang lain, mereka pasti sulit menyadari senyum Loir. Tetapi bagi Myro yang bermata tajam, ia dapat melihatnya tanpa masalah.


Karena Myro telah memahami semua yang terjadi dan tujuan semua pihak, sekarang Myro bisa bergerak tanpa ragu-ragu lagi sesuai rencana yang baru dibuatnya.


__ADS_2