
"Kepala desa kalian datang sendiri dari pegunungan salju di Utara Kerajaan Orc-Goblin? Apakah tidak masalah? Aku pernah membaca suatu buku bahwa keadaan di pegunungan Utara sangat buruk, setiap ras berperang setiap hari agar dapat bertahan hidup, mereka yang lemah pasti menghilang", kata Myro dengan hati-hati.
Sebelumnya ia pernah mendengar masalah wilayah pegunungan Utara yang terdiri dari banyak ras manusia setengah hewan, bukan hanya manusia serigala salju.
Belum lagi semua ras manusia hewan itu sama sekali tidak saling bergabung menjadi suatu kerajaan melainkan mereka saling bermusuhan, oleh karena itu setiap hari pasti ada desa yang saling berperang di pegunungan Utara.
Apabila wilayah pegunungan Utara saling bertarung, kenapa Raja Albert tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk merebutnya? Biarkan mereka saling bertarung, lalu ketika mereka lemah maka Kerajaan Orc-Goblin dapat merebutnya.
Walaupun saling terpecah, seluruh ras manusia hewan di pegunungan Utara akan bergabung jika ada musuh lain yang menyerang.
Kerajaan Orc-Goblin pernah mencoba menyerang pegunungan Utara puluhan tahun yang lalu, tapi semua kekuatan di pegunungan Utara bergabung hingga membentuk 100.000 prajurit yang jumlahnya sangat menakutkan.
Apalagi semua prajurit itu terlatih karena mereka selalu berperang setiap hari, pegunungan utara tidak kekurangan pasukan.
Jadi Kerajaan Orc-Goblin yang mencoba menyerang hanya bisa kembali dengan kekalahan, mereka kehilangan 40.000 prajurit di pegunungan utara yang kerugiannya tidak lebih sedikit daripada melawan Kerajaan Azeroth.
Selain itu, tidak ada sumber daya penting di pegunungan utara. Tanah mereka tidak bisa digunakan untuk ternak ataupun membuka ladang, lalu tidak ada sumber daya tambang juga, pegunungan utara disebut sebagai tanah mati. Kerajaan Orc-Goblin tidak berani menyerang lagi sebab meskipun mereka menang, tidak ada keuntungan merebut pegunungan utara.
Myro mengetuk meja makan di depannya sambil berpikir "Bessira, apakah kau tahu tujuan mereka mencari bantuan ku? Seperti yang kau ketahui, kita baru menyelesaikan perang melawan Kerajaan Orc-Goblin dan sekarang sedang berada di tahap pembangunan, kita tidak mampu berperang lagi untuk saat ini. Lebih tepatnya bukan karena kita tidak mempunyai kekuatan, melainkan fondasi di wilayah baru kita belum dibentuk sehingga perang hanya akan menghancurkan fondasi yang akan dibangun".
Bessira membungkuk dengan cepat ke arah Myro "Tuan, maaf karena sudah membuat anda berada di masalah! Sejak kecil aku tinggal di Desa Serigala Salju, jadi aku mengetahui bantuan yang mereka maksudkan. Seperti yang tuan ketahui, mencari makanan di pegunungan utara sangat sulit yang membuat banyak orang harus berburu dan saling membunuh supaya mendapatkan makanan".
__ADS_1
"Namun Desa Serigala Salju hanya sebuah desa kecil di pegunungan utara, ada 10 desa menengah dan 2 desa besar yang di mempunyai kekuatan lebih besar daripada Desa Serigala Salju sehingga tidak mungkin bagi mereka merebut makanan dari desa lain".
"Mereka datang kesini mencari bantuan tuan dengan harapan mendapatkan bantuan makanan".
Myro mengangguk, ternyata seperti itu. Apabila itu bantuan perang, Myro yang sekarang tidak mampu melakukannya. Tetapi masalah bantuan uang ataupun makanan, Myro yang seorang Earl dengan penghasil uang besar dari tambang besi bisa melakukannya.
Myro berdiri dari kursinya "Kalau begitu bawa aku menemui kepala desa yang kau bicarakan, tapi aku sekarang hanya menemui mereka. Apakah akan membantu atau tidak, semuanya tergantung keputusan mereka! Apakah Desa Serigala Salju dapat memberikan ku balasan yang cukup agar aku membantu? Bagaimanapun aku tidak mengenal orang-orang dari Desa Serigala Salju. Bahkan jika bukan karena kau dan anakmu, aku tidak tertarik menemui mereka".
"Terima kasih tuan! Aku yakin mereka tidak akan mengecewakan tuan, lagipula Desa Serigala Salju berada di keadaan putus asa! Aku mendapatkan kabar sekitar 1 tahun yang lalu, cuaca di pegunungan utara semakin buruk dan sering terjadi badai salju yang membuat jumlah makanan semakin sedikit. Ada banyak orang di pegunungan utara yang mati kelaparan setiap harinya, Desa Serigala Salju juga mengalami masalah yang sama", kata Bessira.
Setelah itu, Myro pergi bersama Bessira, Ren dan ibunya sedangkan anak Bessira pergi ke sekolah.
Selama waktu ini, ibu Myro sangat dekat dengan Bessira. Bahkan mereka terlihat seperti kakak adik perempuan daripada tuan dan pelayan, oleh karena itu ibu Myro memutuskan ikut kali ini.
Mereka sampai di sebuah penginapan kecil yang terletak di sudut kota, nampaknya Desa Serigala Salju memang sangat miskin sampai-sampai kepala desa mereka hanya dapat tinggal di penginapan kecil seperti ini.
Saat sampai di aula penginapan, pelayan yang berjaga di aula gemetar ketakutan.
Tidak semua penduduk Kota Loth mengenal wajah Raja Azeroth V, tetapi jika ada penduduk Kota Loth yang tidak mengetahui wajah Myro, ia berarti orang baru atau gila.
Semua penduduk Kota Loth mengenal dan menghormati Myro, bagaimanapun Myro adalah sosok yang mengubah Kota Loth dari kota mati menjadi kota yang bersaing dengan Ibukota Provinsi Kavaleri.
__ADS_1
Pelayan ini sangat terkejut, bagaimana mungkin sosok Earl yang menguasai wilayah mereka serta dikenal dan dihormati seluruh orang di kota datang ke penginapan kecil mereka.
Selama Myro mengatakan ia mencari penginapan, semua penginapan di Kota Loth pasti menawarkan Myro untuk tinggal di kamar terbaik pada penginapan mereka gratis.
Oleh karena itu, pelayan mendekati Myro sambil gemetar. Ada 2 kemungkinan Myro datang kesini menurut pelayan yaitu Myro datang karena menghargai penginapan mereka atau Myro datang sebab penginapan mereka membuat masalah.
"Tuan Earl-- Apakah ada yang perlu aku bantu?", kata pelayan tersebut.
Melihat pelayan yang khawatir hingga kesulitan berbicara, Myro tersenyum lembut dan menyerahkan 1 koin emas "Aku datang kesini untuk menemui tamu, bisakah kau merahasiakannya?".
Pelayan tersebut secepat mungkin mencoba mengembalikan 1 koin emas yang diberikan Myro "Tuan Earl, jangan seperti ini! selama itu anda, aku akan membantu tanpa bayaran apapun! Walau Tuan Earl mengatakan aku harus berbaris di medan perang, aku pasti tidak akan ragu".
Myro melambaikan tangannya "Kau dapat mengambil uang itu sebagai ganti kerja sama darimu, aku harap tidak ada siapapun yang datang kesini lagi sampai aku pergi, apakah kau bisa melakukannya?".
Pelayan itu menatap Myro sebelum mengangguk tegas "Aku mengerti, Tuan Earl tidak perlu khawatir".
Myro mengangguk, mereka berjalan menuju lantai 2 sedangkan pelayan menutup pintu penginapan yang menandakan mereka sedang tutup.
Ia yakin pemilik penginapan pasti setuju dengan tindakannya, lagipula semua orang di Kota Loth pasti senang dapat membantu Myro meskipun hanya sedikit.
Di lantai 2 pada kamar paling akhir, Bessira mengetuk pintu kamar tersebut dan berkata "Aku disini, kepala desa!".
__ADS_1
Pintu kamar segera terbuka, Myro melihat seorang wanita tua berusia sekitar 50 tahun dengan rambut berwarna putih dan telinga rubah membungkuk hormat kepada Myro "Aku sudah melihat Tuan Earl, terima kasih atas kebaikan anda yang datang menemui ku, aku mewakili seluruh Desa Manusia Salju sangat berterima kasih".