PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 127 : MENUTUP JALAN MUNDUR


__ADS_3

Pemimpin pasukan Orc tentunya melihat pasukan kavaleri yang terus menembak mati pasukan miliknya, wajah pemimpin pasukan Orc menjadi suram.


Jika terus seperti ini, 1000 pasukan kavaleri yang baru datang ini akan terus menganggu pasukan mereka yang mengakibatkan banyak korban.


Masalahnya, pasukan mereka tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menangkap pasukan berkuda ini.


Setelah berpikir sebentar, pemimpin pasukan Orc menatap wakil yang ada di sampingnya "Kau membawa 500 pasukan Orc dan 2000 goblin melawan pasukan kavaleri musuh yang baru datang. Aku tahu bahwa kalian pasti tidak bisa mengejar kecepatan kavaleri musuh, tetapi tujuan kalian bukan membunuh kavaleri musuh melainkan menjauhkan mereka dari medan perang ini. Selama kita memiliki waktu sekitar 20 menit lagi menyerang pasukan yang menjaga kota ini, kita pasti berhasil merebutnya. Oleh karena itu, kau harus memimpin pasukan agar menjauhkan 1000 kavaleri musuh ini dari sini paling tidak selama 20 menit".


Wakil pemimpin pasukan Orc itu mengangguk dengan berat, ia tahu bahwa dirinya mendapatkan tugas yang sangat berat, tapi ini adalah apa yang harus ia lakukan sebagai seorang wakil.


2000 pasukan goblin dan 500 Orc terpisah dari pasukan yang menyerang Kota Rorec, mereka bergegas menuju pasukan kavaleri yang menyerang dari samping.


Pasukan kavaleri ini tidak lain adalah pasukan Kavaleri Mongol yang dipimpin oleh Falka.


Ketika menembak pasukan para Orc lagi, Falka menemukan sekitar 2500 pasukan musuh yang bergegas menuju ke arah dirinya.


Senyuman muncul di wajah Falka, ia tahu bahwa musuh memisahkan pasukannya untuk menahan Falka selama mereka sedang menyerang Kota Rorec.


Apabila pasukan bantuan hanya Falka dan Kavaleri Mongol, rencana ini mungkin berhasil. Namun musuh melakukan kesalahan besar sebab masih ada pasukan bantuan lagi selain Kavaleri Mongol.


"Seluruh pasukan mulai bergerak mundur dan terus menembak, jangan biarkan musuh mengejar kalian!", teriak Falka yang membalikkan kudanya agar menjauh dari 2500 pasukan musuh yang mengejar mereka.


Kavaleri Mongol yang lain mengikuti gerakan Falka, mereka berbalik menjauh dari pasukan musuh yang mendekat sambil terus menembak mereka memakai panah.


Wakil pemimpin pasukan Orc melihat bahwa Falka menjauh dari Kota Rorec sesuai rencana, senyum percaya diri muncul di wajahnya "Terus kejar mereka, jangan lupa untuk selalu meyiapkan perisai kalian supaya tidak tertembak panah musuh! Ingat baik-baik bahwa tujuan kita bukan membunuh mereka, tujuan kita hanya bertahan!".


Para Orc terus mengejar Kavaleri Mongol meskipun ditembak oleh panah tanpa henti, dengan perisai di tangan mereka maka sebagian besar panah tersebut berhasil dihentikan walaupun masih ada korban yang berjatuhan di pihak mereka akibat panah tersebut.

__ADS_1


Ketika mengejar pasukan Kavaleri Mongol selama 5 menit, 2500 pasukan Orc Goblin membeku sebab Kavaleri Mongol tiba-tiba berbalik melawan mereka.


Kavaleri Mongol yang tadinya memakai busur langsung mengganti senjata mereka menjadi pedang dan perisai, mereka siap melakukan pertarungan jarak dekat.


Tetapi apa yang membuat pasukan Orc Goblin membeku bukanlah Kavaleri Mongol yang berbalik melawan mereka, namun sebuah pasukan baru muncul di belakang Kavaleri Mongol.


Pasukan ini memiliki jumlah sekitar 700 prajurit yang tidak lain adalah Penjaga Praetorian yang tetap mengikuti Myro di perang ini.


Namun kali ini senjata Penjaga Praetorian sudah berubah lagi, mereka tidak memakai sebuah tombak panjang melainkan sebuah lembing.


Lembing adalah sebuah tombak yang dibuat khusus untuk dilempar. Berbeda dari panah, selama lembing bisa mengenai target, baik itu perisai ataupun baju besi pasti bisa ditembus oleh lemparan lembing ini.


Tanpa membuang waktu lebih banyak lagi, Lopen yang ada di barisan paling depan Penjaga Praetorian berteriak "Lempar lembing kalian!".


700 lembing segera dilempar oleh para Penjaga Praetorian.


Lembing merupakan senjata yang mulai digunakan pada zaman Yunani, terutama para pasukan sparta yang terkenal akan kehebatan mereka melempar lembing dan batu.


"Stab!".


Dihadapan lemparan lembing ini, ratusan pasukan musuh segera ditusuk mati ke tanah.


Bahkan para Orc yang terkenal memiliki tubuh kuat seperti baju besi sekalipun ditusuk dengan mudah oleh lembing, baik itu perisai ataupun kekuatan tubuh mereka hanya seperti kertas dihadapan kekuatan lemparan lembing.


Pasukan Orc-Goblin musuh menjadi panik, sekitar 700 pasukan mereka benar-benar mati akibat lemparan lembing tersebut.


Wakil pemimpin pasukan Orc juga membuka mulutnya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya, padahal para Orc memiliki kepercayaan diri terhadap kekuatan dan pertahanan tubuh mereka. Namun di depan musuh ini, kekuatan serta pertahanan mereka tidak lebih dari kertas.

__ADS_1


Selama penembakan Kavaleri Mongol dan lemparan lembing ini, mereka sudah kehilangan hampir 1000 pasukan yang membuat pasukannya menjadi panik.


Melihat Penjaga Praetorian berencana melempar lembing ke 2, pasukan musuh melarikan diri.


"Tunggu, kalian tidak boleh melarikan diri! Siapapun yang melarikan diri akan dijatuhi hukuman militer--", wakil pemimpin pasukan Orc berteriak seperti orang gila ketika semua pasukannya melarikan diri.


Tetapi saat ini, sosok Falka muncul di depannya lalu menebas lehernya.


Kepala wakil pemimpin pasukan Orc terang ke langit, darah berterbangan di udara akibat hal tersebut. Tapi Falka sama sekali tidak peduli, ia terus membawa Kavaleri Mongol mengejar musuh yang melarikan diri.


Melihat pasukan musuh yang sudah kalah dan melarikan diri, Lopen mengangkat tangannya "Cukup, jangan lemparkan lembing lagi, kalian bisa mengenai rekan Kavaleri Mongol kita apabila terus melempar lembing. Ganti senjata kalian menjadi pedang, kita akan mengikuti Kavaleri Mongol menyerang musuh".


"Baik!", teriak Penjaga Praetorian yang mengganti senjata mereka dengan cepat, mereka benar-benar pasukan elit yang bisa memakai hampir semua senjata baik itu pedang, tombak, hingga lembing.


Penjaga Praetorian yang sudah mengganti senjata mereka mengikuti Kavaleri Mongol menuju pasukan musuh di Kota Rorec lagi.


...----------------...


Saat ini pemimpin pasukan Orc merasa sakit kepala akibat laporan para prajurit di sekitarnya "Pemimpin, laporan! Ada 2000 pasukan infanteri yang mengepung kita dari kiri dan belakang, mereka menutup jalan mundur kita!".


"Laporan! 1000 kavaleri yang sebelumnya menyerang kita kembali datang, mereka mulai menyerang pasukan kita dari sisi kanan lagi. Bukan hanya itu, mereka juga membawa sekitar 700 pasukan infanteri tambahan dan 2500 pasukan yang dipimpin oleh wakil pemimpin sudah dikalahkan! Dari 2500 pasukan yang pergi, hanya kurang dari 1000 pasukan yang kembali! Bukan hanya itu, nampaknya wakil pemimpin juga tewas di tengah pertarungan!".


Mendengar semua laporan itu, pemimpin pasukan Orc menghela nafas, ia tahu bahwa dirinya sudah melompat ke tengah-tengah jebakan musuh.


Sekarang ada sekitar 4000 prajurit yang mengepung mereka dari semua sisi dan kurang lebih 3000 pasukan Aclan yang menghentikan mereka dari pergi ke Kota Rorec.


Awalnya ia masih memiliki sekitar 6800 pasukan, tapi Lopen dan para ksatria sudah membunuh hampir 1000 pasukan Orc. Bukan hanya itu, hampir 2000 pasukan goblin sudah tewas akibat serangan Retya dari sisi kiri dan belakang dengan pasukan baru yang sudah ia latih.

__ADS_1


Belum lagi 500 pasukan Orc yang lain terbunuh oleh Kavaleri Mongol serta 1000 goblin yang ikut tewas akibat serangan lembing.


Pasukan yang ia miliki sekarang hanya kurang 300 pasukan Orc bersama 2000 pasukan goblin, sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memenangkan perang ini.


__ADS_2