
Mendengar keputusan Myro, Aclan berkata tanpa ragu "Jika itu keputusan tuan, maka kami para ksatria pasti menjaga perbatasan wilayah tuan. Selama para ksatria masih berdiri, tidak akan ada seorangpun musuh yang bisa melewati perbatasan wilayah tuan dengan mudah!".
"Dengan kalian yang menjaga wilayah perbatasan, aku tidak perlu khawatir lagi terhadap serangan Kerajaan Orc-Goblin di masa depan", kata Myro tersenyum.
Saat ini, apa yang paling penting bagi Myro yaitu mengembangkan wilayah miliknya dan membuat kota-kota yang ia kuasai semakin makmur. Masalahnya 3 kota milik Myro berbatasan dengan Kerajaan Orc-Goblin, oleh karena itu mereka bisa menyerang wilayah ini kapanpun.
Sedangkan untuk mengalahkan Kerajaan Orc-Goblin, dengan kekuatan Myro sekarang maka hal tersebut masih tidak mungkin.
Selain itu, sebagai seorang bangsawan maka Myro tidak bisa bertindak sendirian. Paling tidak sebelum menyerang wilayah kerajaan lain, maka dibutuhkan izin dari raja atau pejabat tinggi lainnya seperti perdana menteri. Jadi Myro tidak bisa menyerang kerajaan lain secara sembarangan, kecuali Myro tidak keberatan dianggap sebagai pemberontakan atau Kerajaan Azeroth sudah akan hancur di masa depan.
Untuk alasan ini, maka keberadaan pasukan yang menjaga perbatasan sangat diperlukan. Myro tidak bisa menyerahkan tugas sepenting ini kepada Keluarga Sild seperti yang terjadi sekarang, ia harus membiarkan pasukan yang berasal dari Dunia untuk menjaga perbatasan sebab mereka lebih kuat dan bisa dipercaya bagi Myro.
"Sekarang kita harus membahas masalah Keluarga Noem lebih dulu, selama mereka masih berkuasa di wilayah ini maka tidak mungkin bagiku untuk mengembangkan 3 kota yang aku miliki", kata Myro dengan wajah suram "Apakah Keluarga Sild masih belum bisa membuat keputusan? Atau mereka lebih memilih bersikap netral?".
Ren yang berdiri di belakang Myro membuka kipas lipat miliknya "Apabila tidak ada masalah, aku yakin kepala Keluarga Noem akan pergi menemui tuan hari ini. Jika mereka tidak menemui tuan hari ini maka kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk yaitu mereka bekerja sama dengan Keluarga Noem untuk mengalahkan kita. Walaupun banyak dikabarkan bahwa Keluarga Noem dan Keluarga Sild saling bermusuhan, tapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga terhadap mereka yang bekerja sama".
Wajah Myro berubah menjadi dingin "Aku harap Keluarga Sild merupakan keluarga yang cerdas, selama mereka membuat pilihan yang salah untuk mendukung Keluarga Noem maka mereka juga harus siap dihapuskan bersama Keluarga Noem!".
Sebelum Myro bisa berbicara lebih banyak lagi, seorang Kavaleri Mongol muncul di ruangan tersebut yang merupakan ruang tamu dari bangunan walikota.
__ADS_1
Falka berjalan mendekati prajurit tersebut sambil bertanya "Ada apa? Apakah kau tidak tahu bahwa tuan sedang membahas strategi dan tidak boleh diganggu?".
Prajurit itu membungkuk di depan Myro penuh rasa bersalah "Maaf sudah menganggu waktu sibuk tuan, namun ada tamu yang datang untuk bertemu tuan. Pada awalnya kami membiarkan tamu itu pergi, bagaimanapun waktu tuan sangat sibuk sehingga anda tidak memiliki waktu untuk bertemu orang sembarangan. Tetapi 2 tamu yang datang ini memberitahu bahwa mereka memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan tentang tuan mengenai Keluarga Noem, oleh karena itu aku memutuskan untuk melaporkan terlebih dulu--".
Tanpa menunggu prajurit itu menyelesaikan laporannya, Myro mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan prajurit tersebut "Keluarga Noem? Kalau begitu biarkan 2 tamu itu datang ke ruangan ini".
"Baik tuan!", teriak prajurit itu yang segera pergi dari ruangan itu.
Ren menutup kipas lipatnya lagi "Nampaknya tamu tuan sudah datang, padahal kita baru membicarakan tentang mereka".
"Ayo kita lihat, apa tujuan mereka datang kesini!", kata Myro.
Falka dan Aclan berdiri menuju pintu untuk berjaga disana sedangkan Ren tetap berdiri di belakang Myro untuk melindungi Myro jika para tamu ini tiba-tiba menyerang.
Sedangkan Ibu Myro masih sibuk berada di dapur, sepertinya Ibu Myro sudah mulai membuat makan malam, padahal mereka baru selesai makan siang beberapa menit yang lalu.
Tidak lama kemudian, 2 orang yang memakai jubah hitam berjalan menuju ruangan ini di bawah pengawalan 5 Kavaleri Mongol.
Melihat kedatangan 2 orang tersebut, Falka dan Aclan melangkah maju untuk memastikan bahwa 2 tamu ini sama sekali tidak membawa senjata sebelum mengizinkan mereka untuk duduk di depan Myro.
__ADS_1
5 Kavaleri Mongol yang datang ke ruangan ini juga berjaga di sekitar, mereka tidak tahu apa yang direncanakan 2 tamu berubah ini sehingga mereka harus selalu siap menjaga Myro.
Sebelum Myro bisa mengatakan apapun, 2 pria itu membuka jubah hitam yang menutupi wajah mereka.
Di antara 2 tamu tersebut, terdapat seorang pria yang lebih muda. Myro mengenal pria yang lebih muda tersebut sebab sosok itu tidak lain merupakan Zarco Sild, anak dari kepala Keluarga Sild sekarang.
Lalu di sampingnya terdapat seorang pria tua dengan rambut pendek yang sudah berubah menjadi putih.
Meskipun sudah terlihat berusia sekitar 40 hingga 50 tahun, pria tua tersebut masih terlihat sangat kuat dan sehat.
2 orang itu berdiri di depan meja Myro sambil berlutut "Maaf sudah menganggu waktu tuan dan datang kesini memakai jubah, tapi kami memakai jubah selama perjalanan kesini agar tidak diketahui oleh Keluarga Noem, bagaimanapun kaki tangan Keluarga Noem tersebar di seluruh kota ini. Jika berita kami yang bertemu tuan hari ini tersebar ke Keluarga Noem, mereka pasti menyadari bahwa kita sudah bekerja sama".
"Sepertinya aku terlambat memperkenalkan diri", kata pria tua yang memiliki wajah hampir mirip dengan Zarco tersebut "Namaku adalah Parga Sild, kepala Keluarga Sild saat ini, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Tuan Baron".
Karena ayah Zarco yaitu Parga ini bersikap sopan, maka Myro juga harus bersikap sopan.
Ia berdiri dan memegang pundak Parga dengan lembut "Tidak perlu terlalu sopan seperti itu, Tuan Parga. Kau adalah orang yang sudah menjaga perbatasan ini dari Kerajaan Orc-Goblin selama bertahun-tahun, tanpa bantuan anda maka 3 kota ini pasti sudah lama jatuh ke tangan musuh. Biarkan aku memperkenalkan diriku, namaku Myro Aras, Baron dari 3 kota ini!".
"Tuan Baron terlalu berlebihan menghargai apa yang aku lakukan, sebagai seseorang yang dipercayakan sebagai pemimpin pasukan dari Kota Loth, Kota Vendes dan Kota Rorec, maka sudah menjadi tugasku untuk menjaga 3 kota ini, tuan tidak perlu menghargai tindakan tersebut", kata Parga hormat.
__ADS_1
Myro membantu Parga dan Zarco untuk kembali, lalu ia membiarkan mereka duduk saling berhadapan.
Saat semua orang sudah duduk dan saling memperkenalkan diri, Myro tidak membuang waktu lagi, ia langsung berbicara ke masalah utamanya "Jadi, apa tujuan kalian datang kesini, Tuan Parga?".