
Ketika pasukan sudah saling dekat, Jerat menarik pedangnya dan bergegas menuju Raja Kavaleri II yang merupakan pemimpin pasukan musuh.
Walaupun pangeran ke 4 hampir tidak memiliki pasukan kavaleri, sebagai pemimpin maka Jerat memiliki kudanya sendiri sehingga ia bisa melawan Raja Kavaleri II secara seimbang yaitu sama-sama memakai kuda.
Jerat mengangkat pedangnya dan menebas ke arah ragu menuju Raja Kavaleri II.
"Tang!".
Suara tabrakan yang keras terdengar, Raja Kavaleri II yang sudah tua masih bisa menghentikan tebasan pedang Jerat ini tanpa masalah yang menunjukkan seberapa kuat dirinya, apabila ia masih muda maka Raja Kavaleri II mungkin bisa lebih kuat dari ini.
Merasakan kekuatan Jerat, Raja Kavaleri II tidak bisa untuk tidak sedikit terkejut "Kekuatanmu cukup besar, siapa sebenarnya kau? Sepertinya posisimu di Kerajaan Azeroth tidak begitu buruk, orang kuat sepertimu pasti memiliki beberapa posisi".
Setelah tabrakan pedang itu, Jerat dan Raja Kavaleri II saling mundur dan menatap. Pasukan mereka yang lain sudah saling bertabrakan, tetapi tidak ada yang berani menganggu pertarungan Jerat dan Raja Kavaleri II sebab jendral melawan jendral dan prajurit melawan prajurit, ini adalah inti dari peperangan yang sedang berlangsung ini.
"Terima kasih atas penghargaan Raja Kavaleri II, bisa dihargai oleh prajurit kuat seperti ini merupakan sebuah kehormatan untukku", kata Jerat sedikit tersenyum "Namaku Jerat, kapten 10.000 pasukan dari pasukan elit infanteri ke 2 Kerajaan Azeroth!".
"Ternyata kapten 10.000 pasukan, tidak aneh kau bisa sekuat ini", kata Raja Kavaleri II sedikit mengangguk "Berbeda dari Kerajaan Kavaleri, Kerajaan Azeroth memiliki wilayah yang sangat luas, bahkan tidak aneh jika kalian memiliki ratusan ribu pasukan elit. Kau bisa menjadi kapten 10.000 pasukan elit sudah menunjukkan bakat mu, tidak buruk untuk mati di tangan orang sepertimu, tapi hanya jika kau bisa mengalahkan ku!".
Setelah mengatakan hal tersebut, Raja Kavaleri II bergegas maju dan menebas pedangnya menuju Jerat lagi.
Di sisi lain, Myro berada di depan pasukan Kavaleri Mongol dengan Jerat dan Ren yang berada di belakang Myro sambil naik ke atas kuda mereka. Selama ada sesuatu yang terjadi pada Myro maka mereka pasti bergerak tanpa ragu, oleh karena itu mereka tetap terus berada di belakang Myro.
Menarik nafasnya, Myro mengambil pedang miliknya dan menunjuk ke arah depan "Seluruh pasukan serang! Ikuti pasukan Kerajaan Azeroth, jangan sampai kalah dari mereka!".
__ADS_1
"Serang!", teriak pasukan Kavaleri Mongol yang mengambil pedang mereka juga.
Lalu sekitar 500 Kavaleri Mongol mengikuti Myro maju menuju kavaleri elit milik musuh di sayap kanan.
Bagaimanapun hanya ada 1000 kavaleri elit musuh yang masih hidup, di perang ini maka Raja Kavaleri II membagi pasukan kavaleri elit ini untuk berada di sayap kiri dan kanan pasukan infanteri agar bisa menjatuhkan pasukan musuh dari samping.
Jadi 500 kavaleri elit berada di sayap kiri dan 500 lainnya berada di sayap kanan, Myro sekarang memimpin Kavaleri Mongol miliknya untuk melawan pasukan musuh di sayap kanan.
Sebenarnya pasukan Kavaleri Mongol bisa menembak panah dan menyerang kavaleri musuh dari belakang, namun karena peperangan kali ini akan menjadi waktu belajar bagi Myro maka mereka mengikuti Myro secara langsung pergi ke medan perang untuk pertarungan jarak dekat.
Myro yang berada di barisan paling depan pasukannya tidak bisa untuk tidak menjadi sedikit bersemangat serta gugup, lagipula ini adalah peperangan nya yang paling awal baik itu di bumi atau dunia ini.
Merasakan kegugupan Myro, Ren berusaha untuk menghiburnya tapi Falka segera menghentikan Ren "Biarkan tuan merasa kegugupan tersebut, saat ia sudah menyentuh darah maka semua kegugupan itu akan hilang dan digantikan semangat bertarung".
Ren tidak lagi bertindak untuk menekan kegugupan Myro, bagaimanapun ia memang ahli membuat strategi tapi Falka lebih ahli berperang daripada dirinya. Oleh karena itu, Ren yakin bahwa saran Falka lebih akurat daripada ide yang ia miliki sekarang.
Jangan lupa bahwa Myro memiliki kemampuan untuk memakai semua kemampuan prajurit yang ia panggil dari dunia, namun semua kemampuan itu tidak bisa dipakai pada waktu bersamaan. Myro hanya bisa memakai 1 kemampuan pada suatu waktu, jadi ia harus memilih kemampuan terbaik miliknya untuk keadaan saat ini agar tidak terjadi kesalahan.
Setelah memakai kemampuan ahli pedang, Myro bisa melihat gerakan pedang pasukan kavaleri di depannya dengan sangat jelas.
Pasukan kavaleri itu mengangkat pedangnya dan menusuk ke arah Myro, namun Myro yang melihat gerakan prajurit itu seperti gerakan lambat menghindar ke samping dengan mudah, lalu ia mengangkat pedangnya dan menebas prajurit tersebut.
"Slash!".
__ADS_1
Suara tebasan terdengar, prajurit itu benar-benar di tebas oleh Myro. Setiap gerakan Myro sangat efektif, tidak ada sedetikpun waktu yang terbuang secara tidak berguna pada setiap gerakan pedang tersebut.
Pasukan musuh yang sudah di tebas segera merasakan tubuhnya melemah, ia jatuh dari kudanya dan mati.
2 pasukan yang ada di kiri dan kanan pasukan yang baru Myro bunuh merasa marah, bagaimanapun Myro sudah membunuh rekan mereka sehingga mereka menebas ke arah Myro.
Tetapi sebelum pedang Myro bisa mengenai mereka, Falka dan Ren sudah menusuk mereka serta menjatuhkannya dari kuda.
Akhirnya pasukan Kavaleri Mongol Myro mulai bertabrakan dengan kavaleri elit musuh.
Walaupun kavaleri Kerajaan Kavaleri ini memang cukup elit, tapi dihadapan Kavaleri Mongol yang gesit maka mereka masih kalah cukup jauh. Belum lagi kavaleri elit musuh kasih terluka berat serta kehilangan kapten mereka di perang sebelumnya, keunggulan Kavaleri Mongol bisa terlihat.
Myro saat ini merasa sedikit aneh, sebagian darah dari orang yang ia tebas barusan mengenai dirinya yang membuat Myro merasakan kehangatan dari darah tersebut.
Walaupun daerah di sekitarnya cukup berdarah, Myro tidak merasakan takut ataupun jijik melainkan ia sedikit bersemangat. Bukan bersemangat untuk berperang, melainkan bersemangat mengalahkan semua musuh agar bisa menang dan tetap bertahan hidup.
Myro kembali sadar lagi, ia menemukan bahwa ada seorang kavaleri yang berjalan mendekatinya untuk menyerang, jadi Myro juga menghindari serangan prajurit ini dengan mudah lalu menusuk tubuhnya.
Kemampuan Ahli Pedang ini memang sangat menguntungkan, setidaknya Myro bisa menanggapi semua serangan musuh dengan sangat efektif.
Di bawah kepemimpinan Myro, pasukan kavaleri elit musuh mulai dipukul mundur.
Baik itu Ren, Falka, Ibu Myro dan Ferbas tetap berada di sekitar Myro untuk melindunginya.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, akhirnya Kavaleri Mongol Myro berhasil menghancurkan kavaleri elit yang menjadi sayap kanan milik musuh.
Hal ini tentunya memberikan keuntungan besar bagi kemenangan ataupun kekalahan perang ini, dengan hancurnya kavaleri elit di sayap kanan maka formasi pasukan Raja Kavaleri II yang lain ikut terpengaruh.