
"Kakek Tarka, Earl Myro, sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang menyenangkan. Jika kalian tidak keberatan, bisakah aku bergabung dengan pembicaraan kalian", kata Loir yang berjalan mendekati mereka.
Di mata Loir, semua tamu yang ada pada pesta kali ini telah terjebak. Tetapi ada 2 orang yang membawa keraguan terbesar bagi Loir mengenai mereka akan terjebak atau tidak, 2 orang itu adalah Myro dan Tarka.
Loir sudah melihat sendiri kemampuan Myro di medan perang melawan Kerajaan Orc-Goblin, baik dari segi kekuatan ataupun kecerdasan, Myro memiliki semuanya yang bahkan raja sekalipun belum tentu mempunyai banyak pengikut sekuat Myro.
Sedangkan Tarka, Loir telah mengenal Tarka dari kecil akibat hubungan teman dekat antara Tarka dan kakeknya.
Oleh karena itu, Loir mengetahui seberapa menakutkannya kecerdasan Tarka yang hampir tidak pernah kalah sewaktu berperang.
Mendengar pertanyaan Loir, Myro dan Tarka saling menatap lalu tersenyum sebab mereka sudah saling mengerti tujuan masing-masing sekarang.
Tarka melangkah maju "Apabila Nak Loir tertarik mendengarkan apa yang sedang kami bicarakan, tentunya kami menyambut kedatanganmu untuk berbicara bersama. Tapi aku tidak tahu, apakah pembicaraan aku dan Nak Myro akan membuat Nak Loir marah?".
Wajah Loir masih tersenyum ramah, namun ada jejak kecurigaan di matanya "Kenapa aku marah? Bahkan sekalipun Kakek Tarka berencana membunuhku, aku tidak akan marah sebab aku menganggap Kakek Tarka sebagai kakekku sendiri".
"Kau menganggap Jendral Tarka sebagai kakek mu sendiri?", kata Myro yang akhirnya ikut berbicara "Kalau begitu, kenapa kau berencana membunuh Jendral Tarka bersama kami semua sekarang? Bukankah Jendral Tarka merupakan kakek mu?".
"Apa?", wajah Loir membeku, ia tahu Myro dan Tarka merupakan orang cerdas tapi ia tidak pernah membayangkan 2 orang itu mampu melihat rencana asli mereka.
Tetapi wajah Loir kembali normal secepat mungkin, lalu ia memasang wajah bingung seakan-akan tidak mengerti perkataan Myro "Earl Myro, apa yang kau katakan? Tidak peduli seberapa gilanya aku, aku pasti tidak berani membunuh bangsawan, pejabat politik dan militer sebanyak ini. Selama aku berani melakukannya, seluruh Keluarga Grand Duke Rayde pasti menjadi target kemarahan seluruh Kerajaan Azeroth, aku tidak sebodoh itu untuk melakukan tindakan yang menghancurkan keluarga sendiri".
"Benarkah? Kalau begitu aku telah salah paham barusan", kata Myro mengangguk "Tapi apabila yang kau katakan barusan benar, izinkan aku bertanya 1 hal. Loir, kenapa tangan yang ada di belakang tubuhmu terus bergerak secara aneh? Apakah kau berusaha memberitahu sesuatu kepada Grand Duke Rayde, Nona Carla melalui gerakan tangan tersebut?".
__ADS_1
Wajah Loir langsung menjadi suram, padahal ia sangat berhati-hati meletakkan tangannya di belakang tubuh agar dapat memberikan gerakan rahasia kepada Carla bahwa rencana mereka sudah diketahui.
Namun siapa yang berpikir Myro mengetahui gerakan rahasianya ini, Loir siap melompat mundur menjaga jarak dari Myro dan Tarka.
Carla yang ada di sisi lain tentunya melihat semua perubahan tersebut, ia berteriak keras "Rencana di mulai!".
"Brak!".
Pintu aula pesta tiba-tiba terbuka dengan keras, ribuan penjaga bersenjata lengkap berbaris menuju ruang pesta yang membuat seluruh tamu kaget serta bingung.
Tetapi sebelum semua penjaga itu menghentikan Myro ataupun Tarka, Yorou sudah bergerak.
"Nak, jangan berpikir kau dapat melarikan diri dari tangan tuanku!", kata Yorou yang segera menangkap Loir.
"Tidak ada siapapun yang boleh bergerak, kecuali Nona Carla siap melihat anaknya mati!", kata Myro tersenyum percaya diri.
Walaupun mereka sedang dikepung ribuan prajurit, Loir berada di tangan mereka sehingga Myro memiliki kepercayaan untuk melepaskan diri dari pengepungan ini, semuanya berjalan sesuai rencana yang ia siapkan bersama Ren sebelum datang kesini.
Para penjaga yang bergegas menangkap para tamu di aula pesta menghentikan langkah mereka. Lagipula Myro berhasil menangkap tuan muda mereka, oleh karena itu semua penjaga tidak berani bergerak dan hanya bisa menatap Carla, menunggu keputusan selanjutnya.
Carla di sisi lain tidak panik ataupun khawatir, ia tetap sedikit tersenyum sambil menatap Myro dengan dingin "Earl Myro, nampaknya sejak awal anda sudah berencana menangkap anakku, Loir! Kapan anda mengetahui rencana ku untuk menangkap kalian semua?".
Myro menggelengkan kepalanya "Aku tidak perlu memberitahumu masalah ini, kita merupakan musuh sekarang. Grand Duke Rayde, Nona Carla! Apakah kau tidak takut terhadap tindakan yang telah kau lakukan sekarang? Semua tamu disini adalah bangsawan, pejabat militer dan politik dari Kerajaan Azeroth! Selama orang-orang tahu kau membunuh kami semua, Grand Duke Rayde pasti menjadi musuh oleh seluruh kekuatan di Kerajaan Azeroth".
__ADS_1
Carla masih terlihat tidak peduli "Lalu kenapa? Jika aku berhasil membunuh kalian semua disini, tidak ada seorangpun yang membalaskan dendam kepada Grand Duke Rayde, aku akan menyalahkan pemberontak. Lagipula, aku yakin Earl Myro dan Paman Tarka pasti menyadari alasan aku melakukan tindakan gila ini, aku tidak memiliki pilihan lain! Anakku berada di tangan musuh".
Myro dan Tarka menatap Carla yang tetap tidak panik, namun Loir yang ditangkap berteriak keras "Ibu, jangan ragu! Kau tidak perlu memperdulikan aku, Rilia lebih penting!".
"Yorou, tutup mulutnya!", teriak Myro.
"Baik, tuan", jawab Yorou yang memukul bagian belakang leher Loir agar membuatnya tertidur.
Ketika Loir tidak berbicara lagi, Myro kembali berkata "Nona Carla, bagaimana kalau kita membuat persetujuan sementara? Biarkan aku, Tarka dan tamu-tamu di ruang pesta pergi dari ruangan ini, tidak perlu meninggalkan Kota Rayde tapi hanya pergi dari ruangan pesta. Jika kau setuju, aku akan membebaskan Loir, selama kau menolak maka aku pasti membunuhnya".
Carla berpikir sebentar, ia tidak pernah berpikir Loir akan tertangkap oleh Myro.
Carla adalah orang yang peduli pada keluarganya, bahkan gelar Grand Duke tidak lebih berharga daripada keluarga, begitulah sifat Carla.
Oleh karena itu, Carla siap menjadi musuh banyak kekuatan di Kerajaan Azeroth hingga kehilangan gelar Grand Duke nya. Semua itu untuk Rilia, sekarang Rilia berada di tangan musuh, lebih tepatnya Jendral Torte.
Sekarang Loir juga ada di tangan Myro, ia tidak mampu menyerang Myro dan yang lainnya.
"Aku bisa membiarkan kalian pergi dari ruang pesta, tapi untuk pergi dari Kota Rayde maka kalian harus menggunakan kekuatan kalian sendiri. Bagaimanapun apabila kalian semua pergi, Rilia mungkin dibunuh sebab aku gagal melakukan tugasku", kata Carla menghela nafas "Bukan hanya itu, rencana pesta ulang tahun Rilia adalah rencana Torte untuk membunuh kalian semua, sosok yang mengancam Kerajaan Azeroth dan pasti menerima undangan ku. Oleh karena itu, aku hanya dapat membiarkan kalian pergi dari ruang pesta. Lalu, bagaimana aku percaya kau akan melepaskan Loir setelah aku membiarkan kalian pergi?".
"Kau tidak perlu percaya kepadaku", kata Myro menggelengkan kepalanya "Alasannya kau tidak memiliki pilihan lain, hidup Loir berada di tanganku. Selama kau masih peduli pada Loir, kau hanya memiliki pilihan untuk percaya bukan?".
Carla mengamati Myro lagi dan harus mengakui anak ini sangat licik "Para penjaga, lepaskan semua tamu serta biarkan mereka pergi dari ruang pesta. Earl Myro, aku harap kau menepati perkataan mu lalu membebaskan Loir ketika kalian berhasil pergi dari sini".
__ADS_1