PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 67 : APA YANG BISA DILAKUKAN ANAK-ANAK?


__ADS_3

Mendengar perkataan anaknya, Limde sama sekali tidak panik. Ia terus memakan daging yang ada di depannya sambil berkata dengan dingin "Kenapa kau terlihat sangat khawatir seperti itu? Sebagai anggota Keluarga Noem maka kau seharusnya tidak boleh mudah panik hanya karena masalah kecil, bukankah itu hanya bangsawan baru yang berkuasa di 3 kota milik kita? Aku sudah mendengarnya, itu hanya seorang anak berusia 11 tahun tanpa latar belakang apapun. Kau pikir apa yang bisa dilakukan anak-anak seperti itu?".


Saat ini Horfa masih merasa khawatir "Tetapi ayah, aku mendapatkan informasi bahwa anak ini sangat unik. Walaupun ia masih sangat muda, ia berperang penting untuk membantu pangeran ke 4 memenangkan Kerajaan Kavaleri dulu".


"Apakah kau bodoh?", kata Limde yang terlihat sedikit kecewa terhadap anaknya "Itu semua adalah tipuan politik dari para pangeran yang lain, mereka menyebarkan kabar seperti itu agar raja tidak berpikir bahwa sosok yang mengalahkan Kerajaan Kavaleri yaitu pangeran ke 4. Apabila pangeran ke 4 mengalahkan Kerajaan Kavaleri memakai kekuatannya sendiri maka ia pasti langsung menjadi putra mahkota, raja akan sangat menghargainya. Oleh karena itu, mereka memakai anak bernama Myro ini untuk mengalihkan perhatian bahwa pangeran ke 4 bukan menang memakai kekuatannya sendiri melainkan mengandalkan bantuan orang lain".


"Ayah, apakah benar seperti itu?", kata Horfa ragu.


"Kau masih terlalu muda hingga tidak bisa melihat melalui kejamnya politik suatu kerajaan!", kata Limde seakan-akan bisa mengetahui semuanya "Bagiamana mungkin seorang anak berusia 11 tahun tanpa latar belakang bisa berperan penting untuk mengalahkan Kerajaan Kavaleri? Bahkan untuk memegang sebuah pedang maka tangannya pasti gemetar ketakutan. Horfa, kau harus lebih banyak belajar lagi! Bagaimanapun di masa depan, kau akan menjadi pengganti ku sebagai kepala Keluarga Noem".


"Aku mengerti ayah", kata Horfa yang bisa percaya pada ayahnya, apalagi sosok ayahnya merupakan orang yang membawa keluarga Noem mejadi hebat seperti sekarang, hal ini membuat Horfa merasa bahwa ayahnya tidak akan melakukan kesalahan "Kalau begitu, kita sama sekali tidak perlu menyambut bangsawan baru ini, aku benarkan, ayah?".


Limde yang sudah menghabiskan daging di atas meja menggelengkan kepalanya "Horfa, kau masih tidak mengerti. Walaupun anak ini tidak memiliki kekuatan, setidaknya gelar bangsawan Baron yang ia miliki adalah gelar asli dari Kerajaan Azeroth. Jadi kita masih harus menyambutnya, siapkan koki terbaik untuk membuat pesta makan malam ketika bangsawan baru itu datang ke Kota Loth ini".


"Di pesta itu, kita juga bisa menilai bagaimana sifat bangsawan baru ini. Selama ia tidak menyentuh kepentingan tambang besi milik keluarga kita maka aku tidak keberatan untuk mendukungnya sebagai penguasa disini, tapi apabila ia berani mencoba merebut tambang besi kita maka keberadaan bangsawan ini tidak diperlukan. Aku harap anak ini cukup cerdas untuk mengetahui bahwa siapapun yang berani menyentuh tambang besi kita harus siap mati, jika ia mengerti maka kita mungkin bisa saling berteman dekat. Bagaimanapun keluarga kita memang kaya tapi tidak memiliki gelar bangsawan apapun, anak ini mungkin bisa menjadi jalan kita untuk mendapatkan gelar bangsawan di masa depan".

__ADS_1


Mata Horfa bersinar mendengar hal tersebut, lagipula gelar bangsawan merupakan sebuah kehormatan yang dicari oleh banyak orang, terutama pedagang kaya seperti keluarga Noem.


Suatu hari nanti maka tambang besi bisa habis, selama hal itu terjadi maka mereka pasti jatuh miskin. Tetapi apabila mereka memiliki gelar bangsawan dari Kerajaan Azeroth, maka mereka akan tetap dihormati kecuali Kerajaan Azeroth dikalahkan suatu hari nanti.


"Ayah tidak perlu khawatir, aku akan membiarkan koki untuk menyiapkan makanan terbaik mereka", kata Horfa yang pergi dari ruangan ini secepat mungkin untuk menyiapkan para koki.


Melihat Horfa yang pergi, Limde sedikit menggelengkan kepalanya "Horfa masih terlalu muda, ia harus lebih banyak belajar lagi agar Keluarga Noem suatu hari nanti tidak akan menurun. Selain itu aku harus memastikan Keluarga Sild dan bangsawan baru ini tidak saling bekerja sama, jika mereka bekerja sama maka keadaan pasti menjadi lebih buruk".


...----------------...


Myro sekarang masih bergerak menuju ke arah Kota Loth yang merupakan kota terdekat dari Ibukota Provinsi Kavaleri.


Ketika Myro sedang menatap sekitar, lebih tepatnya Myro berusaha mengamati seperti apa wilayah yang akan ia miliki nanti.


Disini sama sekali tidak ada apapun kecuali padang rumput, bahkan jumlah pepohonan sangat sedikit yang benar-benar menunjukkan alasan kenapa dulunya tempat ini dinamai Kerajaan Kavaleri. Dengan banyaknya rumput di sekitar, maka tempat ini sangat cocok untuk memberi makan kuda.

__ADS_1


Selain itu, jalan dari Ibukota Provinsi Kavaleri menuju Kota Loth belum dibentuk sedikitpun. Paling banyak hanya ada jalan tanah yang membuat sangat sulit untuk pergi ke Kota Loth, nampaknya Kerajaan Kavaleri dulu memang miskin hingga tidak bisa membangun jalan dari batu atau apapun.


"Bahkan untuk ke Kota Loth tidak ada jalan sedikitpun kecuali jalan tanah, hal ini pasti mempersulit para pedagang untuk datang kesini. Bagaimana mungkin pedagang tertarik untuk datang ke Kota Loth apabila belum dibentuk jalan batu yang memudahkan perjalanan karavan pedagang serta masih ada banyak bandit?", kata Myro tersenyum pahit, ia tahu hal mendasar ini dari dunia sebelumnya bahwa semakin bagus jalan yang dibentuk, maka semakin mempermudah berjalannya perdagangan suatu daerah.


Feld yang lebih mengerti tentang membangun kota berkata "Dari awal, kota yang menjadi wilayah tuan kemungkinan besar memang kota yang ditinggalkan oleh Kerajaan Kavaleri. Oleh karena itu, mereka tidak membuat jalan apapun menuju Kota Loth, mereka tidak tertarik menghabiskan uang untuk kota yang tidak penting. Kota Loth, Kota Vendes dan Kota Rorec sana sekali tidak memiliki nilai apapun bagi Kerajaan Kavaleri dulu, mereka menganggap tidak ada gunanya menghabiskan uang untuk kemajuan 3 kota ini".


Falka yang ada di depan Myro tiba-tiba berkata "Tuan, Kota Loth ada di depan! Sekarang kita sudah bisa melihat beberapa bangunan di kejauhan!".


Myro mengamati ke arah dimana Falka menunjuk untuk menemukan sebuah kota yang dikelilingi pagar kayu.


Di sekitar kota tersebut terdapat beberapa ladang padi yang kemungkinan besar merupakan milik para penduduk disini, tapi jumlahnya sangat sedikit.


Jumlah padi yang mereka tanam itu bahkan tidak cukup untuk memberi makan para penduduk di kota, apalagi untuk dijual ke wilayah lain.


"Setelah tiba di kota, kita memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan, aku mengharapkan bantuan kalian!", kata Myro yang tahu bahwa sejak ia tiba di kota maka ia harus mengurus masalah yang paling mendasar dulu, yaitu masalah makanan.

__ADS_1


"Baik, tuan!", jawab semua orang dengan tegas.


Myro bersama para pasukannya semakin mendekati kota Loth tersebut.


__ADS_2