PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 212 : PENANGKAPAN


__ADS_3

"Apa? 150.000 pasukan? Darimana pasukan sebanyak ini berasal?", teriak Herfu penuh rasa terkejut.


Tetapi sebelum prajurit yang melapor dapat menjawab, suara langkah kaki ratusan ribu pasukan terdengar dari belakang mereka.


Herfu yang mendengar langkah kaki itu langsung berbalik, di depan matanya sekarang ia menemukan benar-benar ada 150.000 pasukan yang bergegas menuju ke arah mereka.


Herfu menatap bendera yang di bawa pasukan musuh dengan aneh sebab bendera merupakan identitas suatu pasukan, hanya dengan melihat bendera mereka maka dapat diketahui siapa pasukan ini.


Tetapi pasukan yang mendekati Kota Rayde membawa Bendera Kerajaan Azeroth, selain itu terdapat banyak sekali bendera yang menunjukkan pasukan ini bukan berasal dari 1 orang melainkan pasukan gabungan dari banyak bangsawan.


Apa yang membuat Herfu semakin aneh yaitu ia mengetahui seberapa sulitnya membuat para bangsawan mengumpulkan prajurit, bagaimanapun saat melawan Kerajaan Orc-Goblin, para bangsawan tidak membantu Herfu menggunakan seluruh kekuatan mereka melainkan cuma mencoba mencari keuntungan dari kemenangan Herfu.


Oleh karena itu selain Grand Duke Rayde yang merupakan anaknya, tidak ada lagi seorangpun di utara Kerajaan Azeroth yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan pasukan bangsawan sebanyak ini.


Ketika Herfu bingung, 2 orang di barisan paling depan 150.000 pasukan itu segera menarik perhatian Herfu.


2 orang itu adalah seorang pria kuat yang memakai kuda dan membawa sebuah pedang, ia menggunakan zirah besi ringan sehingga tidak akan memperlambat gerakan kudanya.

__ADS_1


Setelah itu, aura pembunuhan yang kuat dapat dirasakan melalui tubuh pria tersebut, Herfu yakin mengenai kemampuan pria itu sebagai pemimpin pasukan hanya melalui auranya.


Di samping sosok pria, terdapat seorang wanita yang memegang kipas lipat dan menutupi setengah dari wajahnya memakai kipas di tangannya.


Tidak ada tampilan jendral militer sedikitpun, wanita itu memberikan aura seorang ahli strategi yang cerdas kepada setiap orang yang melihatnya. Lalu wanita tersebut juga sangat cantik, setidaknya Herfu yakin wanita yang memimpin pasukan ini tidak kalah cantik dari anaknya sendiri yang terkenal sebagai 5 besar kecantikan di Kerajaan Azeroth.


Masalahnya yang membuat Herfu paling terkejut yaitu ia mengenal sosok 2 orang ini, mereka tidak lain adalah Falka dan Ren, pengikut kepercayaan yang selalu membantu di samping Myro.


Ren yang berada di samping Falka berteriak "Kalian para pemberontak, dengarkan baik-baik! Tuan kami, Gubernur Militer Provinsi Kavaleri, Earl Myro mendapatkan kabar mengenai pemberontakan divisi 5 dan Jendral Torte terhadap Kerajaan Azeroth. Bahkan mereka berencana membunuh Grand Duke dari kerajaan tanpa izin raja, oleh karena itu Earl Myro membuat Keputusan Gubernur Militer untuk mengumpulkan semua prajurit dari Provinsi Kavaleri agar mampu mempertahankan ketertiban yang ada di Kerajaan Azeroth! Sebagai jendral dan bangsawan yang mulia Raja Azeroth V, Tuan Earl merasa sudah seharusnya bagi ia membantu yang mulia mengatasi pemberontakan".


"Jadi atas pertimbangan itu, Tuan Earl mengumpulkan 150.000 pasukan dari seluruh Provinsi Kavaleri untuk menekan para pemberontak! Tidak berhenti sampai disitu, diketahui Jendral Perbatasan Utara, Jendral Herfu berani bertindak menggerakkan pasukan perbatasan tanpa izin raja! Ini adalah pelanggaran peraturan, kami akan mencari tahu tujuan Jendral Herfu apakah semua ini adalah pemberontakan atau bukan, kami harap jendral tidak melakukan perlawanan dan membantu kami menangkap pemberontak yang lain. Jika jendral melawan, maka kami bisa menganggapnya sebagai jendral berencana memberontak kepada Kerajaan Azeroth!".


Melihat Ren telah selesai, Falka menarik pedangnya dan berteriak "Aku, Falka yang sekarang bertindak mewakili Gubernur Militer Provinsi Kavaleri sebagai wakilnya! Semua pasukan, serang!".


"Serang!", teriak 150.000 prajurit yang menggetarkan seluruh medan perang.


40.000 kavaleri bertindak lebih dulu, kuda-kuda milik pasukan kavaleri langsung menabrak pasukan divisi 5 yang masih hidup.

__ADS_1


110.000 infanteri serta pemanah langsung mengikuti di belakang kavaleri, pasukan divisi 5 yang kurang dari 10.000 orang ditekan dengan mudah oleh pasukan Myro yang baru datang.


Saat Herfu masih berdiri diam di tempat akibat tidak tahu harus berbuat apa, seorang pria mendekatinya bersama 5 prajurit yang terlihat kuat.


"Apakah anda Jendral Herfu? Aku adalah Garwein, prajurit di bawah Gubernur Militer Provinsi Kavaleri! Atas keputusan gubernur militer, aku akan menangkap jendral terlebih dahulu untuk mencari tahu kebenaran tindakan ada yang menggerakkan pasukan perbatasan tanpa izin raja. Aku harap jendral tidak melakukan perlawanan atau keadaan akan berubah menjadi semakin rumit", kata Garwein yang melambaikan tangannya agar 5 pasukan ksatria di belakangnya menangkap Herfu.


Melihat Herfu yang akan ditangkap, para petinggi militer Herfu melangkah maju "Beraninya kau! Apakah kau tidak tahu bahwa orang di depanmu ini adalah jendral perbatasan yang telah setia kepada yang mulia selama puluhan tahun, Jendral Herfu? Bagaimana mungkin ia mengkhianati yang mulia?".


"Kalau begitu tunjukkan izin raja yang memperbolehkan jendral memindahkan pasukan perbatasan", kata Garwein dingin, ia sama sekali tidak takut meskipun lawannya adalah Jendral Herfu yang terkenal "Yang mulia sudah menetapkan, jendral perbatasan tidak boleh memindahkan pasukannya tanpa izin raja kecuali kerajaan lain menyerang. Tetapi kali ini tidak ada serangan kerajaan lain, lalu kenapa Jendral Herfu berani menggerakkan pasukannya ke Kota Rayde? Oleh karena itu, kedatangan kami disini adalah untuk memeriksa kebenaran yang ada! Aku harap jendral bekerja sama supaya kami dapat mencari tahu kebenaran secepat mungkin, apakah jendral memang bertujuan untuk Kerajaan Azeroth atau memberontak!".


Ketika petinggi Herfu berusaha melawan lagi, Herfu melangkah maju "Cukup, kalian bisa menangkap ku! Aku memang melanggar aturan, tapi aku melakukan semuanya untuk Kerajaan Azeroth. Aku mengetahui divisi 5 yang memberontak, sebagai jendral perbatasan kerajaan maka aku tidak dapat duduk diam setelah mengetahui semua itu hingga membuat pelanggaran ini. Aku harap Tuan Garwein dan Tuan Gubernur Militer menemukan kebenaran atas tindakan yang aku lakukan. Kalian semua, jangan melawan pasukan Gubernur Militer Myro, kalian cukup diam dan biarkan Gubernur Militer membuktikan bahwa kita bukan pemberontak".


5 ksatria di samping Garwein segera mengepung Herfu lalu membawanya pergi, Garwein yang berjalan di samping Herfu tersenyum "Jangan khawatir, jendral! Selama Grand Duke Rayde mengerti keadaan sekarang, semuanya pasti berakhir baik".


Herfu yang dibawa pergi menatap langit sambil menghela nafas, ia tahu dirinya tidak boleh melawan pasukan Myro.


Seperti yang dikatakan Garwein, jendral perbatasan tidak memiliki hak Keputusan Gubernur Militer seperti yang digunakan Myro, oleh karena itu selama mereka menggerakkan pasukan perbatasan bukan karena serangan kerajaan lain, mereka akan dianggap sebagai pemberontak sampai alasannya telah dibuktikan.

__ADS_1


Apabila Herfu melawan penangkapan pasukan Myro, ia bersama seluruh pasukannya hingga Carla dan cucu-cucunya pasti dianggap sebagai pemberontak.


"Carla, nampaknya kita kalah! Akhirnya kau yang selalu menang memakai kelicikan mu, kini dikalahkan oleh orang lain yang jauh lebih licik", gumam Herfu dipikirannya penuh kepahitan akibat mengalami kekalahan dari Myro.


__ADS_2