
Ayah tersebut menyentuh kepala anaknya dengan lembut "Walaupun aku sekarang sama sekali tidak memiliki banyak uang, tapi aku yakin selama aku terus menyimpan sebagian uang dari hasil ladang setiap bulannya, aku akan membuat anakku belajar di sekolah juga seperti para murid yang lain. Seperti yang dikatakan Count Kemenangan, ilmu adalah awal dari perkembangan. Jika generasi sebelumnya bukan generasi yang membangun perkembangan memakai ilmu, paling tidak generasi tua seperti kami dapat membiarkan anak kami membantu Count Kemenangan dengan kekuatan dan ilmu mereka".
"Oleh karena itu, sebagai seorang ayah, aku tidak boleh membiarkan anakku tertinggal dari anak lainnya. Apalagi anakku berencana bergabung menjadi prajurit untuk membantu Count Kemenangan".
Anak tersebut mengangguk tegas "Aku memang tidak keberatan sekalipun bukan menjadi seorang prajurit, selama aku bisa membantu Count Kemenangan dan mengembangkan wilayah kita. Tapi kalau aku dapat membantu Count sebagai seorang prajurit seperti yang aku mimpikan, maka semuanya menjadi lebih bagus".
Setelah berbicara sebentar lagi, ayah dan anak itu pergi ke ladang mereka untuk bekerja.
Myro berdiri diam di tempat tanpa membicarakan apapun, bahkan ketika sosok 2 orang ayah dan anak barusan telah pergi sampai tidak terlihat lagi, Myro masih diam di tempatnya.
Melihat Myro yang hanya diam, Yorou khawatir sehingga ia melangkah maju agar dapat menghilangkan sebagian kemarahan Myro, Yorou berpikir Myro marah akibat tindakan walikota bersama pejabat Kota Rumerk sampai-sampai membuat ia tidak mengatakan apapun lagi.
Tetapi Ren yang ada di samping Yorou langsung mengangkat tangannya, ia menggelengkan kepalanya agar memberitahu Yorou untuk tidak mengganggu Myro.
Meskipun Yorou merasa aneh terhadap tindakan Ren, tapi ia cuma ragu-ragu sebentar sebelum memutuskan diam seperti yang Ren maksudkan.
Bagaimanapun Ren jauh lebih cerdas dari dirinya, Ren pasti mempunyai alasan kenapa mereka tidak boleh mengganggu Myro.
__ADS_1
Saat Yorou tidak berusaha mengganggu lagi, Ren kembali mengamati Myro.
Alasan Ren tidak membiarkan Yorou mengganggu Myro adalah biarkan Myro memahami dan mempelajari kelemahan dari aturan yang sudah ia buat selama ini.
Meskipun aturan yang Myro buat bertujuan bagi kepentingan semua penduduknya, tapi Myro melupakan 1 hal yang sangat penting yaitu tidak semua pengikutnya berasal dari dunia.
Belum lagi di bawah bujukan uang, beberapa orang mampu berkhianat atau bahkan melakukan tindakan yang cukup jahat.
Oleh karena itu, biarkan Myro memahami kesalahan dan kelemahan pada semua aturan yang ia buat sebelum melakukan tindakan berikutnya. Dengan memahami semua itu, Myro pasti menjadi semakin dewasa lagi dari segi pemikiran.
Sekitar 5 menit kemudian, Myro yang selalu diam akhirnya angkat bicara "Ren, bagaimana pendapatmu?".
"Aku tidak tahu", kata Myro menatap langit yang cerah di atasnya sambil tersenyum sedih "Aku mungkin merasa marah dan sedih seperti yang kau katakan barusan, tapi di sisi lain, ada banyak hal lain juga yang aku rasakan. Aku merasa bersalah kepada anak-anak yang seharusnya mendapatkan kesempatan sekolah, tapi aku tidak memperhatikan bahwa walikota dan pejabat lain mengubah-ubah aturan yang ada. Aku merasa senang sebab banyak orang tetap mengakui ku, walaupun aturan yang aku buat tidak sepenuhnya berhasil. Lalu aku juga merasa lucu, di saat kita dan banyak prajurit mengorbankan hidup mereka di medan perang, para tikus ini terus memperkaya diri mereka".
"Ketika aku dan kalian semua mempertahankan wilayah dan kekuasaan kita sebaik mungkin dari serangan kerajaan atau bangsawan lain, para tikus ini mencoba menghancurkan kita secara perlahan-lahan, mereka terus menggigit kita sangat sedikit agar tidak ketahuan. Tapi kalau aku terlambat menyadarinya, gigitan mereka pasti berakibat fatal!".
"Lalu, apa yang akan tuan lakukan?", tanya Ren lagi.
__ADS_1
"Tentunya para tikus tidak boleh lari, biarkan mereka kehilangan semua harta yang mereka curi dan pergi ke penjara", kata Myro tegas, tidak ada sedikitpun jejak keraguan pada keputusannya tadi.
"Aku juga setuju, tapi", Ren tidak langsung menyelesaikan perkataannya melainkan ia menatap Myro dulu "Sepertinya tuan masih memiliki beberapa keraguan, bukan?".
"Nampaknya aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu, Ren", kata Myro menggelengkan kepalanya "Ren, apa itu artinya seorang raja? Apakah orang sepertiku sudah cocok berada di posisi tersebut?".
Ren membuka kipas lipatnya sambil berpikir "Jika tuan bertanya kepadaku apa artinya seorang raja, jawabannya pasti sulit sebab pendapat setiap orang terhadap arti raja berbeda-beda. Tetapi menurutku raja bukan seorang yang sangat kuat hingga mampu melawan 1000 orang sendirian, bukan seorang ahli strategi licik yang selalu berhasil menjebak musuhnya, bukan seorang yang cerdas sampai-sampai mampu membuat kota termiskin menjadi yang paling kaya. Raja adalah mereka yang diakui semua orang, raja yang sebenarnya yaitu mereka yang dihormati banyak orang sebagai sosok raja itu sendiri".
"Selain itu, tuan terlalu banyak berpikir. Apa salahnya mengalami sekali kegagalan? Tidak ada yang salah dari raja mengalami kegagalan, tapi seorang raja seharusnya mempelajari kegagalan yang pernah terjadi lalu memperbaikinya supaya tidak melakukan kesalahan yang sama. Apabila orang normal melakukan kesalahan, seharusnya tidak ada masalah besar yang terjadi. Tapi sewaktu raja melakukan kesalahan, ratusan hingga ribuan orang mungkin menjadi korban. Tuan sekarang sedang belajar, tidak perlu terlalu khawatir apakah tuan cocok menjadi raja atau tidak sebab bagiku, tuan dapat menjadi raja tanpa masalah. Bukan hanya pendapatku, sebagian besar orang di Provinsi Kemenangan, terutama mereka yang tinggal di Kota Loth, Kota Vendes dan Kota Rorec pasti sangat mendukung tuan".
Myro menutup matanya sebentar dan berusaha mempelajari kata-kata Ren barusan.
Beberapa menit kemudian, Myro membuka matanya lagi. Walaupun tidak ada perubahan apapun pada tubuh Myro, tapi Ren mampu merasakan melalui mata Myro bahwa ada perubahan, Myro membuang sebagian keraguannya dari jalan menuju seorang raja.
Myro menarik jubahnya supaya lebih menutup wajahnya dan berjalan pergi "Ayo kembali menuju Kota Loth, pengawasan kita disini telah selesai. Walikota dan pejabat di Kota Rumerk harus diperiksa-- Tidak, bukan hanya Kota Rumerk, semua walikota dan pejabat di daerah lain harus ikut diperiksa. Kita akan kembali ke Kota Loth secepat mungkin dan membuat rencana berikutnya".
Ren menutup kipas lipatnya, ia bersama Yorou segera berjalan mengikuti Myro "Dimengerti, tuan!".
__ADS_1
Tanpa disadari orang-orang, Myro sang Count Kemenangan mengakhiri pengawasannya terhadap Kota Rumerk dan pergi lagi menuju Kota Loth.