
"Kau benar Ren, pada awalnya aku juga menyerah pada rencana ini sebab sama sekali tidak mudah menipu Raja Azeroth V", kata Katia mengangguk setuju, ia bisa duduk di posisi wakil ketua markas bukan tanpa alasan melainkan ia juga sangat cerdas dan mempunyai kekuatan uniknya sendiri "Raja Azeroth V dijuluki sebagai raja paling cerdas di antara seluruh raja Kerajaan Azeroth, tapi beberapa waktu yang lalu, aku mendapatkan sebuah informasi yang sangat berharga. Walaupun menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan informasi ini, namun aku merasa harganya setara dengan informasi yang diberikan".
"Informasi apa?", tanya Myro penasaran.
Katia tidak langsung menjawab "Tuan, aku yakin kalian semua tahu bahwa Raja Azeroth V memiliki beberapa istri dan anak. Namun hampir semua pernikahan Raja Azeroth V adalah pernikahan politik yang bertujuan memperkuat kerajaan Azeroth dengan para pejabat ataupun bangsawan yang ada di kerajaan ini atau kerajaan lain. Meskipun begitu, aku mendengar Raja Azeroth hanya mempunyai 1 istri yang tidak berasal dari latar belakang apapun".
"Istrinya itu berasal dari keluarga kecil di desa, ia datang ke ibukota untuk mencari penghasilan yang cukup bagi keluarganya yang kelaparan di desa. Tapi siapa yang berpikir, ia datang ke ibukota bisa dipilih Raja Azeroth V sebagai istrinya. Ia sangat mencintai istri tersebut, Raja Azeroth V bersamanya bukan karena keuntungan politik. Masalahnya istri Raja Azeroth V itu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, ia hanya meninggalkan 1 putra yang sekarang menjadi pangeran ke 10, informasi penting yang aku dapatkan itu mengenai pangeran ke 10".
Myro langsung berdiri dari kursinya, lebih tepatnya Myro dan Ren sama-sama sudah mengerti maksud dari perkataan Katia serta informasi apa yang ia beli dari pedagang.
Di antara semua orang, hanya Yorou yang terlihat tidak peduli. Bukan sebab Yorou terlalu bodoh sehingga tidak mengerti pembicaraan mereka melainkan ia sama sekali tidak tertarik.
Yorou sama seperti Falka dan para petarung yang lain, tugas ahli strategi yaitu memikirkan strategi agar tuan bisa menang sedangkan mereka para petarung hanya perlu bertarung melawan musuh tuan. Jadi, ia tidak tertarik mengetahui masalah politik.
Melihat Myro dan Ren sudah mengerti, Katia tersenyum dan ia tidak perlu repot-repot lagi menjelaskan informasi yang sudah ia beli "Tuan, rencana yang aku sarankan kepada tuan kali ini akan membuat tuan mendapatkan dukungan dari raja. Tetapi di sisi lain, juga akan ada banyak pangeran, bangsawan, pejabat politik dan militer yang memusuhi tuan. Menurutku lebih baik mendapatkan dukungan dari raja, dibandingkan orang-orang seperti pangeran serta para pejabat lainnya. Bagaimanapun selama Raja Azeroth V masih hidup, jalan peningkatan kekuasaan tuan di masa depan pada Kerajaan Azeroth akan menjadi semakin mudah. Tidak peduli apa, keputusan masih ada di tangan tuan! Apabila tuan merasa ide ku tidak bagus, Katia akan membuat ide yang lain secepat mungkin bagi tuan sebelum bertemu Raja Azeroth V".
Myro melambaikan tangannya sebelum kembali duduk di tahta emas "Katakan rencana mu, aku juga mengerti bahwa kita harus mengambil beberapa resiko agar mendapatkan dukungan dari Raja Azeroth V".
Katia mengangguk, Myro selesai membuat keputusan sehingga ia tidak perlu ragu lagi "Tuan, rencanaku adalah--".
...----------------...
__ADS_1
Myro kembali bersama Ren dan Yorou ke villa Herfu setelah makan siang, saat itu belum ada seorangpun yang kembali baik Herfu atau Loir.
Pada malam hari, Herfu dan Loir akhirnya kembali.
Herfu yang baru kembali dari istana raja segera memberitahu Myro, Raja Azeroth V siap menemui mereka besok pagi.
Bukan hanya Myro yang terkejut mengetahui berita tersebut, Loir yang ada di samping ikut terkejut.
Melihat wajah terkejut 2 orang itu, Herfu tersenyum pahit "Pada saat mendengar keputusan raja, aku juga sangat terkejut. Nampaknya raja benar-benar sangat menghargai kemenangan kita, kalian harus beristirahat secepat mungkin malam ini agar tidak membuat masalah di acara besok. Bahkan raja meluangkan waktu bagi kita di tengah kesibukannya, hadiah dari raja pasti tidak akan mengecewakan, jangan sampai kalian membuat kesalahan di pertemuan besok".
Myro dan Loir mengangguk setuju, walaupun Loir merupakan anak Grand Duke tapi ia belum pernah bertemu secara langsung dengan raja.
Sosok Raja Azeroth V yang harus mengelola seluruh kerajaan yang luas setiap harinya sama sekali tidak memiliki waktu luang hanya untuk anak seorang Grand Duke tanpa alasan yang jelas, paling banyak hanya ayah Loir yang pernah bertemu raja dulu.
...----------------...
Keesokan paginya, matahari baru terbit dan cahayanya menyinari tanah.
Di ibukota, sudah ada banyak sekali penduduk yang berkumpul di jalanan. Mereka berdiri di sisi kiri dan kanan jalanan, sama sekali tidak ada siapapun yang berdiri di tengah-tengah jalan seakan-akan mereka sedang menunggu sesuatu lewat.
Tidak, semua penduduk pergi dari rumah mereka pagi-pagi sekali memang sedang menunggu seseorang lewat, mereka menunggu Herfu, Myro dan yang lainnya lewat dan menuju ke istana.
__ADS_1
Bagaimanapun mereka mendapatkan pengumuman kemarin, hari ini adalah waktunya pembagian hadiah, terutama kepada 3 orang yang paling berperan besar di medan perang.
Di antara 3 orang tersebut, 2 orang masih sangat muda yang tidak lain adalah Loir dan Myro.
Mereka dijuluki sebagai pemimpin masa depan Kerajaan Azeroth, jadi orang-orang banyak berkumpul di jalanan untuk melihat sosok anak muda seperti apa yang berkesempatan menjadi pemimpin besar di Kerajaan Azeroth.
Perlahan-lahan kereta kuda yang berwarna coklat serta dilengkapi garis-garis emas melewati jalan-jalan ibukota di bawah teriakan hormat para penduduk.
Herfu membuka jendelanya sambil melambaikan tangannya ke arah para penduduk yang bersemangat menyambutnya.
Bahkan ada beberapa orang yang berani langsung memberi bunga kepada Herfu, tentunya Herfu tidak menolak kebaikan tersebut.
Loir juga mengikuti tindakan ayahnya yang membuka jendela untuk memberikan lambaian tangan kepada orang-orang yang menyambut di sekitarnya, Myro yang berada di barisan paling belakang dari 3 kereta kuda ikut melakukan hal yang sama.
Ketika sampai di istana Kerajaan Azeroth, Myro merasa seluruh tangannya sakit akibat harus terus melambaikan tangannya selama hampir 1 jam.
Di ibukota, kereta kuda tidak boleh berjalan terlalu cepat, jika mereka bergerak terlalu cepat maka orang-orang yang ada di kereta kuda harus ditangkap.
Oleh karena itu, membutuhkan waktu 1 jam dari villa Herfu ke ibukota, jika tidak ada aturan kecepatan kereta kuda, mereka pasti sudah sampai di istana hanya dengan waktu 25 menit.
Myro tiba-tiba melihat melalui jendela, ada sebuah istana yang sangat besar di tengah-tengah ibukota.
__ADS_1
Bukan hanya itu, di sekitar istana tersebut terdapat tembok yang menjaga istana supaya orang-orang tidak bisa sembarangan bergegas menuju istana.
Daripada sebuah istana, Myro yang mengamati semua itu merasa tempat ini lebih cocok dipanggil sebuah kota di ibukota sebab ukuran istana yang terlalu besar dan ada tembok kota juga yang melindungi istana tersebut.