
Raja Kavaleri II menatap pedang yang menusuk tubuhnya dengan senyum sedih, setelah itu ia memuntahkan seteguk darah lagi sebelum berkata "Kapten 10.000 pasukan dari Kerajaan Azeroth benar-benar sangat hebat, aku kalah melawan mu".
Jerat yang sudah menusuk Raja Kavaleri II menggelengkan kepalanya dengan tegas "Sekarang aku memang berhasil mengalahkan mu, tapi jika kau 10 atau 20 tahun lebih muda lagi, maka aku pasti kalah. Semakin tua seseorang maka mereka menjadi semakin cepat kelelahan serta melemah, oleh karena itu aku bisa menang darimu. Raja Kavaleri II, kau adalah seorang prajurit yang hebat".
Raja Kavaleri II menutup matanya, darah bisa terlihat jatuh melalui mulutnya "Kalah pada akhirnya tetap kalah, tidak peduli apapun alasannya maka sekarang kau sudah mengalahkan ku yang menunjukkan bahwa kau lebih kuat dariku. Terima kasih, Jerat! Setidaknya aku Raja Kavaleri II juga bisa mati sebagai seorang prajurit yang sudah bertarung dengan berani untuk tanah airku, dengan ini maka aku tidak memiliki penyesalan lagi! Di tambah aku mati oleh prajurit kuat sepertimu!".
Tubuh Raja Kavaleri II yang sudah seputih kertas akhirnya jatuh dengan berat ke tanah, darah terus mengalir dari tubuhnya dan mewarnai tanah di bawahnya.
Jerat melihat ke arah Raja Kavaleri II yang sudah mati di tanah dengan sedikit tersenyum sedih, tidak peduli seberapa kuatnya seorang prajurit maka mereka ditakdirkan untuk kalah dari usia, Raja Kavaleri II merupakan contoh terbaik.
Menggelengkan kepalanya, Jerat menarik kembali pedangnya dari tubuh Raja Kavaleri II sebelum mengangkat pedangnya tinggi-tinggi ke arah langit "Aku, Jerat yang merupakan kapten pasukan elit di bawah pangeran ke 4, dengan ini aku sudah mengalahkan pemimpin musuh, Raja Kavaleri II!".
"Aaaaa!", para prajurit Kerajaan Azeroth yang ada di sekitar dan tidak mengejar musuh mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi lalu berteriak dengan penuh semangat, bagaimanapun mereka yang sudah siap untuk pergi ke peperangan dimana yang memiliki kemungkinan besar untuk kalah ini berakhir dengan kemenangan, mereka pasti sangat senang terhadap hal tersebut.
Teriakan senang para prajurit Kerajaan Azeroth terus bergema di padang rumput tersebut, bahkan pangeran ke 4 yang menonton di kejauhan ikut tersenyum.
Falka yang ada di samping Myro tidak bisa untuk tidak sedikit mengangguk "Kapten Jerat ini cukup cerdas, ia tahu bahwa dirinya bukan lawan dari Raja Kavaleri II apabila mereka bertarung secara langsung. Jadi ia memutuskan untuk bertarung selama mungkin dengan Raja Kavaleri II, Kapten Jerat tahu bahwa musuh sudah sangat tua sehingga menjadi lebih mudah lelah yang menjadi waktu terbaiknya untuk menyerang. Cukup baik! Jerat ini bisa berada di posisi Kapten 10.000 pasukan elit bukan tanpa alasan, ia memang memiliki kekuatan serta kecerdasan yang cukup!".
__ADS_1
Myro juga mengangguk, ia dapat merasakan bahwa Jerat sangat membuang-buang waktu ketika bertarung dengan Raja Kavaleri II, lebih tepatnya ia menunggu Raja Kavaleri II hingga kelelahan sebelum menyerang balik.
Dengan ini, maka Raja Kavaleri II yang merupakan raja Kerajaan Kavaleri sekarang sudah jatuh.
Jendral Ritke yang merupakan jendral terbesar perbatasan di militer Kerajaan Kavaleri serta Raja Kavaleri II yang merupakan pemimpin Kerajaan Kavaleri sekarang sudah mati, semua orang yang mengetahui berita ini pasti tahu bahwa Kerajaan Kavaleri sudah berakhir.
...----------------...
Pada malam harinya para pasukan beristirahat kembali ke Benteng Trock, berdasarkan laporan maka pangeran ke 4 kehilangan 500 pasukan di perang ini, 100 prajurit luka berat serta 800 prajurit terluka ringan yang tidak akan mempengaruhi mereka untuk ikut berperang.
Jumlah korban itu sangat sedikit sebab mereka berhasil membunuh sekitar 5000 pasukan musuh sedangkan 2000 lainnya berhasil melarikan diri. Apa yang paling penting yaitu hampir semua kavaleri elit mereka sudah mati, hal ini berarti bahwa prajurit yang berhasil melarikan diri hanya prajurit normal yang seharusnya tidak menjadi ancaman bagi mereka.
Lagipula masih ada beberapa kekuatan bangsawan Kerajaan Kavaleri yang menguasai kota ini, selama bangsawan itu menyerah dan siap melepaskan jabatannya maka pangeran ke 4 bisa membiarkan mereka hidup sedangkan siapapun yang melawan akan dihukum mati.
Pasukan bergerak dengan mudah merebut kota-kota ini, namun mereka semua tahu bahwa masih ada seorang musuh lagi yang cukup berpengaruh di Kerajaan Kavaleri yaitu Duke Gav.
Kerajaan Kavaleri tidak memiliki wilayah yang luas, oleh karena itu mereka hanya memiliki 1 Duke tanpa ada yang memegang gelar bangsawan Gran Duke yaitu Duke Gav.
__ADS_1
Ia menguasai 5 kota di Kerajaan Kavaleri, jika ia melawan maka mereka masih harus berperang lagi yang cukup merepotkan.
Pada hari ke 2 perjalanan merebut kota-kota, sebagian besar bangsawan Kerajaan Kavaleri memilih menyerah sedangkan sebagian kecil bangsawan yang setia memilih untuk melawan sampai akhir.
Tetapi para bangsawan kecil ini paling banyak hanya memiliki 100 hingga 500 pasukan, belum lagi semua pasukan mereka sangat jauh dari pasukan elit yang membuat mereka dikalahkan dengan mudah.
Pada malam hari ke 3, mereka sudah merebut hampir setengah dari kota di Kerajaan Kavaleri yaitu sekitar 7 kota, lalu 5 kota lainnya di tangan Duke Gav dan keluarga kerajaan memegang 2 kota.
Jangan lihat keluarga kerajaan yang hanya memegang 2 kota, jauh lebih sedikit dari kota di tangan Duke Gav, tapi 2 kota itu merupakan kota terbesar di Kerajaan Kavaleri yaitu Ibukota Kerajaan Kavaleri serta kota perdagangan terbesar di kerajaan ini. Oleh karena itu, 2 kota di tangan keluarga kerajaan jauh lebih baik daripada 5 kota di tangan Duke Gav yang merupakan kota berukuran kecil.
Bahkan di antara 5 kota yang dimiliki Duke Gav, hanya 1 kota yang memiliki tembok kota sedangkan 4 kota yang lain hanya memiliki pagar kayu di sekitar kota, lebih tepatnya hampir semua kota bangsawan di Kerajaan Kavaleri hanya dilindungi pagar kayu yang sangat berbeda dari Kerajaan Azeroth. Hampir semua kota di Kerajaan Azeroth sudah dilindungi tembok batu, hal ini menunjukkan perbedaan kekuatan Kerajaan Kavaleri dan Kerajaan Azeroth sebagai kerajaan terkuat di Benua Utara.
Walaupun begitu, Myro tidak keberatan dengan kota-kota yang hanya memiliki pagar kayu ini sehingga mereka bisa merebut kota-kota ini dengan mudah tanpa harus mendapatkan banyak korban.
Karena hari ke 3 sudah malam, jadi pangeran ke 4 memutuskan para prajurit untuk membuat perkemahan di sebuah kota yang mereka rebut lalu mengirim Firhel untuk menemui Duke Gav sebagai utusan pangeran ke 4 agar sang Duke menyerah. Apabila Duke menyerah, maka pangeran ke 4 mungkin bisa membiarkan ia mendapatkan beberapa jabatan di Kerajaan Azeroth walaupun ia harus kehilangan gelar Duke dan wilayahnya.
Semua petinggi yang lain juga setuju terhadap rencana tersebut, bagaimanapun bisa merebut 5 kota tanpa berperang merupakan pilihan terbaik bagi mereka.
__ADS_1
Apalagi Duke Gav memiliki sebuah kota yang dilindungi tembok batu, dengan mengumpulkan semua prajurit dari 4 kota yang lain untuk berkumpul di kota yang memiliki tembok batu, maka mereka pasti membutuhkan banyak korban lagi untuk merebut kota tersebut.
Jadi apabila bisa merebut kota milik Duke Gav tanpa berperang merupakan rencana terbaik.