
Bukan hanya Myro yang penasaran, Tarka dan Yorou ikut bertanya-tanya mengenai apa yang membuat Carla percaya diri.
Carla berjalan mendekati Yorou secara perlahan-lahan, tidak ada sedikitpun jejak rasa khawatir dan takut pada dirinya.
Ketika Carla tinggal 5 langkah lagi dari Yorou, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Carla mengambil sebuah pedang perak tipis yang ia sembunyikan dibalik lengan bajunya lalu menusuk ke arah Yorou.
Melihat pedang perang bergegas menuju lehernya, Yorou sangat terkejut sebab kecepatan ataupun kekuatan pedang Carla tidak lebih lemah daripada beberapa jendral hebat yang pernah ditemui Yorou.
Walaupun Carla belum sekuat Falka dan Retya, tapi menurut pendapat Yorou, gerakannya tidak lebih lemah daripada Torner.
Jika Carla menyerang orang lain seperti Tarka, ia mungkin memiliki kesempatan membunuhnya menggunakan serangan kejutan dimana seseorang tidak mengetahui Carla mampu bertarung.
Tetapi Carla salah memilih lawan kali ini, orang yang ada di depannya merupakan sosok yang bisa melawan Falka sekalipun sehingga serangan kejutan Carla sama sekali bukan apa-apa.
Yorou melempar Loir yang tidak sadar ke samping, lalu ia menarik pedangnya untuk bertabrakan bersama pedang Carla.
"Tang!".
Pedang di tangan Carla terlempar sejauh puluhan meter akibat serangan Yorou, setelah itu Yorou menahan lengan Carla dan meletakkan pedang di lehernya agar Carla tidak melawan lagi.
Saat semua orang kembali sadar, Carla sudah tertangkap di tangan Yorou.
Meskipun pada akhirnya Carla tetap tertangkap, banyak orang tidak percaya bahwa Carla yang terlihat lembut dan lemah dapat mempunyai kekuatan menakutkan seperti itu.
__ADS_1
Bahkan Myro tidak bisa untuk tidak berkata "Nona Carla, aku belajar banyak hari ini dari dirimu! Jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya, apabila lawan mu bukan Yorou maka kau pasti telah berhasil".
Carla yang merasakan sebuah pedang dingin di lehernya tersenyum pahit "Earl Myro mengejekku, sebelumnya aku berpikir rencana ku berhasil. Tidak ada seorangpun yang mengetahui aku ahli bertarung menggunakan pedang kecuali ayahku, selain itu ayahku juga mengakui kekuatanku. Menurutnya di seluruh Kerajaan Azeroth, seharusnya tidak banyak orang yang menjadi lawan ku. Namun sepertinya aku terlalu sombong, pada akhirnya ada langit di atas langit, masih banyak orang lebih kuat daripada diriku. Sekarang aku percaya, Earl Myro memang memiliki banyak sekali bakat yang mengikutinya, lain kali aku harus mempercayai Loir lebih banyak lagi".
Yorou yang menangkap Carla menggelengkan kepalanya "Gerakan mu barusan sangat bagus, kalau kau tidak bertindak sembarangan seperti maju untuk berhadapan langsung denganku, aku pasti tidak dapat menangkap mu semudah ini".
Myro tersenyum tapi tidak berbicara banyak lagi, perkataan Yorou barusan benar. Tidak ada seorangpun yang berpikir Carla mampu bertarung, Tarka dan Torner yang sibuk bertarung sekalipun menghentikan pertarungan mereka sebab masih terkejut.
"Carla, nampaknya Herfu tua benar-benar menyembunyikan kemampuanmu dengan baik. Sebagai pamanmu sekalipun, aku tetap tidak tahu apa-apa mengenai kemampuan bertarung mu", kata Tarka tersenyum pahit. Jika dirinya yang ada di posisi Yorou barusan, Tarka mungkin sudah mati di bawah pedang Carla.
"Paman Tarka, ini bukan salah anda! Baik aku dan ayah setuju merahasiakan kekuatanku dari orang lain, Loir dan Rilia juga tidak tahu apa-apa", kata Carla yang tidak terlihat khawatir sedikitpun setelah tertangkap "Earl Myro, aku mengakui kekalahan ku, tapi kau belum menang sebab lawan mu yang sebenarnya bukan aku, melainkan orang lain".
Ketika perkataan Carla selesai, ribuan penjaga yang dari tadi diam menarik pedangnya dan mengepung Myro serta yang lainnya.
"Anda salah, Earl Myro! Dari awal, aku tidak mempercayai mereka", kata Carla tersenyum.
Sebelum mereka berbicara lebih banyak lagi, suara tepuk tangan terdengar di antara ribuan penjaga yang mengepung mereka.
Tidak lama kemudian, sosok pria berusia 40 tahun dengan wajah ganas dan tubuh seperti beruang muncul dari balik ribuan penjaga "Aku telah mendengarkan kehebatan Earl Myro sebelumnya, itu sama sekali bukan kebohongan".
"Siapa kau?", tanya Myro dingin.
"Maaf terlambat memperkenalkan diri, namaku Kirdev, wakil 2 Jendral Torte!", kata pria tersebut memperkenalkan dirinya "Earl Myro, aku rasa kita tidak perlu bertarung. Selama Tuan Earl menyerahkan Nona Carla kepada kami, aku akan membiarkan anda dan Jendral Tarka pergi dari sini hidup-hidup. Bagaimana? Bukankah anda menangkap Nona Carla agar bisa melarikan diri dari Kota Rayde juga?".
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku menolak?", kata Myro tersenyum tidak peduli "Wanita cantik sudah ada di tanganku, bagaimana mungkin aku melepaskannya untuk diberikan kepada pria lain?".
"Earl Myro seharusnya bukan orang bodoh", kata Kirdev percaya diri "Anda pasti melihat keadaan kalian sekarang, tidak peduli seberapa kuat pengawal Earl Myro, sulit untuk tetap bertahan hidup dan melarikan diri dari pengepungan ribuan pasukan. Di antara hidup dan wanita cantik, Earl Myro pasti membuat pilihan yang tepat bukan?".
"Kau benar, jawabannya mudah!", kata Myro mengangguk "Pilihanku yaitu semuanya! Aku tidak akan memberikan hidup kami ataupun wanita cantik!".
"Earl Myro tidak memberiku pilihan lain kalau begitu, Jendral Torte memberitahuku bahwa aku harus membawa Carla pada dirinya. Apabila aku gagal, aku pasti dihukum mati! Oleh karena itu, aku hanya bisa menyerang Earl Myro sekarang! Kalian semua, bunuh mereka dan jangan biarkan 1 orangpun hidup kecuali Carla dan Loir!", teriak Kirdev.
Ribuan penjaga bergegas menyerang Myro dan yang lainnya dari semua arah, bahkan Yorou berjalan mendekati Myro sambil tetap membawa Carla. Yorou sekalipun tidak yakin mampu melawan ribuan pasukan sendirian, tapi setidaknya ia yakin selama dirinya memakai kekuatan penuh maka ia dapat membawa Myro pergi dari sini hidup-hidup.
"Torner, bawa Loir yang belum sadar", kata Carla lalu menatap Myro "Tuan Earl, sekarang kita berada di posisi yang sama. Aku rasa kita harus saling bekerja sama supaya pergi dari sini hidup-hidup bukan? Paman Tarka, bagaimana pendapatmu?".
Torner yang ada di sisi lain membawa tubuh Loir di tangan kirinya dan tombak pada tangan kanannya. Meskipun ia tahu sulit pergi dari sini hidup-hidup, tetapi kesetiaannya kepada Jendral Herfu tidak perlu diragukan, jadi ia akan bertarung walaupun itu berarti kehilangan hidupnya.
"Nak Myro, kita mungkin tidak memiliki pilihan lain kecuali bekerja sama! Bagaimanapun, kita sekarang mempunyai musuh yang sama", kata Tarka hati-hati, ia sendiri tidak percaya diri untuk lolos dari pengepungan ini tanpa adanya bantuan yang datang membantu.
"Apa boleh buat, kita akan bekerja sama sementara waktu! Tetapi Nona Carla, setelah pertarungan ini selesai, aku akan membuatmu menjawab semua pertanyaan ku karena aku ada banyak pertanyaan yang membutuhkan kau untuk menjawabnya", kata Myro suram, ia merasa Carla masih menyembunyikan banyak hal.
"Jangan khawatir, aku selalu berada di tangan pengawal mu, oleh karena itu aku tidak akan bisa melarikan diri", kata Carla setuju.
Ketika pertarungan akan di mulai, suara banyak langkah kaki yang mendekati ruang pesta terdengar.
Wajah semua orang menjadi berhati-hati, baik itu Myro dan yang lainnya ataupun Kirdev di pihak musuh sebab mereka tidak tahu apakah orang yang datang ini adalah rekan atau musuh.
__ADS_1