
Ketika Raja Kavaleri II masih sibuk bertarung bersama Jerat walaupun sudah setengah jam berlalu, bahkan baik itu Jerat ataupun Raja Kavaleri II sudah memiliki beberapa luka pada tubuh mereka serta bernafas dengan berat yang menunjukkan bahwa mereka kelelahan.
Seorang prajurit Raja Kavaleri II tiba-tiba berjalan sedikit mendekat sebelum berteriak "Yang mulia, ada laporan yang penting!".
Raja Kavaleri II menggerakkan kudanya mundur dari Jerat, ia menghapus keringat yang ada di wajahnya sambil berkata "Laporan apa? Apakah kau tidak melihat bahwa aku sedang sibuk melawan kapten musuh?".
"Maaf karena sudah menganggu pertarungan penting yang mulia, tapi hal ini benar-benar sangat penting sehingga yang mulia harus segera mengetahuinya", kata prajurit tersebut.
"Katakan!", jawab Raja Kavaleri II, ia tahu bahwa berdasarkan perkataan prajurit tersebut maka keadaan ini sangat buruk.
"Baik yang mulia! Kavaleri yang berada di sayap kanan sudah dihancurkan, 500 pasukan kavaleri musuh mulai menyerang infanteri bagian kanan kita yang sangat mempengaruhi jalannya peperangan. Jika terus seperti ini, maka infanteri kita akan hancur di bawah serangan kavaleri musuh", teriak prajurit tersebut.
"Apa? Kavaleri di sayap kanan sudah kalah? Walaupun kavaleri elit kita sudah terluka berat akibat perang sebelumnya, seharusnya musuh masih tidak bisa mengalahkan mereka semudah itu! Apa yang sebenarnya terjadi?*, teriak Raja Kavaleri II bingung.
Prajurit itu berkeringat dingin "Yang mulia, nampaknya setiap pasukan kavaleri musuh sangat terlatih, mereka bisa bergerak dengan gesit dan membunuh kavaleri kita tanpa membuang-buang banyak waktu. Dihadapan pasukan kavaleri dengan zirah besi ringan ini, pasukan kavaleri elit kita tidak bisa menahan mereka!".
"Sehebat itu? Apakah Kerajaan Azeroth juga membawa pasukan kavaleri elit mereka? Seharusnya tidak! Bagaimanapun aku sudah mendapatkan informasi bahwa Kerajaan Azeroth hanya memberikan pangeran ke 4 sekitar 4000 pasukan infanteri elit Kerajaan Azeroth!", kata Raja Kavaleri II yang tidak mengerti darimana datangnya kavaleri elit milik musuh ini.
Saat Raja Kavaleri II masih bingung, Jerat sudah tertawa keras "Myro memang tidak mengecewakan, bukan hanya memiliki jendral dan ahli strategi yang hebat, bahkan pasukan kavaleri yang ia bawa jauh lebih kuat daripada kavaleri elit milik musuh. Aku tidak boleh kalah dari anak muda seperti itu, aku juga harus menyelesaikan pertarungan disini dengan cepat!".
__ADS_1
"Myro? Siapa itu?", tanya Raja Kavaleri II bingung, lagipula nama Myro tidak pernah terkenal sebelumnya sehingga Raja Kavaleri II tidak tahu nama tersebut.
"Itu nama orang yang ditakdirkan menjadi terkenal suatu hari nanti, seorang pemberani dari Kerajaan Azeroth kami!", teriak Jerat yang melangkah maju lagi untuk menyerang Raja Kavaleri II.
"Beritahu infanteri di sisi kanan untuk menahan pasukan musuh selama mungkin, aku tidak bisa memberikan saran apapun lagi sebab aku harus melawan pemimpin musuh", kata Raja Kavaleri II yang langsung berlari untuk bertarung melawan Jerat.
Melihat Raja Kavaleri II benar-benar disibukkan oleh Jerat, prajurit itu hanya bisa kembali untuk mengatakan apa yang dikatakan Raja Kavaleri II kepada pasukan infanteri di sisi kanan.
Saat ini di bagian lain dari medan perang, seorang anak berusia 10 tahun duduk tegak di atas kudanya.
Meskipun ia masih berusia 10 tahun, ada banyak sekali darah di seluruh tubuhnya yang sangat tidak cocok dengan dirinya yang masih terlihat seperti anak-anak.
Tetapi darah ini bukan berasal dari tubuhnya, melainkan semua darah itu adalah darah dari musuh-musuhnya yang ia kalahkan di medan perang ini.
Ren yang selalu berada di samping Myro tidak bisa untuk tidak bertanya "Tuan, bagaimana peperangan paling awal yang anda miliki?".
Myro tidak langsung menjawab pertanyaan itu, ia melihat ke arah langit lalu berkata "Aku tidak tahu, mungkin aku merasa gugup di awal dan bersemangat untuk menang di tengah pertarungan. Setelah peperangan selesai, aku merasa senang karena bisa berhasil menang, tapi di sisi lain aku juga merasa sedih sebab sudah membunuh banyak orang, lagipula orang-orang yang aku bunuh ini juga memiliki keluarga mereka sendiri. Ren, apakah rasa bersalah yang aku rasakan ini aneh?".
Ren sedikit tersenyum terhadap jawaban Myro "Tuan, tidak ada yang aneh dari merasa bersalah, anda hanya perlu mengingat bahwa jika anda tidak mengalahkan mereka maka tuan yang akan kalah sehingga apa yang tuan lakukan itu tidak salah. Tetapi tuan tidak boleh menghapus rasa bersalah itu sebab itu yang membuat seseorang tetap menjadi manusia, apabila seseorang sudah membunuh orang lain yang tidak memiliki dendam apapun, lalu mereka tidak merasa bersalah maka mereka sudah kehilangan sifat manusia mereka. Tuan, seorang prajurit mungkin tidak masalah terhadap hal itu, namun anda adalah seorang pemimpin".
__ADS_1
"Tuan tidak boleh kehilangan sifat manusia milik tuan, pemimpin yang kehilangan sifat manusia miliknya akan menjadi diktator atau raja yang kejam terhadap para penduduknya! Tuan harus tetap mempertahankan rasa bersalah itu dan terus maju, jangan sampai rasa bersalah itu menekan tuan tapi jangan sampai juga tuan kehilangan rasa bersalah itu. Hanya dengan melakukan semua ini, maka tuan bisa menjadi pemimpin yang baik di masa depan".
"Apakah seperti itu?", kata Myro yang sedikit mengangguk.
Ren kembali berkata "Tuan masih muda sekarang, ada banyak hal yang masih harus tuan pelajari. Tapi setelah 10 tahun bahkan puluhan tahun di masa depan, semua yang tuan pelajari hari ini akan menunjukkan hasilnya. Aku harap di masa depan, tuan bisa menjadi tuan yang bijak serta baik seperti sekarang!".
Myro menarik nafasnya, ia kembali memperhatikan medan perang sebelum berkata "Dimana Falka?".
"Disana", kata Ren yang menunjuk sebuah arah.
Myro menatap ke arah dimana Ren menunjuk untuk menemukan Falka yang melawan puluhan pasukan infanteri musuh secara sendirian tanpa masalah, setiap serangan Falka maka tidak ada seorangpun infanteri di sekitar Yan Isa menghentikannya.
"Kalau begitu ayo kita pergi juga, peperangan ini belum selesai", kata Myro yang melangkah maju bersama kudanya.
Ren tidak banyak berbicara lagi dan hanya mengikuti Myro, mereka mulai bertarung lagi.
...----------------...
Dengan bantuan Kavaleri Mongol Myro yang sudah menghancurkan sayap kanan dan infanteri musuh maka pasukan Kerajaan Kavaleri mulai runtuh, dukungan Kavaleri Mongol Myro membuat pasukan infanteri elit Kerajaan Azeroth bisa mengalahkan pasukan musuh dengan lebih mudah.
__ADS_1
Bahkan kavaleri elit di sayap kiri musuh sudah dihancurkan, kemenangan Kerajaan Azeroth sudah ada di depan mata.
Sekarang pertarungan yang masih berlangsung yaitu pertarungan antara Jerat dan Raja Kavaleri II.