
Para pasukan Kerajaan Kavaleri tentunya melihat Raja Kavaleri III yang jatuh duduk di tanah sambil gemetar dengan ketakutan, hal ini tentunya membuat para pasukan Kerajaan Kavaleri marah.
Bagaimanapun mereka bertarung dengan setia untuk Raja Kavaleri III, mereka mencoba melindunginya meskipun itu mungkin berarti mengorbankan hidup mereka sendiri.
Tetapi Raja Kavaleri III yang mereka lindungi gemetar ketakutan, para pasukan ini merasa akan berteriak dengan marah bahwa jika kau takut, lain kali jangan bersikap sombong seperti tadi.
Walaupun mereka marah, kesetiaan mereka terhadap Raja Kavaleri II yang merupakan ayah dari raja sekarang masih ada, oleh karena itu mereka tidak bisa mengkhianati anak dari raja mereka sebelumnya.
Seorang pasukan yang sedang menahan pasukan Kerajaan Azeroth berteriak marah "Apa yang kalian para menteri lakukan? Cepat bantu yang mulia untuk pergi dari sini, medan perang ini sudah tidak bisa dipertahankan lagi".
Perkataan prajurit itu benar, mereka memiliki jumlah pasukan yang lebih sedikit daripada musuh, selain itu Raja Kavaleri III adalah pemimpin yang penakut tanpa keberanian sedikitpun. Tidak peduli dilihat darimanapun, sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memenangkan perang ini, saat ini mereka hanya bisa memikirkan cara agar Raja Kavaleri III melarikan diri.
Selama Raja Kavaleri III tidak terbunuh ataupun ditangkap oleh pasukan musuh, maka darah dari Keluarga Kerajaan Kavaleri tidak akan mati, mungkin anak atau cucu dari Raja Kavaleri III di masa depan bisa menjadi seorang pemimpin hebat dan merebut kembali wilayah mereka.
Mendengar teriakan para prajurit, menteri-menteri yang berdiri ketakutan di belakang kembali sadar.
Mereka adalah menteri yang mengurus masalah pemerintahan Kerajaan Kavaleri, tidak aneh apabila mereka juga takut terhadap medan perang seperti ini sebab sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang tidak pernah berperang secara langsung.
__ADS_1
Beberapa menteri yang setia menekan rasa takut mereka, setelah itu mereka berlari untuk mendekati Raja Kavaleri III sambil membantunya berdiri "Yang mulia, kita harus melarikan diri dari ibukota ini dulu!".
Raja Kavaleri III yang ketakutan kembali sadar, walaupun wajahnya masih seputih kertas tapi ia masih bisa bersikap sangat sombong "Apa yang kau katakan? Sebagai raja Kerajaan Kavaleri maka aku tidak bisa mundur, aku adalah raja--".
Sebelum Raja Kavaleri III bisa menyelesaikan perkataannya, seorang menteri berteriak dengan tegas "Yang mulia, anda harus melihat keadaannya sekarang! Apabila terus seperti ini maka hanya masalah waktu sebelum musuh bisa menyerbu Ibukota Kerajaan Kavaleri, tidak ada lagi kesempatan bagi kita untuk menang. Tetapi selama anda masih hidup maka masih ada kesempatan bagi Kerajaan Kavaleri untuk kembali, sedangkan jika anda mati maka Kerajaan Kavaleri juga pasti berakhir. Aku harap yang mulia bisa mengerti hal ini, mundur bukan berarti penakut! Melainkan anda yakin bahwa di masa depan yang mulia bisa merebut kembali Kerajaan Kavaleri!".
Melihat para menteri yang lain juga menatapnya dengan tegas, lalu mengamati seluruh medan perang di sekitarnya dimana sebagian besar pasukan Kerajaan Kavaleri yang mempertahankan tembok ini sudah mati, Raja Kavaleri III yang bodoh sekalipun tahu bahwa ia sudah kalah.
Wajah Raja Kavaleri III berubah menjadi suram, ia terlihat lebih tua sebanyak 10 tahun dari sebelumnya dan berkata dengan lemah "Ayo mundur lebih dulu, meskipun aku kalah kali ini, di masa depan aku pasti kembali untuk merebut Kerajaan Kavaleri milikku!".
Para menteri di sekitar membungkuk kepada Raja Kavaleri III "Pilihan yang bijak, yang mulia! Kami akan menemani yang mulia untuk merebut kembali Kerajaan Kavaleri di masa depan!".
Ketika Raja Kavaleri III baru berencana untuk melarikan diri, sosok Jerat yang baru naik ke atas tembok kota terlihat.
Jerat menatap tajam ke arah Raja Kavaleri III yang mencoba untuk melarikan diri sebelum berkata "Jangan berpikir kau bisa melarikan diri, aku akan membawamu kembali ke pangeran ke 4 untuk mendapatkan hadiah milikku!".
Jerat berlari dengan cepat menuju ke Raja Kavaleri III, beberapa pasukan musuh mencoba menghentikan Jerat tetapi mereka langsung jatuh hanya dengan sekali tebasan dari Jerat.
__ADS_1
Melihat Jerat yang semakin dekat dengan cepat, para menteri dan 2 pengawal itu berkumpul untuk menghentikan Jerat, mereka menemukan bahwa Jerat memiliki kekuatan yang sangat kuat sehingga 2 pengawal sama sekali tidak cukup. Jadi para menteri yang sebagian tidak bisa bertarung ini memutuskan untuk menahan Jerat, walaupun mereka tidak bisa bertarung namun setidaknya mereka bisa menahan Jerat walau hanya untuk 1 detik tambahan bagi Raja Kavaleri III melarikan diri.
Raja Kavaleri III terkejut menemukan bahwa semua menteri bersama para pasukannya berusaha sekuat tenaga menahan Jerat ataupun pasukan musuh yang lain, ada sedikit penyesalan di mata Raja Kavaleri III. Seandainya ia tidak melawan pangeran ke 4 lagi dan segera menyerah dari awal, ia bersama para pengikutnya mungkin masih bisa tetap hidup.
"Yang mulia, anda harus pergi secepat mungkin! Jangan hanya berdiri diam disana!", teriak seorang menteri yang menemukan bahwa Raja Kavaleri III hanya berdiri diam di tempat dengan sedih "Pastikan yang mulia membangun kembali Kerajaan Kavaleri".
Mendengar teriakan menterinya tersebut, Raja Kavaleri III berbalik untuk melarikan diri. Meskipun sedang melarikan diri tetapi saat ini hatinya penuh dengan tekad, suatu hari nanti ia pasti menyerang Kerajaan Azeroth lalu membalaskan dendamnya ini.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu melarikan diri!", teriak Jerat ketika menemukan bahwa Raja Kavaleri III sudah lari cukup jauh.
Raja Kavaleri III bernilai 10 koin emas sehingga Jerat akan berusaha sekuat tenaga untuk menangkap atau bahkan membunuhnya.
Tetapi para menteri dan 2 pengawal itu menghalangi jalan Jerat, seorang menteri menarik pedangnya sambil berkata dengan dingin "Lawan mu adalah kami, kau harus membunuh kami dulu sebelum bisa mengejar yang mulia!".
Beberapa menteri yang lain mulai menarik pedang mereka juga, mata mereka dipenuhi oleh dekat, meskipun harus mati sekalipun setidaknya mereka bisa menahan Jerat.
Melihat para menteri dan prajurit yang setia ini, Jerat tersenyum pahit "Nampaknya aku tidak bisa menghentikan Raja Kavaleri III ini, para menteri serta prajurit ini sangat merepotkan. Anak itu beruntung sebab memiliki ayah yang baik sebagai raja sebelumnya, jika tidak maka tidak mungkin para menteri dan prajurit ini setia kepadanya".
__ADS_1
Di sisi lain, Raja Kavaleri III baru turun melalui tangga di atas tembok kota, jalan melarikan diri rahasia terletak di istana Kerajaan Kavaleri yang membuat ia harus kembali ke istananya dulu.
Tetapi saat baru menuruni tangga, Raja Kavaleri III menemukan 2 orang sedang menghalangi jalannya untuk pergi dari sini.