PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 229 : APAKAH KALIAN TIDAK MEMBENCI COUNT KEMENANGAN?


__ADS_3

Myro menunjukkan wajah terkejut dan menyembunyikan rasa marahnya sebaik mungkin supaya identitasnya tidak terungkap "Benarkah? Kenapa pemerintah Kota Rumerk melakukan semua tindakan ini?".


"Orang-orang dari kota lain mungkin tidak tahu, namun kami yang merupakan penduduk Kota Rumerk mengetahui sangat jelas tentang kedekatan pemerintahan Kota Rumerk dengan para pedagang besar di Provinsi Utara dan Provinsi Kemenangan", kata anak tersebut menggelengkan kepalanya "Bahkan walikota Kota Rumerk menikah bersama anak dari pedagang terbesar di Kota Rumerk. Tujuan mereka mengharuskan murid membeli pakaian dan buku dengan harga mahal adalah untuk uang".


"Pemerintah kota sama sekali tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk menyiapkan semua pakaian para murid agar dibeli, jadi mereka bekerja sama dengan pedagang besar. Para pedagang bertugas menyiapkan semua yang dibutuhkan baik dari seragam ataupun buku, lalu pedagang akan memberikannya kepada pemerintah dimana nantinya pemerintah bertugas menjualnya kepada para murid".


Wajah Myro menjadi semakin suram, nampaknya laporan mengenai hubungan dekat antara pemerintah kota dan pedagang besar di Kota Rumerk tidak salah. Belum lagi walikota sendiri menikah dengan anak pedagang terbesar, bisa dikatakan walikota Kota Rumerk merupakan keluarga dari pedagang terbesar di kota ini juga.


Oleh karena itu, tidak aneh walikota Kota Rumerk berusaha membantu para pedagang di kota mencari keuntungan yang lebih besar.


Apabila mereka hanya mencari keuntungan bagi para pedagang yang ada, Myro dapat bersikap tidak peduli sebab semua orang selalu berusaha sebaik mungkin mencari keuntungan. Masalahnya mereka menganggu kepentingan Myro, keuntungan yang mereka cari mengancam masa depan wilayah Myro.


Di antara anak yang tidak bersekolah akibat masalah ekonomi, mungkin ada beberapa anak berbakat yang mampu menjadi tulang penting bagi kekuasaan Myro di masa depan. Tapi pemerintah Kota Rumerk membuat peraturan secara sembarangan untuk keuntungan pedagang yang menyebabkan anak itu tidak bersekolah, tanpa belajar sejak kecil, anak yang seharusnya menjadi bagian penting dari wilayah Myro berakhir gagal.


"Kenapa tidak melapor kepada Count Kemenangan? Bagaimanapun selama Count mengetahui kebenaran yang ada, ia pasti datang menghukum para pejabat yang licik di Kota Rumerk", tanya Myro lagi.


"Apa gunanya?", tanya anak itu menggelengkan kepalanya "Setiap kali mengirim surat, seseorang harus memberikannya kepada kantor pos. Masalahnya hanya ada 1 kantor pos di Kota Rumerk, walikota tidak mengizinkan keberadaan kantor pos lain muncul di kota. Selain itu, kantor pos yang mempunyai izin sebenarnya dipimpin oleh adik walikota. Selama ada berita buruk tentang walikota atau pejabat Kota Rumerk yang terkirim di kantor pos, surat tersebut pasti dibuang".

__ADS_1


"Lalu mereka akan mencari siapa yang mengirim surat dan memberikannya luka berat. Ada banyak sekali orang yang dipukuli akibat berusaha melaporkan kejahatan walikota dan pejabat Kota Rumerk kepada Count Kemenangan, tidak ada seorangpun yang berhasil. Sedangkan pergi sendiri ke Kota Loth untuk mengirim surat, tidak mungkin! Jarak dari Kota Rumerk ke Kota Loth sangat jauh, sekalipun memakai kereta kuda maka membutuhkan waktu berhari-hari. Sekalipun ada kereta kuda, bagaimana uangnya? Tidak semua orang mampu naik kereta kuda".


"Belum lagi masih ada kemungkinan pergi ke Kota Loth tapi gagal menemui Count Kemenangan, sebagai seorang Count, maka Count Kemenangan pasti sangat sibuk. Apakah orang seperti Count Kemenangan akan repot-repot menemui kami, para penduduk tidak dikenal? Pada akhirnya Count Kemenangan memang memikirkan rencana kemakmuran kami, penduduk tingkat menengah serta bawah. Tetapi ia sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan bawah sini sebab Count Kemenangan selalu berada di posisi sangat tinggi hingga tidak mengamati kebenaran di bawahnya".


"Tutup mulutmu!", sebelum Myro mengatakan apapun, sebuah teriakan terdengar.


Myro menatap ke arah asal suara teriakan dan menemukan seorang pria berusia 40 tahun yang sepertinya berencana ke ladang.


Melihat pria yang datang, anak tersebut berkata "Ayah, apakah kau sudah selesai bersiap-siap?".


Mengetahui ayahmu sangat marah, anak tersebut menundukkan kepalanya penuh rasa bersalah "Aku mengerti ayah, aku pasti tidak melakukannya lagi!".


"Baguslah jika kau mengerti, lain kali jangan berbicara sembarangan", kata ayah anak itu.


Myro yang mengamati dari samping diam-diam tersenyum, kalau mereka tahu anaknya sedang berbicara bersama Count Kemenangan secara langsung mengenai bagian buruk dari pemerintahan Count Kemenangan, Myro tidak tahu seberapa ketakutannya mereka yang mengetahui kebenaran.


Tetapi Myro tidak berencana mengungkapkan identitasnya, lagipula ia datang kesini berencana melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


Ayah anak itu berencana membawa anaknya pergi, tapi ia mengamati Myro dulu "Aku tidak tahu darimana kau berasal, namun aku sarankan agar tidak terlalu penasaran atau kau mungkin kehilangan hidupmu".


Ketika ayah dan anak tersebut akan pergi, Myro berbicara lagi "Tunggu dulu, biarkan aku bertanya mengenai 1 hal lagi! Setelah kalian menjawabnya, aku tidak akan menganggu kalian lagi".


Ayah anak tersebut berpikir sebentar sebelum mengangguk ragu "Tanyakan, selama tidak berlebihan, aku akan mencoba membantumu menjawabnya".


"Apakah kalian membenci Count Kemenangan?", tanya Myro hati-hati "Bagaimanapun Count Kemenangan selalu bersikap seakan-akan ia peduli pada penduduk tingkat menengah ke bawah, tapi pada akhirnya Count Kemenangan cuma orang egois yang merasa dirinya benar. Count Kemenangan membuat peraturan yang katanya membantu semua orang, tapi pada akhirnya peraturan Count Kemenangan tetap menguntungkan penduduk tingkat atas atau pejabat lainnya. Apakah kalian tidak membenci Count Kemenangan yang memberi harapan palsu kepada kalian?".


Tiba-tiba Myro menemukan ayah dan anak itu menatap tajam ke arah dirinya, bahkan Yorou diam-diam memegang pedangnya apabila sesuatu yang buruk terjadi.


"Aku telah memberimu peringatan, jangan bicara sembarangan di Kota Rumerk. Tidak, di seluruh Provinsi Kemenangan sekalipun, kau tidak boleh mengejek Count Kemenangan. Aku akan melupakan apa yang kau katakan barusan, namun kalau kau berani mengatakannya lagi, jangan salahkan aku jika harus bersikap kasar!", kata ayah anak itu.


Anak tersebut ikut berteriak "Kakak, aku salah menilai mu, kau bukan orang baik! Siapapun yang berani mengejek Count Kemenangan, ia pasti bukan orang baik! Dengar, suatu hari nanti, aku pasti bekerja keras membantu Count Kemenangan. Meskipun aku hanya menjadi pekerja di ladang seperti ayahku, tapi aku akan berusaha mengembangkan ladang sebaik mungkin agar Count Kemenangan tidak perlu khawatir tentang masalah kekurangan makanan".


Ayah anak itu mengangguk "Semua orang di kota, bahkan seluruh Provinsi Kemenangan menghormati Count Kemenangan. Tanpa Count Kemenangan, bagaimana mungkin seluruh Provinsi Kemenangan dapat hidup makmur tanpa takut terhadap serangan dari kerajaan lain seperti Kerajaan Orc-Goblin? Sekalipun aturan Count Kemenangan masalah sekolah gratis tidak benar-benar membantu kami, namun kenapa kami harus membenci Count Kemenangan? Orang yang salah bukan Count Kemenangan, melainkan para pejabat Kota Rumerk yang mengkhianati kepercayaan dari Count Kemenangan".


"Bagaimanapun Count Kemenangan adalah manusia, tidak aneh kalau ia tidak bisa mengawasi seluruh provinsi secara penuh, kenapa kami harus membencinya? Kami sangat menghormati Count Kemenangan!".

__ADS_1


__ADS_2