
"Benar, aku tidak memiliki benda berharga apapun selain koin emas untuk sekarang. Aku sebenarnya berencana memberimu lebih banyak koin emas lagi, tapi kau tahu sendiri bahwa untuk mempertahankan prajurit dan berperang maka banyak sekali menghabiskan uang. Oleh karena itu, aku hanya bisa memberimu 20 koin emas", kata pangeran ke 4 dengan wajah malu, bagaimanapun Myro sudah membantunya merebut Benteng Trock yang lebih berharga dari 20 koin emas, hal ini tentunya membuat pangeran ke 4 sedikit bersalah.
Sebenarnya Myro sekarang benar-benar terkejut, ia belum pernah memegang uang sebanyak ini.
Mata uang di dunia ini yaitu 100 koin perunggu sama dengan 1 koin perak, 10 koin perak sama dengan 1 koin emas, serta 10 koin emas sama dengan 1 koin emas hitam.
Tidak semua kerajaan di dunia memakai mata uang seperti itu, tapi sebagian besar kerajaan yang ada memakai mata uang yang sama. Selain itu terdapat benda berharga seperti permata ataupun berlian, hal ini mungkin bisa lebih bernilai dari puluhan koin emas hitam sekalipun.
Masalahnya bagi penduduk normal yang terdiri dari 4 orang, 1 koin perak sudah cukup bagi mereka untuk makan selama sebulan. Jadi nilai 20 koin emas ini sudah cukup bagi sebuah keluarga yang terdiri dari 4 orang untuk hidup selama puluhan tahun tanpa masalah. Meskipun mereka hanya bisa hidup tanpa kemewahan, bahkan makan daging paling banyak 3 kali seminggu. Sedangkan untuk bangsawan yang hidup dengan mewah, maka 20 koin emas memang tidak cukup bagi mereka untuk biaya hidup seminggu atau beberapa hari.
Ibu Myro yang ada di belakang juga cukup terkejut, lagipula selama merawat Myro maka ia tidak pernah memiliki uang sebanyak itu. Baron Aras hanya memberinya sebanyak 40 koin perunggu setiap bulan, 20 koin emas bukan jumlah uang yang bisa dipikirkan ibu Myro sebelumnya.
Myro langsung menutup kembali kantong kain itu, ia tersenyum tidak peduli seakan-akan uang itu tidak bisa mempengaruhi dirinya "Pangeran, yang terpenting bukan jumlahnya melainkan ketulusan anda saat memberikan hadiah ini. Aku, Myro bisa melihat ketulusan pangeran pada hadiah ini, jadi aku memutuskan untuk menerimanya".
Pangeran ke 4 juga tersenyum senang, pada awalnya ia takut bahwa Myro merasa uang ini terlalu sedikit, bagaimanapun para pengikut Myro yang membuat strategi untuk merebut Benteng Trock dan membunuh Jendral Ritke.
Ternyata Myro bukan orang yang serakah terhadap uang, hal ini membuat pangeran semakin menghargai Myro.
__ADS_1
Mereka berbicara sebentar lagi sebelum Myro memutuskan untuk pergi, pangeran ke 4 juga tidak menghentikannya sebab hari sudah malam sehingga Myro dan yang lainnya harus kembali ke perkemahan mereka untuk beristirahat.
...----------------...
Myro bersama ibunya dan Ren berjalan kembali dengan 20 koin emas di tangan Myro, ia masih merasa seperti bermimpi sebab tidak pernah memiliki uang sebanyak ini sebelumnya.
"Tuan, apa yang anda rencanakan dengan uang sebanyak itu?", tanya Ren sambil tersenyum, ia hanya mencoba berbicara dengan Myro.
Mendengar pertanyaan dari Ren, Myro berpikir sebentar sebelum menjawab "Aku rasa lebih baik untuk menyimpannya, lagipula kita tidak tahu kapan semua uang ini akan berguna. Belum lagi setelah perang ini selesai, kita harus merawat senjata para Kavaleri Mongol dan memberikan mereka anak panah yang baru, semua itu membutuhkan uang. Apalagi aku mungkin mendapatkan wilayah setelah perang ini selesai, semua uang ini pasti dibutuhkan".
Ren sedikit mengangguk "Tuan memang bijaksana, menjadi bangsawan tidak semudah yang terlihat! Bangsawan memang mendapatkan pajak dari para penduduknya, namun di sisi lain mereka harus menjaga daerah kekuasaannya dari serangan musuh. Oleh karena itu, pasukan yang kuat dibutuhkan! Meskipun tuan hanya diberikan 1 wilayah sekalipun, 1000 pasukan sama sekali tidak cukup untuk menjaga sebuah kota! Setelah menjadi bangsawan, tuan mungkin membutuhkan banyak uang untuk melatih anggota prajurit baru".
Contoh terbaik adalah Baron Aras, ia memiliki lebih dari 2000 pasukan di setiap wilayahnya, setiap kali terjadi perang maka puluhan hingga ratusan prajurit akan mati yang membuatnya harus kembali melatih prajurit baru.
Alasan ini yang membuat Baron Aras tidak pernah menjadi kaya, ia menghabiskan hampir semua pajak untuk memperkuat pasukannya dan mempertahankan Kota Aras.
Di sisi lain, karena ini juga maka Baron Aras tidak bisa mengirim pasukannya untuk membantu Myro di perang ini, ia masih membutuhkan pasukan tersebut untuk menjaga Kota Aras.
__ADS_1
3 orang itu kembali ke perkemahan dimana Falka dan Ferbas sudah menunggu, setelah semua orang kembali maka mereka pergi ke tenda masing-masing untuk beristirahat. Besok masih ada peperangan yang lain sehingga malam ini mereka harus beristirahat sebaik mungkin agar tidak melemah.
...----------------...
Istana Kerajaan Kavaleri di Ibukota Kerajaan Kavaleri, terdapat seorang pria tua dengan rambut yang sudah putih duduk di belakang meja kerja miliknya.
Pria tua ini memakai pakaian kain putih dengan wajah yang terlihat sangat lelah, tapi ia masih berusaha untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di atas meja.
Di samping pria tua itu, terdapat seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun.
Pria berusia 40 tahun ini terlihat seperti orang yang cerdas, ia sedang membacakan apa yang tertulis pada kertas di tangannya.
Setelah beberapa saat, pria tua itu meletakkan alat kerja di tangannya "Maksudmu Jendral Ritke sudah dikalahkan oleh musuh? Bahkan Jendral Ritke mati di medan perang?".
Merasakan aura yang sangat kuat dari pria tua itu, pria berusia 40 tahun ini segera membungkuk "Maafkan aku, yang mulia! Tapi hal ini memang terjadi, musuh sudah merebut Benteng Trock! Jika kita tidak bersiap sekarang, musuh pasti menyerang Kerajaan Kavaleri besok".
Ternyata pria tua berambut putih dengan tubuh kurus ini adalah raja Kerajaan Kavaleri saat ini, ia berdiri dari kursinya sebelum menatap ke arah jendela "Perdana menteri, apakah kau tahu bahwa aku sudah terlalu tua namun belum ada pangeran yang cukup bijak untuk menggantikan posisiku! Dengan hilangnya Ritke, nampaknya Kerajaan Kavaleri harus menerima kekalahan ini".
__ADS_1
"Apa yang anda katakan? Pangeran ke 1 masih cukup cerdas meskipun sedikit lemah, ia bisa menjadi calon raja baru!", teriak menteri itu.
Raja menggelengkan kepalanya "Apabila tidak ada perubahan, maka kekalahan Kerajaan Kavaleri sudah dekat! Tetapi aku tidak bisa kalah tanpa bertarung! Beritahu seluruh pasukan elit Kerajaan Kavaleri dan bangsawan di sekitar untuk membawa pasukan mereka! Aku sendiri yang akan memimpin perang terakhir kali ini, meskipun aku sudah sedikit tua tapi aku tidak selemah itu! Aku pasti tunjukkan kepada mereka, apa yang terjadi pada orang-orang yang berani melawan Kerajaan Kavaleri kita!".