
Myro, Ren, Yorou dan 4 pengawal yang lain baru selesai makan, mereka berencana pergi dari sini dan kembali ke rumah lagi.
Tetapi sewaktu sampai di aula tempat sebagian besar orang makan, sebuah suara menarik perhatian Myro "Pelayan, apakah ada 7 orang yang datang ke tempat anda dengan memakai pakaian yang menutupi wajah mereka? Di antara 7 orang tersebut, 6 orang adalah pria sedangkan 1 orangnya lagi merupakan wanita, apakah mereka datang kesini?".
Myro sedikit tertarik mendengar pertanyaan itu sebab kemungkinan besar yang orang tersebut cari adalah Myro dan yang lainnya, bagaimanapun hanya mereka dari para tamu disini yang terdiri dari 7 orang dengan 6 pria dan 1 wanita.
Tetapi apa yang lebih menarik perhatian Myro yaitu ia mengenal pemilik suara barusan, meskipun Myro telah cukup lama tidak bertemu dengannya, mungkin beberapa tahun. Namun, Myro yakin akan identitas orang barusan melalui suaranya.
Myro yang penasaran berjalan mendekati asal suara tadi, Ren bersama Yorou segera mengikuti karena mereka juga penasaran.
Di depan mata Myro, terdapat seorang pria yang memakai kaos kain normal dan sebuah ikat kepala dari kain di kepalanya.
Ada banyak sekali noda hitam di wajah atau pakaian pria itu. Menurut pengetahuan Myro, noda hitam di wajahnya berasal dari asap hitam akibat pembakaran.
Sedangkan di sisi lain dari pria itu, terdapat seorang pelayan yang tersenyum dengan wajah bermasalah "Tuan, aku tidak tahu apa yang sedang anda cari, tapi rumah makan kami mengutamakan kerahasian pelanggan. Aku tidak tahu apakah tamu yang anda cari ada disini atau tidak, masalahnya kami tidak boleh mengungkapkan rahasia pelanggan kami kepada orang lain".
Mendengar jawaban pelanggan, pria tersebut menjadi semakin khawatir "Aku akan membayar mu, berapa yang aku butuhkan? Aku mempunyai masalah penting yang harus dibahas, aku tidak peduli harus membayar berapapun selama bisa bertemu tamu yang aku sebutkan tadi!".
Pelayan masih menggelengkan kepalanya "Maaf tuan, ini bukan masalah uang melainkan rumah makan kami memiliki prinsip menjaga kerahasian pelanggan. Kalau tuan terus membuat masalah disini, aku akan memanggil penjaga untuk membawa tuan pergi".
Wajah pria itu berubah menjadi putih sebelum menghela nafas, ia berbalik dan berencana pergi dari rumah makan dengan suram.
__ADS_1
Tetapi sebelum ia pergi, sebuah suara terdengar "Rumah makan kalian sangat bagus, mengutamakan dan menjaga kerahasian pelanggan meskipun ditawari banyak uang, aku menghargainya!".
Baik pelayan ataupun pria tadi langsung menatap ke arah asal suara tersebut yang tidak lain adalah Myro.
Pria yang berencana pergi barusan kaget, ia berencana memanggil nama Myro tapi Yorou langsung menutup mulutnya.
Pelayan membungkuk ke arah Myro "Tidak ada yang hebat dari tindakan tadi, sebagai sebuah rumah makan ataupun penginapan, kami pasti harus merahasiakan identitas pelanggan kami kecuali mereka merupakan penjahat dan orang yang mencarinya memiliki surat asli dari pemerintahan Count Kemenangan untuk menangkapnya".
Myro mengangguk, ia senang terhadap sikap dan pelayanan rumah makan ini.
Tanpa ragu, Myro mengambil 1 koin emas dan melemparkannya ke arah pelayan "Sebagai ganti pelayanan yang baik dari kalian, aku memberikan hadiah tersebut. Ayo pergi!".
Myro bukan orang yang senang menghabis-habiskan banyak uang, tapi Myro tidak akan ragu memberikan hadiah kepada orang yang melakukan tindakan benar.
Tindakan mereka barusan cukup menarik perhatian pelanggan di sekitar. Walaupun mereka cukup penasaran terhadap identitas Myro yang diikuti banyak orang, tapi mereka tidak tertarik mencari tahu sebab mereka tidak pernah berpikir orang tadi adalah Count Kemenangan.
Lagipula Kota Loth telah menjadi kota paling makmur di seluruh provinsi, ada banyak sekali para pedagang kaya yang tinggal disini sehingga tidak aneh apabila setiap kali anak-anak atau pedagang kaya diikuti banyak pengawal ketika berpergian.
Kalau mereka mengetahui Myro merupakan Count Kemenangan, mereka pasti mengejar Myro tanpa ragu untuk berbicara bersamanya.
Setelah pergi dari rumah makan, Myro membawa pria itu menuju sebuah tempat yang tidak memiliki banyak orang di sekitar sebelum membiarkan Yorou melepaskannya.
__ADS_1
"Pard, kenapa kau datang kesini? Apakah kau tidak sibuk di tambang? Selain itu, darimana kau mengetahui keberadaan ku?", tanya Myro kepada pria dari rumah makan tadi.
Pria tersebut tidak lain merupakan Pard, murid dari Torn yang dulunya bertugas sebagai kepala penambang.
Sejak ia menjadi murid Torn, ia selalu sibuk membuat perlengkapan pasukan Myro atau untuk dijual setiap harinya yang membuat Myro jarang menemuinya, bahkan ia tidak pernah datang ke Kota Loth seperti Torn.
Oleh karena itu, keberadaan Pard disini membuat Myro sedikit bingung. Belum lagi Pard datang mencari Myro, pasti ada sesuatu yang penting sampai-sampai membuatnya harus bertemu Myro secepat mungkin.
Pard mulai menjelaskan "Tuan, saat aku datang ke Kota Loth, aku kesulitan mencari arah sebab Kota Loth terlalu berubah! Hampir setiap rumah dan toko disini berbeda dari bertahun-tahun yang lalu, belum lagi kota menjadi semakin besar sehingga aku kebingungan bagaimana mencari tuan! Jadi aku cuma bisa mencari bangunan walikota, tempat dimana Baron Feld berada. Setelah aku mengenalkan identitas ku, memberitahu alasanku mencari tuan, dan yang lainnya, Baron Feld memberitahu tuan sedang jalan-jalan di sekitar kota yang membuat ia tidak tahu lokasi pasti tuan".
"Baron Feld hanya memberitahuku mengenai jumlah orang yang dibawa tuan serta pakaian, aku hampir harus mengelilingi setengah dari Kota Loth supaya bertemu tuan. Tunggu dulu, masalah ini tidak penting! Tuan, keadaan gawat! Ada masalah di tambang! Guru Torn mengirim ku kesini agar mendapatkan bantuan tuan sebab guru merasa ia tidak mampu mengatasi masalah ini sendiri".
"Tambang mengalami masalah? Ada apa? Apakah bijih besi ditambang hampir habis? Kalau begitu kalian hanya perlu pindah, aku menguasai Provinsi Kemenangan sekarang sehingga aku memiliki beberapa tambang lain", kata Myro.
"Tuan, bukan itu!", kata Pard khawatir "Ada monster aneh yang muncul di tambang yaitu laba-laba setinggi 2 meter! Masalahnya jumlah mereka terlalu banyak! Pada awalnya hanya ada 20 laba-laba yang muncul, guru mampu mengatasinya sendiri! Tetapi seiring waktu, kami menemukan semakin banyak laba-laba raksasa yang berjalan di sekitar tambang seakan-akan sedang mengamati kami! Bahkan guru memutuskan mencari bantuan tuan, ia takut jika keadaan terus seperti ini, korban akan berjatuhan!".
"Laba-laba raksasa? Apakah monster?", gumam Myro hati-hati.
Meskipun jumlahnya sedikit, ada beberapa monster tanpa kecerdasan di seluruh dunia ini. Kekuatan mereka sedikit lebih kuat daripada hewan normal, tapi pasukan elit dapat melawan monster sendirian yang menunjukkan kekuatan mereka tidak terlalu kuat.
Selain itu, monster tidak mempunyai kecerdasan yang membuat manusia mengalahkan mereka dengan mudah dan membiarkan mereka bersembunyi di tempat-tempat seperti hutan atau gua.
__ADS_1
Selama monster tidak menganggu mereka, manusia juga tidak akan membersihkan mereka sepenuhnya.