PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 217 : MULAI BERGERAK


__ADS_3

Myro tidak membuat rencana peperangan lebih dulu melainkan membiarkan pasukannya bergerak mengejar divisi 4.


Alasan Myro tidak langsung membuat rencana bukan karena Myro menjadi sombong akibat memiliki banyak pasukan, melainkan Myro harus mengejar waktu sebab selama berita kekalahan divisi 5 sampai ke pemimpin divisi 4, mereka pasti mencoba melarikan diri dari Provinsi Rayde.


Bagaimanapun pemimpin divisi 4 pasti mengerti bahwa ia telah dianggap sebagai kaki tangan pangeran ke 7, jika ia tetap berada di Provinsi Rayde atau wilayah lain Kerajaan Azeroth maka divisi 4 pasti mati.


Oleh karena itu, divisi 4 harus melarikan diri ke wilayah pangeran ke 7 yang sebagian besar di barat. Pengaruh pangeran ke 7 di barat cukup besar, meskipun kekuasaan Raja Azeroth pada bagian barat kerajaan masih ada tapi kekuatan raja di barat sedikit lemah.


Apabila kekuasaan raja di barat kerajaan cukup kuat, raja pasti sudah menghukum mati semua kaki tangan pangeran ke 7 di barat kerajaan. Tetapi sampai hari ini, Raja Azeroth V tidak melakukannya akibat kekuasaannya di wilayah barat tidak sekuat pangeran ke 7.


Untungnya jendral perbatasan wilayah barat sangat memusuhi pangeran ke 7 dan ada Grand Duke Westa yang setia, setidaknya keberadaan 2 kekuatan besar di barat tersebut sangat membatasi gerakan pangeran ke 7.


Selama Raja Azeroth V tetap hidup, jendral perbatasan barat ataupun Grand Duke Westa tidak akan berkhianat dengan mudah.


Jadi Myro harus mengejar divisi 4 sebelum mereka meninggalkan Provinsi Rayde dan pergi ke wilayah barat, raja sekalipun tidak mampu menghukum kaki tangan pangeran ke 7 apabila mereka telah mencapai wilayah barat, apalagi Myro yang sebagian besar kekuasaannya berada di utara.


Apabila divisi 4 berhasil melarikan diri, Myro akan dianggap gagal melakukan tugas. Sebagai ganti kegagalannya, semua kerja keras Myro menjebak Carla dan mengalahkan divisi 5 tidak menguntungkan lagi sebab raja pasti tidak memberikan Myro hadiah apapun.


Bahkan ada kemungkinan raja menghukum Myro seperti pengurangan jabatan atau gelar bangsawan akibat kegagalan, jadi Myro sekarang harus bertindak secepat mungkin, jangan sampai memberikan waktu bagi divisi 4 melarikan diri.


Melihat Myro yang terus membiarkan pasukan bergerak mengejar divisi 4 karena khawatir mereka melarikan diri, Falka menggerakkan kudanya maju menuju Myro "Tuan, biarkan aku mengambil tindakan! Jika kita terus bergerak seperti ini, divisi 4 mungkin melarikan diri. Bagaimanapun pasukan kita terlalu banyak yang membuat gerakan menjadi lambat. Karena hal tersebut, biarkan aku pergi bersama sebagian kavaleri untuk mengejar dan menghentikan musuh yang mencoba melarikan diri sampai pasukan utama tuan tiba".

__ADS_1


Myro melihat ke arah Falka sebelum mengangguk, ia setuju terhadap saran Falka "Berapa banyak pasukan yang kau butuhkan?".


"20.000 kavaleri, lebih baik tidak membawa infanteri sebab aku harus bergerak cepat mengejar musuh", kata Falka tegas.


"20.000 kavaleri? Kau yakin? Musuh mempunyai sekitar 100.000 pasukan, apakah kau percaya diri untuk menghentikan musuh memakai 20.000 kavaleri, Falka?", tanya Myro.


Falka berkata tanpa keraguan sedikitpun "Tuan, jika aku harus mengalahkan divisi 4, maka 20.000 kavaleri sama sekali tidak cukup. Tetapi aku hanya harus menahan mereka, Falka yakin mampu melakukannya tanpa mengecewakan tuan".


Myro menutup matanya sebentar untuk berpikir sebelum membuat keputusan "Aku memberimu izin, tapi apabila keadaan memburuk, kau harus segera mundur. Membunuh divisi 4 memang penting, namun hidupmu jauh lebih penting. Selain itu, Jendral Herfu! Apakah kau tidak keberatan membantu Falka memimpin 20.000 kavaleri?".


Falka memang kuat, selama ia membawa ribuan Kavaleri Mongol dan hampir 20.000 kavaleri tambahan, Myro yakin Falka mampu mengulur waktu melawan 100.000 pasukan divisi 4.


Masalahnya 20.000 kavaleri ini sebagian besar merupakan pasukan gabungan bangsawan di Provinsi Kavaleri dan Jendral Herfu, kerja sama mereka pasti sangat buruk.


Mendengar pertanyaan Myro, Herfu tersenyum pahit dan berkata dipikirannya "Sejak kau diberikan hak seperti raja selama melawan divisi 4, apakah aku bisa menolak? Kalau aku berani menolak, aku akan dijadikan sebagai pemberontak".


Tetapi Herfu tidak menunjukkan pikirannya sedikitpun, ia membungkuk hormat "Jika itu keputusan Earl Myro, Herfu tua ini siap membantu!".


Dengan persetujuan Herfu, akhirnya Falka memimpin 20.000 kavaleri dan pergi secepat mungkin mengejar divisi 4 bersama Herfu yang menjadi wakil sementaranya.


Myro melihat kepergian 20.000 kavaleri tersebut lalu berteriak ke ratusan ribu prajurit di belakangnya "Kita juga harus cepat! Meskipun kavaleri akan menahan divisi 4, tapi mereka tidak dapat melawan musuh terlalu lama atau seluruh kavaleri akan dihancurkan!".

__ADS_1


"Baik!", teriak para pasukan yang tidak berani memperlambat langkah mereka.


Bukan hanya para pasukan, Carla dan bangsawan lain dari Provinsi Kavaleri yang ikut datang kesini tidak berani menolak perkataan Myro sebab kekuasaan yang Myro pegang sekarang terlalu besar hingga membuat mereka tidak berani menolak.


...----------------...


Di sebuah kota pada Provinsi Rayde, ratusan ribu pasukan divisi 4 yang tersebar di berbagai kota mulai berkumpul lagi.


Seorang pria yang ada di tenda utama divisi 4 sedang duduk mengamati para pasukannya yang berkumpul dengan wajah suram "Aku tidak berpikir divisi 5 dan Pube dikalahkan secepat itu, bahkan mereka tidak berhasil membunuh Carla. Sebenarnya, apa yang terjadi di Kota Rayde?".


Pria ini tidak lain adalah Jendral Bofer, pemimpin dari divisi 4 Kerajaan Azeroth.


Sebagai pemimpin sebuah divisi, ia sangat mengenal kemampuan dan sifat Pube yang menjadi jendral divisi 5.


Menurutnya kemampuan Pube baik dari segi memimpin pasukan ataupun kemampuan bertarung sama sekali tidak boleh diremehkan, setidaknya Bofer tidak percaya diri bisa menang 1 lawan 1 terhadap Pube.


Apalagi kemampuannya memimpin pasukan yang sangat menakutkan, semua prajurit Jendral Pube sangat setia kepada dirinya. Oleh karena itu, Bofer bingung kenapa Pube dan seluruh divisi 5 dikalahkan tanpa berhasil membunuh Carla sedikitpun.


Padahal ia dan pangeran ke 7 yakin bahwa Pube dapat menghancurkan Kota Rayde, paling tidak mereka pasti berhasil membunuh Carla.


Seorang pria muda di samping Bofer segera membujuk jendral nya agar tidak marah lagi "Jendral Bofer, aku yakin semua ini terjadi bukan karena Carla yang terlalu hebat melainkan Pube ragu-ragu menyerang Kota Rayde hingga akhirnya dikalahkan".

__ADS_1


"Apa maksudmu?", tanya Bofer penasaran.


Wakil Bofer tersenyum percaya diri "Seperti yang jendral tahu, Pube sangat setia kepada kerajaan sehingga ia pasti ragu menyerang Kota Rayde serta mengkhianati seluruh kerajaan walaupun putrinya berada di tangan pangeran ke 7. Jadi Pube yang tidak mampu mengkhianati kerajaan kalah dari Carla akibat tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya dan divisi 5, bahkan ada kemungkinan Pube mengalah dari Carla untuk menunjukkan kesetiaannya".


__ADS_2