PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 134 : PASUKAN YANG DI TANGKAP


__ADS_3

Myro menghela nafas dengan berat, nampaknya perang kali ini akan menjadi sangat berat bagi mereka. Kecuali mengorbankan banyak pasukan, Myro bersama pasukannya tidak memiliki kesempatan untuk menang.


"Falka, apabila aku memberi seluruh pasukan kepadamu, berapa banyak korban di pihak kita?", tanya Myro memastikan, ia menatap tajam ke arah Falka.


Falka berpikir hati-hati, ia memang bukan orang yang cerdas seperti Ren dimana ia bisa membuat banyak strategi licik. Namun jika itu masalah berperang di medan perang tanpa strategi, Falka masih tahu sangat jelas mengenai hal ini "Sekitar 500 Penjaga Praetorian, 1000 infanteri baru dan 400 Kavaleri Mongol, ini hanya sebuah perkiraan. Tapi masih ada kemungkinan jumlah korban menjadi lebih banyak atau sedikit, tergantung keadaan di medan perang nanti".


"Ren, bagaimana denganmu?", tanya Myro lagi.


Ren berpikir sebentar sebelum wajahnya berubah menjadi ragu-ragu. Sepertinya Ren akan mengatakan sesuatu kepada Myro, tapi ia memutuskan untuk menutup mulutnya kembali dan menjadi ragu lagi.


Melihat tindakan Ren, Myro melambaikan tangannya "Tidak perlu ragu, kau bisa memberikan pendapatmu disini. Aku tidak tahu apakah ide mu bagus atau tidak, tapi kita semua berkumpul disini agar bisa menemukan solusi terbaik menyelesaikan masalah ini, bukan?".


Setelah mendapatkan izin dari Myro, Ren menjadi tegas "Tuan, sebenarnya apa yang Falka katakan benar, kekuatan semua pasukan kita menjadi semakin menurun akibat cuaca bersalju. Berbeda dari kita, para Orc dan Goblin sudah tinggal di tempat ini sejak mereka lahir, cuaca bersalju tidak akan membuat mereka lemah sebab ini adalah tempat kelahiran mereka. Oleh karena itu, aku juga tidak bisa membuat rencana yang akurat. Belum lagi kita kekurangan banyak informasi mengenai Benteng Rulfes ataupun kekuatan Kerajaan Orc-Goblin, hal ini membuatku semakin kesulitan untuk membuat rencana yang tepat".


"Jumlah korban yang dikatakan Falka masih sangat akurat. Apabila kita menyerang Benteng Rulfes tanpa informasi maupun rencana apapun, jumlah korban kita sesuai apa yang dikatakan Falka barusan. Meskipun begitu, sebenarnya aku memiliki sebuah rencana lain yang bisa sangat mengurangi korban di pihak kita, namun aku tidak bisa melakukan rencana ini tanpa izin dari tuan".


Ren tidak berbicara lagi yang membuat semua orang menjadi semakin penasaran, lebih tepatnya Ren sedang menatap Myro dan menunggu keputusannya.

__ADS_1


"Kau bisa menceritakan rencana mu", kata Myro "Selama rencana itu cukup bagus bagiku serta tidak ada lagi rencana yang lebih baik, aku pasti memberimu izin".


Ren mengangguk lalu mulai memberitahukan rencanannya "Tuan, kenapa kita tidak memakai para Orc dan Goblin di Kota Folk sebagai tameng yang melindungi prajurit kita saat menyerang Kota Folk. Tidak peduli seberapa banyak orc atau goblin yang terbunuh, tuan tidak akan mengalami kerugian karena mereka bukan pasukan yang setia kepada tuan".


Wajah Myro berubah menjadi suram saat mengetahui rencana Ren, ia sudah mengerti maksud perkataan Ren barusan.


Ren berencana menggunakan orang-orang di Kota Folk sebagai tameng melawan Benteng Rulfes.


Penjaga di Benteng Rulfes pasti menjadi ragu untuk menembak orang-orang yang berasal dari Kota Folk, hal ini bisa memperlemah serangan mereka. Selain itu, Ren berencana memakai orang-orang ini sebagai tameng bagi pasukan Myro agar bisa menyerang Benteng Rulfes.


Maksud dari perkataan Ren yaitu mereka akan mengorbankan orang-orang di Kota Folk, sebagai gantinya korban di pasukan Myro pasti berkurang untuk merebut Benteng Rulfes.


Myro tidak keberatan menjadi kejam agar bisa mencapai tujuannya, tetapi Myro bukan orang yang sudah tidak memiliki kebaikan lain. Bagaimana mungkin Myro membiarkan anak-anak dan wanita di Kota Folk menjadi korban hanya karena mereka berusaha merebut Benteng Rulfes? Meskipun mereka adalah Orc dan Goblin, mereka masih anak-anak serta wanita yang belum tentu bersalah, Myro tidak segila itu untuk mengorbankan mereka supaya ia bisa meraih kemenangan.


"Ren, aku harus mengakui bahwa rencana mu memang menguntungkan bagiku", kaya Myro tanpa ragu-ragu "Tapi, bagaimana mungkin aku bisa membuat warga sipil ikut di perang ini? Apalagi kita harus memakai mereka sebagai tameng dari serangan musuh, kita berusaha mengorbankan warga sipil untuk meraih kemenangan! Aku tidak tahu apakah ada orang yang cukup kejam hingga bisa memakai rencana ini, namun aku tidak bisa melakukan hal sekejam itu. Aku, Myro Aras bukanlah orang yang baik, tetapi aku juga bukan orang yang sangat kejam sampai-sampai mengorbankan warga sipil supaya bisa mendapatkan Benteng Rulfes".


Baik itu Falka, Lopen dan Retya ikut mengangguk. Sebagai seorang prajurit, mereka memiliki kehormatan prajurit itu sendiri. Menggunakan warga sipil menjadi tameng dan mengorbankan mereka tidak sesuai dengan jalan prajurit mereka, hal itu akan menghancurkan kehormatan seorang prajurit milik mereka.

__ADS_1


Jika itu keputusan Myro, mereka masih harus menggertakkan gigi mereka dan melakukannya sebab kesetiaan mereka terhadap Myro jauh lebih penting daripada kehormatan prajurit. Namun, mereka sangat senang karena Myro menolaknya. Untung tuan mereka masih memiliki hati, bukan orang kejam yang bisa mengorbankan puluhan ribu orang yang tidak bersalah.


Mengetahui semua orang menatap dirinya dengan tajam, Ren sedikit tidak bisa berkata-kata "Tunggu, sepertinya ada kesalahpahaman disini. Bukankah aku sudah pernah mengatakan di masa lalu bahwa apa yang diperlukan seorang pemimpin yaitu kebaikan dan kepedulian terhadap penduduknya serta tekad kuat melawan musuh, bagaimana mungkin aku membiarkan tuan melakukan hal kejam seperti mengorbankan hidup puluhan ribu warga sipil yang tidak bersalah".


Myro sudah mengenal Ren selama 5 tahun ini dan tahu bahwa Ren bukan orang kejam seperti itu, oleh karena itu Myro bertanya lagi "Lalu, apa maksud dari rencana mu, Ren?".


"Tuan, kita memang tidak boleh memakai warga sipil, tapi bagaimana jika kita memakai prajurit musuh?", tanya Ren sambil tersenyum dibalik kipas lipatnya "Selama menyerang Kota Folk, kita berhasil menangkap sekitar 1000 prajurit Orc ataupun goblin, bukankah kita bisa menggunakan mereka sebagai tameng melawan Benteng Rulfes? Kita juga menerima penolakan para prajurit yang kita tangkap ini, apabila seseorang menolak ajakan membantu kita maka kita tidak perlu memaksanya melawan Benteng Rulfes".


"Tetapi bagi mereka yang setuju membantu kita, aku rasa kita bisa memberi prajurit Orc-Goblin itu hadiah berupa makanan gratis setiap hari sampai perang ini selesai, keluarga mereka juga akan mendapatkan makanan. Selain itu ketika mereka mati di medan perang untuk kita, tuan bisa memberi keluarganya makanan selama sebulan hingga 4 bulan, aku yakin ada banyak prajurit Orc-Goblin yang setuju membantu tuan agar bisa mendapatkan semua hadiah ini".


"Sekarang Kerajaan Orc-Goblin sedang mengalami krisis makanan besar, ada banyak anak-anak bahkan orang dewasa yang mati akibat kelaparan. Begitu juga Kota Folk, krisis makanan ikut terjadi disini! Belum lagi kita baru menyerang kota ini yang membuat krisis makanan semakin buruk, aku yakin para prajurit yang kita tangkap tidak akan menolak tawaran kita sebab bagi siapapun, keluarga adalah orang-orang yang sangat penting bagi mereka. Ada banyak orang yang tidak keberatan mati supaya keluarganya bisa bertahan, mereka juga bukan warga sipil dan bersedia membantu kita sebagai ganti hadiah yang kita tawarkan. Aku rasa rencana ini bukan sesuatu yang kejam, bukan? Lebih baik mengorbankan hidup para prajurit Orc dan Goblin yang bersedia bertarung untuk kita agar bisa mendapatkan makanan, daripada harus mengorbankan pasukan elit yang setia kepada tuan!".


Seluruh ruangan menjadi diam, tapi kali ini bukan karena mereka kebingungan memikirkan rencana lagi, melainkan sebab semua orang di ruang pertemuan ini merasa rencana Ren benar-benar bagus.


Mereka tidak perlu memakai sipil, selain itu para prajurit Orc-Goblin ini membantu mereka dengan sukarela, mereka bisa menolak apabila tidak tertarik melawan Benteng Rulfes.


Tetapi mereka yang membantu akan mendapatkan makanan yang cukup serta keluarga mereka tidak perlu khawatir mati akibat kelaparan paling tidak selama beberapa bulan, semua orang yakin bahwa banyak prajurit yang di tangkap tidak akan menolak membantu mereka menyerang Kota Folk. Selain itu, mereka tidak perlu melakukan tindakan kejam seperti mengorbankan puluhan ribu orang yang tidak bersalah, ini sebuah kerja sama yang saling menguntungkan.

__ADS_1


Para pasukan Orc Goblin yang membantu bisa mendapatkan makanan bagi diri mereka serta keluarga, Myro bisa mengurangi korban di pasukan miliknya. Baik itu Myro dan pasukan Orc Goblin yang membantu, mereka sama-sama mendapatkan keuntungan.


__ADS_2