
Malam hari ini, seluruh Kota Loth gemetar akibat gerakan 1000 pasukan bersenjata besi lengkap, mereka tidak lain adalah pasukan ksatria yang baru dipanggil oleh Myro.
Baik itu dari segi gerakan dan kerja sama, maka para ksatria ini bertindak sangat baik di bawah arahan dari Aclan yang memimpin di barisan paling depan.
Walaupun cukup gelap pada malam hari, para ksatria ini mengangkat obor mereka untuk menerangi jalan. Mereka dengan cepat mengepung villa Keluarga Noem.
Selain para ksatria, terdapat ratusan Kavaleri Mongol serta pasukan penjaga Kota Loth yang ikut membantu gerakan ksatria ini.
Penjaga Kota Loth sangat bingung terhadap gerakan yang tiba-tiba ini, tapi semua ini merupakan tugas yang diberikan oleh Parga sehingga mereka tidak bisa menolak.
Beberapa kaki tangan Keluarga Noem awalanya berencana melaporkan hal ini kepada Limde, tapi Parga bukan orang bodoh. Ia membiarkan pasukannya menutup mulut para kaki tangan ini sebelum mulai menyerang villa Keluarga Noem untuk membantu ksatria.
Sekarang, seluruh villa Keluarga Noem sudah dikepung. Para ksatria berdiri di sekitar villa dengan wajah tegas, mereka terus menatap tajam ke arah villa agar tidak ada seorangpun yang berhasil melarikan diri.
Bukan hanya itu, para ksatria mengepung seluruh villa baik itu dari depan, belakang, kanan ataupun kiri, oleh karena itu sudah tidak ada lagi kesempatan bagi anggota Keluarga Noem di villa untuk melarikan diri.
Para prajurit yang menjaga villa tersebut gemetar ketakutan, bagaimanapun ada hampir 2000 pasukan yang mengepung tempat ini. Sedangkan pasukan penjaga villa Keluarga Noem paling banyak hanya 100 orang, belum lagi hampir semua prajurit di depan mereka ini memberikan aura yang menakutkan, terutama para ksatria tersebut.
__ADS_1
Setelah mengepung villa tersebut, para ksatria berdiri diam tanpa memulai serangan seakan-akan menunggu sesuatu.
Aclan berdiri di depan para ksatria dengan wajah tegas, ia mengingat apa yang Myro katakan yaitu mereka hanya bisa menyerang saat Myro sudah memberikan izinnya. Jadi ia berdiri diam di tempatnya dengan wajah tegas, menunggu Myro untuk memberikan arahan lebih lanjut.
Tidak lama kemudian, sosok Limde bersama Horfa dan beberapa pelayan muncul dari pintu villa tersebut.
Horfa sudah gemetar ketakutan ketika dirinya tiba di depan gerbang, lagipula ada lebih dari 1000 pasukan yang mengepung mereka. Selama pasukan ini bergerak, maka tidak akan ada lagi kesempatan bagi Keluarga Noem untuk hidup.
Berbeda dari Horfa yang panik, wajah Limde menjadi tegas. Sebagai orang yang sudah menguasai 3 kota ini selama bertahun-tahun, Limde bukan orang bodoh, ia sudah mengetahui kemungkinan asal dari pasukan ini.
Oleh karena itu, Limde melangkah maju ke depan gerbang sambil berteriak "Siapa kalian? Aku tidak tahu darimana kalian semua berasal, tapi apakah tuan tahu bahwa Kerajaan Azeroth memiliki hukum kerajaan? Jika kalian menyerang ku dan membunuh seluruh Keluarga Noem tanpa alasan, Kerajaan Azeroth pasti tidak akan duduk diam terhadap pembunuhan besar yang kalian sebutkan tersebut! Apabila tuan kalian memiliki keberanian, biarkan ia maju untuk berbicara denganku!".
Namun Limde memiliki kesalahan besar yaitu ia mencoba melawan Myro, bakat yang melawan Myro hanya akan membawa masalah di masa depan bagi kekuasaan Baron milik Myro, hal ini membuat Myro semakin bertekad untuk membersihkan Limde.
Di bawah penjagaan Ren dan Feld, Myro melangkah maju ke depan pasukannya tapi masih menjaga jarak dari Limde agar tidak di serang atau di tembak dengan panah.
"Tuan Limde, lama tidak bertemu, walaupun aku rasa terakhir kali kita bertemu hanya beberapa hari yang lalu", kata Myro sambil tersenyum ramah, saat ini ia sedang memakai baju besi perak berwarna hitam.
__ADS_1
Sebenarnya Myro merasa dirinya tidak perlu memakai baju besi sebab ada Ren dan Feld yang selalu menjaganya, apalagi mereka tidak pergi berperang sekarang. Lebih tepatnya Myro yakin bahwa Limde akan kalah dengan mudah selama pasukan ksatria bergerak, tapi Ren serta yang lainnya dengan keras kepala membuat Myro memakai baju besi ini untuk berjaga-jaga.
Limde tidak terkejut terhdap kemunculan Myro, ia sudah mengetahui hal ini sejak pasukan ksatria ini mengepung villa nya "Ternyata ini adalah pasukan Tuan Baron, apakah Tuan Baron datang kesini untuk menunjukkan kehebatan pasukannya? Apabila itu benar, maka Limde harus mengakui bahwa ia belum pernah melihat pasukan sehebat milik Tuan Baron. Bahkan kavaleri elit dari Kerajaan Kavaleri dulu tidak sekuat pasukan ini".
Myro menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mengejek "Limde, tidak perlu bersikap bodoh lagi! Kau sendiri pasti sudah tahu alasan kenapa aku datang kesini, aku datang untuk menangkap mu bersama seluruh Keluarga Noem. Aku sarankan untuk tidak melawan di tengah penangkapan, jika tidak maka jangan salahkan pasukan ku yang membunuh kalian".
Limde tahu bahwa ia harus memakai alasan terakhir untuk mencoba menghentikan Myro, jika tidak maka Keluarga Noem pasti mati.
Oleh karena itu, Limde bersikap seakan-akan dirinya terkejut "Apa? Apakah ada kesalahpahaman disini, Tuan Baron? Meskipun anda adalah bangsawan, aku yakin Kerajaan Azeroth memiliki peraturan untuk tidak membunuh seseorang secara sembarangan atau menangkap mereka, belum lagi anda disini berencana untuk menangkap seluruh keluargaku. Jika berita ini sampai ke pemerintahan Kerajaan Azeroth, mungkin Tuan Baron harus kehilangan gelarnya yang baru ia dapatkan".
Ini adalah senjata terakhir Limde yaitu Myro tidak memiliki alasan untuk membunuhnya. Walaupun bangsawan memiliki kekuasaan yang besar, bahkan ia bisa mendapatkan banyak kekayaan dari pada penduduk melalui pajak atau membuat peraturan sendiri di wilayahnya, tapi bangsawan tidak boleh menangkap orang lain secara sembarangan tanpa alasan yang jelas. Apalagi sampai membunuh banyak orang, Kerajaan Azeroth pasti tidak akan duduk diam.
Limde yakin bahwa Myro tidak memiliki alasan untuk menangkapnya, oleh karena itu ia pasti bisa lepas dari penyerangan malam ini.
Namun melihat pasukan Myro yang mengepung mereka, Limde tahu bahwa ia sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk menang. Jadi setelah Myro pergi nanti, ia harus membiarkan Keluarga Noem melarikan diri sebelum Myro menemukan alasan yang jelas untuk menangkap mereka.
Tetapi Limde ditakdirkan untuk kecewa malam ini sebab Myro memiliki alasan yang jelas untuk menangkapnya bahkan membunuhnya.
__ADS_1
Myro tersenyum penuh kemenangan "Limde, apakah kau pikir aku datang kesini tanpa persiapan berupa alasan untuk menangkap mu? Sebagai Baron baru yang mewakili Kerajaan Azeroth, aku memutuskan untuk menangkap seluruh Keluarga Noem dengan alasan penggelapan serta penyembunyian tambang besi dari kerajaan! Semua harta mereka akan diambil kembali dan kaki tangan mereka juga di tangkap, lalu biarkan pengadilan kerajaan yang menentukan hukuman mereka!".
Mendengar teriakan Myro, Aclan yang ada di sisi lain ikut berteriak "Apakah kalian dengar itu? Tuan sudah memberikan keputusannya, tangkap seluruh pengkhianat Keluarga Noem yang berani menyembunyikan keberadaan tambang besi dari kerajaan!".