
5 menit kemudian, pertandingan di mulai.
Orang yang dikirim Myro untuk pertarungan paling awal adalah Lopen, ia segera menuruni tembok benteng melalui tangga.
Myro tidak berencana membuka tembok benteng sebab ada kemungkinan musuh menyerang dengan gila saat tembok benteng dibuka, oleh karena itu ia hanya bisa membiarkan Lopen turun ke tempat pertandingan yang ada di antara tengah-tengah pasukan Myro dan pasukan Guliger.
Selama pasukan Guliger berani bertindak tidak adil dan menyerang Lopen secara bersama-sama, ribuan pemanah Kavaleri Mongol di atas tembok kota Myro tidak akan duduk diam.
Selain itu Myro yakin Guliger tidak berani bertindak seperti itu sebab selama ia membunuh seorang prajurit Myro memakai cara mengepungnya, hidup putra mahkota yang berusaha ia lindungi pasti hilang.
Dari kamp Guliger, mereka mengirim seorang pria Orc yang memiliki tinggi 3 meter dan sebuah tongkat besi besar di tangannya.
Orc tersebut berjalan hingga berdiri tepat di depan Lopen yang hanya memiliki tinggi sekitar 1,8 meter, lalu ia berkata penuh ejekan "Anak kecil, jangan takut! Paman akan membersihkan mu secepat mungkin!".
Di pasukan Orc memiliki sebuah hal yang sama yaitu semakin besar tubuh seorang Orc, umumnya kekuatan Orc itu lebih kuat yang berarti mereka menjadi lebih dihormati.
Tinggi Lopen hanya sekitar setengah dari tingginya, tidak aneh Orc tersebut meremehkan Lopen "Aku adalah kapten terkuat nomor 1 di bawah Jendral Guliger dan wakil jendral, aku akan menyelesaikan pertarungan ini secepat mungkin!".
Orc tersebut mengangkat tongkat besi dan memukul ke arah Lopen.
"Brak!".
Lopen menahan pukulan sekuat tenaga dari Orc itu dengan mudah memakai perisai miliknya sambil berkata "Pembalikan!".
"Brak!".
Tiba-tiba Orc itu merasa tangannya yang memegang tongkat besi dipukul oleh dirinya sendiri hingga tangannya menjadi patah.
Sebelum bisa berteriak kesakitan akibat tangannya yang patah, Lopen segera menusuk leher Orc tersebut.
"Slash!".
__ADS_1
Tubuh raksasa Orc tersebut jatuh ke tanah dengan keras, kapten nomor 1 di bawah Guliger kalah dari Lopen hanya dengan waktu kurang dari semenit.
Lopen membuang darah di pedangnya dan berkata "Kau benar, pertarungannya tidak akan lama!".
Lopen berjalan kembali naik ke atas tembok kota untuk melaporkan kemenangan tersebut pada Myro.
Wajah Guliger di sisi lain menjadi suram, ia pernah mendengar tentang kemampuan khusus yang dipakai Lopen barusan adalah pembalikan, ini merupakan kemampuan khusus ke 2 Lopen yang bisa membalikkan semua serangan milik musuh yang mengenai perisai atau dirinya kembali menyerang musuh itu sendiri.
Masalahnya Guliger sudah pernah melihat orang lain memiliki kemampuan pembalikan, seharusnya ada batas pada kemampuan tersebut. Apabila suatu pukulan ataupun serangan yang digunakan terlalu kuat, hal itu tidak bisa dibalikkan. Pukulan jendral nomor 1 miliknya sangat kuat, bagaimana mungkin Lopen masih bisa membalikkannya?
Lopen berjalan ke depan Myro sambil membungkuk "Tuan, untungnya aku tidak mengecewakan anda".
Myro mengangguk senang "Kerja bagus, Lopen! Falka, berikutnya adalah pertandingan mu, apakah kau bisa melakukannya?".
Falka berkata percaya diri "Tuan, meskipun aku tidak memiliki banyak kemampuan unik seperti Lopen dan yang lainnya, tapi aku bisa meyakinkan tuan bahwa aku pasti membawa kembali kemenangan serta tidak akan membuat tuan malu".
Setelah itu, Falka turun dari tembok benteng.
Wakil Guliger berkata percaya diri "Anda tidak perlu khawatir jendral, anda hanya perlu menunggu disini, aku pasti membawa kembali kemenangan".
Tidak menunggu Guliger berbicara lebih banyak lagi, wakilnya maju sampai berhenti tepat 5 meter di depan Falka.
Ia juga memiliki tinggi sekitar 3 meter seperti kapten yang dibunuh Lopen sebelumnya..
Wakil Guliger mengambil sebuah pedang raksasa dari belakangnya "Maju, aku akan tunjukkan perbedaan kekuatanku denganmu".
Falka ikut mengambil pedangnya lalu menarik nafas, tiba-tiba seluruh aura di sekitar Falka berubah.
Pada awalnya Falka sudah memiliki aura seperti seorang jendral yang sudah melalui cukup banyak medan perang, tapi aura Falka sekarang berubah menjadi aura pembunuhan yang sangat kuat.
Bahkan Guliger yang ada di belakang berkata penuh keraguan "Kenapa aura pembunuhan miliknya sangat kuat? Seharusnya tidak mungkin seseorang bisa memiliki aura seperti ini tanpa membunuh ratusan ribu hingga jutaan orang, sebenarnya seberapa banyak yang sudah pria ini bunuh?".
__ADS_1
Falka mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menebas ke depan, ini adalah kemampuan khusus Falka yang paling dasar bernama tebasan utama.
Kemampuan khusus Tebasan Utama sesuai dengan namanya yaitu ketika Falka memakai tebasan ini, maka seluruh aura dan kekuatan yang ia miliki pasti berkumpul pada sekali tebasan tersebut.
Jika ini adalah peperangan kelompok, Falka pasti tidak akan memakai kemampuan khusus Tebasan Utama sebab musuhnya bukan hanya 1 orang.
Tetapi sekarang adalah pertarungan 1 lawan 1, ia hanya perlu memusatkan seluruh perhatian dan kekuatannya ke 1 musuh di depannya.
Wakil Guliger sekarang merasa seperti sebuah gunung yang sangat tinggi berada di depannya, tidak peduli apa yang ia lakukan maka ia sama sekali tidak bisa melawan gunung tersebut.
Saat pedang Falka semakin dekat dan aura kematian mulai berkumpul di seluruh tubuhnya, wakil pemimpin tersebut kembali sadar.
Meskipun ia takut, wakil Guliger menggertakkan giginya dan menebas ke arah Falka sambil memakai kemampuan khususnya yaitu tubuh besi.
Apabila itu orang lain, ia pasti sudah menyerah akibat aura pembunuhan yang kuat dari Falka. Namun sebagai wakil Guliger, ia sudah melalui banyak medan perang yang membuat tekadnya juga menjadi kuat, ia tidak akan menyerah dan ketakutan hanya karena 1 tebasan.
Pedang Falka dan wakil Guliger saling menebas.
"Slash!".
Di bawah tatapan terkejut semua orang, pedang wakil Guliger terbagi menjadi 2 dan jatuh ke tanah akibat tebasan Falka.
Wakil Guliger memuntahkan seteguk darah, ada sebuah luka tebasan pedang besar di tubuhnya akibat serangan Falka barusan.
Kemampuan khusus tubuh besi miliknya sekalipun, tidak bisa menahan tebasan Falka "Kau benar-benar prajurit yang kuat, aku tidak menyesal bisa kalah di tangan seorang prajurit hebat sepertimu--".
Wakil Guliger jatuh ke tanah, darahnya mewarnai salju yang ada di bawah.
Melihat pertarungan sudah berakhir, Myro yang ada di atas tembok benteng berkata "Jendral Guliger, aku rasa kita tidak perlu lagi repot-repot melanjutkan pertandingan yang ke 3, aku sudah menang 2 kali. Sekarang, apakah Jendral Guliger akan menepati perkataannya dan menjadi tahanan ku atau menolak lalu memutuskan untuk melawan tanpa memperdulikan hidup putra mahkota dan Rolf?".
Semua orang menatap Guliger, terutama pasukan Guliger.
__ADS_1
Selama jendral mereka memberitahu untuk melawan, mereka akan menyerang Benteng Rulfes tanpa ragu sebab kesetiaan mereka terhadap Jendral Guliger jauh lebih tinggi daripada putra mahkota, bagaimanapun mereka sudah berperang bersama Guliger selama puluhan tahun.