
Apabila pasukan infanteri lain pada umumnya mengutamakan pertahanan dan serangan formasi mereka, para Infanteri Salju lebih mementingkan kecepatan mereka.
Bagaimanapun peperangan di salju sangat berbeda dari peperangan di daerah yang memiliki cuaca lain.
Jendral Herfu yang sudah menjaga wilayah perbatasan utara ini selama bertahun-tahun sangat mengenal mengenai cuaca salju.
Jika infanteri berat memakai zirah besi penuh seperti para ksatria, ketika salju yang turun cukup kuat maka itu berarti kematian.
Memakai zirah besi seluruh tubuh sudah sangat memperlambat kecepatan para ksatria, di tambah oleh tekanan salju dan suhu dingin, para infanteri berat bisa mati di daratan bersalju tanpa harus terluka akibat serangan musuh.
Jadi menghadapi cuaca bersalju, Jendral Herfu membentuk infanteri ringan yang bisa bergerak cepat di tengah-tengah hujan salju sekalipun.
Infanteri Salju sama sekali tidak memakai zirah berat, mereka hanya memakai zirah besi ringan yang melindungi bagian tubuh penting mereka agar musuh tidak bisa memberikan luka fatal.
Lalu setiap anggota mereka membawa sebuah tombak sebagai senjata dan pedang di pinggang mereka. Tergantung keadaan di medan perang, Infanteri Salju bisa mengganti senjata mereka menjadi pedang suatu waktu.
Pertahanan musuh di sisi kiri hancur dengan cepat, mereka sama sekali tidak siap terhadap serangan tiba-tiba ini.
Apa yang paling mengejutkan yaitu Loir memimpin sendiri 1000 Kavaleri Salju bersama 5000 pasukan miliknya, padahal sebagian besar bangsawan hanya berdiri di belakang ketika berperang.
Tetapi sebagai cucu dari Jendral Herfu, ia sudah dilatih sangat keras untuk bertarung di barisan depan. Hal ini dilakukan supaya Loir bisa memimpin pasukannya sendiri secara langsung, walaupun tidak ada jendral hebat bersamanya.
"Segera lindungi sisi kiri! Jangan biarkan musuh menyerang sisi kiri kita lebih banyak lagi!", teriak pemimpin pasukan di kamp ini, ia sekarang sangat panik sebab dirinya tahu bahwa kekalahan sudah di depan mata.
Saat pasukan musuh mulai panik akibat serangan di sisi kiri, pasukan tahanan Orc Myro memukul pagar kayu bagian depan kamp musuh secara bersamaan.
__ADS_1
"Brak!".
Dipukul pedang besi ratusan Orc, pagar kayu itu langsung jatuh, ribuan pasukan Orc yang ganas bersama pasukan Myro melangkah menuju kamp musuh.
Suara teriakan perang terus terdengar, namun siapapun yang melihat pasti tahu pemenangnya adalah Myro.
Ren yang ada di belakang Myro menggelengkan kepalanya "Pasukan musuh terlalu lemah, peperangan ini selesai lebih cepat daripada yang kita rencanakan. Aku tahu sebagian besar pasukan musuh hanya penduduk yang diberikan senjata secara tiba-tiba, tapi ini terlalu cepat. Nampaknya kapten yang memimpin pasukan musuh juga tidak memiliki kemampuan, setidaknya selama ada sedikit kemampuan maka mereka tidak akan kalah secepat ini".
Mendengar perkataan Ren, Myro tersenyum pahit.
Seberapa banyak kapten di dunia ini yang memiliki kecerdasan seperti Ren atau kekuatan sekuat Falka? Myro rasa jawabannya hampir tidak ada.
Sosok seperti Falka setara dengan Jendral pasukan infanteri elit Kerajaan Azeroth, Limo. Bagaimana mungkin sosok sekuat Limo hanya tinggal di 3 kota kecil milik Kerajaan Orc-Goblin yang terletak di perbatasan?
Apabila itu sosok seperti jendral seluruh pasukan Kerajaan Orc-Goblin, ada kemungkinan ia setara Falka. Namun mengenai jendral yang lain di kerajaan kecil ini, Myro ragu ada yang bisa bersaing melawan para jendral Myro. Bahkan Golder yang merupakan sosok terkenal di Kerajaan Orc-Goblin, mati dengan mudah melawan Lopen.
"Baik", jawab Lopen yang akan pergi.
Tetapi saat Lopen baru berencana memberitahu Falka yang sedang menyerang, Ren di sisi lain berkata "Tunggu dulu tuan, aku memiliki rencana lain! Daripada membiarkan semua pasukan musuh mati disini, kenapa tidak membiarkan sebagian besar dari mereka melarikan diri? Selama kita melakukan hal itu, aku memiliki sebuah rencana agar bisa menjatuhkan Benteng Rulfes secepat mungkin. Walaupun rencana ini sangat berisiko, namun selama kita berhasil, hal tersebut pasti mengejutkan seluruh Kerajaan Orc-Goblin dan Kerajaan Azeroth. Tidak membutuhkan waktu 2 bulan, selama rencana ini berhasil maka hanya perlu waktu seminggu lagi untuk merebut Benteng Rulfes".
Myro dan Lopen benar-benar dibuat penasaran terhadap rencana Ren yang dibuat secara tiba-tiba.
...----------------...
Falka yang sedang memimpin Kavaleri Mongol melawan musuh berteriak penuh rasa tidak percaya kepada Lopen yang datang kepadanya beberapa saat lalu "Apakah kau gila? Kita bisa membunuh semua pasukan musuh disini, kenapa kita harus membiarkan musuh melarikan diri?".
__ADS_1
Lopen menatap Falka sebelum berkata dengan tegas "Aku tidak bisa memberitahumu alasannya sekarang, tapi setelah perang ini, tuan dan Ren pasti memberitahumu alasannya. Falka, apakah kau meragukan keputusan tuan?".
Falka kembali sadar, apabila ini adalah tugas yang diberikan Myro, ia tidak akan menolak.
Menarik nafas, Falka berkata "Aku mengerti, aku akan memberitahu pasukan yang lain".
Ketika selesai mengatakan itu, Falka membiarkan beberapa Kavaleri Mongol bergerak ke arah Retya, Gladius dan Loir untuk memberitahu supaya membiarkan pasukan musuh melarikan diri.
Meskipun mereka merasa aneh terhadap keputusan itu, namun mereka hanya bisa mengikutinya sebab keputusan tersebut berasal dari Myro.
Apalagi Myro sudah membahas masalah ini bersama Ren, kemungkinan besar masalah membiarkan musuh melarikan diri kali ini berhubungan dengan rencana gila Ren.
Pasukan musuh yang sebelumnya putus asa akibat sudah dikepung, tiba-tiba mereka menemukan celah di antara pasukan Myro.
Melihat celah tersebut, para pasukan musuh mulai melarikan diri tanpa ragu.
Mereka sama sekali tidak berpikir kenapa ada celah pada pasukan Myro, padahal sebelumnya tidak ada.
Apa yang mereka pedulikan sekarang adalah melarikan diri dan tetap hidup, sedangkan masalah lain tidak penting.
Dengan itu, lebih dari 2500 pasukan musuh berhasil melarikan diri dari celah pengepungan pasukan Myro.
Walaupun pasukan Myro menang, tapi ini bukan sebuah kemenangan besar sebab sebagian besar pasukan musuh masih berhasil melarikan diri dan berusaha kembali ke kota masing-masing.
Pasukan yang kalah serta melarikan diri ini pasti tahu bahwa mereka bukan lawan Myro, ada kemungkinan besar mereka pergi ke Benteng Rulfes sebab hanya dengan bergabung bersama pasukan disana maka mereka memiliki kemampuan menang melawan Myro.
__ADS_1
Selama 2500 pasukan yang melarikan diri dan pasukan Benteng Rulfes bergabung, pasukan Myro pasti lebih sulit merebut Benteng Rulfes. Oleh karena itu, semua orang bingung terhadap rencana membiarkan pasukan musuh melarikan diri yang sama sekali tidak memberikan keuntungan apapun kepada mereka.
Mungkin di seluruh medan perang ini, hanya Myro bersama Lopen yang mengerti karena mereka sudah mendengar rencana besar Ren untuk merebut Benteng Rulfes memakai 1 gerakan dengan cara tercepat.