PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 225 : MASALAH DI PERTANIAN


__ADS_3

Setelah mengetahui alasan Myro memberinya gelar Viscount, Falka tidak menolak lagi melainkan sangat berterima kasih kepada Myro.


Bagaimanapun tidak peduli apa yang terjadi, Falka dan yang lainnya akan selalu setia kepada Myro. Oleh karena itu, Myro tidak harus memikirkan masalah mereka.


Tetapi Myro masih sangat peduli kepada Falka dan yang lainnya, bahkan perasaan Falka kepada Fila, Myro juga berusaha membantu Falka membuat hal tersebut menjadi kenyataan.


Ketika Falka baru pergi, Ren yang dari tadi tidak berbicara akhirnya mengangkat mulutnya "Tuan, anda benar-benar orang yang baik bukan?".


"Apakah kau berpikir begitu?", Myro menggelengkan kepalanya tidak setuju "Aku sama sekali tidak sebaik yang kau pikirkan, pada akhirnya semua yang aku lakukan untuk kepentingan diriku sendiri".


Ren tersenyum "Tuan mungkin berpikir begitu, namun baik aku, Falka, Lana ataupun semua orang yang lain tahu tentang kebaikan tuan. Untuk membantu kami, tuan bersikap seakan-akan anda adalah orang yang mementingkan diri sendiri. Padahal aku tahu, jika Falka tidak mempunyai perasaan apapun kepada Fila, tuan pasti membatalkan rencana itu meskipun Fila memiliki perasaan kepada Falka. Lagipula Falka bukan orang kejam yang akan memanfaatkan wanita bagi kepentingan dirinya sendiri, tuan juga tidak akan membuat Falka melakukan semua itu".


Wajah Myro menjadi sedikit merah akibat malu, walaupun ia sudah menjadi semakin cerdas setiap harinya akibat ajaran Ren dan Feld. Tapi di depan Ren, Myro masih terlihat sangat jelas.


Setiap kali Myro membuat keputusan ataupun melakukan sesuatu, Ren pasti mampu menemukan maksud tujuan Myro tersebut.


Padahal Ren cuma mendengarkannya sebentar, tapi ia langsung mengetahui tujuan Myro yang menunjukkan seberapa menakutkannya Ren.


Mungkin di depan dirinya, tidak ada sebuah rencana musuh yang dapat menjebak dirinya.


Myro yang merasa malu segera berdiri dan menatap ke arah jalanan di kota melalui jendela, melihat Kota Loth yang sangat hidup, Myro tiba-tiba memikirkan sesuatu "Ren, kita bekerja selama beberapa minggu di ruangan tertutup seperti ini yang tidak baik bagi kesehatan, bagaimana kalau kita mengambil waktu berjalan-jalan?".


"Lalu, bagaimana dengan pekerjaan yang ada di atas meja ini? Tanpa kita, semua dokumen yang ada tidak akan mengerjakan diri mereka sendiri", kata Ren berpikir sebentar "Tapi apabila tuan berencana melakukan perjalanan kerja secara langsung yaitu mengecek masalah yang ada di wilayah tuan ke tempat kejadiannya secara langsung, aku rasa kita bisa melakukannya".


"Kau memang selalu mengerti tentang apa yang aku pikirkan", kata Myro mengangguk "Jadi bagaimana? Apakah kau tertarik mencari udara bersamaku?".

__ADS_1


Ren meletakkan alat tulisnya, ia tersenyum lembut kepada Myro "Mengikuti tuan telah menjadi tugasku, aku akan pergi bersama tuan".


Melihat Ren yang tersenyum lembut di wajah cantiknya, Myro membeku selama beberapa saat sebab ia tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari wajah Ren.


Sejak awal, Ren sangat cantik, namun waktu itu ia masih muda yang membuat kecantikan miliknya belum terlihat sepenuhnya.


Namun sekarang berbeda, Ren jauh lebih dewasa daripada waktu ia baru muncul dulu. Setelah dipikir-pikir, setiap kali Myro berjalan bersama Ren, memang ada banyak orang yang memberi hormat kepada Myro. Walaupun begitu, sebagian besar pria sebenarnya menatap ke arah Ren akibat kecantikannya.


"Tuan, ada apa? Apakah kau kagum terhadap kecantikan ku?", tanya Ren bercanda.


Myro menjadi semakin malu, ia melambaikan tangannya sebelum berjalan pergi dari sini "Berhenti main-main, ayo pergi ke bangunan walikota dimana Feld bekerja. Lagipula kita tidak boleh pergi secara sembarangan, kita harus memberitahu Feld sebab dengan perubahan rencana yang kita miliki, Feld harus mengubah jadwalnya juga".


Melihat Myro yang melarikan diri, Ren tertawa kecil dan berlari mengejar Myro secepat mungkin.


...----------------...


Pada umumnya kota perbatasan provinsi berupa sebuah benteng atau kota yang makmur sebab menjadi jalan bagi para pedagang untuk berjualan antar provinsi.


Masalah hal itu tidak terjadi pada Kota Jalrus, alasannya ada kota lain yang lebih strategis di dekat perbatasan juga yang menjadi jalan paling sering dilewati oleh pedagang.


Oleh karena itu, Kota Jalrus menjadi kota yang tidak dianggap para pedagang.


Tidak hanya itu, banyak penduduk Kota Jalrus yang pergi ke kota sebelah supaya bisa mencari kerja dan penghasilan yang lebih layak.


Dengan berpindahnya sebagian besar penduduk muda, Kota Jalrus sekarang sebagian besar ditinggali para orang tua, anak-anak dan wanita.

__ADS_1


Semua pria atau wanita yang bekerja pergi ke kota sebelah mencari uang, beberapa orang asli Kota Jalrus tetap kembali sebulan sekali ke kota atau seminggu sekali, tapi ada juga anak muda yang tidak pernah kembali lagi ke Kota Jalrus. Bahkan, mereka merasa malu terhadap latar belakang mereka yang berasal dari kota kecil seperti itu, jadi mereka merahasiakan kota kelahiran mereka.


Meskipun banyak anak muda yang telah pergi, Kota Jalrus tetap berjalan baik.


Ada sebagian pria muda yang tinggal untuk mengelola pertanian dibantu para orang tua atau wanita, kehidupan penduduk di Kota Jalrus berasal dari pertanian.


Tapi baru-baru ini ada masalah buruk yang terjadi di Kota Jalrus hingga walikota harus mengangkat tangan akibat tidak bisa menyelesaikan masalah ini, walikota cuma dapat mengirim surat ke ibukota agar mendapatkan bantuan.


Masalahnya adalah Kota Jalrus mengalami wabah hama pertanian, lebih dari setengah lahan pertanian gagal panen yang membuat penduduk khawatir.


Bagaimanapun penduduk Kota Jalrus mengandalkan hasil dari pertanian untuk hidup, sekarang setengah dari lahan yang ada gagal panen.


Walaupun para hama akhirnya berhasil dibunuh, tapi lahan yang gagal panen tidak akan kembali.


Karena itu, penduduk yang khawatir mencari bantuan walikota supaya mengatasi masalah tersebut.


Apabila penduduk tidak menerima bantuan apapun, musim ini akan membuat banyak penduduk Kota Jalrus mati kelaparan.


Walikota tidak mampu melakukan apapun juga, ia tidak mempunyai uang banyak sampai-sampai sanggup membeli persediaan makanan dari kota sebelah untuk semua penduduk Kota Jalrus yang kelaparan.


Lagipula Kota Jalrus cuma kota kecil, pajak yang diterima pemerintahan kota tidak banyak.


Walikota yang kehabisan ide hanya bisa mengirim surat agar pusat mengirim bantuan. Sekalipun ia diberhentikan setelah kejadian wabah selesai akibat dianggap tidak mampu sebagai walikota, ia tidak keberatan selama para penduduk tidak mati kelaparan.


Pada awalnya Feld berencana mengirim beberapa pegawainya supaya memeriksa apakah kejadian pada laporan benar adanya, Feld tidak takut mengirim bantuan, tapi apa yang Feld pedulikan adalah kemana uang bantuan itu akan jatuh?

__ADS_1


Ia harus mengirim beberapa pengawas, tujuannya mengamati pemerintah Kota Jalrus agar semua bantuan benar-benar diberikan kepada para penduduk yang kelaparan.


__ADS_2