PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 326 : KEPUTUSAN YANG TEPAT


__ADS_3

"Benarkah, kakek?", kata pangeran ke 1 penuh semangat.


Bagaimanapun ia adalah pangeran ke 1 dan cucu Duke Perang sehingga tidak ada seorangpun yang berani memberinya nasihat terlalu lama kecuali kakeknya.


Setiap kali Duke Perang memanggil dirinya ke ruang kerja, umumnya Duke Perang akan memberinya nasihat selama berjam-jam.


Oleh karena itu, pangeran ke 1 berpikir Duke Perang akan menasihatinya lagi hari ini.


Tetapi siapa yang berpikir bahwa Duke Perang tidak akan menghabiskan waktu lama untuk berbicara dengannya, jadi pangeran ke 1 meletakkan gelas teh yang sudah habis ke atas meja "Kakek, cepat katakan! Aku harus kembali dan makan bersama temanku".


"Sebentar lagi, kau akan mengetahui alasan aku memanggilmu", kata Duke Perang dingin.


Tiba-tiba pangeran ke 1 merasakan ketakutan. Meskipun ia sering membuat masalah, tapi Duke Perang tidak pernah menatapnya sedingin ini.


Namun aura di sekitar Duke Perang berubah terlalu cepat, ia melihat ke arah pangeran ke 1 dengan tajam yang membuat seluruh tubuhnya sedikit gemetar ketakutan.


"Kakek, apa yang kau lakukan? Kenapa kau menatapku seperti sedang melihat musuh--", sebelum pangeran ke 1 menyelesaikan perkataannya, ia memuntahkan seteguk darah ke tanah.


Membersihkan darah dari mulutnya, pangeran ke 1 menemukan darah di tangannya yang telah membersihkan mulutnya.

__ADS_1


Tidak peduli seberapa bodoh pangeran ke 1, ia tentunya langsung mengerti alasan dirinya memuntahkan seteguk darah.


Merasakan tubuhnya melemah semakin cepat, pangeran ke 1 berkata penuh rasa tidak percaya "Kakek, kenapa? Kenapa kau memberiku racun? Apakah racunnya terdapat pada teh yang aku minum tadi? Kakek, apakah kau begitu kejam sampai-sampai harus membunuhku?".


Duke Perang terus berwajah dingin "Jangan salahkan kakek, kalau kau merupakan seorang pangeran yang hebat, kakek pasti berusaha yang terbaik agar kau berhasil naik tahta sekalipun aku harus mati. Tetapi kau sama sekali tidak memiliki peluang menjadi raja, daripada seluruh keluarga Duke milikku harus hancur akibat mendukungmu, aku lebih memilih menyerah kepada Kerajaan Azeroth. Bahkan sampai tadi, kau belum menyadari bahwa pasukan kita telah kalah dari Kerajaan Azeroth".


"Sebagai seorang Duke yang memimpin seluruh keluarga, aku tidak bisa membiarkan semua anggota keluargaku terbunuh cuma untuk seorang cucu yang tidak mempunyai kemampuan menjadi raja! Aku tidak keberatan jika kau tidak menyalahkan ku, tapi aku harus melakukan ini supaya keluarga kita tetap bertahan hidup".


Pangeran ke 1 membuka mulutnya namun ia tidak bisa mengatakan apapun lagi, ia hanya menatap Duke Kemenangan penuh rasa tidak percaya sebelum jatuh ke tanah, ia benar-benar terbunuh akibat racun tersebut.


Setelah pangeran ke 1 mati, Duke Kemenangan tidak berdiri dari kursinya melainkan berkata "Bagaimana? Apakah kau sekarang percaya bahwa kami menyerah kepada Kerajaan Azeroth?".


Pintu ruang kerja Duke Kemenangan perlahan-lahan terbuka, sosok perdana menteri Kerajaan Azeroth bersama beberapa pengawal muncul dari pintu itu.


Ketika sudah dipastikan Duke Perang tidak melakukan tipuan apapun seperti mengganti pangeran ke 1 dengan orang yang mirip, perdana menteri tersenyum cerah "Tuan Duke Kemenangan memang selalu setia kepada Kerajaan Azeroth, raja pasti mengerti dan memberimu kesempatan menyerah kepada kerajaan serta menjadi Duke Kerajaan Azeroth lagi. Selain itu, mulai besok serangan dari divisi 2 dan divisi 3 akan dihentikan, Tuan Duke tidak perlu khawatir terhadap wilayahnya yang terus berkurang".


Duke Perang sama sekali tidak terlihat senang, wajahnya tetap suram "Bagaimana dengan kota yang sudah kalian rebut dariku? Apakah kalian akan mengembalikannya?".


"Tidak mungkin!", kata perdana menteri tegas "Semua kota yang sudah direbut akan menjadi milik Kerajaan Azeroth, yang mulia akan menentukan siapa yang bisa mengelola wilayah tersebut, ini adalah hukuman atas pemberontakan mu sebelumnya".

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganku?", kata Duke Perang sedikit tidak senang, lagipula ia telah membunuh pangeran ke 1 tapi perdana menteri tidak setuju mengembalikan semua wilayahnya "Sebagai seorang Duke, wilayah ku terlalu kecil apabila kalian tidak mengembalikan wilayah yang sudah kalian rebut! Apakah kalian berencana menurunkan gelar ku dari posisi Duke? Biarkan aku memberitahu kalian 1 hal, daripada tidak menjadi Duke, aku lebih memilih berperang melawan kalian sampai akhir! Selama kalian memilih menurunkan posisiku agar kekuasaan yang aku miliki semakin melemah, aku menolak menyerah!".


Aura yang kuat meledak dari tubuh Duke Perang yang menekan perdana menteri, dapat dilihat Duke Perang siap membunuh perdana menteri apabila mereka berencana menurunkan gelar Duke miliknya.


"Kami sama sekali tidak memiliki maksud tersebut, anda tetap menjadi Duke Perang dari Kerajaan Azeroth", kata perdana menteri menjelaskan "Tetapi masalah wilayah mu memang cukup penting, aku memiliki sebuah ide! Kau boleh menyerang wilayah lain untuk memperluas wilayah Duke milikmu, seperti menyerang bagian utara Kerajaan Azeroth serta merebut kota-kota disana! Selama kau tidak merebut kota yang berada di bawah kekuasaan Raja Azeroth VI, kami akan mengakui kota yang kau rebut sebagai wilayah milikmu, bagaimana?".


"Apakah kalian pikir aku bodoh?", kata Duke Perang tersenyum mengejek "Di utara adalah wilayah kekuasaan Duke Kemenangan, selama aku berani menyerang wilayah itu, aku pasti mati! Sebelum berperang melawan kalian, aku memang mempunyai kekuatan melawan Duke Kemenangan. Namun sekarang berbeda, aku kehilangan banyak pasukan elit akibat divisi 2, aku bukan lawan Duke Kemenangan lagi".


Perdana menteri langsung memberikan saran "Sekarang Duke Kemenangan baru selesai bertarung melawan Kerajaan Diamant, korban di pihaknya kemungkinan besar tidak sedikit sehingga ia pasti melemah. Belum lagi kau melupakan 1 hal yang penting, seluruh wilayah utara bukan kekuasaan Duke Kemenangan! Kau bisa menyerang wilayah utara lain yang bukan milik Duke Kemenangan, aku yakin kalian tidak perlu saling bertarung jika kau tidak menyerang wilayahnya bukan?".


"Selain itu sejak kau menjadi Duke dari Kerajaan Azeroth lagi, kerajaan tentunya akan memberimu dukungan uang dan senjata untuk merebut wilayah di utara".


Duke Perang segera tertarik ketika mendengar ia bisa mendapat bantuan dari kerajaan "Apakah kalian yakin? wilayah utara Kerajaan Azeroth mungkin masih setia kepada kerajaan, apakah kalian yakin berencana membunuh mereka?".


"Jika mereka setia, mereka tidak akan membuat aliansi! Bahkan mereka seharusnya membantu Kerajaan Azeroth melawan Kerajaan Diamant, tapi aliansi utara selalu bersikap netral tanpa membantu Kerajaan Azeroth, mereka telah dianggap sebagai pengkhianat. Oleh karena itu, kerajaan tidak akan keberatan kalau kau merebut wilayah para bangsawan di utara", kata perdana menteri.


Duke Perang tidak memberikan jawaban melainkan berpikir lebih dulu. Ia mengerti perdana menteri berusaha memanfaatkannya untuk mengatasi perkembangan Myro selama mereka sedang melawan pangeran ke 2 dan Kerajaan Diamant, jadi ia dikirim ke wilayah utara.


Meskipun tahu perdana menteri mencoba memanfaatkan dirinya, Duke Kemenangan merasa ini bukan kerugian melainkan sebuah keuntungan.

__ADS_1


Selama ia memanfaatkan dukungan dari Kerajaan Azeroth sebaik mungkin, Duke Perang mungkin berhasil memperluas wilayahnya.


"Aku setuju", kata Duke Perang tersenyum "Tetapi Kerajaan Azeroth harus mengirim divisi 2 sebagai bantuan bagiku melawan bangsawan di wilayah utara dan 200.000 pasukan gabungan bangsawan, selama kalian setuju mengirim bantuan sebanyak itu, aku tidak keberatan membantu kalian mengganggu perkembangan Duke Kemenangan! Bahkan, aku mungkin mampu mengalahkannya!".


__ADS_2