PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 129 : BERITA KEMENANGAN YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Myro membawa pasukannya dengan cepat melewati perbatasan Kerajaan Orc-Goblin dan Provinsi Kavaleri. Lalu sesuai dengan target yang sudah mereka tentukan sebelum melawan Kavaleri Serigala, mereka akan menyerang kota terdekat dari perbatasan ini yaitu Kota Folk.


Ketika Myro tiba di dekat Kota Folk, ia sedikit terkejut sebab kota ini sama sekali tidak memiliki tembok batu yang melindunginya. Padahal sebagai kota perbatasan, Kerajaan Orc-Goblin seharusnya membangun tembok batu agar bisa menambahkan perlindungan terhadap Kota Folk.


Tetapi setelah Myro berpikir lagi, ia langsung mengerti bahwa Kerajaan Orc-Goblin merupakan kerajaan yang sangat miskin di wilayah paling utara benua ini.


Hampir sepanjang tahun, wilayah Kerajaan Orc-Goblin selalu ditutupi oleh salju yang membuat mereka tidak bisa membuka ladang ataupun peternakan.


Bukan hanya itu, kerajaan mereka juga tidak memiliki banyak tambang maupun mineral sehingga tidak ada pedagang yang tertarik untuk datang kesini.


Semua alasan tersebut menyebabkan Kerajaan Orc-Goblin jatuh menuju kemiskinan. Jangankan untuk membangun tembok kota dari batu, bahkan Kerajaan Orc-Goblin masih kesulitan mengatasi masalah makanan penduduknya.


Oleh karena itu, tidak aneh apabila Kota Folk ini hanya memiliki pagar kayu yang melindunginya.


Salju masih terus berjatuhan di sekita Kota Folk, walaupun saljunya tidak terlalu kuat hingga membentuk badai, tapi masih cukup menganggu pasukan Myro.


Lagipula mereka tidak sering bertarung di wilayah salju, Provinsi Kavaleri merupakan wilayah unik di utara yang hampir tidak pernah memiliki musim salju. Jadi saat bertarung di salju, ada kemungkinan pasukan Myro mulai melemah.


Untungnya pertahanan musuh juga tidak terlalu kuat, Myro yakin bahwa mereka bisa merebut Kota Folk ini tanpa masalah.


Menentukan keputusannya, Myro menarik pedang dan menunjuk ke arah Kota Folk "Seluruh pasukan, serang! Mereka berani menyerang wilayah kita lebih dulu, sekarang adalah waktunya kita menunjukkan apa yang harus mereka bayar akibat tindakan mereka tersebut!".


"Serang!", bersamaan dengan teriakan Myro, pasukan di belakangnya bergegas maju.


Sebagai kavaleri, pasukan Kavaleri Mongol berada di posisi paling depan yang diikuti oleh Penjaga Praetorian dan pasukan baru.


Karena jalan yang bersalju, Kavaleri Mongol tidak berani bergerak terlalu cepat yang bisa menyebabkan kuda terjatuh.


Falka menarik busurnya dan menembak ke arah para penjaga di Kota Folk, Kavaleri Mongol di belakang mengikuti gerakan Falka dan mulai menembak.

__ADS_1


"Stab!".


Para pasukan yang berjaga di pagar kayu Kota Folk mulai tertembak, mereka sama sekali tidak siap terhadap serangan ini sehingga mereka tidak bisa berlindung tepat waktu dari tembakan panah Kavaleri Mongol.


Setelah tembakan panah tersebut, sebagian besar penjaga kota terbunuh. Bagaimanapun, hanya ada kurang dari 50 penjaga di gerbang kayu ini, mereka bukan lawan dari sekitar 1000 panah Kavaleri Mongol.


Jika bukan sebab salju d sekitar yang menganggu gerakan panah, mungkin seluruh 50 penjaga akan langsung terbunuh.


Penjaga yang masih bertahan hidup menggertakkan giginya, ia di tembak oleh panah juga namun tidak mengenai bagian fatal sehingga penjaga tersebut masih hidup.


Menahan rasa sakitnya, penjaga itu berteriak keras "Serangan musuh! Musuh menyerang!".


Meskipun berhasil memberikan peringatan, penjaga itu masih sedikit terlambat.


Falka melompat dari kudanya yang langsung melewati pagar terebut, lalu tanpa ragu sedikitpun, Falka menebas semua penjaga yang masih hidup.


Setelah membunuh semua penjaga, Falka berjalan menuju tuas yang berguna untuk membuka gerbang kayu Kota Folk.


Gerbang kayu Kota Folk terbuka, akhirnya Kavaleri Mongol, Penjaga Praetorian dan 2000 pasukan baru bisa menyerbu Kota Folk tanpa masalah.


Seluruh Kota Folk sama sekali tidak siap terhadap serangan ini, mereka tidak berpikir bahwa 10.000 pasukan Kerajaan Orc-Goblin benar-benar berhasil dikalahkan oleh musuh, apalagi pasukan mereka dikalahkan hanya dengan waktu kurang dari seminggu.


Karena pasukan musuh yang tidak siap, Falka dengan mudah memimpin Kavaleri Mongol untuk mengepung barak musuh yang memiliki pasukan kurang dari 500 Orc ataupun goblin.


Selama mereka menurunkan senjata mereka dan menyerah, mereka masih bisa hidup. Tetapi bagi mereka yang tetap keras kepala melawan, Falka serta Kavaleri Mongol tidak akan ragu membunuh mereka.


Myro memimpin Penjaga Praetorian bersama Ren dan Lopen untuk mengepung bangunan walikota.


Melihat tempatnya sudah dikepung, walikota bersama seluruh penjaganya menyerah tanpa melalukan perlawanan lebih banyak lagi.

__ADS_1


Melihat walikota menyerah dengan mudah, Myro tidak membunuhnya melainkan membiarkan Penjaga Praetorian membawa mereka ke penjaga Kota Folk untuk sementara waktu.


Di sisi lain, Retya membawa 2000 pasukan baru dan mulai merebut gerbang kota yang lain.


Pasukan yang menjaga gerbang kota sisi lain dari Kota Folk tersebut sangat terkejut ketika menemukan pasukan musuh yang muncul dari belakang mereka, hal ini membuat mereka menyadari bahwa gerbang kota yang lain pasti sudah direbut oleh musuh.


Dengan waktu kurang dari sehari, seluruh Kota Folk sudah berada di bawah kendali Myro.


Semua ini bisa terjadi sebab Kerajaan Orc-Goblin tidak pernah berpikir bahwa Myro bisa menang melawan 10.000 pasukan mereka.


Bagaimanapun sebagai provinsi baru di Kerajaan Azeroth, Provinsi Kavaleri terkenal sebagai provinsi paling lemah dimana sebagian besar bangsawan yang berkuasa adalah bangsawan baru. Jadi musuh tidak pernah berpikir akan ada orang yang cukup kuat untuk melawan 10.000 pasukan mereka.


...----------------...


Keesokan harinya, berita Myro yang mengalahkan 10.000 pasukan Kerajaan Orc-Goblin dengan sekitar 1000 Kavaleri Serigala lalu merebut Kota Folk menyebar ke seluruh Provinsi Kavaleri serta Kerajaan Orc-Goblin.


Semua orang yang mendengar berita tersebut segera terkejut, mereka tidak pernah berpikir Myro bisa memenangkan peperangan ini bahkan hingga berhasil merebut sebuah kota di wilayah musuh.


Para bangsawan baru yang wilayah kekuasaannya di sekitar Myro lebih terkejut. Pada awalnya mereka sudah siap melarikan diri meninggalkan penduduk mereka, bagaimanapun setelah wilayah Myro dikalahkan maka target musuh berikutnya pasti mereka.


Tetapi sebelum mereka melarikan diri, mereka mendengar berita kemenangan Myro yang membuat mereka sedikit tidak percaya.


Lebih tepatnya, hampir semua orang yang mendengar berita tersebut tidak percaya.


Peperangan Myro melawan Kerajaan Orc-Goblin ini berbeda dari waktu Myro melawan Kerajaan Kavaleri.


Ketika melawan Kerajaan Kavaleri, Myro bersama pangeran ke 4 yang membuat banyak orang berpikir bahwa alasan utama kemenangan perang itu bukan strategi dari pasukan Myro, melainkan pasukan elit Kerajaan Azeroth yang di bawa oleh pangeran ke 4.


Sekarang mereka tahu Myro ini benar-benar memiliki kemampuan, ia bisa menjadi Baron di usia muda bukan tanpa alasan.

__ADS_1


Berita kemenangan itu menyebar sangat cepat di seluruh Kerajaan Azeroth, berita kemenangan Myro terus menyebar sampai ke jendral perbatasan utara hingga Raja Azeroth V sekalipun.


__ADS_2