
20 menit berlalu sejak pasukannya dikepung musuh, Sordas memukul pasukan musuh di depannya hingga mati lalu mengangkat kepalanya untuk mengamati keadaan sekitar.
Ketika melihat keadaan sekitarnya, wajah Sordas menjadi suram sebab pasukannya telah berkurang terlalu banyak. Kalau terus seperti ini, hanya masalah waktu sebelum ia dan semua pasukannya mati disini.
Oleh karena itu, mata Sordas bersinar penuh ketegasan. Ia tidak boleh tinggal disini terlalu lama atau dirinya akan mati bersama seluruh pasukannya, tidak ada kesempatan untuk memenangkan perang ini.
Tanpa ragu, Sordas mengangkat tinjunya yang berwarna merah akibat darah musuh "Seluruh pasukan berkumpul, kita akan menembus pengepungan musuh dan pergi dari sini!".
Semua pasukan di sekitar mendengar teriakan Sordas dan mulai berkumpul, walaupun mereka merasa lelah akibat perjalanan jauh, tapi mereka tentunya akan berusaha yang terbaik agar tidak mati.
Teriakan Sordas bukan hanya menarik perhatian pasukannya, melainkan pasukan Myro ikut mengetahui dimana posisi Sordas.
Mata semua pasukan Myro segera tertuju kepada Sordas. Bagaimanapun ia adalah pemimpin pasukan musuh, selama Sordas mati maka pasukan musuh tidak dapat bertahan terlalu lama lagi.
Tanpa ragu, seorang prajurit Herfu yang terletak paling dekat dari Sordas mengangkat tombaknya dan berusaha menusuk Sordas "Aku akan membunuhmu lalu mengakhiri pertarungan ini!".
Tetapi sebelum tombak prajurit itu menusuk Sordas, tinju Sordas langsung memukul kepalanya sampai terbang sejauh puluhan meter.
"Brak!".
Prajurit tersebut benar-benar terbang akibat pukulan Sordas sejauh puluhan meter sebelum mendarat dengan keras ke tanah, hidup dan matinya sama sekali tidak diketahui.
Sordas menatap prajurit yang baru ia pukul dengan meremehkan, setelah itu ia berteriak keras menuju pasukan Myro di sekitarnya penuh kesombongan "Jika kalian merasa diri kalian kuat, maka kalian boleh mencoba membunuhku, Sordas! Bukankah kalian berencana mengakhiri perang secepat mungkin? Selama aku mati, pasukan ku pasti melemah dan kehilangan semangat sehingga kalian boleh mencoba membunuhku untuk mengakhiri perang ini. Tetapi biarkan aku memberitahu kalian 1 hal, siapapun yang berani mencoba melawanku, mereka harus siap mati seperti prajurit yang aku pukul barusan!".
Aura menakutkan muncul di sekitar Sordas yang membuat Pasukan Myro di sekitarnya sedikit ragu untuk mendekatinya.
Melihat semua yang terjadi, Sordas tersenyum secara diam-diam.
Meskipun ia paling lama hanya bisa menakuti Pasukan Myro selama 20 detik, namun waktu tersebut sudah cukup baginya dan pasukannya untuk mencoba melarikan diri dari pengepungan musuh.
__ADS_1
Lagipula Sordas tahu, ia memang kuat tapi selama Pasukan Myro mengepungnya, ia pasti mati.
Oleh karena itu, ia harus membuat pasukan Myro ketakutan agar tidak berani mengepungnya.
Tetapi ketika Sordas berpikir semua pasukan Myro ketakutan yang memberinya waktu untuk mengumpulkan pasukannya, sebuah suara yang dingin terdengar "Aku dengar kau adalah seorang jendral di bawah Raja Diamant yang memiliki kekuatan tinju paling kuat? Menurut kabar, tinju mu bahkan dapat menghancurkan besi mengingat kau memiliki kemampuan khusus Tubuh Besi bukan? Cukup menarik, kalau begitu biarkan aku melihat, tinju mu yang lebih kuat atau pertahanan milikku?".
Sordas menatap ke arah asal suara untuk menemukan seorang pria yang memakai baju besi hitam dan hampir menutupi seluruh tubuhnya kecuali bagian mata. Pria itu membawa sebuah pedang serta perisai besi di tangannya, ia menggerakkan kudanya mendekati Sordas.
Walaupun merasakan aura prajurit yang mendekatinya ini sedikit berbeda, namun Sordas sama sekali tidak takut "Sebutkan namamu, sepertinya kau berbeda dari pasukan yang aku bunuh tadi!".
"Aclan, pemimpin ksatria di bawah Tuan Myro", kata Aclan yang mengangkat perisainya "Persiapkan dirimu, aku harap kau tidak mati hanya karena 1 tebasan!".
Tanpa memberi waktu bagi Sordas untuk menjawab, Aclan menggerakkan kudanya menuju Sordas secepat mungkin.
Sordas turun dari kudanya dan bersiap memukul Aclan yang mendekat.
Berbeda dari pasukan lain dimana saat mereka memakai kuda maka mereka menjadi semakin kuat, Sordas lebih kuat saat ia berdiri di tanah.
Ketika kuda Aclan berjarak 5 meter dari dirinya, Sordas memukul ke depan tanpa ragu "Tinju Ledakan Angin!".
Angin berkumpul di tinju Sordas yang meledak sewaktu ia memukul ke depan.
"Booooom!".
Ledakan angin dari tinju Sordas cukup kuat hingga membuat orang-orang di sekitarnya menutup mata.
Retya, Yuki dan para pemimpin pasukan Myro segera menatap ke arah lokasi pertarungan penuh rasa tertarik sebab pukulan tadi tidak boleh diremehkan, setidaknya Sordas memang mempunyai kekuatan untuk menjadi 7 jendral Diamant I.
"Ternyata kemampuan yang ia miliki bukan hanya Tubuh Besi, mempunyai 2 kemampuan bertarung yaitu bertahan dan menyerang memang sangat menguntungkan, tidak aneh ia menjadi 7 jendral utama di bawah Raja Diamant I", kata Retya yang mengakui kemampuan Sordas "Tetapi ia sedikit tidak beruntung, karena lawannya adalah Aclan! Ketika melawan Aclan, kau tidak boleh sembarangan menyerang karena semakin kuat serangan yang kau berikan, maka semakin kuat juga serangan yang Aclan kembalikan!".
__ADS_1
Asap akibat tinju barusan mulai menghilang, Sordas menatap ke depan penuh percaya diri. Banyak orang menganggap ia cuma mempunyai kemampuan Tubuh Besi sehingga saat ia menggunakan Tinju Ledakan Angin, musuhnya sering tidak siap yang membuat mereka langsung terbunuh, apalagi kekuatan Tinju Ledakan Angin sama sekali tidak boleh diremehkan. Jika ia memukul dengan kemampuan ini, orang yang memakai Tubuh Besi sekalipun dapat dikalahkan.
Tetapi ketika asap menghilang, Sordas kaget menemukan Aclan yang telah turun dari kudanya dan berdiri diam di depan kuda.
Aclan sama sekali tidak terluka melainkan meletakkan perisai besi di depannya, perisai besi yang digunakan Aclan mampu menghentikan tinju Sordas.
Menatap Aclan yang tidak terluka, Sordas berteriak tidak percaya "Tidak mungkin! Bagaimana sebuah perisai besi dapat menahan tinju terkuat ku?".
Aclan menatap dari balik perisai "Aku harus mengakui tinju mu barusan memang kuat, tapi kau melakukan kesalahan besar yaitu tidak mengetahui kemampuan milik lawan mu. Biarkan aku memberitahumu 1 hal sebelum kau mati, kemampuan ku adalah perisai pembalik. Semua serangan yang terkena perisai ku tidak akan melukai diriku, melainkan akan dibalikkan! Perisai Pembalik, Tinju Ledakan Angin!".
Tiba-tiba Aclan mengangkat perisainya dan memukul Sordas memakai tangannya yang lain, pedang Aclan telah ia simpan di pinggangnya sehingga tangan yang memakai pedang bisa digunakan untuk memukul.
Melihat tinju Aclan yang mendekat, Sordas mengerti ia tidak mempunyai waktu untuk menghindar yang membuatnya berteriak "Tubuh Besi!".
Seluruh tubuh Sordas berubah menjadi besi dengan cepat, tapi tinju Aclan tetap tidak berhenti melainkan memukul perutnya tanpa ragu.
"Booooom!".
Tubuh Sordas terlempar sejauh puluhan meter sebelum menabrak sebuah pohon dengan keras, ia memuntahkan seteguk darah sebelum tubuhnya jatuh ke tanah.
Untungnya Sordas memakai Tubuh Besi tepat waktu, jika tidak ia pasti sudah mati.
Meskipun begitu, Sordas kehilangan kesadarannya dan tidak diketahui seberapa banyak tulang di tubuhnya yang patah.
Aclan mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, zirah besinya sedikit bersinar akibat cahaya bulan "Menyerang, jendral kalian telah dikalahkan! Siapapun yang menurunkan senjata mereka tidak akan dibunuh!".
Karena jendral mereka sudah dikalahkan, sebagian besar Pasukan Sordas menurunkan senjata dan mengangkat tangan mereka tanpa ragu yang menunjukkan mereka menyerah.
Di antara semua Pasukan Sordas, cuma sebagian kecil dari mereka yang memutuskan melawan atau mencoba melarikan diri.
__ADS_1
Retya dan yang lainnya tentu telah siap terhadap pasukan musuh yang memilih tetap melawan, jadi mereka mengalahkan musuh dengan mudah yang membuat peperangan melawan Sordas berakhir.