PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 274 : AKHIR SANG JENDRAL KERAJAAN ORC-GOBLIN!


__ADS_3

Seluruh kepanikan menghilang di wajah Guliger, bagaimanapun ia tetap seorang jendral hebat yang pernah memimpin seluruh kerajaan sebelumnya. Tidak peduli seberapa bodoh dan egois dirinya, Guliger tahu kesempatannya untuk hidup tidak ada lagi.


Melarikan diri lebih tidak mungkin, musuh bisa membiarkan Orc dan Goblin yang lain melarikan diri, tapi Guliger pasti harus tertangkap.


Oleh karena itu, ia pasti menjadi target utama dari musuh. Dibandingkan harus memalukan namanya sebagai seorang jendral dengan mencoba melarikan diri, Guliger memilih berakhir sebagai seorang jendral.


Mengikat luka di tangannya memakai kain,. Guliger mengambil pedang yang ia miliki tanpa peduli rasa sakit dari luka panah di tangannya.


Yuki juga menghentikan para samurai yang mendekati Guliger, mereka mengepung Guliger tanpa memberikannya kesempatan melarikan diri tapi Yuki juga membiarkan Guliger menyelesaikan persiapan terakhirnya.


Lagipula sebagai seorang pemimpin pasukan, Yukie mengerti apa yang dirasakan seorang jendral seperti Guliger sekarang.


Mereka para jendral dan pemimpin militer tidak keberatan mati di medan perang, bagaimanapun sejak menjadi prajurit, semua orang harus siap mati di medan perang.


Namun apa yang tidak dapat mereka terima adalah kematian mereka tanpa alasan, yaitu mereka gagal melindungi kerajaan yang seharusnya mereka lindungi layaknya seorang jendral. Guliger tentunya dapat melihat juga, Kerajaan Orc-Goblin yang ia lindungi telah berakhir. Sebagai seorang jendral, tentunya Guliger merasa sedih dan bersalah.


Yuki melangkah maju mendekati Guliger yang sedang bersiap "Apakah kau Guliger? Kau benar-benar seorang jendral walaupun caramu cukup kejam, tapi aku tahu kau melakukan semua itu untuk kerajaan yang kau lindungi. Aku mengakui mu sebagai jendral, jadi aku memberimu sebuah kesempatan! Buang jabatan mu saat ini dan berikan kesetiaan kepada tuanku, aku akan membiarkan kau hidup dan terus melindungi wilayah ini sebagai prajurit! Setidaknya aku akan berbicara di depan tuanku supaya kau tidak dihukum mati! Jangan khawatir, tuanku adalah orang yang menghargai kesetiaan dan bakat, bukan masa lalu seseorang!".


"Selama kau setia dan melupakan masa lalu mu, tuanku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk! Bagaimana? Menyerah dan tetap melindungi kerajaan mu yang berubah menjadi wilayah kekuasaan tuanku atau tetap memilih mati sebagai seorang jendral?".


Guliger menatap ke arah langit, sebuah senyum pahit muncul di wajahnya "Pasukan lain mungkin mempunyai kesempatan untuk menyerah, namun aku adalah jendral seluruh militer Kerajaan Orc-Goblin, tidak ada kesempatan bagiku menyerah! Sejak aku menerim jabatan sebagai jendral Kerajaan Orc-Goblin, hidup dan mati ku berhubungan dengan kerajaan! Ketika kerajaan mati, itu berarti akhir diriku juga! Nona prajurit, apakah kau adalah bagian dari kakak adik Tanrou di pegunungan utara? Jangan mencoba membujuk ku menyerah lagi, berikan aku kematian layaknya seorang jendral".


"Begitu, jadi itu keputusanmu", kata Yuki mengangkat katana miliknya "Namaku Tanrou Yuki, seorang samurai di bawah tuanku, Myro Aras! Prajurit pemberani, sebutkan namamu!".


Guliger mengangkat pedangnya, meskipun salju terus turun tapi hal tersebut tidak mempengaruhi mereka "Aku adalah Guliger, jendral terakhir Kerajaan Orc-Goblin! Nona Yuki, sebuah kehormatan dapat bertarung melawan prajurit pemberani sepertimu sebelum kematian ku! Aaaaa!".

__ADS_1


Teriakan keras Guliger bergema di seluruh medan perang, ia berlari menuju Yuki sambil mengangkat pedang besarnya. Meskipun darah terus jatuh dari tangan yang memegang pedangnya hingga mengubah salju menjadi merah tapi Guliger tidak peduli, ia terus maju.


Sewaktu Guliger menebas Yuki, katana Yuki segera bergerak dan menebas leher Guliger.


Jika pedang Guliger penuh akan kekuatan, maka pedang Yuki mengutamakan kecepatan, pedangnya terlalu cepat sampai-sampai seseorang kesulitan melihat gerakan tersebut.


"Slash!".


Guliger dan Yuki berdiri sambil saling membelakangi.


Yuki menyimpan katana nya "Guliger, kau prajurit yang hebat, aku mengakui mu!".


Sebuah senyuman muncul di wajah Guliger, darah jatuh dari mulut Guliger "Terima kasih Nona Yuki--".


Perlahan-lahan tubuh Guliger jatuh ke tanah.


Guliger, Jendral besar terakhir Kerajaan Orc-Goblin, mengakhiri hidupnya di dekat Ibukota Kerajaan Orc-Goblin.


Walaupun sepanjang hidupnya ia bukan jendral yang baik, namun di akhir, ia mati layaknya seorang jendral.


Yuki berbalik dan berkata kepada semua pasukan samurai di belakangnya "Biarkan mereka yang mencoba melarikan diri pergi, sedangkan tugas kalian hanya membawa tubuh Guliger! Pada awalnya aku dan kakak berencana menggantung tubuh Guliger untuk membuat pasukan Kerajaan Orc-Goblin di ibukota ketakutan, tapi aku berubah pikiran sekarang. Makamkan tubuh Guliger, ia seorang jendral, prajurit yang hebat! Prajurit harus dimakamkan layaknya prajurit, berikan ia pemakaman yang seharusnya".


Mendengar saran Yuki, seorang samurai berkata penuh keraguan "Nona Yuki, kalau Tuan Muteki mengetahui hal ini, ia pasti marah! Bagaimanapun Tuan Muteki telah mengatakan rencananya untuk--".


Yuki melambaikan tangannya "Lakukan apa yang aku katakan, aku akan bicara kepada kakakku nanti! Paling banyak ia hanya memarahiku, kalian tidak perlu khawatir! Jangan lupa, kalian semua juga prajurit! Jika suatu hari nanti kalian mati di tangan musuh, apakah kalian lebih memilih dimakamkan sebagai seorang prajurit atau digantung layaknya penjahat? Jangan lupa, kita adalah prajurit, selama lawan kita seorang prajurit juga, berikan mereka akhir yang baik!".

__ADS_1


Para samurai saling menatap sebelum membungkuk "Nona Yuki, kami mengerti!".


Setelah itu, para samurai bersiap-siap memakamkan tubuh Guliger.


Yuki menatap tubuh Guliger yang siap dimakamkan "Kita adalah musuh, oleh karena itu aku tidak akan menyesal sebab sudah membunuhmu. Apabila aku tidak membunuhmu, kau pasti akan membunuhku. Meskipun aku tidak menyesal, paling tidak sebagai prajurit, aku akan memberimu pemakaman yang layak!".


...----------------...


2 hari kemudian, berita kematian Jendral Guliger menyebar yang membuat seluruh Kerajaan Orc-Goblin, Kerajaan Azeroth serta sekitarnya gempar.


Siapa Guliger? Seorang jendral hebat yang berjuang hampir sepanjang hidupnya untuk mempertahankan kerajaan, tapi pada akhirnya ia mati di bawah serangan pasukan dari pegunungan utara dan bangsawan Kerajaan Azeroth.


Berita mengejutkan tidak berhenti sampai di situ, pasukan Myro terus bergerak maju dan merebut hampir semua kota di Kerajaan Orc-Goblin selama 2 hari ini.


Sejak menyebarkannya berita kematian Guliger, banyak Orc dan Goblin mengerti kerajaan telah berakhir.


Daripada harus terus melawan dan terbunuh tanpa alasan yang jelas, mereka memilih menyerah.


Mungkin terdapat beberapa mata-mata atau orang gila yang setia kepada Kerajaan Orc-Goblin, tapi Myro membunuh mereka tanpa ragu serta memadamkan semua pemberontakan secepat mungkin memakai bantuan informasi markas mengenai gerakan mereka.


Saat ini Kerajaan Orc-Goblin hanya memiliki 1 wilayah yaitu ibukota, jadi pasukan Myro mulai bergerak mengepung ibukota.


Bersama pasukan Myro dan pegunungan utara yang telah ada disana dari lama, Ibukota Kerajaan Orc-Goblin dikepung oleh lebih dari 200.000 pasukan yang jumlahnya sangat menakutkan.


Semua orang menunggu, mereka penasaran keputusan apa yang akan dibuat Raja Albert, apakah terus melawan dan membawa seluruh penduduk serta prajurit ibukota mati atau memilih menyerah supaya seluruh orang di ibukota tetap hidup, sebagai gantinya ia harus kehilangan hidupnya?

__ADS_1


__ADS_2