PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 84 : LOPEN


__ADS_3

Saat Myro baru mengingat bahwa ia pernah memberitahu Lana untuk memanggil kembali Lopen bersama pasukannya dan 300 kavaleri milik Falka, seorang prajurit bergegas menuju ke arah Myro dengan panik.


Berdasarkan baju zirah yang ia gunakan, Myro tahu bahwa prajurit ini merupakan prajurit penjaga gerbang kota. Oleh karena itu, ia datang kesini kemungkinan berhubungan dengan kedatangan pasukan ke kota ini, Myro cukup yakin bahwa prajurit ini melaporkan tentang kedatangan pasukan Lopen.


"Laporan, Tuan Baron! Keadaan gawat, lebih 1000 pasukan bergerak ke arah sini! Mereka semua menuju Kota Loth!", teriak prajurit itu yang langsung berlutut di depan Myro penuh rasa panik.


Falka yang ada di samping Myro dan beberapa Kavaleri Mongol yang menjaganya memperkuat pegangan pada senjata mereka, walaupun mereka berpikir bahwa pasukan yang datang ini kemungkinan besar merupakan Lopen, tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati sampai mereka sudah benar-benar memastikan siapa pasukan yang datang tersebut.


"Lebih dari 1000 pasukan? Pasukan seperti apa yang datang kesini? Apakah kau sudah melihatnya?", tanya Myro lagi untuk memastikan.


"Meskipun posisi mereka cukup jauh sehingga aku agak sulit untuk melihat lebih jelas, namun aku yakin bahwa sebagian besar dari mereka adalah pasukan infanteri dengan pedang serta tameng di tangan mereka. Tapi ada beberapa kavaleri juga di pasukan mereka yang berjumlah 200 sampai 300 kavaleri", kata prajurit itu penuh kerugian sebab ia tidak bisa melihat semuanya dengan jelas "Selain itu, aku menyadari bahwa pasukan ini sedikit aneh. Baik itu tameng atau zirah besi mereka memiliki bentuk yang aneh, sepertinya mereka bukan dari Kerajaan Azeroth maupun Kerajaan Orc-Goblin. Sedangkan untuk bandit, aku tidak yakin ada pasukan bandit yang memiliki prajurit seperti prajurit elit ini, aku yakin mereka semua merupakan pasukan terlatih".


Mendengar laporan itu, Myro tidak membuang waktu lagi "Ayo pergi, kita harus menyambut kedatangan para pasukan yang sudah jauh-jauh datang kesini untuk menjawab panggilanku".


Setelah itu, Myro berjalan pergi dari tempat ini bersama Ren, Falka dan beberapa pasukan Kavaleri Mongol.


Prajurit yang melaporkan hal tersebut sangat terkejut, ia berpikir Myro akan panik saat mengetahui kabar tersebut, namun ternyata Myro segera pergi ke gerbang depan sambil tersenyum.


Prajurit itu kembali sadar dengan cepat, ia berdiri sebelum berlari mengikuti Myro secepat mungkin.


...----------------...

__ADS_1


Myro berjalan ke depan gerbang kayu Kota Loth untuk menemukan bahwa prajurit dan penduduk yang ada di sekitar gerbang terlihat sangat panik, alasannya tidak lain yaitu ribuan prajurit bergegas mendekat ke arah Kota Loth.


Lebih dari 1000 prajurit bersenjata lengkap bergerak menuju kota, di barisan depan adalah pasukan infanteri yang berjumlah sekitar 800 orang dan memiliki perisai serta baju besi berwarna perunggu.


Mereka memakai pelindung kepala yang terbuka di bagian wajah, ada aura yang menakutkan di seluruh tubuh pasukan infanteri ini.


Di belakang pasukan infanteri tersebut terdapat sekitar 300 kavaleri yang mirip dengan Kavaleri Mongol milik Falka, tidak peduli siapapun yang melihat kedatangan pasukan ini maka mereka pasti berpikir pasukan ini adalah pasukan elit.


Langkah kaki serentak para prajurit elit ini terdengar semakin dekat, saat mereka sudah berjarak 200 meter dari tembok Kota Loth, seorang pria muda berusia sekitar 15 tahun yang hampir sama dengan umur Ren melangkah maju.


Ia melepas helm besi yang melindungi kepalanya lalu berteriak "Maaf karena terlambat menjawab panggilan tuan! Aku, Lopen, pemimpin Penjaga Praetorian datang untuk membantu tuan! Aku sudah membawa seluruh pasukan Penjaga Praetorian dan berharap tuan akan mengizinkan aku untuk membawa pasukan ku mendekati kota".


Pria muda ini memiliki rambut perak pendek yang terlihat seperti Lana, bahkan bisa dikatakan ia merupakan Lana jika menjadi pria.


Seperti kakaknya, Lopen memiliki wajah yang tampan serta senyum lembut di wajahnya. Wanita manapun yang menatap senyuman itu pasti menganggap Lopen sebagai seorang pangeran.


Lopen sekarang berusia 15 tahun yang 1 tahun lebih muda dari Ren, sedangkan kakaknya yaitu Lana berusia sekitar 17 tahun. Namun karena sikap dewasa Lana, tidak aneh orang-orang menganggapnya sebagai wanita berusia 20 tahun.


Myro menarik nafasnya sebelum berteriak "Izin di terima, kalian bisa mendekati kota!".


Mendapatkan izin dari Myro, Lopen kembali menggerakkan pasukannya menuju ke arah Myro.

__ADS_1


Ia berlutut di depan Myro sebelum berkata "Tuan, maaf atas keterlambatan Lopen. Ketika kami hampir sampai, kami secara kebetulan menemukan markas bandit yang cukup besar sehingga aku memutuskan untuk membersihkannya lebih dulu lalu datang kesini".


Myro melambaikan tangannya "Tidak masalah, aku sudah berterima kasih sebab kalian berusaha sebaik mungkin untuk datang kesini. Dengan adanya dirimu dan Penjaga Praetorian, aku tidak perlu lagi khawatir terhadap perlindunganku serta Kota Loth".


"Tuan tidak perlu khawatir, selama masih ada Penjaga Praetorian yang berdiri, kami tidak akan membiarkan serangan apapun melukai tuan! Kami pasti melindungi tuan sebaik mungkin walaupun itu berarti kehilangan hidup kami", kata Lopen tegas, wajah 800 Penjaga Praetorian yang ikut berlutut di belakangnya juga menjadi tegas.


Myro kembali mengamati pasukan yang di bawah Lopen ini.


Pasukan yang dibawa Lopen merupakan pasukan infanteri yang berasal dari Romawi yaitu Penjaga Praetorian, pasukan ini dipakai sebagai pengawal kaisar Romawi waktu itu.


Penjaga Praetorian dibentuk oleh Kaisar Augustus untuk menjaga dirinya serta berperan sebagai polisi rahasia, jadi daripada seorang prajurit yang bertarung di medan perang, Penjaga Praetorian lebih cocok untuk menjadi pengawal atau polisi yang menegakkan hukum serta ketertiban di suatu daerah.


Keberadaan mereka sangat penting, bagaimanapun Falka dan Kavaleri Mongol memang kuat namun mereka tidak terlalu cocok untuk menjadi pengawal, Kavaleri Mongol lebih cocok untuk berperang secara langsung di medan perang.


Oleh karena itu, Myro sudah memutuskan untuk memakai Penjaga Praetorian sebagai pengawal bagi dirinya baik itu di medan perang ataupun saat ia melakukan kegiatan sehari-hari.


Meskipun ahli sebagai pengawal, hal ini bukan berarti Penjaga Praetorian tidak bisa berperang.


Menurut sejarah Romawi, Penjaga Praetorian sudah sering berperang penting di berbagai peperangan seperti melawan pemberontakan pannonia dan Germania.


Tetapi di sejarah Romawi, Penjaga Praetorian pernah melakukan pengkhianatan ataupun pembunuhan terhadap kaisar akibat kekuasaan politik mereka yang semakin besar di Kekaisaran Romawi. Untungnya mereka sekarang berasal dari Dunia, jadi Myro tidak perlu terlalu khawatir terhadap kesetiaan mereka dan bisa menyerahkan pengawalan dirinya ke Penjaga Praetorian.

__ADS_1


Sebelum Myro bisa mengatakan apapun, seorang wanita yang memimpin 300 pasukan Kavaleri Mongol melangkah maju dan ikut berlutut di "Tuanku, Retya, wakil pemimpin dari Pasukan Kavaleri Mongol, sudah datang menjawab panggilan tuan juga!".


__ADS_2