
Di kamp para Orc dengan Kota Rorec, Kavaleri Serigala yang terdiri dari 1000 pasukan sudah mulai berbaris.
Para Orc adalah mereka yang memiliki tinggi sekitar 2 meter serta tubuh yang besar dan kulit berwarna hijau, tubuh mereka terdapat banyak sekali otot yang menunjukkan seberapa kuat mereka. Para Orc hanya memakan daging, jadi mereka tidak tertarik pada sebagian besar makanan manusia seperti roti.
Di barisan depan Kavaleri Serigala saat ini, terdapat seorang Orc yang memiliki kulit merah.
Berbeda dari Orc lainnya, sosok Orc ini memiliki kulit merah dan wajah yang ganas.
Orc berkulit merah ini tidak lain adalah pemimpin 1000 pasukan Kavaleri Serigala, Golder.
Ia memiliki kulit berwarna merah yang berbeda dari para Orc lain bukan tanpa alasan, hal itu terjadi karena kekuatan khususnya berhubungan dengan api yang membuat kulitnya juga menjadi berwarna merah.
Ketika Kavaleri Serigala sudah bersiap, seorang Orc kuat lain berjalan mendekati Golder, Orc ini adalah pemimpin dari 2000 pasukan Orc.
"Kapten Golder, apakah anda yakin akan melewati kota ini dan menyerang kota milik manusia lainnya? Itu terlalu berisiko, anda mungkin terbunuh di wilayah musuh", kata kapten pasukan Orc itu penuh rasa khawatir.
Golder tersenyum percaya diri "Kau pikir sudah berapa lama aku berperang di wilayah ini? Dengar, aku sudah sering berperang di wilayah ini selama puluhan tahun. Dulunya tempat ini adalah wilayah Kerajaan Kavaleri, tapi sekarang sudah dikuasai oleh Kerajaan Azeroth dan kota di depan kita berubah namanya menjadi Kota Rorec".
"Aku tidak tahu kenapa pertahanan Kota Rorec tiba-tiba menjadi kuat, padahal saat aku menyerang tempat ini 5 tahun yang lalu, Kota Rorec masih sangat lemah. Bahkan mereka belum memiliki tembok kota, namun dengan kekuatan Kota Rorec yang sekarang maka tidak mungkin mengalahkan mereka hanya memakai 10.000 pasukan".
"Walaupun begitu, membuat tembok kota dan melatih prajurit elit seperti itu pasti membutuhkan banyak biaya, aku tidak percaya Kota Loth dan Kota Vendes juga memiliki pertahanan yang sama kuat. Kemungkinan Kota Rorec adalah yang terkuat sebab tempat ini terletak di posisi paling berbatasan dari kerajaan kita. Tujuan kita kesini bukan untuk merebut kota sebanyak mungkin, melainkan menangkap manusia agar anak-anak Orc masih bisa terus bertahan hidup menghadapi kelaparan".
"Oleh karena itu, meskipun harus berakhir mati di wilayah musuh, aku tidak keberatan! Aku, Golder sudah hidup sejak lama, ini waktunya bertarung sekuat tenaga agar anak-anak muda Orc di kerajaan kita bisa terus hidup, kau sendiri mengerti tentang hal ini bukan?".
__ADS_1
Melihat bahwa Golder sudah menentukan keputusannya, kapten pasukan Orc hanya bisa menghela nafas berat "Kalau begitu aku tidak akan mengentikan dirimu lagi! Kapten Golder, anda harus berhati-hati, keberadaan anda sangat penting bagi perkembangan kerajaan, jangan sampai mati".
"Kau pikir sedang bicara dengan siapa? Aku sudah menyerang kerajaan manusia selama puluhan tahun dan selalu kembali hidup-hidup, aku tidak bisa mati semudah itu! Lagipula, aku adalah jendral terkuat ke 2 di kerajaan!", kata Golder yang langsung menarik pedangnya "Seluruh pasukan maju, lakukan sesuai rencana!".
"Maju!", teriak Kavaleri Serigala di sekitarnya, lalu Golder bersama 1000 Kavaleri Serigala bergegas maju menuju Kota Rorec.
Saat sudah dekat dari Kota Rorec yang masih di serang para goblin, Golder berteriak lagi "Para prajurit, bergerak ke samping! Lalu jangan lupa angkat perisai kalian, berhati-hati terhadap panah musuh!".
Mendengar teriakan Golder, para Kavaleri Serigala segera mengubah gerakan serigala mereka menuju ke samping Kota Rorec.
Mereka tidak berencana menyerang Kota Rorec melainkan melewati kota dari samping.
Wajah para prajurit Aclan yang ada di atas tembok kota berubah, apabila Kavaleri Serigala ini berhasil melewati mereka maka Kota Vendes dan Kota Loth kemungkinan besar menjadi target berikutnya.
"Tapi kapten--", seorang prajurit terkejut terhadap keputusan Aclan dan berusaha memberitahunya bahwa Kavaleri Serigala kemungkinan besar akan membawa masalah ke Kota Loth ataupun Vendes.
Namun wajah Aclan masih sangat tegas "Ikuti apa yang aku katakan, aku adalah pemimpin yang ditunjuk Tuan Baron di Kota Rorec, siapapun yang tidak mengikuti perkataan ku akan di hukum mati sesuai hukum militer".
Melihat ketegasan Aclan, meskipun para prajurit bingung, mereka hanya bisa terus menembak pasukan goblin di depan mereka yang terus naik ke atas tembok kota.
Bahkan bersamaan dari bergeraknya Kavaleri Serigala, pasukan Orc juga mulai menyerang tembok kota sehingga keadaan peperangan di Kota Rorec menjadi semakin berat.
Aclan menatap ke arah pasukan Kavaleri Serigala yang pergi menuju Kota Vendes dan Loth sebelum bergumam "Tuan, Falka, aku serahkan Kavaleri Serigala kepada kalian. Dengan kecerdasan Nona Ren, aku yakin ia sudah bersiap terhadap rencana milikku ini".
__ADS_1
Setelah mengatakan semua itu, Aclan kembali menarik pedangnya dan bersiap untuk bertarung lagi.
...----------------...
Golder yang berhasil melewati Kota Rorec bersama Kavaleri Serigala miliknya sedikit bingung, lagipula musuh di atas tembok kota barusan sama sekali tidak menyerang mereka sedikitpun, padahal seluruh pasukannya sudah mengangkat perisai mereka dan bersiap untuk bertarung.
Walaupun bingung, Golder menggelengkan kepalanya dan tidak terlalu banyak berpikir. Apa yang paling penting sekarang adalah mencari makanan dari menangkap para manusia ini, ia berteriak ke arah Kavaleri Serigala di belakangnya "Kalian sudah bisa menurunkan perisai kalian sekarang, kita berhasil melewati Kota Rorec tanpa masalah. Namun jangan sampai lengah, meskipun kita berhasil melewati Kota Rorec, sekarang kita berada di wilayah musuh dan bisa di serang kapanpun. Semua pasukan selalu bersiap terhadap serangan musuh".
"Dimengerti, kapten!", teriak Kavaleri Serigala di belakang dengan tegas.
Golder mengangguk terhadap ketegasan para prajuritnya, semua latihan terhadap Kavaleri Serigala ini benar-benar berguna, mereka tidak lebih lemah dari pasukan elit Kerajaan Azeroth sekalipun.
Lalu Golder kembali menatap ke arah depan sambil terus memegang tali pada serigala yang sedang ia gunakan ini, ketika menatap ke arah depan maka firasat buruk kembali muncul pada dirinya.
Mereka memang berhasil melewati Kota Rorec, tapi Golder terus merasakan firasat buruk bahwa ia mungkin tidak bisa kembali ke kerajaan lagi jika terus bergerak maju menuju wilayah musuh.
Berpikir sebentar, Golder menghela nafas dan membiarkan pasukannya terus melangkah maju.
Ia memang memiliki firasat buruk bahwa mereka akan mati jika terus menuju wilayah musuh, namun ia tidak memiliki pilihan lain.
Kota Rorec tidak bisa dikalahkan jadi mereka hanya bisa mencari kota lain yang lebih mudah untuk di serang, mereka tidak bisa kembali tanpa menangkap paling tidak 500 manusia. Apabila mereka gagal menangkap para manusia, banyak anak Orc akan mati kelaparan tahun ini.
Oleh karena itu, Golder hanya bisa menggertakkan giginya dan membiarkan pasukannya terus melangkah maju.
__ADS_1