
Dengan keputusan Raja Azeroth VI yang menolak menyerang Kota Bern, banyak orang kecewa terhadap ketegasan yang ia miliki.
Meskipun begitu, bangsawan dan pejabat Kerajaan Azeroth tidak berani mengatakan apapun. Lagipula mereka tentunya dapat melihat seberapa besar resiko menyerang Kota Bern, Raja Azeroth VI yang sedang menghadapi pemberontakan dari banyak sisi belum bisa melawan Raja Diamant I.
Paling tidak sampai Duke Perang dan pangeran tertua dikalahkan, Raja Azeroth VI belum bisa bertindak sembarangan.
Apalagi beberapa waktu ini terdengar kabar Duke Perang yang mendapatkan beberapa bantuan dari bangsawan sekitar, ia berhasil mengumpulkan 300.000 pasukan hingga membuat divisi ke 2 dan 100.000 pasukan tambahan kesulitan.
Walaupun divisi 2 terkenal akan kemampuan serta kehebatan mereka di medan perang, Duke Perang juga bukan orang sembarangan.
Ia berhasil mendapatkan julukan Perang dari Raja Azeroth V setelah melalui banyak peperangan, oleh karena itu kemampuannya di medan perang sama sekali tidak perlu diragukan.
Duke Perang memang sudah cukup tua, tapi setidaknya ia masih tetap sehat untuk memimpin pasukannya secara langsung.
Dengan Duke Perang memimpin secara langsung, divisi 2 benar-benar dibuat kerepotan oleh mereka.
Raja Azeroth VI yang menerima kabar itu memutuskan segera menarik divisi 3 dari perbatasan wilayah utara Myro dan membiarkan mereka membantu divisi 2.
Bagaimanapun ia mendapatkan kabar Myro sedang mengadakan pertemuan aliansi di utara, jadi ia tidak perlu khawatir Myro akan tiba-tiba menyerang Kerajaan Azeroth.
Dengan bergabungnya divisi 3, Duke perang kembali dipukul mundur hingga bersembunyi di Kota Golath yang merupakan kota pusat kekuasaan Duke Perang.
...----------------...
Berbeda dari Kerajaan Azeroth dan Kerajaan Diamant yang menjadi kacau akibat perang, wilayah utara Kerajaan Azeroth cukup damai sebab mereka jauh dari wilayah perang.
Sedangkan Raja Azeroth VI dan Raja Diamant I tidak berani menyerang wilayah utara secara sembarangan, lebih tepatnya mereka berhati-hati terhadap Grand Duke Rayde dan Duke Kemenangan.
__ADS_1
Saat ini Kerajaan Diamant dan Kerajaan Azeroth sedang saling bertarung, mereka tidak berani menambah musuh baru lagi.
Kota Loth yang menjadi Ibukota Provinsi Kemenangan serta pusat dari kekuasaan Duke Kemenangan sedang dipenuhi oleh banyak orang sekarang.
Alasannya tidak lain yaitu undangan Duke Kemenangan kepada semua petinggi dan bangsawan besar di wilayah utara Kerajaan Azeroth, bahkan Grand Duke Rayde ikut datang ke pertemuan yang diadakan Duke Kemenangan, bagaimana mungkin bangsawan lain berani menolak?
Meskipun Myro ataupun Loir bukan raja, tapi selama mereka bekerja sama, mereka dapat dianggap sebagai raja di utara Kerajaan Azeroth.
Lagipula kekuasaan Myro dan Loir di utara terlalu menakutkan, apabila mereka bergabung, semua bangsawan dan petinggi di utara kerajaan sama sekali bukan lawan mereka.
Karena alasan tersebut, tidak ada seorangpun yang berani menolak undangan Myro kecuali Loir tidak datang ke pertemuan aliansi.
Kedatangan petinggi dan bangsawan besar di utara membuat seluruh Kota Loth menjadi ramai. Untungnya Kota Loth telah mengalami perkembangan secara terus-menerus sejak berada di bawah kekuasaan Myro, jadi semua tamu yang datang bisa mendapatkan tempat tinggal di kota.
Myro berada di ruang kerja villa miliknya. Sebagai bangsawan peringkat Duke, ia tidak perlu mengelola Provinsi Kemenangan secara langsung melainkan Feld yang akan membantunya. Jika Feld menemui masalah yang tidak mampu ia selesaikan sendiri, saat itu Myro baru bertindak.
Hampir semua petinggi yang dipanggil dari Dunia berada di ruangan itu, kecuali mereka yang sedang tidak berada di Kota Loth seperti Muteki yang sibuk mengelola Provinsi Tanrou serta beberapa orang lainnya.
Di depan Myro, terdapat seorang anggota markas yang menjadi pusat perhatian semua orang.
Anggota markas ini sedikit berkeringat dingin sebab tekanan semua orang yang berada di ruangan tersebut terlalu kuat, belum lagi semua orang menakutkan ini menatap dirinya.
Walaupun merasakan tekanan yang kuat, anggota markas menarik nafas sebelum lanjut membacakan dokumen laporan di tangannya "Tuan, menurut informasi yang dikumpulkan markas, Jendral Kelrun merupakan orang baik sepanjang hidupnya. Ia hanya menerima sebagian kecil dari gajinya menjadi jendral untuk hidup dirinya sendiri dan keluarganya, sedangkan uang yang lain ia berikan kepada prajuritnya yang harus pensiun akibat terluka berat di medan perang, keluarga prajurit yang meninggal, atau penduduk miskin di kota-kota barat Kerajaan Azeroth".
"Semua orang mengetahuinya bahwa di antara semua jendral, cuma Jendral Kelrun yang tinggal di rumah kecil pada Kota Fargan dengan keluarganya. Padahal jendral perbatasan yang lain, meskipun mereka mempunyai gaji yang lebih kecil daripada jendral ibukota seperti Limo, namun mereka tetap menerima gaji besar setiap bulannya, tidak masalah membeli villa".
"Oleh karena itu, banyak sekali penduduk dan prajurit di barat Kerajaan Azeroth dulu menghormati Kelrun. Mungkin sosok Kelrun tidak terlalu terkenal di ibukota kerajaan, tapi ia dijuluki pahlawan oleh penduduk di barat Kerajaan Azeroth".
__ADS_1
Myro harus mengakui Kelrun ini benar-benar baik semasa hidupnya.
Seperti yang diketahui, pasukan yang terluka berat di medan perang seperti kehilangan kaki, tangan atau luka lainnya yang membuat kemampuan bertarung mereka hampir menghilang harus dipensiunkan dari medan perang.
Masalahnya setelah mereka pensiun, prajurit ini tidak menerima gaji bulanan lagi.
Paling banyak mereka hanya diberi uang pensiun yang belum tentu cukup untuk kebutuhan makan mereka sampai mati, belum lagi prajurit yang pensiun mungkin memiliki keluarga.
Myro yang mengerti masalah tersebut selalu memberi pasukan pensiun yang terluka bagi kemenangan Myro atau pasukan yang mati hadiah yang besar kepada mereka atau keluarga mereka, seperti tanah dan uang supaya mereka dapat terus hidup.
Tetapi tidak semua orang sebaik Myro, Kerajaan Azeroth cuma memberi 1 koin emas sebagai biaya pensiun kepada prajurit.
Padahal 1 koin emas belum tentu cukup bagi biaya makanan keluarga 5 orang selama 1 bulan, prajurit yang pensiun serta keluarganya tidak akan bisa bertahan hidup hanya dengan 1 koin emas yang membuat keluarga prajurit pensiun sering mengalami kelaparan, kemiskinan hingga mati akibat kelaparan.
Kelrun yang peduli terhadap hal itu selalu memberikan sebagian gajinya agar membantu prajurit pensiun yang kesulitan keuangan, padahal ia sendiri tidak hidup mewah.
Myro harus mengakui, Kelrun bukan hanya jendral yang hebat di medan perang, ia juga baik terhadap orang-orang.
Jika ditanya apa itu pahlawan, Myro mungkin sulit menjawabnya sebab pendapat semua orang terhadap pahlawan berbeda-beda.
Namun kalau seseorang bertanya kepada Myro, apakah Kelrun berhak disebut menjadi pahlawan? Myro harus mengakui, Kelrun berhak.
Selama hidupnya, Kelrun melatih banyak prajurit bagi Kerajaan Azeroth, ia setia kepada kerajaan.
Sebelum mati, Kelrun tidak mundur melainkan terus menjaga perbatasan barat kerajaan paling tidak selama 10 tahun. Pada waktu yang sama, ia sering membantu masalah keuangan prajurit pensiun dan penduduk miskin.
Dari semua orang yang pernah Myro lihat selama ini, Kelrun yang paling cocok disebut sebagai pahlawan bagi Kerajaan Azeroth.
__ADS_1