
2 hari sudah berlalu sejak peperangan terakhir antara pasukan Myro melawan Guliger, ke 2 pihak sama-sama diam di sisi yang berlawanan dan membangun kamp masing-masing yang menjadi tempat tinggal prajurit.
Banyak pasukan di medan perang bingung, sebenarnya apa yang terjadi disini?
Bagaimanapun jarak mereka hanya terpisah sejauh beberapa ribu meter, oleh karena itu perang seharusnya sering terjadi.
Tetapi selama 2 hari ini, tidak ada perang yang terjadi sedikitpun. Baik Myro ataupun Guliger memutuskan agar semua prajurit beristirahat sebentar sampai peluang menang tiba.
Orang yang menyampaikan keputusan Myro kepada semua pasukan bukan Myro sendiri, melainkan Ren.
Meskipun begitu, tidak ada seorangpun yang curiga terhadap hilangnya Myro sebab Ren memang sering muncul mewakilkan Myro.
Jadi pasukan Myro belum terjadi kekacauan apapun, hingga akhirnya Guliger tidak dapat menunggu lagi.
Guliger berpikir petinggi di pasukan Myro pasti berusaha merahasiakan keadaan Myro yang sebenarnya, mereka tahu selama keadaan Myro diungkapkan, kekacauan akan terjadi di tengah-tengah pasukan mereka.
Karena hal tersebut, Guliger memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama lagi. Apabila terus seperti ini, ada kemungkinan petinggi di pihak Myro akan terus merahasiakan keadaan Myro sampai berbulan-bulan atau bahkan tahun.
Pada hari ke 3, Guliger mengirim beberapa Orc atau Goblin yang menyamar menuju kamp Myro.
Keberadaan mereka bukan bertujuan menyerang Myro atau pasukannya secara diam-diam sebagai mata-mata melainkan menyebarkan kabar ke pasukan Myro bahwa Myro sudah mati.
Pada awalnya banyak orang yang menganggap kabar itu adalah palsu, mereka tidak percaya Myro benar-benar terbunuh oleh musuh, apalagi Myro selalu berada di posisi tenda komando yang jauh dari medan perang.
Namun melewati hari ke 5 dan belum ada kabar atau Myro yang menunjukkan dirinya, beberapa orang mulai ragu.
Memang benar sejak perang di mulai dan mereka mundur, sosok Myro belum pernah terlihat lagi.
Kabar yang awalnya dianggap sebagai angin lalu, sekarang menganggu sebagian prajurit.
__ADS_1
Hari ke 7, beberapa pasukan mencoba bertanya kepada kapten mereka masing-masing sedangkan kapten bertanya menuju jendral, tapi tidak ada seorangpun yang memberikan jawaban pasti.
Herfu menggelengkan kepalanya terhadap pertanyaan kapten tentang kabar Myro, ia memang khawatir namun ia tidak tahu apakah kabar tersebut benar atau tidak sebab ia belum pernah bertemu Myro lagi sejak mereka mundur dari medan perang.
Retya, Fred, Gladius, Garwein serta Aclan, semuanya tutup mulut tanpa mengatakan apapun mengenai masalah Myro.
Pasukan elit seperti ksatria dan Legiun Romawi tidak panik ataupun khawatir, wajah mereka tetap tegas seperti sebelumnya.
Tetapi pasukan layaknya 40.000 kavaleri dan 50.000 Pasukan Kemenangan, kepanikan terjadi di antara mereka.
Bukan hanya itu, beberapa mata-mata yang dibujuk Luca untuk mengkhianati Myro ikut bergerak.
Pada awalnya mereka ragu untuk mengkhianati Myro, tetapi setelah melalui bukukan Luca mengenai harta dan kabar kematian Myro, mereka setuju.
Lagipula Myro tidak pernah menunjukkan dirinya lagi yang menyebabkan mereka yakin Luca tidak berbohong, Myro sudah mati.
Apa yang paling membuat Luca bingung yaitu pasukan ksatria dan Legiun Romawi milik Myro, ia secara diam-diam mengirim perwakilan untuk menemui beberapa pasukan ksatria atau Legiun Romawi.
Luca membujuk mereka memakai banyak sekali harta, kekuasaan ataupun kekayaan, tapi semuanya menolak ajakan Luca.
Ia tidak dapat melupakan, wajah ksatria ataupun Legiun Romawi yang sedingin es, mereka tetap tidak peduli terhadap seberapa banyak harta dan kekuasaan yang Luca tawarkan.
Walaupun begitu, Luca merasa pengkhianat di pihak Myro sudah cukup sehingga ia tidak perlu repot-repot membujuk mereka lagi. Kalau ksatria dan Legiun Romawi tetap keras kepala melawan dirinya, mereka cuma perlu mati.
Hari ke 8, Retya pergi ke barak Pasukan Kemenangan yang penuh kepanikan.
Ia berdiri di depan semua orang lalu berkata dingin "Kalian mengecewakan, tuanku telah memberi kalian kesempatan menunjukkan kemampuan serta kesetiaan kalian, tapi hasilnya? Sangat mengecewakan! Mereka yang berkhianat kepada Luca dan menyebarkan kabar yang tidak perlu segera maju, jangan buat aku menarik kalian sendiri dari barisan!".
50.000 Pasukan Kemenangan menjadi diam, mereka saling menatap namun tidak ada seorangpun yang berani maju.
__ADS_1
Sebagai pasukan di bawah Retya, mereka mengenal jelas julukan iblis darah di medan perang milik Retya bukan tanpa alasan, tidak diketahui seberapa banyak orang yang terbunuh di bawah tangannya. Selama mereka maju, mereka pasti mati.
Melihat tidak ada seorangpun yang maju, senyum di wajah Retya menjadi semakin dingin, ia menggelengkan kepalanya "Aku melatih kalian bertahun-tahun sesuai keputusan tuanku, tapi hasilnya terlalu mengecewakan! Karena kalian tidak berani maju, biarkan aku yang menghukum kalian secara langsung!".
Ketika perkataan Retya selesai, ribuan ksatria bergegas muncul dan menangkap semua pengkhianat di Pasukan Kemenangan.
Bukan hanya Pasukan Kemenangan, pasukan Herfu serta 40.000 kavaleri ikut ditangkap.
Pada awalnya pasukan Herfu berharap jendral mereka akan membantu, ternyata Herfu tidak memberikan bantuan sedikitpun.
Ia menatap mereka yang ditangkap sambil menggelengkan kepalanya "Jangan salahkan aku sebab tidak melindungi kalian sebagai seorang jendral, aku memberitahu kalian sebelumnya bahwa tidak ada akhir yang baik bagi pengkhianat. Apakah Torte, Divisi 5 dan divisi 4 belum jelas bagi kalian mengenai akhir pengkhianat?".
Setelah melalui penangkapan besar-besaran, hampir 1000 orang yang dibawa pergi ksatria dan Legiun Romawi.
Herfu yang mengamati semua kejadian itu menatap ke arah tenda utama Myro penuh kekaguman "Apakah semua ini merupakan tujuan aslinya? Aku mendengar Pasukan Kemenangan adalah pasukan yang baru ia bentuk melalui hadiah dari Raja Azeroth V, tidak semua anggotanya adalah orang yang setia melainkan orang yang ia bantu melarikan diri dari hukuman mati pada divisi 4".
Herfu menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkan masalah tersebut, ia kurang lebih sedikit mengerti sekarang kenapa Carla selalu melarangnya berada di posisi yang berlawanan dari Myro.
...----------------...
Ren pergi menuju sebuah tenda yang ada di pusat kamp dan merupakan tenda paling besar.
Ia berjalan menuju ke seorang pria yang sedang duduk di meja kerja sambil mengamati peta medan perang melawan Guliger.
"Tuan, semuanya berjalan sesuai rencana, Pasukan Kemenangan di bawah komando tuan seharusnya tidak memiliki masalah apapun lagi. Aku yakin untuk waktu dekat, mereka tidak berani memiliki pikiran bodoh seperti berkhianat lagi mengingat bagaimana nasib teman-teman mereka hari ini yang berani mengkhianati tuan", kata Ren membungkuk.
Pria yang ada di kursinya tersebut tidak lain adalah Myro, tapi ia tidak mati ataupun terluka sedikitpun seperti yang orang-orang katakan "Walaupun Pasukan Kemenangan berasal dari divisi 4 yang terkenal sebagai pasukan elit, pada akhirnya setiap pasukan mempunyai beberapa parasit. Setelah kita membersihkan semua parasit yang ada, Pasukan Kemenangan akan menjadi pasukan elit yang sebenarnya. Aku harus berterima kasih kepada Luca sebab memberikanku bantuan membersihkan parasit dari Pasukan Kemenangan!".
"Seperti yang orang-orang katakan, untuk menilai kesetiaan seorang prajurit, kau harus menilainya ketika dirimu berada di waktu sulit. Jika kau terjatuh namun prajurit itu sama sekali tidak berkhianat, mereka baru dianggap sebagai prajurit yang setia! Karena masalah Pasukan Kemenangan telah selesai, ayo pergi! Perang yang sebenarnya baru akan di mulai!".
__ADS_1