PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 93 : KEKURANGAN SENJATA DAN ZIRAH BESI


__ADS_3

Setelah selesai mengamati hasil panen, Myro memutuskan untuk kembali ke kota. Bagaimanapun tidak ada lagi yang bisa ia lakukan disini, para penduduk dengan bantuan Feld sudah bisa mengatasi masalah panen ini tanpa masalah.


Ketika kembali ke kota, Myro pergi ke lapangan pelatihan di barak para prajurit.


Disana, terdapat 1000 orang prajurit baru yang sedang berlatih. Meskipun Kota Loth saat ini sedang sibuk dengan masalah panen, para prajurit ini masih tidak peduli dan tetap berlatih.


Para prajurit ini tidak lain adalah 1000 penduduk yang dipilih oleh Retya, mereka baru berlatih selama kurang lebih 4 bulan tapi setidaknya Myro sudah bisa merasakan aura prajurit dari orang-orang ini. Walaupun aura prajurit mereka masih sangat lemah, bahkan penjaga di Kota Loth masih memiliki aura prajurit yang lebih kuat, tapi mereka baru berlatih selama 4 bulan sehingga tidak aneh apabila para prajurit ini masih belum terlalu terlihat seperti prajurit.


Retya bersama 100 Kavaleri Mongol yang membantunya terus mengamati prajurit yang mengayunkan pedang mereka ini, selama ada prajurit yang berhenti atau menjatuhkan pedang mereka, maka Reyta dan Kavaleri Mongol ini akan memberikan pukulan agar prajurit tersebut kembali berlatih.


Reyta yang berjalan-jalan di sekitar para prajurit baru ini berteriak tanpa menyadari keberadaan Myro "Terus ayunkan pedang kalian! Siapapun yang berani berhenti bergerak, aku akan menambah tugas yang harus mereka lakukan hari ini! Dengan kekuatan milik kalian sekarang, kalian sama sekali tidak cocok untuk menjadi pasukan Tuan Baron! Kalian hanya akan menjadi pengganggu di medan perang bagi pasukan lain, terus ayunkan pedang kalian dan jangan berhenti!".


"Baik, kapten!", teriak 1000 pasukan itu sambil tetap mengayunkan pedang mereka.


Myro sedikit mengangguk, meskipun pasukan ini masih kurang terlatih, setidaknya jauh lebih baik daripada pasukan penduduk yang dipersenjatai seperti pasukan yang diberikan Baron Aras kepada Myro dulu.

__ADS_1


Retya yang sedang melatih para prajurit menyadari kedatangan Myro, ia langsung mengangkat tangannya "Kalian bisa beristirahat 5 menit lebih dulu".


"Baik, kapten!", teriak 1000 prajurit itu dengan senang, sebagian besar dari mereka duduk ke tanah untuk beristirahat.


Mereka sudah berlatih sebelum matahari terbit, oleh karena itu mereka sudah sangat kelelahan saat ini sehingga saat Reyta memberikan mereka waktu beristirahat, para prajurit ini menjadi sangat senang.


Melihat senyum lebar di wajah prajurit, Retya memutar matanya dan berpikir untuk menambah beban latihan para prajurit ini ketika Myro pergi nanti.


Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, Retya berjalan mendekati Myro "Tuan, kenapa anda tidak memberitahu Retya bahwa tuan berencana datang kesini hari ini? Apabila tuan memberikan kabar kepada Retya dari awal, Retya pasti datang untuk menyambut tuan".


Myro melambaikan tangannya dan tersenyum ramah "Aku hanya kebetulan datang kesini untuk melihat-lihat, apalagi aku baru dari mengamati hasil panen di ladang. Bagaimana perkembangan para prajurit? Apakah ada masalah? Jika kau membutuhkan lebih banyak bantuan, kau bisa memakai Penjaga Praetorian atau bahkan Lopen untuk membantumu".


"Terima kasih atas kebaikan tuan dan kapten Lopen, namun aku tidak menemukan masalah apapun disini", kata Retya sedikit membungkuk yang menunjukkan rasa terima kasihnya "Tapi sebenarnya aku memiliki masalah lain yaitu aku masih kekurangan perlengkapan bagi para prajurit, baik itu zirah besi maupun senjata. Walaupun para prajurit berlatih memakai pedang, sebagian besar dari pedang ini terbuat dari kayu. Selain itu mereka tidak memiliki zirah apapun yang melindungi mereka, ketika tiba waktunya untuk berperang maka para prajurit ini bisa dikalahkan dengan mudah oleh musuh".


"Belum lagi tidak peduli seberapa keras aku melatih para prajurit ini, mereka tidak akan pernah bisa menjadi prajurit yang hebat kecuali melalui medan perang yang sebenarnya. Prajurit yang belum pernah berperang sama sekali bukan prajurit, tidak peduli seberapa banyak mereka berlatih. Oleh karena itu, aku berharap tuan bisa memberikan kesempatan bagi para prajurit baru ini untuk berperang".

__ADS_1


Mendengar laporan Retya, Myro mulai berpikir.


Mereka memiliki cukup banyak besi dari tambang, meskipun sebagian besar hasil tambang itu dijual untuk mendapatkan uang. Tapi sekarang Kota Loth dan sekitarnya sudah mengalami panen besar-besaran, jadi seharusnya Myro tidak membutuhkan terlalu banyak uang lagi sehingga ia bisa menyimpan besi tanpa masalah untuk membantu senjata atau baju besi.


Tetapi Myro memiliki masalah lain yaitu ia tidak memiliki pandai besi yang cukup ahli untuk mengolah besi tersebut, sebagian besar pandai besi tidak tertarik untuk datang ke Kota Loth.


Bagaimanapun ada banyak bangsawan yang siap memberikan gaji besar bagi para pandai besi, bahkan beberapa pandai besi membuka toko mereka sendiri yang lebih menguntungkan daripada bekerja di bawah seorang bangsawan.


Jadi tidak ada yang tertarik untuk bekerja di wilayah Myro, belum lagi wilayah Myro terletak di perbatasan yang sangat berisiko di serang oleh musuh setiap waktu.


Menghadapi masalah ini, Myro menghela nafas dengan berat. Apabila ia mencari toko pandai besi di kota lain, maka biaya membuat baju besi serta senjata akan terlalu mahal, Myro pasti mengalami kerugian yang cukup besar.


Sedangkan pandai besi yang ada di Kota Loth, sebagian besar dari mereka hanya pemula. Myro tidak tertarik menyerahkan pembuatan baju besi dan senjata para prajuritnya kepada pandai besi pemula ini, lagipula hal ini mengenai masalah hidup serta mati para prajuritnya. Dengan senjata dan baju besi yang bagus, kemungkinan prajurit Myro bertahan hidup pasti lebih besar dari setiap peperangan.


"Aku akan mencoba mencari pandai besi lagi di sekitar kota, bahkan aku bisa mencari dari kota lain selama mereka tertarik untuk bekerja sebagai pandai besi di wilayah ku. Namun jika sampai bulan depan tidak ada yang tertarik dengan perekrutan yang aku berikan, aku hanya bisa mencari pandai besi yang membuka tokonya sendiri. Meskipun harus menggunakan lebih banyak uang, tapi kemampuan mereka pasti cukup baik hingga berani membuka toko", kata Myro setelah berpikir sebentar "Sedangkan untuk medan perang, kita bisa menentukannya saat baju besi dan senjata sudah jadi. Kita bisa mengirim mereka ke perbatasan agar bisa berlatih bersama para ksatria di medan perang secara langsung atau mengikuti Falka apabila para bandit masih ada".

__ADS_1


Retya tahu bahwa masalah ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dengan mudah, oleh karena itu ia mengangguk "Aku mengerti tuan, kalau begitu Retya akan terus melatih para prajurit ini agar tidak mengecewakan tuan di medan perang".


Mereka berbicara selama beberapa saat lagi sebelum Myro memutuskan untuk kembali ke villa, nampaknya ia harus memikirkan masalah pembuatan senjata dan baju besi secepat mungkin.


__ADS_2