
Melihat musuh yang semakin mendekati sedangkan setengah dari Pasukan yang ada belum mencapai Kota Herisen, Aclan yang menjaga barisan belakang bersama para ksatria berteriak "Tidak ada gunanya berusaha pergi ke Kota Herisen! Apabila kita terus menunggu waktu bagi kita untuk melewati gerbang kota, Kavaleri Serigala musuh akan menyerang kita lebih dulu! Seluruh pasukan ksatria, membentuk formasi bertahan! Selama rekan kalian yang lain melewati gerbang kota, tugas kita adalah menahan musuh disini!".
"Baik!", teriak pasukan ksatria yang mengangkat perisai mereka dan bersiap menahan tabrakan Kavaleri Serigala.
Pada awalnya pasukan ksatria seharusnya berada di posisi depan melindungi Myro, namun sejak Myro berhasil sampai di Kota Herisen, Aclan memutuskan berpindah ke belakang.
Kenapa? Karena ksatria merupakan pasukan pertahanan terbaik milik Myro. Menurut Aclan, mereka tidak boleh melewati gerbang kota hingga seluruh pasukan lain berhasil berkumpul di Kota Herisen lalu gerbang akan ditutup.
Sebagai pasukan pertahanan, tugas mereka adalah melindungi rekan pasukan yang lain.
Walaupun tindakan ini terlalu berisiko sebab kurang lebih sekitar 7000 ksatria harus menahan ratusan ribu pasukan Kerajaan Orc-Goblin sendirian, tapi tidak ada sedikitpun jejak ketakutan atau ragu di mata para ksatria.
Mereka membentuk benteng pertahanan sementara menggunakan perisai mereka, siap menahan Kavaleri Serigala yang mendekat.
Ketika Kavaleri Serigala berada di jarak panah Kota Herisen, pemanah di atas tembok kota mulai menembak.
"Brak!".
Panah tidak memberi banyak luka kepada pasukan Kavaleri Serigala sebab mereka membawa perisai, belum lagi Orc umumnya mempunyai kulit keras seperti besi. Kecuali panah mengenai mata mereka atau bagian lemah lainnya, Kavaleri Serigala tidak akan terluka berat oleh beberapa panah kecil yang menusuk tubuh atau perisai mereka.
Peperangan berdarah segera terjadi antara pasukan ksatria dan Kavaleri Serigala, tapi karena keuntungan formasi ksatria yang telah membentuk pertahanan melawan Kavaleri Serigala, sebagian besar korban jatuh di pihak Kavaleri Serigala.
Sosok Ren naik ke atas gerbang kota sambil menatap ke arah para pemanah di atas tembok kota "Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian pikir panah kecil seperti itu akan melukai Orc yang mempunyai kulit seperti besi? Walaupun kalian berhasil melukai mereka, lukanya tidak akan fatal! Bakar panah kalian lalu tembakkan, gunakan panah api untuk menjatuhkan Orc musuh! Selama panah api berhasil menusuk tubuh mereka, api akan memberikan luka bakar tambahan ke tubuh Orc".
Para pemanah di atas tembok kota sadar, panah normal mungkin tidak cukup melukai Orc, tapi kalau mereka memakai panah api, semuanya akan berbeda.
__ADS_1
Ribuan panah api ditembakkan dari atas tembok kota, untungnya wilayah Myro telah menjadi cukup makmur sekarang sehingga mereka tidak kekurangan bahan bakar api di panah mereka seperti minyak.
Dengan perubahan anak panah, Kavaleri Serigala mengalami kerugian semakin besar.
Siapapun yang melihatnya tahu, Kavaleri Serigala bukan lawan ksatria yang sudah membangun benteng kecil.
Saat Guliger ragu antara terus menyerang atau tidak karena pasukannya berkurang terlalu banyak, Kavaleri Serigala merupakan pasukan elit, apabila semuanya mati disini maka kerugian bagi Kerajaan Orc-Goblin bukan sesuatu yang dapat dipikirkan.
Tiba-tiba sebuah teriakan datang dari belakangnya "Jendral Guliger, kami datang memberikan anda bantuan!".
Guliger menatap ke belakang dan menemukan Luca yang memimpin pasukan infanteri Orc serta Goblin, selama pasukan ini ikut membantu, pasukan ksatria pasti hancur.
Melihat peluang akhirnya tiba, Guliger berteriak "Kalian semua, serangan seluruh pasukan ksatria musuh! Jangan biarkan mereka melarikan diri menuju Kota Herisen!".
"Baik!", teriak Kavaleri Serigala yang terus menganggu pasukan ksatria agar tidak memberi mereka kesempatan melarikan diri.
Aclan menatap Fred sedikit sebelum memusatkan semua perhatiannya ke medan perang lagi "Fred, apakah kau meragukan keputusan tuan? Dengar baik-baik, tugas kita bukan meragukan keputusan tuan melainkan bertarung sebaik mungkin sesuai dengan rencana yang dibuat tuan. Tidak peduli apakah kita menang atau kalah, kita harus percaya pada tuan! Sebelum bergerak menuju Kota Herisen, tuan memberitahuku supaya menjaga gerbang kota, jangan sampai seorangpun musuh menyerbu Kota Herisen! Jadi apa yang perlu aku lakukan saat ini adalah mempertahankan kota memakai kekuatan terbaik!".
"Apakah ini rencana tuan?", kata Fred terkejut, lalu wajahnya menjadi tegas "Aku mengerti, sekalipun harus mati, aku tidak akan mundur dari sini tanpa keputusan dari tuan!".
"Semangat yang bagus!", kata Aclan tersenyum.
Ketika pasukan Luca semakin dekat dari pasukan Aclan dan siap membantu Kavaleri Serigala, sebuah cahaya muncul di Kota Herisen serta naik ke atas langit sebelum meledak seperti kembang api.
"Booooom!".
__ADS_1
Ledakan kembang api yang keras muncul di langit, wajah Guliger berubah sewaktu melihat kembang api barusan.
Sebagai seorang jendral yang telah melalui banyak medan perang, Guliger tentunya mengerti kembang api digunakan sebagai sinyal saat berada di medan perang.
Umumnya saat kembang api diaktifkan, berarti musuh memiliki rencana lain dan memberikan sinyal kepada pasukan mereka yang bersembunyi bahwa rencana telah di mulai, mereka boleh bergerak.
Di bawah firasat buruk, Guliger membalikkan kudanya dan melarikan diri "Seluruh Kavaleri Serigala, ikuti aku! Kita harus pergi dari sini secepat mungkin!".
Walaupun bingung, beberapa Kavaleri Serigala yang mengikuti Guliger sejak lama mengerti, jendral pasti menyadari sesuatu yang buruk sehingga memutuskan mundur.
Luca hanya menatap Guliger yang melarikan diri penuh kebingungan, ia belum mengerti tentang apa yang terjadi.
"Jendral Guliger, kemana kau berencana melarikan diri? Bukankah kita sudah lama tidak bertemu sejak aku terakhir kali menangkap mu? Ayo kita bertemu lagi dan saling minum teh!", sebuah teriakan terdengar dari atas tembok Kota Herisen yang membuat semua orang mengangkat kepalanya untuk menemukan Myro.
Banyak orang kaget baik di pihak musuh ataupun kelompok Myro sendiri, lagipula sebagian besar dari mereka berpikir Myro sudah mati atau paling tidak terluka berat. Tetapi sekarang Myro muncul di depan mata mereka semua, tanpa terluka sedikitpun dan terlihat sangat sehat.
Melihat Myro yang ada di atas tembok kota, Guliger ketakutan, ia benar-benar dijebak musuh.
"Kenapa kalian semua berdiri diam? Maju! Bantu ksatria dan bunuh semua musuh!", teriak Myro di atas tembok kota sambil mengangkat pedangnya yang bersinar akibat cahaya bulan.
"Bunuh!", semangat semua pasukan Myro kembali lagi.
Bagaimanapun Myro merupakan inti pasukannya, ketika Myro tidak ada, pasukannya ikut melemah dan kehilangan semangat.
Namun sewaktu Myro muncul, semua pasukannya merasa dipenuhi energi lagi.
__ADS_1
70.000 pasukan yang bersembunyi di Kota Herisen berlari meninggalkan kota, mereka bergegas menuju pasukan musuh dipimpin oleh Retya.
Luca yang terlambat sadar sekalipun sekarang mengerti, kakaknya tidak mati, melainkan ia telah terkena jebakan Myro.