PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 181 : MELEWATI BADAI


__ADS_3

Myro duduk diam pada kereta kudanya, walaupun kereta kuda sedang berjalan secepat mungkin di tengah hujan yang menyebabkan kereta bergetar dengan kuat, tapi Myro yang duduk di kursinya sama sekali tidak bergerak sedikitpun akibat getaran tersebut.


Sebenarnya posisi Myro sekarang tidak terlalu jauh lagi dari Kota Loth, mereka hanya perlu melewati beberapa kota milik bangsawan lain sebelum tiba disana.


Apabila tidak terlalu jauh, kenapa Myro tidak memanggil pasukannya di Kota Loth kesini sebagai bantuan? Karena tempat dimana Myro berada merupakan wilayah bangsawan lain.


Jika pasukan Myro dengan jumlah yang besar seperti 500 pasukan tiba-tiba bergerak menuju wilayah bangsawan lain, tindakan tersebut dianggap sebagai memulai perang melawan bangsawan lain.


Masalah terbesarnya, Myro bisa dijatuhi hukuman oleh Raja Azeroth V sebab memindahkan prajurit secara sembarangan yang mengakibatkan perang.


Bagaimanapun Kerajaan Azeroth memiliki peraturan yaitu pasukan setiap bangsawan tidak boleh pindah ke daerah lain yang merupakan bagian dari bangsawan Kerajaan Azeroth juga tanpa izin raja, Marquis Gerda dapat mengirim pasukan untuk membawa kembali Fila sebab Raja Azeroth V telah memberikannya izin sedangkan apabila menyerang kerajaan lain, pemindahan pasukan tidak membutuhkan izin raja.


Alasan raja membuat peraturan tersebut agar sesama bangsawan Kerajaan Azeroth tidak saling berperang yang pasti merugikan kerajaan itu sendiri.


Selain itu, raja sebelumnya takut para bangsawan secara diam-diam memindahkan pasukannya ke ibukota untuk menyerang raja sehingga peraturan ini dibuat.


Jadi tidak ada pasukan bangsawan lebih dari 200 orang yang berani bergerak menuju Ibukota Kerajaan Azeroth, Myro hanya membawa 50 Kavaleri Mongol juga karena alasan ini.


1000 pasukan segera muncul dari balik hutan, kapten pasukan penyergapan musuh sama sekali tidak mengerti kenapa Myro bersama yang lainnya bisa mengetahui keberadaan mereka yang bersembunyi di hutan.


Namun hal itu tidak penting sekarang, apa yang lebih penting yaitu membunuh Myro secepat mungkin. Selama mereka gagal membunuh Myro, tuan mereka pasti menjatuhkan hukuman mati kepada mereka supaya berita tentang ia yang mengirim pasukan untuk membunuh Myro tidak tersebar.


Ketika para pasukan penyergapan baru muncul dari hutan, pedang Kavaleri Mongol langsung menyambut mereka.


Falka dan Kavaleri Mongol tidak membuang-buang waktu melawan pasukan penyergapan musuh, tujuan mereka bukan mengalahkan 1000 pasukan penyergapan melainkan membawa Myro kembali ke wilayahnya.

__ADS_1


Falka yang berada di barisan depan melihat sedikit kilauan perak dari hutan, wajah Falka segera berubah sebab ia tahu asal dari kilauan perak di hutan.


Tanpa ragu, Falka mengangkat perisainya sambil berteriak "Angkat perisai kalian!".


Kavaleri Mongol merupakan pasukan elit yang terlihat, apalagi 50 Kavaleri Mongol yang Falka bawa kali ini merupakan sosok terbaik dari 1000 Kavaleri Mongol yang ia miliki.


Lagipula tugas mereka adalah melindungi Myro yang membuat Falka tidak ragu untuk membawa prajurit terbaiknya menjaga Myro sepanjang perjalanan.


Bersamaan dengan teriakan Falka, 50 Kavaleri Mongol mengangkat perisai mereka.


Untungnya sekarang sedang hujan sehingga kekuatan panah melemah akibat air hujan yang menganggu, bahkan sebagian besar pemanah musuh tidak mampu menembak dengan akurat akibat terganggu oleh panah.


Dengan waktu kurang dari 2 menit, Falka bersama Kavaleri Mongol berhasil melewati hutan tersebut, sedangkan kereta kuda Myro tetap berada di tengah-tengah formasi pasukan Kavaleri Mongol mereka.


Melihat mereka berhasil lolos dari penyergapan, beberapa Kavaleri Mongol menghela nafas dan membuang rasa khawatir mereka.


Para Kavaleri Mongol saling menatap sebelum mengangguk, mereka terus bergerak menjauh dari hutan dengan cepat kembali ke Kota Loth.


Pasukan penyergapan yang berada di hutan terdiam, padahal mereka datang kesini penuh keyakinan dan persiapan akan kemenangan, tapi mereka tidak pernah berpikir Falka serta yang lainnya bisa pergi sangat mudah dari penyergapan setelah membunuh puluhan pasukan mereka.


Lebih tepatnya alasan utama kegagalan mereka yaitu Falka menyadari keberadaan penyergapan mereka, jika Falka tidak menyadarinya maka gerakan Kavaleri Mongol bersama kereta kuda pasti tidak secepat itu yang membuat mereka mampu menyergapnya dengan mudah.


Belum lagi mereka sama sekali tidak siap terhadap perubahan kecepatan pasukan Kavaleri Mongol, oleh karena itu penyergapan mereka berakhir gagal.


Kapten pasukan penyergapan langsung membuang helm besinya penuh kemarahan, ketika kembali nanti, sebagai kapten maka ia pasti menerima hukuman paling berat atas kegagalan kali ini.

__ADS_1


...----------------...


Setelah penyerangan pembunuh dan penyergapan di hutan, perjalan Myro selama 5 hari ke depan tidak mengalami masalah apapun lagi.


Mungkin semua orang yang mencoba menyerang Myro telah selesai melakukan rencana mereka, tapi berakhir gagal yang membuat mereka menyerah.


Bagaimanapun banyak orang yang membenci Myro akibat dukungannya kepada pangeran 10, tapi seberapa banyak orang yang berani mencoba membunuh Myro? Jangan lupa Myro masih bergelar Earl dan mendapatkan perhatian dari raja, bahkan ia ditunjuk sebagai Gubernur Militer Provinsi Kavaleri. Oleh karena itu, tidak begitu banyak pangeran yang membenci Myro hingga mencoba membunuhnya.


Serangan yang paling besar yaitu serangan terakhir sebab musuh memakai 1000 pasukan, kemungkinan besar semua itu adalah rencana Menteri Piryo dan pangeran ke 7 karena Myro dapat menjadi ancaman bagi mereka di masa depan.


Ketika Myro sampai di perbatasan wilayahnya yaitu Kota Loth, ribuan prajurit bersenjata lengkap sudah berbaris menunggunya.


Di sisi kanan adalah prajurit Kavaleri Mongol, Penjaga Praetorian, Retya dan Lopen menunggu Myro, selain itu terdapat ribuan prajurit muda yang kemungkinan besar merupakan anak-anak baru rekrutan Retya lagi.


Di bagian kiri terdapat Walikota Feld, Ibu Myro, ayahnya yang bukan lagi Baron, Koris, Ferbas serta pejabat pemerintahan di wilayah Myro dan anggota Keluarga Aras.


Aclan, Fred, Sorna serta 1000 ksatria tetap berada di Kota Rorec dan Kota Folk. Terakhir kali mereka mendapatkan tugas dari Myro untuk tetap berjaga disana sehingga mereka tidak berani memindahkan pasukan sedikitpun.


Gladius, Garwein, Legiun Romawi dan 5500 ksatria tetap berada di Benteng Rulfes, mereka juga tidak akan bergerak tanpa keputusan dari Myro.


Beberapa pedagang yang melewati jalan ini segera tertarik melihat barisan tersebut, namun mereka tidak berani menganggu sebab mereka mengenal Feld dan yang lainnya. Selama mereka berencana berbisnis di wilayah Myro, mereka pasti mengenal para petinggi Myro ini.


Saat kereta kuda Myro sampai di depan barisan semua orang, Myro turun dari kereta kudanya bersama Ren.


Melihat Myro yang turun dari kereta kudanya, semua orang yang telah menunggu berlutut tanpa ragu "Kami menyambut kembalinya Earl Myro!".

__ADS_1


Myro sedikit terkejut, nampaknya berita ia yang menjadi Earl sudah sampai juga ke wilayah Provinsi Kavaleri yang terletak sangat jauh dari ibukota.


Tidak lama kemudian, sebuah senyuman muncul di wajah Myro "Aku kembali, semuanya!".


__ADS_2