
Saat ini pasukan kavaleri elit dari Kerajaan Kavaleri dipimpin oleh seorang pria dengan janggut hitam panjang serta sebuah tanda luka di wajahnya, siapapun yang melihatnya pasti dapat merasakan bahwa pria ini merupakan kapten pasukan yang ganas.
Meskipun ia tidak terkenal seperti Ritke ataupun tidak sehebat Ritke, tapi kapten ini setidaknya masih cukup hebat untuk memimpin pasukan Kavaleri. Oleh karena itu, Raja Kavaleri II menunjuknya sebagai kapten 3000 pasukan kavaleri elit miliknya.
Selain itu pria ini sudah bersama Raja Kavaleri II sejak lama sehingga raja bisa mempercayainya untuk memimpin pasukan kavaleri paling kuat milik Kerajaan Kavaleri.
Kapten itu akhirnya bisa melihat pasukan Falka dan yang lainnya, ia menarik pedangnya sebelum menunjuk ke arah pasukan Falka "Kalian semua, lihat itu! Mereka adalah pasukan yang sudah membunuh rekan-rekan kita di Benteng Trock dan mencoba menyerang kita malam ini, bagaimana mungkin kita membiarkan para penjahat ini melarikan diri kembali ke Benteng Trock, serang! Jangan biarkan 1 orangpun dari pasukan musuh di depan kita ini melarikan diri!".
"Serang!", teriak semua orang di belakangnya dengan tegas, 3000 pasukan kavaleri elit mulai mempercepat kuda mereka untuk menangkap Falka dan yang lainnya.
Bagaimanapun Falka hanya memimpin sekitar 4 ratusan pasukan, hal ini membuat mereka percaya diri untuk menang.
Seiring waktu, 3000 kavaleri elit semakin dekat dari Kavaleri Mongol.
Tiba-tiba seorang prajurit di belakang kapten kavaleri elit berteriak "Kapten, di depan kita ada hutan! Apakah kita akan terus mengejar musuh?".
"Hutan?", kata kapten sedikit aneh.
Ia menatap ke depan untuk menemukan sebuah hutan kecil yang terdapat tidak jauh dari mereka, di tengah-tengah hutan tersebut terdapat sebuah jalan yang cukup kecil serta jalan ini langsung menuju ke Benteng Trock.
Mengamati hutan di depannya, kapten itu berteriak "Apa yang kalian takutkan? Itu hanya sebuah hutan kecil, sama sekali tidak cukup untuk menghentikan pasukan kita! Terus maju! Tujuan musuh melewati hutan ini pasti hanya mencoba membuat kita takut, padahal hutan kecil ini tidak bisa menghentikan langkah kita sedikitpun".
3000 pasukan kavaleri elit itu terus melangkah maju di atas kuda mereka tanpa melambat sedikitpun mengikuti perkataan kapten mereka.
Akhirnya mereka sudah tiba di jalan kecil yang terdapat pada hutan tersebut, karena pasukannya terdiri dari 3000 orang maka kapten tersebut mengubah formasi pasukannya menjadi barisan 10 orang agar mereka bisa melewati jalan kecil ini.
Falka yang ada di depan tentunya menemukan bahwa pasukan kavaleri musuh terus mengejar mereka walaupun sudah berada di hutan seperti ini, Falka tidak takut sedikitpun mengenai hal tersebut, bahkan ia sedikit tersenyum sebab semuanya berjalan sesuai rencana.
__ADS_1
"Kapten Falka, musuh sudah berada di jarak 50 meter dari kita, jika terus seperti ini maka musuh pasti mengejar kita!", teriak wakil Falka lagi.
"Terus maju, jangan melihat ke belakang!", teriak Falka tegas.
Mendengar keputusan Falka, Kavaleri Mongol hanya terus melangkah maju meskipun pasukan musuh sudah sangat dekat dari mereka.
"Hahahahaha!", kapten kavaleri elit sudah tertawa keras sekarang, ia sudah bisa merasakan kemenangan di depan mata "Sedikit lagi, jarak kita dari musuh sudah hampir tidak ada lagi, terus maju!".
Ketika jarak mereka sudah 20 meter dari Kavaleri Mongol, kapten kavaleri elit itu tiba-tiba merasakan firasat buruk.
Ia sudah sering melewati banyak medan perang bersama Raja Kavaleri II, oleh karena itu ia tahu bahwa firasat buruk ini merupakan firasat yang ia rasakan saat berada di keadaan hidup dan mati.
Tanpa ragu sedikitpun, kapten kavaleri elit itu melompat dari kudanya.
"Stab!".
Para pasukan kavaleri elit yang tidak siap terhadap serangan itu langsung di tusuk oleh tombak tersebut, kuda yang sebelumnya terus melangkah maju mulai menjadi panik.
Bersamaan dengan hal serangan itu, Jerat muncul dari balik semak-semak sebelum berteriak "Seluruh pasukan serang!".
"Aaaaa!", teriakan pasukan bergema di seluruh hutan ini, sekitar 1000 pasukan muncul dari semak-semak di sisi kiri dan kanan pasukan kavaleri elit lalu mulai menyerang mereka.
Ini adalah rencana Ren, walaupun hutan ini kecil dan tidak bisa menghentikan pasukan kavaleri, setidaknya Ren tahu mereka bisa menyembunyikan pasukan di hutan ini dengan memanfaatkan kegelapan malam.
Oleh karena itu, Ren membiarkan Jerat bersama 1000 pasukan elit Kerajaan Azeroth bersembunyi disana sedangkan tugas Falka dan Kavaleri Mongol yaitu menarik kavaleri elit musuh ke tempat ini.
Ren hanya membiarkan Jerat membawa 1000 pasukan yaitu hutan ini terlalu kecil sehingga mereka tidak bisa menyembunyikan banyak pasukan di hutan ini, untungnya mereka masih bisa menyembuhkan 1000 pasukan.
__ADS_1
Meskipun seharusnya tidak mungkin 1000 pasukan infantri bisa mengalahkan 3000 pasukan kavaleri, tapi musuh sama sekali tidak siap terhadap serangan mereka. Selain itu jalan di hutan ini sangat kecil, jadi kavaleri tidak bisa bergerak cepat di jalan kecil seperti ini. Hal ini memberikan keuntungan besar bagi Jerat dan pasukannya yang merupakan infantri, 3000 pasukan elit Kerajaan Kavaleri mulai mengalami kepanikan.
Kapten kavaleri elit yang baru melompat dari kudanya segera mendarat di tanah, untungnya ia melompat tepat waktu, apabila ia terlambat tadi maka tombak pasti sudah menusuk dirinya.
Melihat pasukannya yang menjadi panik, kapten itu berdiri sambil berteriak "Jangan panik! Kita adalah kavaleri sehingga pergerakan kita tidak diuntungkan ketika bertarung melawan infanteri di hutan seperti ini, mulai mundur perlahan-lahan dari hutan ini terlebih dulu sebelum melawan musuh!".
Saat kapten itu berencana untuk berbicara lebih banyak lagi, ia menemukan bahwa Falka dan Kavaleri Mongol yang sebelumnya mereka kejar mulai berbalik.
Falka yang ada di depan Kavaleri Mongol ini membawa pedang di tangannya "Kalian semua, ini waktunya serangan balik!".
"Aaaaa!", Kavaleri Mongol di belakang Falka menarik busur mereka dengan bersemangat.
Lagipula mereka sebelumnya dikejar-kejar pasukan musuh, sekarang pasukan musuh yang harus melarikan diri dari mereka, jadi Kavaleri Mongol ini merasa sangat senang terhadap serangan balik ini.
Kavaleri Mongol tetap menjaga jarak dari musuh sambil memakai busur mereka, sedangkan Falka melangkah maju menuju kapten pasukan musuh "Apakah kau kapten pasukan kavaleri elit ini? Aku adalah Falka, orang yang akan membunuhmu hari ini!".
Falka di atas kudanya langsung bergerak menuju kapten kavaleri elit tersebut.
Tanpa ragu sedikitpun, Falka mengangkat pedangnya sebelum menebas ke arah kapten yang sudah kehilangan kudanya.
"Tang!".
Pedang kapten yang menghentikan pedang Falka terlempar ke udara, kapten itu membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya sebab kekuatan Falka ini berada jauh di atasnya.
Walaupun ia tidak sekuat Ritke, namun kapten itu masih yakin bahwa kekuatan pedangnya berada di peringkat 5 besar pengguna pedang terkuat di Kerajaan Kavaleri. Ia yang berada di peringkat 5 besar ini, kalah dengan mudah oleh Falka membuat kapten ini tidak percaya terhadap apa yang terjadi.
Sebelum kapten itu siap, Falka menebas kepalanya tanpa ragu.
__ADS_1
Darah berterbangan dari tubuh kapten yang sudah kehilangan kepalanya, Falka mengambil kepala kapten yang sudah terlempar itu sebelum berteriak "Aku, Falka sudah membunuh pemimpin kalian! Menyerah, siapapun yang menyerah maka tidak akan dibunuh!".