PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 201 : 2 PASUKAN YANG BERBEDA


__ADS_3

Di tengah keadaan sulit ini, Yorou adalah orang yang bergerak lebih dulu. Jika sebelumnya, ia memiliki waktu untuk mengawasi Carla. Tetapi sekarang adalah krisis hidup dan mati Myro, dibandingkan Myro, Carla sama sekali tidak penting bagi Yorou.


Oleh karena itu, Yorou berdiri di depan Myro sambil menarik pedangnya "Tunjukkan kesetiaan kalian! Gunakan tubuh kalian sebagai tameng, jangan biarkan 1 panah pun mengenai tuan!".


100 pengawal yang terkejut kembali sadar, lalu tidak ada sedikitpun jejak keraguan di mata mereka melainkan para pengawal tersebut dipenuhi oleh tekad.


Mereka bergegas menuju Myro membentuk sebuah formasi perisai, walaupun mereka tidak membawa perisai namun mereka menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menghentikan panah yang mendekat jika musuh mulai mendekat.


Melihat gerakan 100 pengawal Myro, Tarka bersama Carla dan yang lainnya lagi-lagi dibuat kagum oleh mereka. Bagaimanapun 100 pengawal Myro tidak hanya kuat, mereka juga sangat setia.


Tidak peduli seberapa setia suatu pasukan, jika itu masalah hidup dan mati, umumnya seseorang lebih mementingkan hidup mereka sendiri.


Tapi mereka sekarang menyadari pasukan Myro berbeda, mereka jauh mengutamakan hidup Myro daripada hidup mereka sendiri yang sangat jarang.


"Nampaknya tidak ada pilihan!", kata Myro yang menyimpan pedangnya "Armor Shield!".


Bersamaan dengan perkataan Myro barusan, energi hitam pada tubuh Myro yang merupakan kekuatan Retya menghilang.


Di sisi lain, pasukan yang menjaga Myro di sekitar menemukan tubuh mereka bersinar. Meskipun tidak membawa perisai, mereka merasa seakan-akan ada sebuah perisai di seluruh tubuh mereka.


"Jangan takut! Perisai yang aku berikan mungkin tidak mampu menahan semua serangan musuh, tapi setidaknya itu akan menahan beberapa anak panah yang ditembakkan! Selama kalian tidak kehilangan semangat, aku akan membawa kemenangan pada kalian!", teriak Myro penuh tekad.

__ADS_1


Kali ini ia tidak memakai kemampuan Retya ataupun Falka, melainkan kemampuan Aclan yaitu Armor Shield.


Berbeda dari kemampuan Retya yang memperkuat diri sendiri, sebagian besar kemampuan Aclan berguna untuk memperkuat pasukan yang ada di sekitarnya baik itu pertahanan ataupun serangan, jadi Aclan bukan jendral yang hebat di pertarungan 1 lawan 1 melainkan Aclan cocok bertarung memimpin pasukan.


Armor Shield berguna memberikan perlindungan yang setara dengan perisai besi ke paling banyak 5000 pasukan di sekitar Myro. Di bawah serangan pedang dan panah milik musuh, kemampuan ini juga dapat dihancurkan.


Karena hal tersebut, kemampuan Armor Shield hanya seperti memberikan perisai besi kepada pasukan di sekitar, bukan sebuah perisai yang tidak bisa dihancurkan.


Mata pasukan Myro dipenuhi tekad, mereka bersiap maju melawan musuh.


Tetapi ketika pasukan baru akan maju, sosok seorang pria muncul pada barisan ribuan pemanah musuh "Nona Carla, apakah kau tidak apa-apa?".


Semua orang terkejut, Myro dan yang lainnya menatap ke arah Carla seakan-akan bertanya mengenai apa yang terjadi disini.


Mengetahui orang yang datang ternyata bukan musuh, Myro yang tadinya masih khawatir segera menghela nafas dan membuang rasa khawatirnya.


Guro melangkah maju lalu berlutut di depan Carla "Nona Carla, aku datang kesini sesuai tugas yang diberikan Tuan Kartaz supaya membantu anda! Ada banyak sekali musuh yang menyerang Kota Rayde, untungnya tuan menutup gerbang tepat waktu sehingga musuh gagal menyerang kota. Selain itu, sebagian dari kota juga terbakar dan prajurit saling bertarung sebab banyak sekali mata-mata yang bersembunyi di pasukan pertahanan kota, Jendral Kartaz khawatir terhadap perlindungan Nona Carla yang membuat ia mengirim ku bersama 2000 pemanah untuk membantu".


Carla mengangguk sebelum menatap Myro "Earl Myro, sekarang bagaimana? Apakah kau berencana pergi ke gerbang kota menemui Kartaz bersamaku atau kau tetap keras kepala pergi ke arah lain? Sebagai tahanan mu, aku tidak bisa melarikan diri sehingga aku harus mengikuti mu".


"Apa? Orang ini berani membuat Nona Carla menjadi tahanan?", teriak Guro marah, ia berdiri dan menarik pedangnya untuk menyerang Myro.

__ADS_1


"Turunkan senjata mu, Earl Myro adalah rekan kita! Setidaknya kita sama-sama terjebak di Kota Rayde, oleh karena itu bantuan Earl Myro sangat dibutuhkan", kata Carla melambaikan tangannya "Bagaimana keputusan anda, Tuan Earl?".


Myro sebenarnya tidak tertarik pergi ke gerbang kota, namun ada 2000 pasukan pemanah yang terus mengamatinya dari jauh. Selama Myro melawan pasukan pemanah ini, ia mungkin dapat menang menggunakan kemampuan unik Aclan tapi korban di pihak Myro pasti tidak sedikit.


Saat Myro sedang berpikir, Tarka melangkah maju "Nak Myro, aku rasa tidak ada salahnya menerima saran Carla sekarang. Meskipun ia berusaha membunuh kita sebelumnya, tapi sekarang kita memang berada di pihak yang sama yaitu kita terjebak di Kota Rayde. Carla pasti tidak tertarik bertarung melawan kita lagi sebab ia telah mengetahui rencana Torte yaitu untuk membunuhnya, Carla tidak mempunyai pilihan lain daripada melawan Torte. Kita juga begitu, hanya dengan mengalahkan Torte maka kita bisa pergi dari sini".


Myro juga memikirkan hal yang sama, tapi sebenarnya Myro memiliki kecurigaan lain terhadap Carla. Masalahnya Myro tidak mempunyai bukti yang mendukung kecurigaannya tersebut, jadi Myro tidak bisa mengatakan apapun sekarang mengenai kecurigaannya pada Carla.


"Baiklah, aku setuju pergi ke gerbang kota! Bagaimanapun tujuan kita sekarang sama, kita harus melawan Torte", kata Myro akhirnya setuju.


"Kalau begitu sudah diputuskan! Guro, ayo pergi!", kata Carla tersenyum sebab ia mendapatkan sekutu yang kuat.


Mendengarkan pembicaraan semua orang, Guro berkata penuh keraguan "Nona Carla dan kalian semua sepertinya tidak mengetahui keadaan kita sekarang, pasukan yang mengepung Kota Rayde bukan hanya 100.000 pasukan elit milik Jendral Torte".


"Apa? Lalu siapa lagi yang memiliki keberanian melawanku? Apakah ada jendral lain di keluarga Rayde yang memberontak?", tanya Carla suram, lagipula ia tidak dapat mencari bantuan Herfu dari sini.


"Bukan, bukan jendral dari keluarga Rayde yang menyerang bersama Torte melainkan keluarga kerajaan!", teriak Guro khawatir mengingat apa yang terjadi di depan gerbang kota sebelumnya "Selain 100.000 pasukan elit Torte, kerajaan mengirim divisi 5 pasukan gabungan elit untuk mengepung Kota Rayde juga".


"Pasukan divisi 5 kerajaan? Apakah kau yakin?", teriak Carla penuh rasa tidak percaya, ia mengerti seberapa menakutkannya kekuatan divisi 5 pasukan gabungan kerajaan.


Bukan hanya Carla, wajah semua orang ikut berubah akibat terkejut.

__ADS_1


Bahkan wajah Myro menjadi suram, siapa yang berpikir kali ini kerajaan ikut serta secara langsung melawan Grand Duke Rayde.


__ADS_2