
Pada pagi hari, Herfu bergegas menuju istana dengan kereta kudanya. Sekarang Myro dan yang lainnya sama sekali tidak memiliki apapun untuk dilakukan, jadi mereka mendapatkan waktu bebas mereka sendiri.
Loir juga sudah pergi sejak pagi, ia berencana menemui teman-temannya yang tinggal di ibukota. Sebelumnya Loir mencoba mengajak Myro, tapi Myro menolak tawaran tersebut.
Loir adalah anak Grand Duke sehingga teman-temannya pasti berasal dari keluarga bangsawan, pejabat politik ataupun militer yang cukup berkuasa di Kerajaan Azeroth.
Walaupun pergi bersama Loir bisa menjadi kesempatan baik bagi Myro untuk bisa berkenalan dengan anak-anak orang penting di Kerajaan Azeroth, tapi Myro mempunyai sesuatu yang lebih penting hari ini yaitu bertemu Katia.
Katia sudah berada di Ibukota Kerajaan Azeroth lebih dari 10 tahun, oleh karena itu Myro harus melihat perkembangannya sekarang.
Myro pergi menggunakan kereta kuda bersama Ren dan Yorou, Falka tetap berada di villa Herfu dan menemani Kavaleri Mongol yang ada disana. Bagaimanapun tidak baik membawa banyak pasukan di jalan-jalan ibukota, kecuali Myro merupakan raja atau pangeran.
Berada di atas kereta kuda, Myro bertanya kepada Ren di depannya "Apakah kalian sudah mengetahui tempat tinggal Katia?".
Ren tersenyum sambil memegang sebuah kertas "Sebelum datang kesini, aku sudah tahu tuan pasti berencana memeriksa Katia dan Lapter, jadi aku sudah membiarkan Falka mengirim seorang prajurit Kavaleri Mongol secara diam-diam kemarin malam untuk memberitahu mereka mengenai kedatangan tuan. Mengingat tuan berencana merahasiakan hubungannya dengan Katia dan Lapter, maka tuan tidak boleh pergi menuju rumahnya sebab ada banyak mata dan telinga raja di ibukota. Selama tuan datang ke rumah Katia, aku yakin raja pasti mengetahuinya".
"Jadi Katia sudah menentukan tempat dimana kita akan bertemu, tapi sebelum pergi ke tempat itu, kita harus pergi dulu dari ibukota supaya bisa menghindari mata-mata raja. Katia sepertinya mempunyai bangunan tersembunyi di sekitar ibukota, kita akan bergegas ke sana".
Myro mengangguk, baik itu Katia dan Ren adalah orang-orang cerdas yang membuat Myro tidak perlu khawatir mengenai pergerakannya yang diketahui Raja Azeroth V.
Bagaimanapun Ibukota Kerajaan Azeroth merupakan wilayah Raja Azeroth V, pasti ada banyak sekali kaki tangan raja yang tersebar disini sebagai penduduk normal. Selama Myro tidak hati-hati, keberadaan markas serta hubungannya dengan Katia dan Lapter mungkin diketahui raja yang sangat berisiko.
__ADS_1
Kereta kuda berjalan pergi dari ibukota tanpa masalah. Saat sampai di sebuah hutan, Myro bersama Ren dan Yorou langsung meninggalkan kereta kuda itu dipinggir jalan serta bergegas menuju hutan.
Dengan meninggalkan kereta kuda disini, sekalipun mata-mata raja mengikuti maka mereka pasti kesulitan mengejar Myro dan yang lainnya.
Myro terus berjalan melalui pepohonan di hutan, sepanjang jalan ia bisa merasakan keberadaan orang-orang yang tersembunyi di hutan sambil menatap dirinya. Ketika mereka tahu orang yang datang adalah Myro, sosok-sosok gelap yang bersembunyi di hutan kembali bersembunyi.
Berjalan selama beberapa saat, Myro menemukan sebuah pondok kayu di tengah hutan.
Meskipun kayu di sekitar pondok terlihat sangat tua, namun masih kuat, sama sekali tidak ada jejak hancur pada seluruh pondok.
Myro tahu mereka akhirnya sudah tiba. Menurut apa yang dikatakan Ren, Katia seharusnya menunggu mereka disini.
Yorou yang ada di samping Myro mulai berpikir "Katia, kenapa aku rasanya mengenal nama ini?".
"Ratu siang? Ternyata wanita itu! Sekarang aku mengerti kenapa ada banyak sekali prajurit hebat disini!", kata Yorou mengangguk.
Myro tidak membuang banyak waktu lagi, ia membuka pintu kayu pondok tersebut dan menemukan ruangan disana sangat gelap hingga sulit melihat ke sekitar.
Tanpa khawatir akan kegelapan, Myro bersama Ren dan Yorou langsung berjalan menuju bagian tengah pondok, pintu pondok yang ada di belakang mereka langsung tertutup.
Ketika pintu tertutup, ruangan yang tadinya gelap mulai bersinar.
__ADS_1
Di depan mata Myro, ia menemukan seorang wanita muda dengan rambut emas pendek serta mata biru yang bersinar terang. Wanita itu memiliki wajah cantik dengan senyuman lembut, siapapun yang melihat senyuman wanita ini pasti bisa merasa senang juga.
Wanita tersebut berlutut ke arah Myro penuh rasa hormat "Tuan, Katia merasa terhormat karena bisa bertemu tuan secara langsung. Selain itu, Katia merasa bersalah sebab tidak bisa datang menemui tuan sampai-sampai harus membuat tuan datang kesini sendiri".
Myro melambaikan tangannya "Kau tidak perlu merasa bersalah, lagipula kita harus merahasiakan bahwa kau adalah pengikut ku dari orang lain agar Raja Azeroth V dan yang lainnya tidak terlalu berhati-hati terhadapmu".
"Aku mengerti tujuan tuan, Katia pasti berusaha sebaik mungkin membangun kekuatan tuan di ibukota dan tidak mengecewakan kepercayaan yang sudah tuan berikan", kata Katia yang kembali berdiri.
"Jelaskan keadaan dan informasi yang sudah kau kumpulkan di ibukota, kita harus melakukan persiapan sebaik mungkin sebelum menemui Raja Azeroth V. Apalagi ada kemungkinan Raja Azeroth V membuat jebakan untukku, kita harus bersiap-siap", kata Myro tegas, ia tidak lupa Raja Azeroth V yang sudah berkali-kali mencoba menjebak dirinya.
"Tuan tidak perlu khawatir, sejak aku mendapatkan informasi mengenai kedatangan tuan di ibukota, aku sudah membiarkan seluruh anggota markas yang ada di ibukota untuk mengumpulkan semua informasi yang ada. Tapi sebelum kita membahas masalah informasi tersebut--", kata Katia yang tiba-tiba berhenti berbicara, ia berjalan menuju ke tahta yang ada di tengah ruangan pondok "Tuan, silahkan duduk di atas tahta ini terlebih dulu!".
Myro sedikit terkejut, ia baru menyadari tidak ada 1 kursi pun di ruangan ini kecuali tahta aneh yang terbuat dari emas.
Bukan hanya itu, ada beberapa benda yang terlihat seperti permata di sekitar tahta tersebut.
Membayangkan berapa banyak uang yang dihabiskan Katia jika tahta itu benar-benar terbuat dari emas dan permata asli, Myro bertanya penuh keraguan "Katia, jangan bilang tahta itu terbuat dari emas dan permata asli?".
Ren dan Yorou juga sedikit tidak bisa berkata-kata, emas merupakan mata uang yang cukup besar di dunia ini tetapi Katia meleburkan banyak emas untuk membuat tahta.
Sedangkan permata jauh lebih berharga daripada emas, ribuan koin emas mungkin hanya bisa membeli 1 permata.
__ADS_1
Oleh karena itu, apabila emas dan permata pada tahta yang dibuat Katia asli, maka Katia mungkin sudah menghabiskan puluhan ribu hingga ratusan ribu koin emas hanya untuk sebuah tahta.
Mendengar apa yang dikatakan Myro, Katia berkata dengan senyum lebar "Apa yang tuan katakan? Apakah tahta yang aku siapkan belum cukup mewah? Tuan benar, pada awalnya aku berpikir untuk membuat tahta dengan menghabiskan 5 juta koin emas. Masalahnya keuangan kamar dagang yang aku buat belum mempunyai uang sebanyak itu. Aku benar-benar bodoh! Tahta ratusan ribu koin emas tidak memenuhi syarat menjadi kursi yang tuan gunakan!".