PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 268 : BIARKAN IA PERGI


__ADS_3

"Semua pasukan mundur! Mundur!", teriak Luca penuh kepanikan, tanpa menunggu prajurit di belakangnya, ia berbalik dan melarikan diri duluan.


Luca tidak berani tinggal lebih lama lagi di tempat ini sebab ia tahu, selama Myro menangkap dirinya, Luca pasti berakhir buruk.


Melihat Luca yang mencoba melarikan diri, Myro menggelengkan kepalanya "Kalian pikir kenapa aku harus repot-repot menarik kalian menuju Kota Herisen? Bukankah jawabannya sudah jelas, aku tidak akan memberikan kesempatan bagi kalian untuk melarikan diri lagi!".


"Serang!", Luca yang berusaha melarikan diri mendengar suara teriakan dari belakang pasukan mereka yaitu tujuannya melarikan diri sekarang.


Di depan mata Luca, ribuan obor terlihat di bawah gelapnya malam, tempat yang tadinya gelap menjadi lebih terang sekarang.


Karena malam yang gelap, pasukan Luca dan Guliger tidak menyadari bahwa musuh sudah mengepung mereka dari belakang juga.


Walaupun gelapnya malam mulai menghilang akibat obor yang bermunculan, wajah Luca tidak menjadi lebih baik melainkan ia semakin ketakutan sebab semua pasukan ini tidak lain adalah pasukan Herfu dan Myro yang melarikan diri sebelumnya.


Alasan Luca mengetahui identitas mereka yaitu seragam yang dipakai prajurit Myro, zirah besi yang ada pada tubuh mereka memiliki lambang pasukan perbatasan utara dan Count Kemenangan milik Myro.


Apabila Luca kebingungan saat ini, Guliger sedang merasa kaget serta penuh rasa tidak percaya sebab di depan matanya saat ini, terdapat ribuan pasukan Orc-Goblin yang menghalangi jalannya.


Bahkan ia menemukan sekitar 100 Kavaleri Serigala di pihak musuh. Walaupun jumlahnya sedikit, Kavaleri Serigala seharusnya merupakan keahlian Kerajaan Orc-Goblin mereka, manusia tidak dapat menirunya. Selain keluarga kerajaan, seharusnya tidak ada Orc Goblin yang mampu membuat Kavaleri Serigala. Tetapi Guliger harus menerima fakta di depan matanya, 100 Kavaleri Serigala yang menghalangi jalannya berada di pihak Myro.


Pemimpin pasukan Orc dan Goblin di pihak musuh melangkah maju. Pada awalnya Guliger tidak melihat wajah pemimpin musuh terlalu jelas akibat malam hari dan jarak mereka cukup jauh, sekalipun dibantu obor, Guliger tidak melihatnya terlalu jelas.

__ADS_1


Tetapi ketika melihat wajah pemimpin musuh yang mendekat, tubuh Guliger membeku hingga tidak bisa berkata apa-apa.


Pemimpin di pihak musuh tersenyum lembut "Jendral Guliger, apakah anda masih mengingatku? Seorang kapten kecil yang kalian buang di Provinsi Utara dulu, kalian pasti tidak pernah berpikir aku masih hidup bukan?".


Sosok pemimpin Orc dan Goblin di pihak Myro adalah Taredo, kapten muda berbakat yang Myro bujuk untuk setia kepadanya.


Guliger menunjuk Taredo dengan tangan gemetar, ia berteriak penuh kemarahan "Kau, beraninya kau memihak manusia! Sebagai Orc terhormat dari Kerajaan Orc-Goblin, apakah kau tidak malu telah menjadi prajurit manusia! Pada awalnya aku berpikir kau merupakan bakat hebat yang dapat dilatih menjadi jendral kerajaan, namun sepertinya aku salah! Sosok pengkhianat layaknya dirimu tidak cocok menjadi jendral kerajaan".


"Pengkhianat? Aku pengkhianat? Hahahahaha", Taredo tertawa keras "Jendral Guliger-- Tidak, Guliger! Nampaknya terdapat kesalahpahaman disini, bukan aku yang mengkhianati kalian melainkan kalian adalah orang yang mengkhianati ku! Aku bertarung mengorbankan hidupku bagi kalian, tapi apa keputusan Raja Albert? Ia menganggap hidupku tidak lebih penting daripada hidup seorang anak bangsawan atau pejabat yang tidak pernah melakukan perbuatan penting bagi kerajaan! Uang jauh lebih berharga dari hidupku, itu adalah pendapat Raja Albert terhadapku dan prajuritnya!".


Guliger terkejut, ia sepertinya menyadari sesuatu "Kau pasti telah ditipu, Raja Albert bukan orang seperti itu--".


"Cukup!", teriak Taredo yang berdiri di depan Kavaleri Serigala dan semua pasukannya, ia juga naik di atas serigala "Guliger, Kerajaan Orc-Goblin telah lama hancur dari pemerintahannya! Apa yang Tuan Myro katakan benar, daripada harus bergantung kepada raja kejam yang cuma mementingkan dirinya seperti Raja Albert, kenapa aku tidak menggunakan kekuatanku sendiri dan membawa keadilan sebenarnya bagi Kerajaan Orc-Goblin! Sekarang kita adalah musuh, jangan salahkan aku, Guliger! Kalian semua, bunuh semua pasukan musuh!".


Teriakan pertarungan, tabrakan senjata dan teriakan kesakitan terus bergema di seluruh medan perang.


Meskipun dirinya berada di bawah pengepungan musuh, Guliger yang dijaga ratusan Kavaleri Serigala berusaha menembus pengepungan dan melarikan diri kembali menuju Kerajaan Orc-Goblin.


Mungkin kerajaan akan kehilangan banyak sekali pasukan di perang kali ini, tapi bagi Guliger, selama dirinya tetap hidup maka ia pasti mampu memikirkan rencana menyerang balik dan meraih kemenangan.


Taredo berusaha menghentikan Guliger, namun seorang pasukan Kavaleri Serigala menghentikannya.

__ADS_1


Lebih tepatnya semua Kavaleri Serigala di bawah Guliger memiliki mata merah, mereka tidak ragu mengorbankan hidup sendiri selama Guliger dapat melarikan diri.


Di bawah tekad keras kepala Guliger, ia berhasil melarikan diri dari pengepungan dan bergegas menuju Kerajaan Orc-Goblin. Sekalipun tubuhnya terluka dan ia sendirian, Guliger tidak peduli serta terus membiarkan serigalanya maju untuk pergi dari sini.


Taredo berusaha mengejar Guliger, namun sebuah teriakan terdengar dari belakangnya "Cukup, biarkan ia pergi! Selama semua pasukannya disini mati atau ditangkap, Kerajaan Orc-Goblin tidak mempunyai kesempatan menang lagi".


Taredo berbalik dan menemukan sosok yang mendekatinya adalah Myro bersama Yorou, Ren dan pengawalnya.


Tanpa ragu, Taredo turun dari kudanya dan berlutut di depan Myro "Tuan, maaf karena mengecewakan anda! Siapa yang berpikir Guliger akan begitu keras kepala dan mengorbankan seluruh pasukannya cuma untuk melarikan diri! Dulu aku berpikir ia merupakan sosok jendral hebat yang siap mengorbankan hidupnya bagi kerajaan serta penduduk, nampaknya aku salah menilainya".


"Tidak perlu merasa bersalah", kata Myro menggelengkan kepalanya "Saat kembali menuju Kerajaan Orc-Goblin, Guliger pasti menyadari kerajaannya sudah berakhir. Ia pikir strategi yang aku pakai hanya mengepung lalu membunuh pasukannya, padahal apa yang Guliger pikirkan salah. Strategi ku yang sebenarnya yaitu membiarkan Guliger bersama semua pasukannya pergi dari Kerajaan Orc-Goblin yang membuat pertahanan kerajaan melemah. Selama pertahanan mereka melemah tersebut, pasukan kita yang lain akan menghancurkan mereka memakai 1 gerakan! Kalau bukan untuk mengalihkan perhatian Pasukan Guliger, kenapa aku harus repot-repot mengulur waktu dengan berpura-pura mati selama hampir 8 hari?".


Myro menarik nafasnya dan berteriak lagi yang menggema di seluruh medan perang "Pertarungan telah berakhir! Jendral kalian, Guliger melarikan diri tanpa peduli pada kalian, ia hanya memikirkan hidupnya sendiri! Sekarang kalian mempunyai 2 pilihan, bertarung sampai mati bagi jendral yang meninggalkan kalian atau menyerah! Apabila kalian menyerah, aku dapat memberi kalian kesempatan hidup!".


Para prajurit terkejut, mereka menatap sekitar dan menemukan Guliger tidak ada di sekitar medan perang.


Melihat ratusan Kavaleri Serigala yang berubah menjadi mayat, mereka mengerti ratusan Kavaleri Serigala yang mati di tangan pasukan Taredo merupakan mereka yang sangat setia kepada Guliger.


Pasukan setia Guliger mati sedangkan mayat Guliger tidak ada yang membuktikan perkataan Myro mungkin benar, Guliger melarikan diri meninggalkan mereka disini.


Bahkan jendral mereka melarikan diri tanpa peduli pada hidup mereka, kenapa mereka harus bertarung sampai mati untuk jendral seperti itu?

__ADS_1


Jadi Goblin dan Orc mulai menjatuhkan senjata sambil mengangkat tangan mereka yang menunjukkan mereka menyerah, medan perang Kota Herisen akhirnya berakhir dan Guliger kalah lagi dari peperangan melawan Myro.


__ADS_2