
4 hari setelah kemenangan Myro dan yang lainnya melawan pasukan gabungan 3 kota, wajah putra mahkota yang berada di Benteng Rulfes sangat suram.
Bagaimanapun setelah pasukan 3 kota dikalahkan, maka orang yang akan dilawan Myro berikutnya pasti ia bersama Benteng Rulfes.
Oleh karena itu, putra mahkota Kerajaan Orc-Goblin sama sekali tidak bisa tidur dengan baik belakangan ini. Bahkan ia merasa tidak semangat makan, mungkin berat badannya sudah menurun.
Ketika sedang duduk di ruang kerja utama Benteng Rulfes yang dukungan milik jendral penjaga benteng ini, suara ketukan di pintu terdengar.
"Tuan, ini aku", suara ini tidak lain berasal dari penasihat miliknya yang merupakan anak perdana menteri Kerajaan Orc-Goblin.
"Kau bisa membuka pintunya", kata putra mahkota suram.
Pintu ruangan ini perlahan-lahan terbuka, sosok Orc yang memiliki wajah sedikit lebih cerah dan terlihat seperti orang terpelajar muncul, Orc ini tidak lain merupakan penasihat putra mahkota.
Penasihat itu melangkah maju sambil bertanya penuh rasa khawatir "Putra mahkota, apa yang terjadi pada anda? Kenapa wajah anda terlihat sangat suram dan berat badan anda sepertinya menurun? Apakah anda sakit?".
Putra mahkota sebenarnya masih sangat gemuk, tidak terlihat perubahan apapun pada berat badan miliknya, hanya penasihatnya sendiri yang bisa menyadari hal tersebut sebab ia selalu bersama putra mahkota sejak kecil.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak menjadi suram!", teriak putra mahkota marah "Sebentar lagi musuh pasti menyerang kita, pasukan gabungan 3 kota sudah dikalahkan! Ini benar-benar bencana, apakah aku harus melarikan diri dari Benteng Rulfes?".
"Ternyata putra mahkota mengkhawatirkan hal tersebut", kata penasihatnya tersenyum lembut "Anda tidak perlu khawatir, walaupun kelihatannya pasukan musuh memenangkan pertarungan kemarin, sebenarnya hal ini lebih menguntungkan kita".
"Menguntungkan kita?", tanya putra mahkota marah "Apakah musuh menyerang kita merupakan keberuntungan?".
"Putra mahkota, anda tidak perlu marah! Biarkan aku menjelaskan kenapa hasil perang kemarin menguntungkan kita", kata penasihat tersebut "Pasukan gabungan 3 kota sudah kalah, tapi masih ada ribuan dari mereka yang berhasil melarikan diri kembali ke kota masing-masing. Ketika mereka terdiri dari 6000 pasukan, mereka bukan lawan musuh. Sekarang mereka pasti berpikir, bagaimana cara agar mereka bisa menang dari musuh?".
"Setelah memikirkan hal tersebut, mereka hanya bisa sampai pada 1 kesimpulan yaitu bergabung dengan kita. Pada awalnya mereka tidak tertarik bergabung dengan pasukan Benteng Rulfes kita sebab mereka harus melindungi kota masing-masing sambil berpikir bahwa mungkin ada kesempatan menahan pasukan musuh selama pasukan 3 kota bergabung. Tapi mereka sekarang pasti memahami kenyataan itu, mereka sama sekali tidak bisa menang kecuali bekerja sama dengan kita!".
"Oleh karena itu, hari ini atau beberapa hari ke depan, pasukan 3 kota yang bertahan hidup pasti menemui kita. Dengan 2500 pasukan yang berhasil melarikan diri, lalu pasukan cadangan yang menjaga kota mungkin ada 500 sehingga 3 kota berarti 1500. Kita bisa mendapatkan bantuan dari 4000 pasukan tambahan. Walaupun sebagian besar dari mereka hanya prajurit baru yang tidak terlatih, dengan bantuan 4000 pasukan, apakah anda masih berpikir kita akan kalah melawan musuh dengan bantuan dari pertahanan Benteng Rulfes ini?".
Putra mahkota sudah sangat bersemangat, ia sudah bisa membayangkan kemenangannya dari pasukan Myro serta menjadi raja.
...----------------...
Di sisi lain, wakil Jendral Herfu sedang memberikan laporannya kepada sang jendral "Keadaan sekarang menjadi lebih buruk, selama 2500 pasukan gabungan dari 3 kota bergabung bersama Benteng Rulfes, Baron Myro dan yang lainnya pasti mengalami masalah. Jendral, apakah kita salah memperhitungkan kecerdasan Baron Myro?".
__ADS_1
Jendral Herfu tidak menjawab secara langsung pertanyaan wakilnya melainkan menatap sebuah peta yang ada di meja "Apakah menurutmu ini tidak aneh? Berdasarkan informasi yang didapatkan mata-mata kita, pasukan Baron Myro sudah mengepung musuh tanpa memberikan kesempatan untuk melarikan diri. Namun sebuah celah tiba-tiba muncul di tengah pertarungan yang memberikan kesempatan bagi musuh supaya bisa pergi, seakan-akan membuka celah itu adalah bagian dari rencana".
Wakil Jendral Herfu membuka matanya lebar-lebar penuh rasa tidak percaya "Jadi, menurut jendral--".
Sebelum wakilnya bisa menyelesaikan perkataannya, Jendral Herfu melambaikan tangan "Ini baru sebuah kemungkinan, tapi aku masih tidak mengerti, apa tujuan Baron Myro membuka celah dan membiarkan sebagian dari pasukan musuh melarikan diri. Tidak peduli bagaimana aku berusaha memikirkannya, aku masih tidak mengerti keuntungan apa yang bisa didapatkan Baron Myro dari membiarkan pasukan musuh pergi. Apakah aku terlalu melebih-lebihkan kemampuan Baron Myro? Sebenarnya celah itu terbuat secara kebetulan akibat kurangnya kemampuan pasukan Baron Myro? Jika begitu, apakah ia yang bisa menghentikan serangan 10.000 pasukan Kerajaan Orc-Goblin di Provinsi Kavaleri juga kebetulan?".
Melihat jendral Herfu yang berpikir keras, wakilnya tidak bisa untuk tidak berkata lagi "Selain itu Baron Myro sepertinya juga menggunakan 1000 tahanan Orc Goblin sebagai prajurit, tindakan ini terlalu berisiko! Kesetiaan para tahanan sangat diragukan, apabila mereka berbalik melawan di tengah peperangan maka para tahanan ini bisa memberikan luka fatal pada pasukan Baron Myro. Mungkin penilaian kita kepada Baron Myro memang terlalu berlebihan, pada akhirnya ia masih anak yang berusia 15 tahun--".
"Tunggu, kau bilang mereka memiliki 1000 Orc Goblin sebagai pasukan?", tanya Jendral Herfu.
Wakil Herfu mengangguk "Itu benar, pasukan ini berasal dari para tahanan di Kota Folk".
"Brak!".
Herfu memukul meja dengan keras, matanya yang menatap peta bersinar "Aku mengerti, sekarang aku mengerti tujuan Baron Myro! Kita tidak salah menilainya, ia memang rubah kecil yang licik! Segera siapkan seluruh pasukan, besok kita akan menyerang 70.000 pasukan musuh di Provinsi Utara, jangan biarkan mereka kembali setelah mendengarkan berita kekalahan Benteng Rulfes".
"Jendral, maksud anda?", tanya wakil Herfu penuh keraguan.
__ADS_1
Melihat keraguan wakilnya, Herfu tersenyum "Kau sudah mengikuti sejak lama sehingga kemampuanmu memimpin pasukan memang tidak perlu diragukan, tapi kau masih memiliki banyak kekurangan di kelicikan serta strategi! Paling lama 2 hari lagi, Baron Myro pasti bisa menjatuhkan Benteng Rulfes, kita harus bersiap juga!".