PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 255 : PENANGKAPAN BESAR-BESARAN


__ADS_3

Ibukota Kerajaan Azeroth, terdapat sebuah kediaman villa yang cukup mewah dengan lebih dari 2000 penjaga elit berjaga-jaga di sekitar villa.


Di ibukota kerajaan, tidak peduli seberapa besar status mereka, tidak ada seorangpun yang boleh membuat istana kecuali raja di ibukota. Bagaimanapun istana yang berada di ibukota adalah milik raja, apabila ada orang lain yang mempunyai istana di ibukota kerajaan, itu sama seperti menantang kekuasaan raja.


Oleh karena itu tidak peduli seberapa berkuasa dan kuat seseorang di Kerajaan Azeroth, mereka tidak berani membangun istana di ibukota kecuali mereka siap kehilangan kepala mereka dan dipenjara sebagai pemberontak.


Setiap kali ada orang yang melewati villa mewah ini, mereka akan menatapnya dengan kagum tapi tidak berani tinggal terlalu lama karena takut ditangkap oleh penjaga villa akibat dianggap sebagai mata-mata.


Villa besar ini tidak lain merupakan kediaman Jendral Hanto, jendral besar yang mempunyai kekuasaan militer paling tinggi di Kerajaan Azeroth dan cuma di bawah raja. Baik Jendral Limo, Jendral Rifu dan Jendral Verlan, mereka semua masih di bawah Hanto.


Selain memimpin semua pasukan militer, Hanto sendiri membentuk 200.000 pasukan elit di bawahnya.


Sebagai orang yang mampu duduk di posisi jendral besar yang setara dengan perdana menteri, Hanto telah menemani Raja Azeroth V berjuang sebelum ia menjadi raja.


Tetapi kenapa Hanto memutuskan memihak pangeran ke 7? Alasannya Hanto merasa Raja Azeroth V menurun akibat usia tua, ia bahkan tidak dapat memilih pangeran yang tepat sebagai raja berikutnya.


Menurut Hanto, dari segi kemampuan dan keahlian, pangeran ke 7 jauh berada di atas pangeran ke 10. Jadi ia memutuskan memihak pangeran ke 7, ia tidak setia sampai mati seperti perdana menteri melainkan memilih pihak yang dianggapnya mempunyai kemungkinan paling besar memenangkan tahta raja berikutnya, bukan memihak calon raja yang dipilih Raja Azeroth V.


Saat ini Hanto sedang berjalan berputar-putar di ruang tamu villa, wajahnya yang selalu tegas dan tidak berubah kini dipenuhi rasa khawatir.

__ADS_1


Beberapa hari ini, Hanto merasakan firasat buruk. Walaupun raja jatuh sakit yang berarti kesempatan pangeran ke 7 menjadi raja berikutnya hampir tiba, tapi Hanto sama sekali tidak dapat merasa senang melainkan ia mempunyai firasat buruk yang besar seakan-akan dirinya sebentar lagi mati.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Seharusnya sebentar lagi Raja Azeroth V akan mati dan waktunya bagiku untuk bersinar membantu pangeran ke 7 merebut ibukota, tapi kenapa aku terus merasa khawatir?", gumam Hanto yang terus berjalan di sekitar ruangannya "Tidak, aku berkali-kali menghindari krisis hidup dan mati karena mempercayai firasat buruk yang aku miliki ketika berada di medan perang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku harus melarikan diri dari ibukota secepat mungkin! Walaupun rencana pangeran ke 7 akan gagal dan aku mungkin dihukum, namun tidak ada salahnya berhati-hati! Belum lagi firasat yang aku miliki telah berkali-kali membantuku di medan perang, aku harus segera memberi surat kepada pangeran ke 7 mengenai diriku yang akan pergi dari ibukota".


Sewaktu Hanto berencana pergi ke ruang belajarnya untuk menulis surat kepada pangeran ke 7, ia mendengar teriakan prajurit di depan villanya "Siapa kalian? Apakah kalian tidak tahu kediaman siapa ini? Villa ini adalah kediaman Jendral besar-- Tunggu, aaaaa!".


Teriakan kesakitan terdengar dari prajuritnya yang menjaga pintu depan villanya. Tidak berhenti sampai di situ, suara pertarungan terus terdengar dari penjaga yang berada di lorong-lorong villa.


Mendengar semua teriakan di sekitar, Hanto tahu firasat buruk yang baru-baru ini ia rasakan benar. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang, tapi hanya ada 1 ide di kepala Hanto yaitu melarikan diri.


Ia harus pergi dari villa dan pergi ke barak dimana 200.000 prajurit elitnya menunggu, selama ia tiba di barak, tidak ada seorangpun yang mampu menghentikannya sebab ada perlindungan 200.000 prajurit elit setia.


Ketika Hanto, baru berencana melarikan diri melalui jendela sebab pintu depan villa pasti telah dikepung.


Hanto tersenyum mengejek terhadap perkataan prajurit barusan "Kau pikir aku bodoh? Jika aku ditangkap, aku pasti dihukum mati! Aku memiliki firasat buruk akhir-akhir ini, alasannya ternyata teman lamaku, Raja Azeroth V memutuskan untuk membersihkan ku lebih dulu. Tapi jangan pikir kalian dapat menangkap ku dengan mudah!".


Setelah berteriak, Hanto melompat dari jendelanya.


Ratusan prajurit yang mengepung Hanto terkejut, mereka tidak pernah berpikir Hanto akan begitu tegas supaya berhasil melarikan diri "Kejar! Jangan biarkan ia pergi!".

__ADS_1


Hanto terus berlari tanpa peduli terhadap teriakan di belakangnya, ia tidak melewati pintu gerbang villa karena musuh pasti menunggu disana.


Jadi Hanto melompat melalui pagar bagian kanan villa. Apabila ada orang yang melihat Hanto sekarang mereka pasti terkejut, bagaimanapun Hanto merupakan jendral besar Kerajaan Azeroth, tapi ia melompati pagar rumah yang tinggi layaknya pencuri.


Tetapi sewaktu melompat pagar dan mendarat di tanah, wajah Hanto membeku sebab ribuan prajurit berdiri di depannya sambil mengarahkan tombak.


Melihat prajurit yang sangat banyak di sekitarnya, Hanto tersenyum pahit "Sejak awal aku tidak mempunyai kesempatan melarikan diri, seluruh villa benar-benar telah dikepung. Siapa yang melakukan ini? Apakah Jendral Limo?".


"Jendral Hanto, menyerah! Selama kau menyerah dan membiarkan kami menangkap mu, raja mungkin memberikan kau keringanan", sosok Limo muncul dari balik ribuan pasukan yang mengepung Hanto.


Sebagai jendral bawahan Hanto, Limo mengenal seberapa licik dan cerdasnya Hanto.


Setidaknya Hanto duduk di posisi jendral besar bukan tanpa alasan melainkan ia benar-benar memiliki kemampuan, karena hal tersebut maka Limo membiarkan seluruh pasukan elitnya mengepung villa Hanto tanpa sedikitpun celah baginya melarikan diri.


Ratusan prajurit elit Limo telah mengepung villa Hanto.


"Kau pikir aku bodoh? Yang mulia pasti mengetahui aku yang memihak pangeran ke 7, jadi ia memutuskan membunuh diriku", Hanto mengambil sebuah botol cairan dari kantongnya dan berkata lagi "Beritahu yang mulia, sampai akhir, ia tetap seorang raja yang hebat! Untuk pangeran ke 10, ia bertindak tanpa ragu membersihkan semua pengkhianat di kerajaan, aku selalu mengagumi ketegasan dan keberanian yang ia miliki!".


"Tidak! Hentikan Jendral Hanto!", teriak Limo yang bergegas maju.

__ADS_1


Namun Hanto meminum botol racun yang ada di tangannya tanpa ragu, kulit Hanto segera berubah menjadi putih lalu tubuhnya jatuh dengan lemah ke tanah tanpa tanda-tanda kehidupan lagi.


Jendral Besar Kerajaan Azeroth yang telah duduk di posisinya selama puluhan tahun, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Ibukota Kerajaan Azeroth tanpa kesempatan menggunakan 200.000 pasukan elitnya sedikitpun.


__ADS_2