PERJUANGAN MENJADI RAJA

PERJUANGAN MENJADI RAJA
BAB 53 : JAWABAN DUKE


__ADS_3

Berita kemenangan pangeran ke 4 akhirnya tiba di Ibukota Kerajaan Azeroth setelah beberapa hari, hal itu langsung membuat seluruh kerajaan gempar. Bagaimanapun tidak ada yang berpikir bahwa pangeran ke 4 akan menang, bahkan baik itu kakek atau ibunya sekalipun berpikir bahwa ia pasti kembali dengan kekalahan, raja juga tidak berpikir bahwa pangeran ke 4 bisa menang sebab ia mengirim Limo untuk membunuh pangeran ke 4 secara diam-diam. Siapa berpikir bahwa pangeran ke 4 bisa menang, oleh karena itu berita ini menjadi pembicaraan hangat di seluruh Kerajaan Azeroth.


Beberapa bangsawan, pejabat pemerintahan serta militer Kerajaan Azeroth mulai berpikir ulang lagi apakah akan memihak para pangeran lain atau mengikuti pangeran ke 4 yang berhasil melakukan hal hebat.


Tetapi sebuah hal yang pasti, hampir seluruh orang di Kerajaan Azeroth senang atas berita ini, kecuali para pangeran yang lain maka semua penduduk yang ada di Kerajaan Azeroth mulai melakukan pesta besar untuk kemenangan ini.


Sedangkan para pangeran yang lain, mereka menjadi panik dan memikirkan cara untuk membuat prestasi yang sama seperti pangeran ke 4. Lagipula sejak pangeran ke 4 pergi ke Kerajaan Kavaleri maka mereka yakin bahwa pangeran sudah mati, siapa yang berpikir bahwa pangeran ke 4 ternyata masih bisa kembali sambil membawa kemenangan?


Di sisi lain, raja merasa bahwa ia harus menilai ulang pangeran ke 4. Sebelumnya ia berpikir untuk membunuh pangeran ke 4 sebab merupakan pangeran yang paling tidak berguna, sepertinya ia salah kali ini.


Mungkin akibat usianya yang sudah menjadi semakin tua, ia salah menilai pangeran ke 4.


Walaupun sudah tua, Raja Azeroth V tahu seberapa kuat Kerajaan Kavaleri, setidaknya dengan pasukan milik pangeran ke 4 maka ia tidak mungkin bisa menang, jadi raja sekarang sangat penasaran kenapa pangeran ke 4 bisa memenangkan perang ini.


...----------------...


Pada pagi hari ke 5 setelah perebutan sebagian besar kota di Kerajaan Kavaleri, Firhel sudah pergi menemui Duke Gav sejak kemarin, berita darinya pasti datang sebentar lagi mengenai keputusan Duke Gav.


Myro bangun pagi-pagi sekali, ketika ia pergi dari tendanya maka Myro menemukan Ren yang sedang sibuk membaca buku di dekat tenda Myro.

__ADS_1


Melihat Myro sudah bangun, Ren berdiri sambil menyimpan bukunya lagi "Pagi tuan, barusan ada perwakilan dari pangeran ke 4 yang mengatakan bahwa pangeran memiliki pesan untu tuan, tapi karena tuan masih tidur maka pesan itu diberikan kepadaku. Pesan itu memberitahu tuan bahwa kita bergerak ke wilayah Duke Gav siang ini, sepertinya perang sudah berakhir".


Myro sedikit terkejut mendengar perkataan itu ia segera mengerti "Maksudmu Duke Gav sudah menyerah?".


Ren mengangguk "Sebagai orang yang sudah lama duduk di posisi Duke Kerajaan Kavaleri, ia pasti bukan orang bodoh. Duke Gav ini sudah tahu bahwa tidak ada lagi kesempatan untuk Kerajaan Kavaleri menang, sejak kematian Raja Kavaleri II maka tidak ada lagi yang bisa menggantikan posisi raja kavaleri. Lebih tepatnya, anak Raja Kavaleri II hanya 1 orang pria dan 1 wanita. Berbeda dari Raja Kavaleri II dulu, anaknya yang merupakan pangeran dan putra mahkota Kerajaan Kavaleri sama sekali tidak memiliki bakat apapun, Duke Gav pasti sudah mengerti juga bahwa menyerah adalah pilihan terbaik".


"Darimana kau tahu semua informasi itu?", tanya Myro penasaran lagi, bagaimanpun ia yang sudah 10 tahun di dunia ini sekalipun tidak terlalu mengetahui keadaan Kerajaan Kavaleri, sedangkan Ren berada disini hanya beberapa hari atau bulan yang lalu sehingga Myro sedikit terkejut terhdap pengetahuannya.


Ren sedikit tersenyum "Tuan, saat anda membaca buku maka ada banyak sekali yang bisa anda ketahui, di antara semua hal itu maka apa yang aku katakan barusan merupakan informasi yang aku dapatkan dari buku tentang Kerajaan Kavaleri".


Myro mengangguk, mereka tidak banyak bicara lagi dan mulai sarapan.


Mereka sudah merebut 7 kota yang membuat pangeran ke 4 paling tidak harus meletakkan 100 pasukan di setiap kota-kota yang mereka rebut, hal ini dilakukan agar kota tidak direbut lagi atau terjadinya pemberontakan penduduk.


Masalahnya karena alasan ini, maka pangeran ke 4 kehilangan 700 pasukannya untuk menjaga kota yang membuat pasukan miliknya semakin sedikit.


Mereka melewati 4 kota kecil milik Duke Gav, sama sekali tidak ada hal yang menarik di kota-kota kecil itu.


Saat sampai di kota utamanya yaitu Kota Gav, mereka menemukan tembok baru setinggi 5 meter melindungi kota itu.

__ADS_1


Walaupun tidak dijaga oleh pasukan elit, tapi ratusan pasukan yang menjaga tembok kota itu nampaknya merupakan prajurit yang cukup terlatih, bukan para penduduk yang dipersenjatai.


Melihat kedatangan pasukan pangeran ke 4, gerbang tembok batu di kota itu perlahan-lahan terbuka, para prajurit di atas tembok kota menurunkan senjata mereka yang menunjukkan bahwa mereka menyerah.


Dari gerbang Kota Gav yang terbuka itu, sosok seorang wanita yang tidak lain adalah Firhel serta seorang pria gemuk dengan pakaian mewah bergegas ke arah mereka memakai kuda.


Mereka tiba di depan para pasukan, lalu Firhel turun dari kudanya dan berlutut di depan pangeran ke 4 "Untungnya Firhel tidak mengecewakan tuan, Firhel berhasil membujuk dan membawa Duke Gav untuk menyerah kepada tuan".


"Kerja yang bagus!", kata pangeran ke 4 sambil mengangguk, ada alasan lain kenapa pangeran ke 4 membawa Firhel ke perang ini sebab wanita ini sangat ahli untuk berdiskusi dan mendapatkan keuntungan dari orang lain.


Oleh karena itu, pangeran ke 4 tidak terlalu terkejut bahwa ia bisa meyakinkan Duke Gav.


Sang Duke ikut turun dari kudanya, ia berlutut di depan pangeran ke 4 sambil berkeringat dingin, seluruh tubuhnya ketakutan.


Meskipun takut, ia masih menggertakkan giginya dan memberanikan diri untuk berbicara "Tuan pangeran ke 4, aku senang bisa melihat anda disini! Aku dan seluruh kota dengan senang menyambut kedatangan tuan di kota kecil ini, kami sudah meyiapkan makanan serta minuman untuk tuan bersama para prajuritnya agar bisa beristirahat setelah melalui perjalanan panjang".


Mendengar perkataan Duke Gav ini, pangeran ke 4 sama sekali tidak terpengaruh "Duke Gav, aku tidak tertarik untuk membuang waktu lebih banyak lagi, sejak kau menyerah maka kau sudah tahu bukan bahwa kau harus menyerahkan semua 5 kota milikmu dan 20 koin emas, apakah kau keberatan?".


Bagaimana Duke Gav berani menolak? Semua orang di sekitarnya adalah prajurit pangeran ke 4, selama ia berani menolak maka para prajurit yang ada di belakang pangeran ini siap menusuknya kapanpun.

__ADS_1


Oleh karena itu, Duke Gav memilih untuk menyerah tanpa ragu "Tuan pangeran, aku menyerah! Baik itu kota ataupun uang, aku tidak keberatan untuk memberikannya kepada tuan pangeran!".


__ADS_2